Travel Post

Wisata Bori Kalimbua

Wisata Bori Kalimbua

  • Nama Wisata: Bori Kalimbuang (sering juga disebut Kalimbuang Bori)
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Toraja Utara (Tana Toraja), Kecamatan Sesean, Lembang Bori’ (sekitar 10 km dari Rantepao).
  • Jenis Wisata: Situs Megalitikum, Wisata Budaya, Wisata Sejarah.
  • Deskripsi Menarik:
    • “Stonehenge” Indonesia: Bori Kalimbuang adalah salah satu situs megalitikum terbesar dan paling terkenal di Toraja. Tempat ini dipenuhi dengan lebih dari 100 batu menhir (simbuang) yang berdiri tegak di hamparan lapangan rumput, mirip dengan Stonehenge di Inggris.
    • Simbol Penghormatan: Menhir-menhir tersebut didirikan sebagai monumen peringatan dan simbol penghormatan kepada bangsawan atau pemuka adat yang telah meninggal, khususnya setelah dilaksanakannya upacara pemakaman akbar, Rambu Solo’. Semakin tinggi menhirnya, semakin tinggi kedudukan orang yang dihormati tersebut.
    • Kuburan Kuno: Di area sekitar menhir, pengunjung juga bisa menemukan:
      • Liang Paa’: Makam kuno yang dipahat langsung di bongkahan batu besar (kuburan batu).
      • Passilliran: Kuburan bayi yang diletakkan di lubang pada pohon besar (Tarra), yang merupakan tradisi unik di Toraja.
    • Arsitektur Toraja: Situs ini juga menampilkan bangunan khas Toraja seperti Tongkonan (rumah adat) dan Lakkian (bangunan panggung besar tempat jenazah disemayamkan saat Rambu Solo’).
    • Aura Magis: Mengunjungi Bori Kalimbuang menawarkan pengalaman langka untuk merasakan aura sakral dan mendalami filosofi unik masyarakat Toraja tentang kehidupan dan kematian.

Rekomendasi Penginapan & Kuliner

Karena Bori Kalimbuang terletak dekat dengan ibu kota Toraja Utara, Rantepao, rekomendasi penginapan difokuskan di area Rantepao dan sekitarnya:

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    1. Toraja Heritage Hotel (Hotel mewah dengan arsitektur Toraja dan fasilitas lengkap).
    2. Luta Resort Toraja (Resor dengan lokasi strategis di Rantepao).
    3. The Santai Toraja (Hotel dengan desain modern dan view alam).
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    1. Hotel Indra Toraja (Akomodasi yang berlokasi relatif dekat dengan Bori Kalimbuang).
    2. OYO 90864 Rufus Homestay Toraja (Homestay yang berlokasi di Makale, bisa menjadi alternatif).
    3. Homes Tatto Bara Homestay (Pilihan homestay di area Makale Utara).
  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:
    • Pa’piong: Masakan yang dimasak di dalam bambu (seperti pepes bambu). Bahan utamanya bisa ayam (Manuk), daging babi (Burak), atau ikan, yang dicampur dengan bumbu rempah khas Toraja dan dibakar. (Pilihan daging bisa disesuaikan dengan preferensi Anda).
    • Pantollo Pamarrasan: Masakan berkuah hitam yang mirip Rawon, menggunakan bumbu dasar Kluwek (Pangi atau Pamarrasan). Biasa menggunakan daging babi, daging kerbau, atau ikan.
    • Dangkot (Daging Kotte): Olahan daging bebek yang dimasak dengan bumbu rempah yang sangat pedas.
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba:
    • Deppa Tori’: Kue tradisional khas Toraja yang terbuat dari tepung beras dan gula merah, berbentuk lonjong, dan sering ditaburi wijen. Cocok sebagai teman minum kopi.
    • Karirik atau Belundak: Penganan dari ketan yang dibungkus dengan daun aren muda, rasanya manis.
  • Souvenir Khas Daerah:
    • Kopi Toraja: Biji Kopi Arabika atau Robusta Toraja yang terkenal dengan aroma dan rasa yang khas.
    • Tenun Toraja: Kain tenun khas dengan motif tradisional (berupa sarung atau selendang).
    • Miniatur Tongkonan dan Patung-patung Ukiran Khas Toraja.

Acara & Transportasi

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:
    • Rambu Solo’ (Upacara Kematian/Pemakaman): Merupakan upacara terbesar dan paling penting di Toraja. Sering diadakan di area khusus yang disebut Rante, dan Bori Kalimbuang sendiri adalah Rante yang besar. Upacara ini melibatkan penyembelihan kerbau dan babi, pertunjukan musik, tarian, dan prosesi adat yang spektakuler. Waktu pelaksanaan tidak pasti, tergantung kapan keluarga yang berduka siap.
    • Rambu Tuka’ (Upacara Syukuran/Peresmian Rumah Adat): Upacara yang berhubungan dengan kehidupan (syukuran, pernikahan, peresmian Tongkonan baru).
  • Jenis Transportasi yang Digunakan:
    • Darat: Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Makassar, mobil sewaan/pribadi.
    • Udara: Pesawat dari Makassar (Bandara Sultan Hasanuddin – UPG) ke Bandara Pongtiku (TTR) di Tana Toraja.

