Travel Post

Puncak Lolai (Negeri di Atas Awan)

Puncak Lolai (Negeri di Atas Awan)

  • Nama Wisata: Puncak Lolai (Negeri di Atas Awan)
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Toraja Utara, Kec. Kapala Pitu, Desa Benteng Mamullu
  • Jenis Wisata: Pemandangan, Alam, Fotografi
  • Deskripsi Menarik: Destinasi paling populer untuk menyaksikan matahari terbit di atas lautan awan yang menyelimuti lembah Toraja. Pengunjung harus datang sebelum subuh. Terdapat homestay dan camping ground.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Toraja Misiliana Hotel
    • Pison Rantepao Hotel
    • Hotel Indra
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Tongkonan Lempe (Homestay di Lolai)
    • Ne’ Gandeng Homestay
    • Homestay di sekitar Lolai
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Dangke (keju tradisional Enrekang, sering dijual di Toraja).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Kopi Toraja hangat.
  • Souvenir Khas Daerah: Cenderamata Kopi, Syal Tenun kecil.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Upacara adat kecil oleh warga setempat.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi/Sewa (medan menanjak dan sempit), Ojek dari Rantepao.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Rantepao. Dari Rantepao menuju Lolai (± 15 km). Jarak: ± 330 km. Estimasi Waktu Tempuh: 8 – 10 jam.

Kete Kesu (Desa Adat)

Terletak di ketinggian pegunungan Toraja Utara, Desa Budaya Kete Kesu seolah menjadi gerbang waktu yang membawa setiap pengunjung kembali ke masa lalu. Begitu memasuki kawasan ini, pandangan akan langsung tertuju pada barisan Tongkonan, rumah adat megah dengan atap menyerupai perahu yang berjajar rapi menghadap lumbung padi atau alang. Ukiran khas berwarna merah, hitam, dan kuning yang menyelimuti dinding kayu bangunan ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol status sosial dan filosofi hidup masyarakat Toraja yang sangat menghormati leluhur.

Melangkah lebih dalam ke arah tebing batu di belakang desa, suasana berubah menjadi lebih magis dan sakral. Di sana terdapat kompleks pemakaman tebing kuno yang telah berusia ratusan tahun, di mana peti mati berbentuk hewan yang disebut erong diletakkan di celah-celah bukit kapur. Dari kejauhan, pengunjung dapat melihat patung kayu menyerupai orang mati yang disebut tau-tau, berdiri tegak di balkon tebing seolah sedang mengawasi keturunan mereka yang masih hidup. Keberadaan tengkorak dan tulang belulang yang tertata di gua-gua alami mempertegas kedalaman tradisi penghormatan terhadap kematian di desa ini.

Kete Kesu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan jantung dari tradisi Rambu Solo yang tetap lestari hingga hari ini. Kehidupan masyarakatnya mencerminkan keharmonisan antara adat istiadat yang kental dengan keramahan yang tulus kepada pendatang. Di sela-sela rutinitas harian, para pengrajin lokal masih tekun memahat ukiran kayu dengan tangan, memastikan bahwa warisan budaya yang diakui dunia ini tidak akan lekang oleh waktu. Mengunjungi desa ini memberikan pengalaman spiritual yang mendalam tentang bagaimana hidup dan mati dirayakan dalam satu kesatuan yang indah.

