Air Terjun Waesai

Air Terjun Waesai

  • Dikenal dengan Nama: Air Terjun Waesai / Celebes Canyon-nya Barru.

  • Lokasi: Dusun Waesai, Desa Lompo Tengah.

  • Kabupaten: Barru Kecamatan: Tanete Riaja Desa: Lompo Tengah.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam dan Air Terjun.

  • Deskripsi Menarik: Air Terjun Waesai menawarkan pesona air terjun tunggal yang jatuh dari tebing batu yang megah. Salah satu keunikannya adalah aliran airnya yang jernih dan segar, dikelilingi oleh formasi batuan besar yang artistik di sepanjang aliran sungainya. Suasananya sangat asri dan alami karena berada di kawasan perbukitan yang rimbun. Tempat ini menjadi favorit bagi pencinta fotografi alam dan mereka yang ingin mencari ketenangan jauh dari keramaian kota, terutama karena lokasinya yang berdekatan dengan destinasi viral lainnya di Barru seperti Celebes Canyon.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: (Hotel besar umumnya berada di pusat Kota Barru atau Makassar)

    1. Hotel Misiliana Barru.

    2. Hotel Grand Puri Barru.

    3. Hotel Youtefa Barru.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay penduduk Desa Lompo Tengah.

    2. Penginapan lokal di area Rammang-Rammang (jarak tempuh menengah).

    3. Area berkemah (Camping Ground) di sekitar lokasi air terjun.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Bolu Cukke (kue tradisional khas Barru) dan Ikan Bakar segar khas pesisir Barru.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Baje’ (wajik ketan kelapa) dan Keripik Pisang lokal.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan anyaman bambu dan hasil laut kering (ikan/cumi).

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pesta Panen (Mappadendang) yang dilakukan oleh warga desa setempat sebagai wujud syukur atas hasil bumi.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Motor (sangat disarankan untuk akses jalan desa), mobil pribadi, atau jasa travel lokal.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Makassar), berkendara menuju utara melewati Jalan Poros Makassar-Barru. Setelah sampai di wilayah Tanete Rilau/Riaja, ambil arah menuju Desa Lompo Tengah. Waktu tempuh sekitar 2 hingga 2,5 jam.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan Kereta Api Trans Sulawesi dari Stasiun Mandai (dekat bandara) menuju Stasiun Barru atau Stasiun Tanete Rilau, kemudian dilanjutkan dengan ojek atau kendaraan lokal ke arah lokasi.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari Kota Parepare, menempuh jalur darat ke arah selatan selama kurang lebih 1 jam hingga masuk ke wilayah Kabupaten Barru, kemudian berbelok ke arah pedalaman Kecamatan Tanete Riaja.

Lembah Harau

Lembah Harau

  • Dikenal dengan Nama: Lembah Harau / Yosemite-nya Indonesia.

  • Lokasi: Jalan Raya Harau, Tarantang.

  • Kabupaten: Lima Puluh Kota Kecamatan: Harau Desa: Tarantang.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam (Tebing Granit), Air Terjun, dan Edukasi.

  • Deskripsi Menarik: Lembah Harau adalah sebuah ngarai yang diapit oleh dua bukit terjal setinggi hingga 150 meter. Dinding-dinding tebing granit yang tegak lurus ini menciptakan pemandangan yang sangat dramatis dan sering disamakan dengan Taman Nasional Yosemite di Amerika. Di dasar lembah, terbentang hamparan sawah hijau yang asri dan terdapat beberapa air terjun indah seperti Air Terjun Sarasah Bunta dan Akar Berayun. Selain keindahan alam, terdapat area wisata bertema mancanegara yang populer untuk berswafoto.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Abdi Homestay (Populer dengan pemandangan tebing langsung).

    2. Harau Forest Resort.

    3. The Edge Harau Glamping.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Lembah Echo Homestay.

    2. Sarasah Bunta Homestay.

    3. Puti Sari Banilai.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Rendang Telur khas Payakumbuh dan Panti (olahan ketan).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Batiah (kerupuk nasi manis) dan Galamai (dodol khas Minang).