Lokal: Mobil sewaan, ojek, atau angkutan umum (pete-pete), namun disarankan menggunakan mobil sewaan/ojek untuk fleksibilitas ke lokasi wisata seperti Bori

Wisata Danau Matano

Wisata Danau Matano

  • Nama Wisata: Danau Matano
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Luwu Timur, Kecamatan Nuha (Tepatnya di area Sorowako yang merupakan pintu masuk utama ke danau, juga mencakup desa-desa di tepian danau seperti Desa Matano).
  • Jenis Wisata: Danau Purba Tektonik, Taman Wisata Alam, Wisata Air dan Sejarah.
  • Deskripsi Menarik:
    • Danau Terdalam: Danau Matano dikenal sebagai danau terdalam di Asia Tenggara (kedalaman maksimum sekitar 590-625 meter) dan termasuk dalam 10 danau terdalam di dunia.
    • Air Jernih: Air danau sangat jernih, bahkan pengunjung bisa melihat ke dasar hingga kedalaman sekitar 20 meter saat cuaca cerah.
    • Ekosistem Endemik: Merupakan danau purba yang berusia jutaan tahun (sekitar 4 juta tahun) dan menjadi rumah bagi banyak spesies fauna dan flora endemik (hanya ditemukan di danau ini), seperti ikan Butini (Glossogobius matanensis) yang dijuluki ikan purba dan ikan hias Opudi (Telmatherina celebensis).
    • Daya Tarik Lain: Di sekitar danau terdapat situs bersejarah seperti Gua Tengkorak (diduga bekas tempat pemakaman kuno), Gua Air Matano, Benteng Matano, dan Makam Raja Matano.
    • Aktivitas: Pengunjung dapat berenang, snorkeling, menyelam (cocok untuk diving karena kedalamannya), menyusuri danau dengan perahu kano, jet ski, atau kapal pesiar.

Rekomendasi Penginapan & Kuliner

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    1. Mireya Hotel Sorowako (Dikenal sebagai hotel bintang 4 dan termewah di Sorowako, berhadapan langsung dengan Danau Matano).
    2. Villa Matano Sorowako (Penginapan model apartemen yang berlokasi di Nuha, Sorowako).
    3. Transisco Hotel Sorowako (Hotel di area Nuha/Sorowako).
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    1. Homestay Punokawan Puncak Indah Kota Malili (Lokasi di Malili, bisa jadi alternatif di kota kabupaten terdekat).
    2. Guest House Camp Sorowako (Di area Nuha/Sorowako).
    3. MJ Guest House Pusat Kota Malili (Di kota Malili).
  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:
    • Ikan Butini/Botini (Glossogobius matanensis): Ikan endemik Danau Matano yang gurih, sering disajikan dengan bumbu tradisional seperti dimasak santan (Botini nahu santa) atau pepes (Winalu botini).
    • Gori (Kepiting Danau): Kepiting air tawar endemik yang dimasak dengan patikala (buah asam khas Luwu) sehingga menghasilkan rasa asam gurih.
    • Kapurung: Makanan khas Sulawesi Selatan, terbuat dari sagu yang diolah menjadi tekstur kenyal, disajikan dengan kuah berbumbu, ikan, dan sayuran (sering menggunakan asam patikala).
    • Pacco’: Olahan ikan segar mentah (seperti sashimi lokal) yang dicampur dengan cuka dan banyak cabai rawit, biasanya disantap dengan Dange.
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba:
    • Dange: Makanan pengganti nasi dari sagu yang dikeringkan dan dibakar, berbentuk persegi panjang.
    • Wokeno: Tape manis dari beras ketan hitam atau merah.
    • Keripik Pisang dan Tifo (sejenis makanan ringan).
  • Souvenir Khas Daerah:
    • Ikan Opudi (Celebes Rainbow Fish): Ikan hias endemik Danau Matano yang diperdagangkan.
    • Berbagai kerajinan tangan dari masyarakat lokal di sekitar danau.

Acara Adat & Transportasi

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:
    • Festival Danau Matano: Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (biasanya sekitar bulan November/Desember) untuk mempromosikan wisata dan budaya. Festival ini menampilkan seni budaya, tari kolosal Kerajaan Matano, olahraga tradisional (seperti perahu naga), dan hiburan.
    • Kegiatan adat oleh Perangkat Adat Kemacowaan Bawalipu yang terpusat di sekitar wilayah Sorowako dan Matano.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan:
    • Darat: Bus umum, mobil sewaan/pribadi.
    • Udara: Pesawat dari Makassar (Bandara Sultan Hasanuddin – UPG) ke Bandara Sorowako (SQR).
    • Lokal: Perahu/Kano untuk menyusuri danau.

Wisata Galesong, Takalar

Wisata Galesong, Takalar

 

Nama Wisata: Pantai Galesong (termasuk kawasan wisata seperti Wisata Pantai Galesong/Galesong Beach dan sekitarnya)

Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Takalar, Kecamatan Galesong (mencakup Galesong Utara, Galesong Selatan, dan Galesong)

  • Contoh Lokasi: Wisata Pantai Galesong/Galesong Beach (Desa Tamalate, Galesong Utara) atau Pulau Sanrobengi (Gusung Sangrobengi, Boddia, Galesong)

Jenis Wisata: Wisata Bahari (Pantai, Laut, Pulau Kecil), Wisata Keluarga/Buatan (kolam renang, fasilitas rekreasi di kawasan pantai)

Deskripsi Menarik: Galesong menawarkan keindahan pesisir dengan hamparan pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih, menjadikannya lokasi ideal untuk berenang, bermain air, dan menikmati ketenangan. Beberapa area seperti Wisata Pantai Galesong menyediakan fasilitas lengkap seperti kolam renang dan akomodasi terintegrasi, sangat cocok untuk liburan keluarga. Pengunjung juga dapat menikmati pemandangan matahari terbenam yang memukau dan melakukan kegiatan seperti snorkeling, memancing, atau camping (berkemah) di pulau-pulau kecil terdekat seperti Pulau Sanrobengi.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Karena lokasinya yang sangat dekat dengan Kota Makassar, pilihan hotel besar sering berada di perbatasan atau di Makassar:

  1. Bintang Galesong Inn: Hotel yang lokasinya lebih dekat ke daerah Galesong/Galesong Selatan (Walaupun tercantum dalam pencarian di wilayah Makassar).
  2. Mercure Makassar Nexa Pettarani: Pilihan hotel bintang di Makassar yang relatif paling dekat ke arah Takalar/Galesong.
  3. Colonial Hotel Makassar: Pilihan hotel yang memiliki jarak relatif tidak terlalu jauh dari Galesong dan mudah diakses.

3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

  1. Kamar Tamu (Homestay) BBrG (Balla Barakkaka Ri Galesong): Homestay yang dikelola bekerjasama dengan masyarakat Desa Wisata Galesong Timur.
  2. Roemah Renjana Rosie: Pilihan akomodasi berupa rumah di Barombong, Gowa, yang letaknya relatif dekat ke arah Galesong.
  3. OYO atau Guest House Lokal: Cari opsi akomodasi sejenis penginapan/rumah tamu di daerah sekitar Kecamatan Galesong, Galesong Selatan, atau perbatasan Takalar-Makassar.

Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:

  • Barobbo: Bubur jagung tradisional khas Takalar yang dicampur dengan sayur-sayuran dan udang.
  • Kue Baje: Kue yang terbuat dari beras ketan, santan, dan gula merah yang dimasak dan dibungkus unik dengan daun jagung kering.
  • Es Poteng: Poteng (tape singkong/ubi kayu mentega) yang disajikan dengan es serut dan sirup pisang ambon lokal, sangat segar.

Cemilan Daerah yang Bias Dicoba:

  • Bipang Jangkar: Camilan dari nasi kering dan gula merah yang lengket dan manis.
  • Kembang Goyang: Kue kering renyah berbentuk bunga.
  • Buroncong: Kue tradisional berbentuk setengah lingkaran, terbuat dari terigu, santan, kelapa parut, dan gula pasir.
  • Berbagai Kerupuk Lokal: Seperti Kerupuk Pedas, Kerupuk Kaktus, atau Keripik Daun Kelor/Rumput Laut (oleh-oleh UMKM).

Souvenir Khas Daerah:

  • Kerajinan Gerabah/Tanah Liat: Takalar dikenal dengan kerajinan gerabah dengan inovasi bentuk modern.
  • Tas Kerajinan dari Serat Lontar/Kulit Jagung: Produk UMKM lokal (misalnya dengan brand Anging Mamiri).
  • Songkok Guru: Jenis penutup kepala/songkok khas daerah.
  • Kain Shibori Lokal: Kerajinan kain dengan teknik jumputan atau ikat celup.

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

  • Tradisi Tammu Taung Gaukang Karaeng Galesong: Ritual adat tahunan yang merupakan bentuk penghormatan dan rasa syukur masyarakat kepada leluhur (Gaukang). Melibatkan sesajian dan bunyi-bunyian tradisional.
  • Maudu Lompoa (Perayaan Maulid Nabi): Khususnya di Cikoang, Takalar, ditandai dengan arak-arakan julung-julung (replika kapal kayu) yang dihias.
  • Tradisi Appaddekko/Mappadekko: Upacara tradisional menumbuk padi muda sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen.

Jenis Transportasi yang Digunakan:

  • Kendaraan Pribadi (Mobil/Motor): Paling direkomendasikan karena lebih fleksibel.
  • Taksi Online/Konvensional: Pilihan dari Makassar.
  • Angkutan Umum (Bus/Mikrolet): Tersedia rute yang menuju atau melintasi Galesong, namun mungkin memerlukan penyambungan rute.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar:

  • Rute Utama (Melalui Jalan Raya Trans Sulawesi/Jalan Poros):
    1. Mulai dari pusat Kota Makassar.
    2. Ambil jalur ke arah selatan (Jalan Poros Malino/Jl. Tun Abdul Razak atau Jl. Sultan Alauddin).
    3. Lanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Gowa (melewati Barombong).
    4. Masuk ke wilayah Kabupaten Takalar melalui Kecamatan Galesong Utara.
    5. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 1 hingga 2 jam tergantung kondisi lalu lintas dan titik tujuan spesifik di Galesong.
  • Alternatif Rute (Khusus untuk beberapa titik):

Jika tujuan Anda adalah Pulau Sanrobengi, Anda harus menuju Dermaga Galesong Selatan, kemudian melanjutkan dengan perahu selama sekitar 15 menit.

Wisata Benteng Alla

Wisata Benteng Alla, Enrekang

 

Nama Wisata: Benteng Alla (Situs Benteng Alla/Desa Wisata Benteng Alla Utara)

Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Enrekang, Kecamatan Baroko, Desa Benteng Alla Utara

Jenis Wisata: Sejarah, Alam (Pegunungan), Agrowisata

Deskripsi Menarik: Benteng Alla adalah situs bersejarah yang terkenal sebagai benteng pertahanan terakhir masyarakat Enrekang melawan penjajahan Belanda. Terbuat dari formasi bebatuan alam yang kukuh di sisi pegunungan utara Sulawesi Selatan, ia menyajikan perpaduan unik antara nilai historis dan keindahan alam yang menyegarkan. Bentuk pegunungan batu yang menjulang tinggi terlihat seperti benteng raksasa. Selain itu, kawasan ini juga telah berkembang menjadi pusat Agrowisata hortikultura, termasuk penghasil Kopi Benteng Alla yang terkenal. Anda dapat menemukan jejak sejarah berupa kuburan kuno dengan Erong (wadah kuburan) dan gua-gua pengawasan.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat (Umumnya di Kota Enrekang/Pusat Kabupaten):

  1. Malakui Bed & Coffee
  2. Hotel O Batodupi Guesthouse Syariah Near Buttu Kasambi
  3. OYO 93051 Wisma Syariah Buloe Near Lapangan Abubakar Lambogo Batili Enrekang

