Lokomata (Makam Batu Bundar)

🗿 Informasi Destinasi Wisata Lokomata (Makam Batu Bundar)

  • Nama Wisata: Lokomata (Lo’ko Mata)

  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Toraja Utara, Kecamatan Sesean Suloara (atau dekat Batutumonga)

  • Jenis Wisata: Wisata Budaya, Sejarah, dan Alam (Situs Pemakaman Kuno/Kuburan Batu)

  • Deskripsi Menarik: Lokomata adalah salah satu situs pemakaman kuno Suku Toraja yang sangat unik dan ikonik. Di sini, jenazah dimakamkan di dalam lubang-lubang yang dipahat langsung pada sebuah batu besar berbentuk bulat yang berada di lereng bukit, di ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut. Makam-makam ini berukuran bervariasi dan sering dicat dengan motif tradisional Toraja (merah, kuning, hitam, putih). Semakin tinggi letak bilik makam, konon semakin tinggi pula kedudukan sosial orang yang dimakamkan. Di sekitar batu juga terdapat miniatur Tongkonan (rumah adat Toraja) dan patung-patung kayu yang disebut Tau-Tau, sebagai representasi orang yang telah meninggal.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat (Umumnya di area Rantepao/Toraja Utara):

    1. Toraja Prince Hotel

    2. Hotel O Rantepao Lodge

    3. Toraja Heritage Hotel (Agak jauh, tetapi populer)

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat (Umumnya di area Rantepao atau sekitarnya yang lebih dekat ke Lokomata/Batutumonga):

    1. Rosalina Homestay

    2. DARRA HOMESTAY TORAJA

    3. Mentiro Tiku Guest House (Menawarkan penginapan dengan konsep Tongkonan)

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:

    • Pa’piong: Masakan yang dimasak di dalam bambu (bisa berisi daging babi, ayam, atau ikan, dicampur dengan sayuran dan bumbu khas).

    • Pantollo’ Pamarrasan: Olahan daging atau ikan yang dimasak dengan bumbu kluwek/pangi sehingga kuahnya berwarna hitam, mirip Rawon.

    • Dangkot (Daging Kotte): Olahan daging bebek berbumbu pedas khas Toraja.

  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba:

    • Deppa Tori’: Kue tradisional Toraja yang terbuat dari tepung beras dan gula merah, berbentuk lonjong, dan sering dijadikan oleh-oleh.

    • Kririk Toraja: Jajanan manis yang sering ada saat hajatan atau perayaan adat.

  • Souvenir Khas Daerah:

    • Kain Tenun Toraja: Kain tradisional dengan motif dan corak khas yang unik.

    • Kopi Toraja: Terutama Kopi Arabika Toraja yang terkenal.

    • Miniatur Tongkonan atau Tau-Tau: Replika rumah adat atau patung leluhur.

    • Kerajinan Ukiran Kayu: Berbagai kerajinan tangan dengan ukiran khas Toraja.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Rambu Solo’: Upacara pemakaman besar yang mewah sebagai penghormatan terakhir kepada mendiang. Ini adalah ritual paling terkenal di Toraja yang melibatkan penyembelihan kerbau dan babi.

    • Rambu Tuka’: Upacara syukuran atau kegembiraan (seperti pernikahan, syukuran rumah baru/Mangrara Banua) yang diadakan sebelum tengah hari.

    • Ma’nene: Ritual membersihkan dan mengganti pakaian jenazah leluhur yang dilakukan beberapa tahun sekali (terutama di beberapa daerah).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    • Dari Rantepao (ibukota Toraja Utara), biasanya menggunakan mobil sewaan atau ojek menuju Lokomata. Jaraknya sekitar 30 km dari Rantepao.

    • Transportasi umum tidak menjangkau langsung ke lokasi.

  • Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar:

    • Rute Utama (Darat): Naik bus malam (eksekutif) dari Terminal Regional Daya Makassar langsung menuju Rantepao atau Makale (pusat Toraja). Perjalanan memakan waktu sekitar 8-10 jam.

    • Rute Alternatif (Udara + Darat): Terbang dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Makassar) ke Bandara Toraja (Buntu Kunyi, Tana Toraja). Dari bandara, lanjutkan dengan taksi atau mobil sewaan ke Rantepao/Lokomata (sekitar 1-2 jam perjalanan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »