Letak Astronomis dan Geografis
Secara astronomis, Yogyakarta terletak antara 7∘33′−8∘12′ LS dan 110∘00′−110∘50′ BT. Secara geografis, provinsi ini terletak di bagian selatan Pulau Jawa, berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah di sisi utara, timur, dan barat, serta Samudera Hindia di sebelah selatan.
Luas Wilayah dan Topografi Identitas Wilayah
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki luas wilayah sekitar 3.171 km², menjadikannya provinsi terkecil kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta. Topografinya sangat bervariasi, mulai dari wilayah pantai di selatan, dataran rendah yang subur di bagian tengah, hingga daerah pegunungan dan gunung api aktif (Gunung Merapi) di bagian utara. Ibu kota provinsi berada di Kota Yogyakarta.
Karakteristik Iklim
Yogyakarta memiliki iklim tropis dengan dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Kelembapan udara cukup tinggi sepanjang tahun. Suhu udara di dataran rendah berkisar antara 22°C hingga 31°C, sedangkan di kawasan lereng Gunung Merapi cenderung jauh lebih sejuk dan dingin.
Sejarah Daerah
Yogyakarta adalah daerah istimewa yang memiliki sejarah panjang sebagai pewaris Kerajaan Mataram Islam. Melalui Perjanjian Giyanti (1755), berdiri Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Yogyakarta memiliki peran krusial dalam kemerdekaan Indonesia dan pernah menjadi Ibu Kota Negara pada tahun 1946. Status “Istimewa” diberikan karena jasa Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII yang menyatakan bergabung dengan NKRI sesaat setelah proklamasi.
Potensi Pariwisata
Sektor pariwisata adalah magnet utama Yogyakarta, mulai dari wisata budaya di Keraton, wisata belanja di Jalan Malioboro, hingga wisata alam seperti Pantai Parangtritis dan perbukitan di Gunungkidul. Meskipun secara administratif Candi Borobudur berada di Jawa Tengah, Yogyakarta merupakan pintu gerbang utama bagi wisatawan yang ingin mengunjungi situs-situs bersejarah di sekitarnya, termasuk Candi Prambanan.
Potensi Kekayaan Daerah
Kekayaan utama Yogyakarta terletak pada industri kreatif, pendidikan, dan jasa. Sebagai “Kota Pelajar”, Yogyakarta menarik ribuan mahasiswa yang menggerakkan ekonomi lokal. Selain itu, terdapat potensi pertanian, kerajinan tangan (batik, perak, kayu), serta sektor tambang seperti pasir besi di Kulon Progo dan potensi pengembangan bandara internasional YIA sebagai pusat logistik.
Masyarakat, Budaya dan Tempat Bersejarah
Masyarakat Yogyakarta dikenal sangat memegang teguh tata krama dan adat istiadat Jawa. Budayanya tercermin dalam wayang kulit, tari-tarian klasik, hingga kuliner khas seperti gudeg. Tempat-tempat bersejarah yang sangat penting meliputi Kompleks Keraton Yogyakarta, Taman Sari, Benteng Vredeburg, dan Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri.
Fakta Singkat Daerah
Yogyakarta adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang kepala daerahnya (Gubernur dan Wakil Gubernur) tidak dipilih melalui Pilkada, melainkan dijabat secara turun-temurun oleh Sultan Hamengku Buwono (Gubernur) dan Adipati Paku Alam (Wakil Gubernur).
Struktur Administratif
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari wilayah administratif sebagai berikut:
Kota:
Kota Yogyakarta
Kabupaten:
Kabupaten Sleman
Kabupaten Bantul
Kabupaten Gunungkidul
Kabupaten Kulon Progo
Kebun Kopi Lereng Merapi: Sensasi Menyesap Kafein di Kaki Gunung
Kebun Kopi Lereng Merapi: Sensasi Menyesap Kafein di Kaki Gunung...
Read MoreKaliadem (Merapi) – Jejak Keagungan Vulkanik di Lereng Selatan Merapi
Kaliadem (Merapi) – Jejak Keagungan Vulkanik di Lereng Selatan Merapi...
Read MoreJalan Malioboro – Jantung Budaya dan Nadi Kehidupan Yogyakarta
Jalan Malioboro – Jantung Budaya dan Nadi Kehidupan Yogyakarta Dikenal...
Read MoreGoa Jomblang – Cahaya Surga yang Menembus Kedalaman Bumi
Goa Jomblang – Cahaya Surga yang Menembus Kedalaman Bumi Dikenal...
Read More