3 Rekomendasi Homestay Terdekat (Umumnya di Kota Enrekang/Pusat Kabupaten, atau penginapan lokal):

  1. Helens Homestay
  2. Penginapan AZKIA (Terdapat di Kecamatan Alla, dekat dengan Benteng Alla)
  3. Hotel O Rumah Massagena Syariah Near Gedung Olahraga Enrekang (Berjenis Homestay)

Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:

  • Nasu Cemba: Sup daging (biasanya iga sapi) khas masyarakat Duri yang dimasak dengan daun cemba (sejenis tanaman berdaun kecil) yang memberikan rasa asam segar.
  • Dangke: Makanan tradisional yang sering disebut keju ala Enrekang, terbuat dari fermentasi susu kerbau atau sapi, bertekstur padat seperti tahu.
  • Pulu’ Mandoti: Beras ketan lokal yang sangat wangi dan pulen, sering diolah menjadi Sokko’ (nasi ketan) dan disantap dengan Dangke atau lauk lainnya.

Cemilan Daerah yang Biasa Dicoba:

  • Deppa Tettekang: Kue/cemilan khas Enrekang yang terbuat dari tepung beras ketan, gula merah, dan bumbu rempah, memiliki tekstur padat dan rasa manis gurih. Sering dijadikan oleh-oleh.
  • Baje: Makanan manis dari beras ketan atau kacang yang dimasak dengan gula merah hingga lengket dan padat. Terdapat berbagai varian seperti Baje Kacang atau Baje Beras Ketan.

Souvenir Khas Daerah:

  • Kopi Benteng Alla: Jenis kopi yang diproduksi di kawasan Benteng Alla, dikenal memiliki kualitas yang baik.
  • Dangke: Dapat dijadikan oleh-oleh karena merupakan produk khas daerah.
  • Deppa Tettekang dan berbagai jenis Baje.

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Informasi spesifik mengenai acara adat yang rutin diadakan di Desa Benteng Alla Utara tidak tersedia secara detail, namun sebagai situs bersejarah dan desa wisata, kegiatan seni dan budaya lokal sering ditampilkan, terutama pada acara-acara besar atau festival daerah.

Jenis Transportasi yang Digunakan:

  • Mobil Pribadi/Sewa: Merupakan opsi paling nyaman untuk mencapai lokasi.
  • Bus/Travel Antarkota: Dari Makassar ke Enrekang (atau lanjut ke Toraja), lalu dilanjutkan dengan transportasi lokal.
  • Ojek/Transportasi Lokal: Untuk mencapai lokasi dari pusat Kabupaten Enrekang atau Kecamatan Baroko, terutama karena Benteng Alla terletak di area pegunungan yang berbatasan dengan Toraja Utara.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar:

  1. Rute Utama (Makassar – Enrekang – Benteng Alla):
    • Ambil jalur Trans-Sulawesi menuju utara (arah Parepare).
    • Dari Makassar, perjalanan menuju pusat Kabupaten Enrekang memakan waktu sekitar 5-6 jam (kurang lebih 230-250 km).
    • Setelah tiba di Enrekang, lanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Baroko (sekitar 1-2 jam lagi), yang berada di utara dan berbatasan dengan Tana Toraja.
    • Benteng Alla Utara berada di jalur poros Enrekang-Tana Toraja.
  2. Alternatif (Via Toraja):
    • Jika Anda berencana mengunjungi Toraja, Benteng Alla dapat menjadi destinasi persinggahan karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan Toraja Utara.

Catatan Rute: Medannya adalah jalan poros lintas provinsi yang umumnya bagus, namun dari jalan utama menuju situs Benteng Alla mungkin berupa jalan desa dengan medan yang bervariasi.

Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung

Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung

Nama Wisata: Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung (Sering disebut Taman Wisata Alam Bantimurung atau Air Terjun Bantimurung)

Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Maros, Kecamatan Simbang, Desa Jenetaesa (Dusun Bantimurung)

Jenis Wisata: Alam, Geologi (Karst), Air Terjun, Konservasi (Kupu-kupu), dan Gua

Deskripsi Menarik: Taman Nasional Bantimurung dikenal sebagai “Kingdom of Butterfly” (Kerajaan Kupu-kupu) karena keanekaragaman dan populasi kupu-kupu yang tinggi, bahkan terdapat penangkaran kupu-kupu. Daya tarik utamanya adalah Air Terjun Bantimurung yang memiliki lebar sekitar 20 meter dengan ketinggian 15 meter, mengalir pada bebatuan besar, dan airnya jernih serta segar. Kawasan ini juga merupakan bagian dari bentangan alam Karst Maros-Pangkep yang tercatat sebagai bentangan Karst terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Pengunjung juga dapat menjelajahi gua seperti Gua Mimpi yang diyakini memiliki langit-langit kristal dan Gua Batu yang memiliki stalaktit dan stalagmit yang indah. Tersedia pula fasilitas seperti kolam renang dan wahana flying fox.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

  1. Hotel Wisata Bantimurung (Terdapat di dalam kompleks atau sangat dekat dengan kawasan wisata).
  2. Cordia Hotel Makassar Airport (Dekat Bandara Sultan Hasanuddin, yang relatif dekat dengan Maros).
  3. Urbanview Hotel Eropa Maros (Terletak di Maros, dekat bandara dan tidak terlalu jauh dari Bantimurung).

3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

  1. OYO 3116 Batu Putih Homestay (Di area Bantimurung/Maros).
  2. The Carstensz Homestay (Menawarkan penginapan yang nyaman, tersedia di beberapa lokasi di Maros).
  3. Labuana Homestay and Cafe Garden Makassar (Pilihan homestay yang tersedia di area dekat Maros/Bantimurung).

Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: * Pallubasa: Hidangan berkuah kental seperti coto, berisi jeroan dan daging sapi/kerbau, namun disajikan dengan nasi dan sering ditambahkan kuning telur mentah.

  • Sup Konro: Sup iga sapi atau daging sapi dengan kuah berwarna cokelat tua dari kluwek, kaya akan rempah.

Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: * Roti Maros: Roti empuk dengan isian selai srikaya (kaya) yang manis legit, sering dijadikan oleh-oleh.

  • Jalangkote: Mirip kue pastel, berisi sayuran (wortel, kentang, tauge), telur rebus, dan daging cincang, dimakan dengan saus cair pedas asam manis khas Sulawesi Selatan.
  • Pisang Epe: Pisang yang dibakar, dipipihkan, lalu disiram dengan air gula aren yang manis.
  • Kue Bannang-Bannang: Kue kering yang terbuat dari adonan tepung beras dan gula aren yang digoreng hingga garing menyerupai gulungan benang kusut.

Souvenir Khas Daerah:

  • Aksesoris/Pajangan Kupu-Kupu: Berbagai jenis kerajinan tangan dan aksesoris (bingkai, gantungan kunci, dsb.) dengan replika atau awetan (dari penangkaran) kupu-kupu Bantimurung.
  • Sirup Markisa: Dibuat dari sari buah markisa asli yang banyak ditemukan di daerah ini, memiliki rasa asam manis yang segar.
  • Roti Maros (sebagai oleh-oleh makanan yang tahan lama).

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Informasi spesifik mengenai acara adat dan budaya rutin di kawasan Bantimurung tidak terperinci dalam hasil pencarian, namun sebagai bagian dari Sulawesi Selatan, Kabupaten Maros juga memiliki kekayaan budaya Bugis-Makassar. Acara adat biasanya terkait dengan musim tanam/panen atau hari besar keagamaan/nasional.

Jenis Transportasi yang Digunakan:

  • Kendaraan Pribadi: Mobil atau motor (Rute lebih fleksibel dan waktu tempuh lebih cepat).
  • Angkutan Umum (Pete-pete/Angkot): Dari Terminal Daya Makassar menuju Maros, dilanjutkan dengan pete-pete ke Bantimurung.
  • Taksi/Bus Damri/Taksi Online: Terutama jika dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar:

  • Jarak Tempuh: Sekitar 45 km dari pusat Kota Makassar.
  • Waktu Tempuh: Sekitar 1,5 jam dengan kendaraan pribadi atau umum, atau sekitar 30 menit dari Bandara Sultan Hasanuddin.
  • Rute Utama (Kendaraan Pribadi/Umum): Ambil jalur Jalan Poros Makassar – Maros (Jalan Perintis Kemerdekaan/Trans Sulawesi), lalui Kota Maros (Turikale), lalu lanjutkan ke Jalan Poros Maros – Bone hingga mencapai KM 12 tempat lokasi Bantimurung berada. Kondisi jalan umumnya sangat baik.
  • Rute Alternatif (Angkutan Umum):
    1. Dari Makassar ke Terminal Daya.
    2. Naik Pete-pete (Angkot) menuju Pangkaljene.
    3. Turun di Kota Maros.

Lanjutkan dengan Pete-pete atau ojek lokal menuju Bantimurung.

Taman Arkeologi Leang-Leang

Nama Wisata: Taman Arkeologi Leang-Leang (atau Taman Prasejarah Leang-Leang)

Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Maros, Kecamatan Bantimurung, Kelurahan Leang-Leang

Jenis Wisata: Edukasi Arkeologi, Sejarah, Gua Prasejarah, Alam (Perbukitan Karst)

Deskripsi Menarik: Leang-Leang merupakan kawasan gua-gua prasejarah yang terletak di kawasan karst (bukit kapur) Maros-Pangkep. Daya tarik utamanya adalah keberadaan lukisan-lukisan purba di dinding gua, seperti lukisan cap tangan dan lukisan binatang (seperti babirusa) yang diperkirakan berusia 3.000 hingga 8.000 tahun Sebelum Masehi. “Leang-leang” sendiri dalam bahasa setempat berarti gua/liang. Tempat ini menawarkan pengalaman menapaktilasi jejak peradaban manusia purba dan keindahan perbukitan karst. Fasilitas pendukung seperti gazebo, shelter, museum kecil, dan jalur tracking sudah tersedia.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Karena lokasinya di daerah perbukitan, akomodasi hotel umumnya berada di pusat kota Maros atau dekat Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (yang juga dekat dengan Maros).

  1. Cordia Hotel Makassar Airport (Dekat Bandara)
  2. Urbanview Hotel Eropa Maros (Dekat Bandara/Maros Kota)
  3. RedDoorz @ Graha Cemerlang Maros (Dekat Maros Kota)

3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Akomodasi berjenis homestay atau guest house juga banyak ditemukan di area sekitar Maros Kota atau Biring Kanaya (Makassar/dekat Maros)

  1. The Carstensz Homestay (Maros Baru)
  2. Lauwrens Guest House (sekitar Maros)
  3. Hotel O Kost Maharaja Near Maros (sekitar Maros)

Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:

  • Pallubasa: Kuah sup daging/jeroan sapi kental yang mirip Coto Makassar, namun biasanya disajikan dengan nasi dan kadang ditambah telur mentah.
  • Sup Konro: Sup iga sapi dengan kuah cokelat kehitaman yang kaya rempah dari kluwek.
  • Burasa: Makanan sejenis lontong bersantan, dibungkus daun pisang, biasanya menjadi pendamping Pallubasa atau Coto.

