Air Terjun Sarambu – Luwu

Air Terjun Sarambu Masing: Surga Tersembunyi di Kaki Latimojong

Dikenal dengan Nama: Air Terjun Sarambu Masing.

Lokasi: Dusun Masing.

Kabupaten: Luwu.

Kecamatan: Bajo Barat.

Desa: Desa Sampeang.

Jenis Wisata: Wisata Alam, Petualangan, dan Ekowisata.

Deskripsi Menarik: Air terjun ini memiliki keunikan pada aliran airnya yang tidak jatuh tegak lurus, melainkan mengalir luas menyelimuti dinding batu cadas yang miring, menciptakan efek visual seperti tirai raksasa yang megah. Bebatuannya yang berundak dan lebar memungkinkan pengunjung untuk duduk bersantai di tengah aliran air yang jernih dan sangat dingin. Lokasinya yang berada di kawasan hutan hujan tropis kaki Pegunungan Latimojong memberikan suasana tenang dengan udara yang sangat bersih.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

  1. Hotel Belopa (Ibukota Kabupaten Luwu).

  2. Hotel Subur (Pusat Kota Belopa).

  3. Hotel Buana (Belopa).

3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

  1. Homestay warga lokal di Desa Sampeang.

  2. Penginapan sederhana di wilayah Kecamatan Bajo.

  3. Area perkemahan (Camping Ground) di sekitar lokasi air terjun.

Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Kapurung (sagu dengan kuah ikan dan sayuran segar) dan Parede (sup ikan masak asam pedas).

Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Dange (olahan sagu bakar dengan kelapa) dan Baruasa (kue kering tepung beras).

Souvenir Khas Daerah: Kopi Latimojong (Kopi Arabika/Robusta lokal) dan Kerajinan anyaman rotan.

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pesta Panen (Mappadendang) yang dilakukan masyarakat sebagai wujud syukur atas hasil bumi.

Jenis Transportasi yang Digunakan: Motor (paling direkomendasikan untuk akses jalan pedesaan) atau Mobil Pribadi/Sewa.

Rute standar perjalanan dari makassar: Melintasi jalur Trans Sulawesi melewati Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Sidrap, dan Siwa hingga tiba di Kota Belopa. Dari Belopa, arahkan kendaraan menuju Kecamatan Bajo Barat ke Desa Sampeang (Estimasi waktu 8-10 jam).

rute Alternatif dari makassar: Menggunakan penerbangan dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju Bandara Lagaligo Bua (Luwu), kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat selama kurang lebih 1 jam menuju lokasi wisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »