Benteng Keraton Buton – Baubau
Benteng Keraton Buton
Nama Wisata: Benteng Keraton Buton (dikenal juga sebagai Benteng Wolio atau Benteng Bau-Bau).
Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kota Bau-Bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Terletak di kawasan Kecamatan Wolio dan sekitarnya (misalnya Kelurahan Bataraguru, Melai).
Jenis Wisata: Wisata Sejarah dan Budaya, Arsitektur, serta menikmati pemandangan kota (City View).
Deskripsi Menarik: Benteng Keraton Buton memegang rekor dunia sebagai benteng terluas di dunia, mencakup area sekitar 23,3 hektare. Dibangun pada abad ke-16, benteng ini merupakan peninggalan bersejarah dari masa Kesultanan Buton dan dulunya menjadi pusat pemerintahan. Tembok benteng terbuat dari batu kapur dengan tinggi sekitar 4 meter dan arsitekturnya sangat unik. Di dalamnya, Anda dapat menemukan situs-situs penting seperti Masjid Agung Keraton Buton (masjid tertua di Sultra), Batu Popaua (tempat pelantikan Sultan), dan meriam kuno Badili. Lokasi benteng yang berada di ketinggian juga memungkinkan pengunjung menikmati panorama indah Kota Bau-Bau dan laut sekitarnya.
3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
Hotel Galaxy Inn (sekitar 1,1 km dari Benteng)
Wisma Kahyangan (sekitar 1 km dari Benteng)
RedDoorz @ Green Homestay Syariah Baubau (sekitar 2,4 km dari Benteng)
3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
Homestay atau Penginapan lokal yang banyak tersebar di area Kelurahan Bataraguru atau Melai yang dekat dengan kawasan benteng.
Pilihan Guest House berkonsep Syariah di pusat kota Bau-Bau.
Akomodasi berjenis Rumah Sewa yang dapat dicari melalui platform pemesanan daring.
Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:
Kasoami: Makanan pokok Buton pengganti nasi, terbuat dari olahan tepung singkong yang dikukus berbentuk kerucut. Biasanya dimakan bersama ikan bakar atau lauk pauk lainnya.
Kapinsai: Olahan singkong khas lainnya yang mirip dengan Kasoami.
Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:
Tuli-Tuli (Kue Angka Delapan): Cemilan manis yang berbentuk unik menyerupai angka delapan.
Berbagai kue tradisional lainnya seperti Kalo-Kalo, Bolu, dan Baruasa.
Kacang Mete: Salah satu oleh-oleh unggulan daerah ini.
Souvenir Khas Daerah:
Kain dan Sarung Tenun Buton: Kerajinan tangan dengan motif-motif tradisional yang indah.
Aksesoris dan produk lain yang dibuat dari bahan tenun khas Buton.
Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:
Pakande-kandea / Kande-kandea: Sebuah tradisi syukuran dan makan bersama warisan Kesultanan Buton, di mana hidangan disajikan di atas talam khusus yang dijaga oleh gadis-gadis berpakaian adat. Sering diadakan pada perayaan hari besar daerah.
Pertunjukan Tari Tradisional: Berbagai tarian adat Buton sering dipentaskan di area benteng saat acara-acara tertentu.
Jenis Transportasi yang Digunakan:
Untuk perjalanan di dalam kota Bau-Bau, Anda bisa menggunakan Angkutan umum (Pete-Pete), ojek konvensional maupun online, atau menyewa mobil.
Rute Perjalanan dan Alternatif dari Kota Kendari:
Jalur Laut (Paling Umum): Menggunakan Kapal Cepat atau Feri dari pelabuhan di Kendari (seperti Pelabuhan Bungkutoko) menuju Pelabuhan Murhum di Bau-Bau. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 6 hingga 12 jam, seringkali transit di Raha (Pulau Muna).
Jalur Udara: Menggunakan Pesawat Terbang dari Bandara Halu Oleo Kendari ke Bandara Betoambari (BUW) Bau-Bau. Opsi ini terkadang memerlukan satu kali transit, dan total waktu tempuh (termasuk transit) berkisar 1 hingga 3 jam.