Cemilan Daerah yang Wajib Dicoba:

  • Roti Maros: Roti manis lembut dengan berbagai isian, sering dijadikan oleh-oleh khas Maros.
  • Jalangkote: Mirip pastel, berisi sayuran (wortel, kentang, tauge), telur, dan daging cincang, disajikan dengan saus cair khas Sulawesi Selatan.
  • Pisang Epe: Pisang yang dibakar dan dipipihkan, disiram air gula aren.
  • Bassang: Bubur yang terbuat dari jagung ketan.

Souvenir Khas Daerah:

  • Kerajinan/Souvenir Kupu-Kupu: Maros dikenal dengan Taman Nasional Bantimurung yang merupakan “Kingdom of Butterfly”, sehingga souvenir berupa bingkai, gantungan kunci, atau hiasan bertema kupu-kupu sangat khas.
  • Pia’ta: Oleh-oleh berupa pia khas Maros-Makassar.

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

  • Upacara Adat Katto Bokko: Upacara adat Kerajaan Marusu (Maros) yang dilaksanakan menjelang atau saat musim panen tiba sebagai bentuk syukur, dipimpin oleh Raja dan pemangku adat.
  • Tradisi Mannempu’ Wette: Tradisi pesta panen tahunan.
  • Pertunjukan Seni: Seperti Festival Gendang dan Kecapi Bugis-Makassar, Seni Bela Diri Pammenca’ Maros, atau Seni Tradisional Ganrang Tallua.

Jenis Transportasi yang Digunakan:

  • Kendaraan Pribadi (Mobil/Motor).
  • Angkutan umum (Bus/Mobil travel jurusan Maros/Bone) dilanjutkan dengan ojek lokal dari jalan utama.
  • Taksi online atau sewa mobil dari Makassar.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar:

  1. Rute Utama (Melalui Maros Kota/Bantimurung):
    • Dari Kota Makassar, ambil Jalan Poros Maros (arah utara) menuju Kabupaten Maros.
    • Lanjutkan hingga mencapai Jalan Poros Maros-Bone.
    • Ikuti petunjuk arah menuju Taman Wisata Alam Bantimurung (sekitar 10-15 km dari pusat kota Maros).
    • Sekitar area Kantor Camat Bantimurung, belok kiri ke Jalan menuju Leang-Leang (sekitar 10 menit berkendara dari persimpangan). Akses jalan beton sudah tersedia.
  2. Alternatif:

Jika Anda dari Bandara Sultan Hasanuddin, jaraknya hanya sekitar 19,9 km dan dapat ditempuh dalam waktu yang lebih singkat menuju Maros Kota, lalu mengikuti rute utama.

BIRTARIA KASSI

Nama Wisata: BIRTARIA KASSI (Juga dikenal sebagai Pantai Birtaria Kassi)

Kabupaten, Kecamatan, Desa:

  • Kabupaten: Jeneponto
  • Kecamatan: Tamalatea
  • Kelurahan: Tonrokassi Induk dan Tonrokassi Barat (Kawasan wisata ini terletak di perbatasan dua kelurahan tersebut).

Jenis Wisata: Wisata Alam (Pantai, Hutan Rindang, dan Permandian)

Deskripsi Menarik: Birtaria Kassi adalah salah satu ikon wisata unggulan Jeneponto yang menawarkan kombinasi pesona alam pantai yang eksotis dan hutan rindang yang sejuk. Destinasi ini memiliki pantai dengan pasir yang lembut, air laut yang jernih, pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan, serta area daratan yang luas (sekitar 40 hektar) yang dikembangkan dengan berbagai fasilitas. Terdapat dermaga, kolam permandian, area food court, dan direncanakan akan ada fasilitas modern seperti vila, wahana berkuda, memanah, dan taman bunga. Cocok untuk rekreasi pantai, olahraga air, dan camping.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat (Di Jeneponto): Jeneponto memiliki pilihan akomodasi yang fokus di sekitar pusat kota (Binamu) yang berjarak tempuh ke Birtaria Kassi.

  1. Hotel O Penginapan Radja Jeneponto (Guest House, di Binamu)
  2. Hotel O Sari Jeneponto RedPartner (Hotel, di Binamu)
  3. Collection O 91488 Hotel Lingkarsut Jeneponto Near Patung Kuda (Hotel, di Arungkeke)

3 Rekomendasi Homestay Terdekat (Di Jeneponto): Akomodasi jenis homestay atau penginapan lokal juga tersedia di Jeneponto.

  1. HOMESTAY ASRIANI KASSI
  2. Homestay Home Mega (di Desa Wisata Pantai Kassi Bumbung)
  3. Homestay Home stay 32 (di Desa Wisata Kassi)

Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Jeneponto terkenal dengan olahan daging kuda.

  • Coto Kuda: Sejenis coto dengan kuah berempah seperti Coto Makassar, tetapi menggunakan daging kuda yang terkenal lebih lembut dan empuk.
  • Konro Kuda: Olahan tulang iga kuda berkuah atau dibakar, serupa dengan konro pada umumnya.
  • Gantala Jarang: Daging kuda yang direbus dengan bumbu sederhana (garam dan akar-akar kayu) dalam waktu lama, sering disajikan saat acara adat.

Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

  1. Jipang: Kue kering yang terbuat dari beras ketan yang dibalut gula merah, rasanya enak dan renyah.
  2. Kue Barotang (Kue Keciput): Kue tradisional berbahan tepung ketan, gula, dan santan yang dibentuk bulat-bulat dan dilumuri wijen.
  3. Cheesecuit: Cemilan inovasi kekinian khas Jeneponto yang memadukan tekstur renyah dengan rasa keju creamy.

Souvenir Khas Daerah:

  • Kain Tenun Tope: Kain tenun dengan motif khas Jeneponto.
  • Jajanan/Cemilan seperti Jipang atau Kue Barotang.
  • Produk olahan lokal Jeneponto lainnya seperti Tas Kain Thope, dan kerajinan lainnya.