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Songket tenun lokal dan berbagai olahan keripik sanjai.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pertunjukan Seni Randai dan festival budaya Minangkabau pada momen-momen tertentu.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor sewaan, atau travel dari kota Padang/Bukittinggi.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Minangkabau (Padang), perjalanan darat menuju arah Bukittinggi, lalu dilanjutkan ke arah Payakumbuh hingga sampai di gerbang Lembah Harau. Waktu tempuh sekitar 3,5 hingga 4 jam.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan kereta api bandara menuju stasiun Padang, lalu dilanjutkan dengan bus antarkota menuju Payakumbuh untuk menghemat biaya perjalanan darat.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari Kota Bukittinggi, cukup berkendara sekitar 1 jam (45 km) melewati Jalan Raya Payakumbuh menuju arah Pekanbaru.

Masjid Raya Baitul Khairat Palu

Masjid Raya Baitul Khairat

  • Dikenal dengan Nama: Masjid Agung Baitul Khairat / Masjid Raya Palu.

  • Lokasi: Jl. Jenderal Sudirman No. 1, Lolu Utara.

  • Kabupaten: Kota Palu Kecamatan: Palu Timur Desa: Lolu Utara.

  • Jenis Wisata: Wisata Religi, Sejarah, dan Arsitektur.

  • Deskripsi Menarik: Masjid ini merupakan pusat syiar Islam terbesar di Kota Palu dengan arsitektur yang sangat megah dan ikonik. Bangunannya memiliki ciri khas kubah besar yang dikelilingi menara-menara tinggi yang tampak cantik saat malam hari. Terletak di jantung kota, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah namun juga simbol ketangguhan masyarakat Palu dalam menjaga nilai-nilai keagamaan. Halamannya yang sangat luas sering menjadi pusat pelaksanaan shalat hari raya dan kegiatan festival keagamaan skala besar.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Santika Palu.

    2. Best Western Plus Coco Palu.

    3. Swiss-Belhotel Silae Palu.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Syariah Sudirman.

    2. Guest House Palu Timur.

    3. Penginapan Lolu.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Kaledo (Kaki Lembu Donggala), sup kaki sapi dengan rasa asam pedas segar yang khas.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Bawang Goreng Palu dan Saraba (minuman jahe rempah).

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Donggala dan Kerajinan Kayu Hitam (Ebony).

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Raudhah dan Perayaan Hari Besar Islam (Maulid/Isra Miraj) dengan ornamen telur hias.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, ojek online, taksi, dan angkutan kota (Angkot).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, ikuti Jl. Abd. Rahman Saleh menuju arah pusat kota (Jl. Jenderal Sudirman). Perjalanan menempuh waktu sekitar 15-20 menit.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Melalui Jl. Moh. Yamin, belok ke arah Jl. Kartini, lalu menuju lokasi untuk menghindari kepadatan di persimpangan jalan utama saat jam sibuk.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari arah Kabupaten Donggala, menyusuri Jl. Trans Sulawesi (pesisir Teluk Palu) menuju pusat kota melewati Jl. Diponegoro.

Ekowisata Punggualas Taman Nasional Sebangau

Ekowisata Punggualas Taman Nasional Sebangau

  • Dikenal dengan Nama: Punggualas / Lokasi Pengamatan Orangutan Sebangau.

  • Lokasi: Aliran Sungai Punggualas, Resort Punggualas.

  • Kabupaten: Katingan Kecamatan: Katingan Kuala Desa: Baun Bango.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Petualangan, dan Observasi Satwa Liar (Ekowisata).

  • Deskripsi Menarik: Punggualas adalah salah satu “permata tersembunyi” di Kalimantan Tengah untuk melihat Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di habitat aslinya. Kawasan ini merupakan hutan rawa gambut yang eksotis dengan air sungai berwarna hitam kemerahan yang unik. Pengunjung dapat melakukan trekking di dalam hutan untuk menjumpai berbagai satwa endemik seperti Bekantan, Owa-owa, hingga burung Enggang. Suasana keheningan hutan yang hanya dipecah oleh suara alam menjadikannya destinasi impian bagi pecinta fotografi dan peneliti alam.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: (Akomodasi besar umumnya berada di pusat kota terdekat, Kasongan atau Palangka Raya)

    1. Hotel Katingan (Kasongan).

    2. Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya.

