Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Luwu Timur, Kecamatan Nuha (Tepatnya di area Sorowako yang merupakan pintu masuk utama ke danau, juga mencakup desa-desa di tepian danau seperti Desa Matano).
Jenis Wisata: Danau Purba Tektonik, Taman Wisata Alam, Wisata Air dan Sejarah.
Deskripsi Menarik:
Danau Terdalam: Danau Matano dikenal sebagai danau terdalam di Asia Tenggara (kedalaman maksimum sekitar 590-625 meter) dan termasuk dalam 10 danau terdalam di dunia.
Air Jernih: Air danau sangat jernih, bahkan pengunjung bisa melihat ke dasar hingga kedalaman sekitar 20 meter saat cuaca cerah.
Ekosistem Endemik: Merupakan danau purba yang berusia jutaan tahun (sekitar 4 juta tahun) dan menjadi rumah bagi banyak spesies fauna dan flora endemik (hanya ditemukan di danau ini), seperti ikan Butini (Glossogobius matanensis) yang dijuluki ikan purba dan ikan hias Opudi (Telmatherina celebensis).
Daya Tarik Lain: Di sekitar danau terdapat situs bersejarah seperti Gua Tengkorak (diduga bekas tempat pemakaman kuno), Gua Air Matano, Benteng Matano, dan Makam Raja Matano.
Aktivitas: Pengunjung dapat berenang, snorkeling, menyelam (cocok untuk diving karena kedalamannya), menyusuri danau dengan perahu kano, jet ski, atau kapal pesiar.
Rekomendasi Penginapan & Kuliner
3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
Mireya Hotel Sorowako (Dikenal sebagai hotel bintang 4 dan termewah di Sorowako, berhadapan langsung dengan Danau Matano).
Villa Matano Sorowako (Penginapan model apartemen yang berlokasi di Nuha, Sorowako).
Transisco Hotel Sorowako (Hotel di area Nuha/Sorowako).
3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
Homestay Punokawan Puncak Indah Kota Malili (Lokasi di Malili, bisa jadi alternatif di kota kabupaten terdekat).
Guest House Camp Sorowako (Di area Nuha/Sorowako).
MJ Guest House Pusat Kota Malili (Di kota Malili).
Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:
Ikan Butini/Botini (Glossogobius matanensis): Ikan endemik Danau Matano yang gurih, sering disajikan dengan bumbu tradisional seperti dimasak santan (Botini nahu santa) atau pepes (Winalu botini).
Gori (Kepiting Danau): Kepiting air tawar endemik yang dimasak dengan patikala (buah asam khas Luwu) sehingga menghasilkan rasa asam gurih.
Kapurung: Makanan khas Sulawesi Selatan, terbuat dari sagu yang diolah menjadi tekstur kenyal, disajikan dengan kuah berbumbu, ikan, dan sayuran (sering menggunakan asam patikala).
Pacco’: Olahan ikan segar mentah (seperti sashimi lokal) yang dicampur dengan cuka dan banyak cabai rawit, biasanya disantap dengan Dange.
Cemilan Daerah yang Bias Dicoba:
Dange: Makanan pengganti nasi dari sagu yang dikeringkan dan dibakar, berbentuk persegi panjang.
Wokeno: Tape manis dari beras ketan hitam atau merah.
Keripik Pisang dan Tifo (sejenis makanan ringan).
Souvenir Khas Daerah:
Ikan Opudi (Celebes Rainbow Fish): Ikan hias endemik Danau Matano yang diperdagangkan.
Berbagai kerajinan tangan dari masyarakat lokal di sekitar danau.
Acara Adat & Transportasi
Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:
Festival Danau Matano: Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (biasanya sekitar bulan November/Desember) untuk mempromosikan wisata dan budaya. Festival ini menampilkan seni budaya, tari kolosal Kerajaan Matano, olahraga tradisional (seperti perahu naga), dan hiburan.
Kegiatan adat oleh Perangkat Adat Kemacowaan Bawalipu yang terpusat di sekitar wilayah Sorowako dan Matano.
Jenis Transportasi yang Digunakan:
Darat: Bus umum, mobil sewaan/pribadi.
Udara: Pesawat dari Makassar (Bandara Sultan Hasanuddin – UPG) ke Bandara Sorowako (SQR).