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

  • Upacara Adat Je’ne-Je’ne Sappara: Upacara adat yang diselenggarakan setiap tanggal 14 Safar dalam tahun Hijriah (sekitar 1 minggu), puncaknya adalah ritual Mandi-mandi (Menceburkan Diri) atau Niburai di pantai sebagai ungkapan rasa syukur dan tolak bala. Tradisi ini dilakukan di Desa Balangloe Tarowang (Jeneponto).

Jenis Transportasi yang Digunakan:

  • Kendaraan Pribadi: Rute tercepat dan ternyaman dari Makassar.
  • Transportasi Umum (Bus/Travel Antar Kota): Menggunakan bus atau mobil travel dari Terminal Regional Daya Makassar yang menuju ke Jeneponto. Setelah tiba di pusat kota Jeneponto, dilanjutkan dengan transportasi lokal (sewa mobil/motor, ojek, atau angkutan umum).

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar:

  • Rute Utama (Melalui Jalan Nasional):
    1. Mulai dari Kota Makassar, ambil rute menuju ke selatan melalui Poros Malino/Jl. Tun Abdul Razak atau Jalan Tol Reformasi (jika menggunakan tol).
    2. Lanjutkan perjalanan melalui Jalan Poros Malino – Jeneponto/Jalan Poros Makassar – Bantaeng (Jl. Nasional III), melewati Gowa dan Takalar.
    3. Ikuti jalan poros utama (Trans Sulawesi Selatan) hingga memasuki Kabupaten Jeneponto.
    4. Wisata Birtaria Kassi terletak di Kecamatan Tamalatea, dekat dari jalan poros utama Jeneponto, sehingga aksesnya cukup mudah.
  • Alternatif:
    • Waktu tempuh dari Makassar ke Jeneponto (sekitar 90-100 km) biasanya memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam, tergantung kondisi lalu lintas.

Pilihlah perjalanan di pagi hari untuk menghindari kemacetan dan dapat menikmati perjalanan.

Wisata Batu Sipinga Jeneponto

Wisata Batu Sipinga Jeneponto

 

Nama Wisata: Batu Sipinga (atau Batu Siping / Batu Karst Pundo Siping)

Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Jeneponto, Kecamatan Bangkala Barat, Desa Garassikang (Kampung Karampuang)

Jenis Wisata: Wisata Alam (Formasi bebatuan karst unik di pinggir pantai/abrasi laut)

Deskripsi Menarik: Batu Sipinga menyuguhkan pemandangan unik berupa gugusan batu-batu karst purbakala yang terbentuk akibat abrasi pantai selama jutaan tahun. Bebatuan ini memiliki bentuk yang beragam dan eksotis, beberapa menyerupai jamur atau bentuk hewan. Kealamian tempat ini masih sangat terjaga. Lokasi ini juga dikenal sebagai tempat yang sangat indah untuk menikmati momen matahari terbit (sunrise) atau matahari terbenam (sunset). Banyak dijadikan sebagai lokasi spot foto yang instagramable.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

  • Collection O 91488 Hotel Lingkarsut Jeneponto
  • Binamu Hotel Syariah Jeneponto
  • Hotel Sari Jeneponto / OYO 91433 Hotel Sari Jeneponto

3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

  • Homestay Melati (Terletak di Desa Wisata Air Terjun Tuangloe, Jeneponto)
  • Penginapan Boyong (Terletak di Desa Wisata Boyong/Jeneponto Waterpark)
  • OYO 90770 Wisma Rima Melati (Lokasi di sekitar Jeneponto)

Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: * Coto Kuda: Sejenis Coto Makassar, namun menggunakan daging dan jeroan kuda. Dikenal karena rasanya yang khas, empuk, dan dipercaya dapat menambah stamina.

  • Konro Kuda: Olahan tulang iga kuda dengan kuah berempah yang kaya rasa.
  • Gantala Jarang: Daging dan tulang kuda yang direbus hanya dengan air, garam kasar, dan bumbu dari akar-akar kayu tertentu, sering disajikan pada acara adat/pesta.

Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Informasi spesifik mengenai cemilan daerah khas Jeneponto sulit ditemukan, namun Jeneponto, sebagai bagian dari Sulawesi Selatan, memiliki cemilan umum seperti Barongko (kue pisang dibungkus daun pisang) atau aneka kue tradisional lainnya. Jeneponto juga dikenal sebagai daerah penghasil garam.

Souvenir Khas Daerah:

  • Produk olahan garam (Jeneponto dijuluki Kota Garam).
  • Tenun atau kerajinan khas suku Turatea (suku asli Jeneponto).

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

  • Attunu-tunu/Tari Kuda Jeneponto: Tradisi budaya yang melibatkan kuda sebagai ikon daerah (meski informasi spesifik di Batu Sipinga tidak ditemukan).
  • Pesta Panen/Adat Syukuran: Sebagaimana daerah agraris lainnya, syukuran atas hasil panen biasanya diadakan.

Jenis Transportasi yang Digunakan: * Kendaraan Pribadi: Mobil atau sepeda motor (paling fleksibel).

  • Angkutan Umum: Bus antar kota (Makassar-Jeneponto) dilanjutkan dengan ojek atau bentor (becak motor) setempat menuju lokasi.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar:

  • Jarak: Kurang lebih 90-100 km dari Kota Makassar.
  • Waktu Tempuh: Sekitar 2-3 jam perjalanan, tergantung kondisi lalu lintas.
  • Rute Utama:
    1. Dari Makassar, ambil jalur utama menuju Kabupaten Gowa.
    2. Lanjutkan perjalanan menyusuri jalan trans Sulawesi yang menuju ke Kabupaten Takalar.
    3. Terus ke selatan melewati Takalar hingga memasuki wilayah Kabupaten Jeneponto.
    4. Ikuti petunjuk arah menuju Kecamatan Bangkala Barat dan Desa Garassikang.