Londa (Goa Pemakaman)

Londa (Goa Pemakaman)

  • Nama Wisata: Londa
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Tana Toraja, Kec. Sangalla, Desa Sandan Uai
  • Jenis Wisata: Goa Pemakaman, Budaya, Sejarah
  • Deskripsi Menarik: Kompleks pemakaman di dalam gua alami. Tulang belulang, peti mati, dan tengkorak ditumpuk di dalam gua. Di mulut gua, patung Tau-Tau diletakkan di balkon tebing. Perlu pemandu lokal untuk masuk ke dalam gua.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Toraja Heritage Hotel
    • Hotel Luta Resort (Makale)
    • Sinar Hotel (Makale)
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Mama Fany Homestay
    • Pison Rantepao Homestay
    • Mambura Guest House (Tator)
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Pantomakaka (Belut yang dimasak dalam bambu, varian Pa’piong).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Kue Kacang Merah (kue kering khas Toraja).
  • Souvenir Khas Daerah: Miniatur Tongkonan, Kopi Toraja (Arabika).
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Rambu Solo’.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Sewa/Pribadi, Ojek dari Makale.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Parepare → Enrekang → Makale. Jarak: ± 310 km. Estimasi Waktu Tempuh: 8 – 10 jam.

Lemo (Pemakaman Tebing)

Lemo (Pemakaman Tebing)

  • Nama Wisata: Lemo
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Tana Toraja, Kec. Makale Utara, Desa Lemo
  • Jenis Wisata: Pemakaman Batu, Budaya, Sejarah
  • Deskripsi Menarik: Dikenal sebagai “Rumah Para Arwah”. Tebing batu besar diukir menjadi liang-liang kubur kuno. Di depannya dipajang Tau-Tau (patung kayu menyerupai jenazah) yang menghadap ke lembah, melambangkan pengawasan arwah leluhur.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Hotel Luta Resort (Makale)
    • Hotel Misiliana (Rantepao)
    • Toraja Heritage Hotel (Rantepao)
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Mambura Guest House
    • Tongkonan Layuk (Homestay)
    • Pison Rantepao Homestay
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Pa’piong (Daging dimasak di dalam bambu dengan bumbu rempah).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Kopi Toraja, Deppa Tori (kue ketan gula merah).
  • Souvenir Khas Daerah: Tau-Tau Miniatur (ukiran kayu), Kain Tenun Toraja (Ma’a).
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Rambu Solo’ (Upacara kematian besar-besaran, umumnya Juli-September).
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Sewa/Pribadi, Ojek dari Makale.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Parepare → Enrekang → Makale. Jarak: ± 310 km. Estimasi Waktu Tempuh: 8 – 10 jam.

Kawasan Adat Ammatoa Kajang

Kawasan Adat Ammatoa Kajang

  • Nama Wisata: Kawasan Adat Ammatoa Kajang
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Bulukumba, Kec. Kajang
  • Jenis Wisata: Budaya, Sejarah, Spiritual
  • Deskripsi Menarik: Desa adat yang masih memegang teguh tradisi leluhur. Masyarakatnya berpakaian serba hitam dan hidup sederhana tanpa listrik, alas kaki, dan alat modern. Pengunjung wajib mematuhi aturan adat setempat.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Hotel Agri (Bulukumba Kota)
    • Hotel/Wisma di Bulukumba Kota
    • Penginapan/Wisma lokal di Kajang
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Homestay/Wisma lokal di luar kawasan adat Kajang
    • Homestay Sederhana di Bulukumba Kota
    • Wisma Syariah
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Nasi Hitam (makanan pokok lokal), Pallu Kaloa.
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Deppa Tori, Bandang-Bandang.
  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Hitam (khas Kajang), Kerajinan dari Bambu.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual adat (Appanaung How), Peringatan hari adat.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi/Sewa, Ojek.
  • Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Bulukumba. Jarak: ± 180 km. Estimasi Waktu Tempuh: 3,5 – 4 jam.

