Banten

Letak Astronomis dan Geografis

Provinsi Banten terletak secara astronomis antara dan . Secara geografis, Banten berada di ujung barat Pulau Jawa yang sangat strategis sebagai gerbang penghubung antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera melalui Selat Sunda. Wilayah ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, DKI Jakarta dan Jawa Barat di timur, Samudera Hindia di selatan, serta Selat Sunda di barat.

Luas Wilayah dan Topografi Identitas Wilayah

Total luas wilayah daratan Banten adalah 9.662,92 km². Wilayah utara cenderung berupa dataran rendah dan pesisir, sedangkan wilayah selatan memiliki topografi yang lebih bergelombang, berbukit, hingga pegunungan (seperti Gunung Halimun Salak). Ibu kota provinsi terletak di Kota Serang. Identitas daerah ini sangat kental dengan julukan “Tanah Jawara” dan simbol budaya berupa Badak Bercula Satu.

Karakteristik Iklim

Banten memiliki iklim tropis dengan dua musim, yakni kemarau dan hujan. Wilayah Banten bagian selatan umumnya memiliki curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan bagian utara karena pengaruh topografi pegunungan. Suhu udara rata-rata berkisar antara 22°C hingga 33°C dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi sepanjang tahun.

Sejarah Daerah

Sejarah Banten sangat termasyhur sebagai pusat Kesultanan Banten yang menjadi salah satu bandar perdagangan internasional terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-16 dan 17. Tokoh sejarah yang paling ikonik adalah Sultan Ageng Tirtayasa yang gigih melawan penjajahan Belanda. Banten secara resmi memisahkan diri dari Provinsi Jawa Barat dan menjadi provinsi sendiri pada 4 Oktober 2000.

Potensi Pariwisata

Pariwisata Banten sangat beragam, mulai dari Taman Nasional Ujung Kulon yang menjadi warisan dunia UNESCO, pantai populer seperti Pantai Anyer dan Carita, hingga wisata budaya ke desa adat Suku Baduy. Selain itu, terdapat wisata religi yang kuat di kawasan Banten Lama dan keindahan bawah laut di Pulau Sangiang serta Pulau Umang.

Potensi Kekayaan Daerah

Banten memiliki potensi ekonomi yang besar dari sektor industri manufaktur di wilayah Cilegon (Pusat Industri Baja Nasional) dan Tangerang. Sektor pelabuhan melalui Pelabuhan Merak merupakan nadi transportasi nasional. Selain itu, Banten kaya akan hasil laut, pertanian (padi dan kelapa), serta potensi pertambangan emas dan bahan galian industri di wilayah selatan.

Masyarakat, Budaya dan Tempat Bersejarah

Masyarakat Banten dikenal religius namun tetap memegang teguh adat istiadat. Budaya yang paling terkenal adalah seni Debus yang menunjukkan kekebalan tubuh, tarian Rampak Bedug, dan silat. Tempat bersejarah yang utama adalah kawasan Banten Lama yang mencakup Masjid Agung Banten, Menara Banten, Benteng Speelwijk, dan Keraton Kaibon.

Fakta Singkat Daerah

Banten merupakan rumah bagi Suku Baduy yang hingga kini masih menjaga kemurnian tradisi dan menolak modernitas. Selain itu, Pelabuhan Merak di Banten merupakan salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia yang menghubungkan arus logistik nasional.

Struktur Administratif

Provinsi Banten terdiri dari wilayah administratif sebagai berikut:

Kota:

  • Kota Serang

  • Kota Cilegon

  • Kota Tangerang

  • Kota Tangerang Selatan

Kabupaten:

  • Kabupaten Serang

  • Kabupaten Pandeglang

  • Kabupaten Lebak

  • Kabupaten Tangerang

Translate »