Alternatif Rute: Tidak ada alternatif rute utama yang signifikan selain jalur darat Trans Sulawesi. Perjalanan sangat bergantung pada jalur ini. Dianjurkan menggunakan aplikasi peta digital untuk panduan akurat menuju Desa Garassikang/Kampung Karampuang.

Taman Nasional Taka Bonerate (Atoll)

Taman Nasional Taka Bonerate (Atoll)

  • Nama Wisata: Taman Nasional Taka Bonerate
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Kepulauan Selayar, Kec. Taka Bonerate
  • Jenis Wisata: Atoll, Bahari, Diving, Snorkeling
  • Deskripsi Menarik: Merupakan gugusan atoll (pulau karang cincin) terbesar ketiga di dunia. Taka Bonerate adalah surga bagi penyelam, menawarkan keragaman terumbu karang yang luar biasa, berbagai jenis ikan, dan perairan yang sangat jernih.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Selayar Beach Hotel (Benteng)
    • Hotel/Wisma di Kota Benteng
    • Resort Sederhana di Pulau Terdekat (misalnya Pulau Tinabo)
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Homestay di Pulau Tinabo/Pulau Khusus
    • Homestay/Wisma lokal di Benteng
    • Penginapan Harian Syariah
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Ikan Bakar (seafood segar khas Selayar), Kapu Rung (makanan utama dari sagu/ikan khas Luwu/Selayar).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Doko-Doko Cangkuling (kue tradisional), Pisang Epe.
  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan dari kulit kerang, Aksesori bertema bahari.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Taka Bonerate, Pesta Laut.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kapal Feri dari Bira (Bulukumba) ke Pamatata (Selayar), lalu dilanjutkan Kapal Motor/Perahu ke Atoll.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Bulukumba (Bira) → Feri ke Pamatata (Selayar) → Benteng. Jarak: ± 250 km (Darat+Laut). Estimasi Waktu Tempuh: 8 – 12 jam.

Bukit Tondon (Tondon Hill)

Bukit Tondon (Tondon Hill)

  • Nama Wisata: Bukit Tondon
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Enrekang, Kec. Anggeraja, Desa Tondon
  • Jenis Wisata: Alam, Pemandangan, Camping
  • Deskripsi Menarik: Bukit yang menawarkan pemandangan 360 derajat keindahan alam Enrekang, ideal untuk menyaksikan matahari terbit dan terbenam. Lokasi favorit untuk camping.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • OYO 93052 Batodupi Guesthouse Syariah
    • Hotel Wifadelia Panorama
    • Hotel O Ziza Kost82 Syariah
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Hotel O Rumah Massagena Syariah
    • Cottaqe Ningsih
    • Penginapan lokal Anggeraja
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Dangke (keju tradisional Enrekang).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Deppa Tettekang, Kue Taripang/Sawalla.
  • Souvenir Khas Daerah: Dangke, Kerupuk Keju Dangke.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Camping dan gathering
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi/Sewa, Ojek (medan menanjak).

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Enrekang → Anggeraja. Jarak: ± 230 – 240 km. Estimasi Waktu Tempuh: ± 7 – 9 jam.

Buttu Macca

Buttu Macca

  • Nama Wisata: Buttu Macca (Bukit Pintar)
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Enrekang, Kec. Anggeraja, Desa Bamba Puang (Dusun Pulauan)
  • Jenis Wisata: Alam, Rekreasi, Fotografi Ekstrem
  • Deskripsi Menarik: Menyajikan panorama perbukitan hijau dengan latar Gunung Nona. Memiliki spot foto ekstrem seperti ayunan dan anjungan di tepi tebing untuk memacu adrenalin.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • OYO 93051 Wisma Syariah Buloe
    • Hotel O Ziza Kost82 Syariah
    • Hotel Wifadelia
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Hotel O Rumah Massagena Syariah
    • Cottaqe Ningsih
    • Penginapan lokal di sekitar Bamba Puang
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Nasu Cemba (Sup daging khas masyarakat Duri).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Baje’ (Manisan tradisional dari ketan, gula merah, dan kelapa).
  • Souvenir Khas Daerah: Dangke, Cenderamata dari rotan/biji kalpataru.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Budaya Kaluppini (menampilkan ragam tradisi adat).
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi/Sewa, Bus Antar Kota rute Makassar-Toraja.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Enrekang → Anggeraja. Jarak: ± 230 – 240 km. Estimasi Waktu Tempuh: ± 7 – 9 jam.

Patung Yesus Buntu Burake

Patung Yesus Buntu Burake

  • Nama Wisata: Patung Yesus Buntu Burake
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Tana Toraja, Kec. Makale
  • Jenis Wisata: Religi, Pemandangan, Ikonik
  • Deskripsi Menarik: Patung Yesus Kristus yang berdiri di atas bukit batu. Menawarkan view point keindahan Kota Makale dan sekitarnya dari ketinggian. Merupakan destinasi religi dan ikonik Toraja.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Hotel Luta Resort
    • Mambura Guest House
    • Sinar Hotel
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Salu Homestay
    • Penginapan lokal di Makale
    • Tongkonan Layuk
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Nasu Cemba (sup daging khas Duri/Massenrempulu, populer di Toraja).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Pisang Epe (pisang bakar pipih gula merah) versi modern.
  • Souvenir Khas Daerah: Cenderamata Patung Yesus miniatur, Kain Tenun Toraja.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Acara keagamaan Kristen.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Sewa/Pribadi, Ojek (medan cukup menanjak).
  • Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Parepare → Enrekang → Makale. Jarak: ± 310 km. Estimasi Waktu Tempuh: 8 – 10 jam.
Translate »