Pantai Bira

Pantai Tanjung Bira

  • Nama Wisata: Pantai Tanjung Bira
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Bulukumba, Kec. Bonto Bahari
  • Jenis Wisata: Pantai, Pasir Putih, Bahari, Diving
  • Deskripsi Menarik: Ikon utama Bulukumba, terkenal dengan pasir putih yang sangat halus seperti tepung, air laut jernih berwarna biru kehijauan, dan fasilitas yang lengkap. Merupakan spot favorit untuk berjemur, berenang, dan menikmati sunset.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Bira Beach Hotel
    • Amatoa Resort
    • Phinisi View Hotel & Resto
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Penginapan/Homestay di kawasan Bira
    • Homestay Sederhana Bira
    • Villa/Bungalow di sekitar Pantai
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Ikan Bakar (seafood segar), Pallu Basa (Kuah daging khas Sulsel).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Pisang Epe (pisang bakar pipih gula merah), Barongko (Kue pisang kukus santan khas Bugis).
  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan dari kulit kerang, Kaos Bira, Miniatur Perahu Pinisi.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pesta Laut, Festival Bahari.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi/Sewa, Bus Wisata, Angkutan Umum dari Makassar.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Gowa → Takalar → Jeneponto → Bantaeng → Bulukumba (Bira). Jarak: ± 200 km. Estimasi Waktu Tempuh: 4 – 5 jam.

Gunung Nona (Buttu Kabobong)

Gunung Nona (Buttu Kabobong)

  • Nama Wisata: Gunung Nona (Buntu Kabobong)
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Enrekang, Kec. Anggeraja, Kelurahan Bamba Puang / Tanete
  • Jenis Wisata: Alam, Ikonik, Landmark Geologi, Fotografi
  • Deskripsi Menarik: Ikon Enrekang dengan bentuk menyerupai wanita tertidur. Terletak di poros jalan utama, sering diselimuti kabut, menawarkan pemandangan spektakuler.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • OYO 93052 Batodupi Guesthouse Syariah
    • Hotel Wifadelia
    • Sinar Hotel
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Hotel O Rumah Massagena Syariah
    • Malakui Bed&Coffee
    • Cottaqe Ningsih
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Dangke (Keju tradisional dari susu sapi/kerbau).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Deppa Tettekang (Kue kering manis dari beras ketan).
  • Souvenir Khas Daerah: Dangke (keju), Kerupuk Keju Dangke.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Maccera Manurung (Upacara syukur panen, 8 tahun sekali).
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Bus Antar Kota, Travel (minibus), Mobil Pribadi/Sewa.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Parepare → Sidrap → Enrekang. Jarak: ± 230 – 240 km. Estimasi Waktu Tempuh: ± 7 – 9 jam.

Pulau Samalona

Pulau Samalona

  • Nama Wisata: Pulau Samalona
  • Kota, Kecamatan: Kota Makassar, Kec. Ujung Tanah (Dikelola Kota)
  • Jenis Wisata: Pulau, Bahari, Snorkeling
  • Deskripsi Menarik: Salah satu pulau kecil yang sangat populer dan terdekat dari Makassar. Menawarkan pantai pasir putih yang indah, air laut yang jernih, dan spot snorkeling yang bagus.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Hotel/Wisma di Kota Makassar
    • Penginapan Sederhana di dekat Pelabuhan Kayu Bangkoa
    • Hotel di pusat kota
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Homestay Sederhana di Pulau Samalona (untuk menginap)
    • Homestay/Wisma di Kota Makassar
    • Penginapan Harian
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Ikan Bakar (seafood segar), Sup Kepala Ikan Kakap.
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Jajanan olahan laut.
  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan dari kulit kerang, Cenderamata Bahari.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pesta Laut (jarang), diving komunitas.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Perahu motor dari Pelabuhan Kayu Bangkoa/Dermaga Citra.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Dermaga Kayu Bangkoa → Pulau Samalona. Estimasi Waktu Tempuh: 30 – 45 menit (laut).

Benteng Fort Rotterdam

Benteng Fort Rotterdam

  • Nama Wisata: Benteng Fort Rotterdam (Benteng Ujung Pandang)
  • Kota, Kecamatan: Kota Makassar, Kec. Ujung Pandang
  • Jenis Wisata: Sejarah, Budaya, Ikonik
  • Deskripsi Menarik: Salah satu benteng peninggalan Belanda yang paling terawat di Indonesia. Dulunya merupakan markas Kerajaan Gowa-Tallo, kemudian direbut Belanda. Bentuknya yang unik seperti penyu dan nilai sejarahnya yang tinggi menjadikannya ikon Makassar.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Hotel Aryaduta Makassar
    • Aston Makassar Hotel & Convention Center
    • The Rinra Hotel Makassar
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Homestay/Wisma di sekitar Mal GTC
    • Penginapan Sederhana Ujung Pandang
    • Homestay dekat Pelabuhan
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Coto Makassar (Wajib), Sop Konro.
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Es Pisang Ijo, Jalangkote.
  • Souvenir Khas Daerah: Miniatur Perahu Pinisi, Buku Sejarah Makassar.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pameran Seni dan Budaya, Festival Makassar.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi/Sewa, Taksi, Becak motor/Ojek Online.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Bandara: Bandara Sultan Hasanuddin → Jl. Tol Reformasi → Pusat Kota. Jarak: ± 20 km. Estimasi Waktu Tempuh: 30 – 45 menit.

Masjid 99 Kubah

Masjid 99 Kubah

  • Nama Wisata: Masjid 99 Kubah
  • Kota, Kecamatan: Kota Makassar, Kec. Panakkukang (Kawasan CPI)
  • Jenis Wisata: Religi, Arsitektur, Ikonik
  • Deskripsi Menarik: Masjid ikonik dengan desain unik 99 kubah yang melambangkan Asmaul Husna. Terletak di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) di tepi pantai, menjadikannya spot religi dan arsitektur yang populer.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • The Rinra Hotel Makassar
    • Hotel/Wisma di sekitar CPI
    • Hotel Four Points by Sheraton Makassar
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Homestay/Wisma di sekitar Panakkukang
    • Homestay dekat CPI
    • Penginapan Harian
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Coto Makassar, Pallu Basa.
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Es Pisang Ijo, Barongko.
  • Souvenir Khas Daerah: Peralatan Ibadah khas Bugis/Makassar.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Perayaan Hari Besar Islam.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi/Sewa, Taksi, Becak motor/Ojek Online.
  • Rute Perjalanan dan Alternatif dari Bandara: Bandara Sultan Hasanuddin → Jl. Tol Reformasi → Pusat Kota → CPI. Jarak: ± 22 km. Estimasi Waktu Tempuh: 40 menit.

Anjungan Pantai Losari

Pantai Losari

  • Nama Wisata: Pantai Losari (Anjungan Losari)
  • Kota, Kecamatan: Kota Makassar, Kec. Ujung Pandang
  • Jenis Wisata: Ikonik, Rekreasi Publik, Kuliner
  • Deskripsi Menarik: Anjungan pantai ikonik yang terkenal sebagai “Meja Terpanjang di Dunia” (sebelum direnovasi). Tempat terbaik untuk menikmati sunset di Makassar. Kini menjadi pusat kegiatan publik dan kuliner.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Hotel Aryaduta Makassar
    • The Rinra Hotel Makassar
    • Aston Makassar Hotel & Convention Center
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Homestay/Wisma di sekitar Mal GTC
    • Penginapan Sederhana Ujung Pandang
    • Homestay dekat Pelabuhan
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Coto Makassar, Sop Konro, Pallu Basa.
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Pisang Epe (Wajib dicoba di Losari), Es Pisang Ijo.
  • Souvenir Khas Daerah: Batik/Tenun Motif Toraja/Bugis, Aksesori bertema bahari.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Layang-Layang, Acara Peringatan Hari Jadi Kota.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi/Sewa, Taksi, Becak motor/Ojek Online.
  • Rute Perjalanan dan Alternatif dari Bandara: Bandara Sultan Hasanuddin → Jl. Tol Reformasi → Pusat Kota. Jarak: ± 20 km. Estimasi Waktu Tempuh: 30 – 45 menit.
Translate »