    3. Hotel Neo Palma Palangka Raya.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Masyarakat Desa Baun Bango.

    2. Guest House Resort Punggualas (Fasilitas Taman Nasional).

    3. Penginapan lokal di area pelabuhan Kereng Pangi.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Juhu Singkah (sayur umbut rotan) dan Ikan Jelawat Bakar.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Keripik Kelakai (tanaman paku-pakuan goreng) dan Kue Gaguduh (pisang goreng khas Dayak).

  • Souvenir Khas Daerah: Tas Anjat (anyaman rotan), Topi Caping Dayak, dan minyak kayu putih asli Kalimantan.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual Tiwah (upacara pengantaran tulang belulang leluhur masyarakat Dayak Ngaju) yang sesekali diadakan di wilayah Kabupaten Katingan.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil/Travel (jalur darat) dan Klotok atau Speedboat (jalur sungai).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Tjilik Riwut (Palangka Raya), menempuh jalur darat menuju Desa Kereng Pangi (Kabupaten Katingan) selama 1,5 jam. Kemudian dilanjutkan menuju Desa Baun Bango. Dari Baun Bango, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu mesin (klotok) menyusuri sungai menuju camp Punggualas.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan jasa agen wisata khusus yang menyediakan penjemputan langsung dari bandara menggunakan speedboat menyusuri aliran sungai Sebangau untuk pengalaman yang lebih privat.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari Kota Kasongan (Ibukota Katingan), perjalanan darat menuju dermaga penyeberangan di Baun Bango dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam tergantung kondisi jalan.

Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo

  • Dikenal with Nama: Alas Purwo / Hutan Tertua di Pulau Jawa.

  • Lokasi: Jalan Brawijaya No. 20, Area Hutan Purwo.

  • Kabupaten: Banyuwangi Kecamatan: Tegaldlimo Desa: Kalipait.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam Liar, Konservasi, Budaya, dan Pantai.

  • Deskripsi Menarik: Alas Purwo diyakini sebagai hutan tertua di Pulau Jawa dan memiliki ekosistem hutan hujan dataran rendah yang sangat terjaga. Destinasi ini sangat ikonik dengan Savana Sadengan, tempat pengunjung bisa melihat banteng jawa, rusa, dan merak di alam liar. Selain itu, terdapat Pantai Plengkung (G-Land) yang memiliki salah satu ombak terbaik dunia untuk selancar, serta deretan gua misterius yang sering digunakan untuk meditasi karena nilai spiritualnya yang tinggi.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Jawa Jiwa G-Land (Glamping).

    2. Bobby’s Surf Camp.

    3. G-Land Joyo’s Surf Camp.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Purwo.

    2. Purwo Cultural Homestay.

    3. Homestay Tegaldlimo.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Sego Tempong (Nasi Tempong) dan Ayam Pedas khas Banyuwangi.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Rujak Soto dan Sale Pisang khas Banyuwangi.

  • Souvenir Khas Daerah: Kaos bertema Alas Purwo, Kerajinan Bambu, dan Kopi asli Banyuwangi.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Upacara Pagerwesi oleh umat Hindu (setiap 210 hari sekali) yang dilakukan di Pura Giri Selaka di tengah hutan.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Jeep (sangat disarankan), motor, atau mobil pribadi (kondisi ban harus prima).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Banyuwangi, menuju arah selatan melewati Kecamatan Muncar, lalu ke arah Tegaldlimo hingga sampai di pintu masuk Rowobendo. Waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Melewati jalur lintas selatan via Kecamatan Srono untuk menghindari kepadatan kendaraan logistik di area pelabuhan/pusat kota.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari Kota Banyuwangi, Anda dapat mengambil rute ke arah Jajag, kemudian belok kiri menuju Cluring dan lanjut ke arah Tegaldlimo.

Pura Luhur Uluwatu

Pura Luhur Uluwatu

  • Dikenal dengan Nama: Pura Uluwatu / Tebing Uluwatu.

  • Lokasi: Jalan Raya Uluwatu, Pecatu.

  • Kabupaten: Badung Kecamatan: Kuta Selatan Desa: Pecatu.

  • Jenis Wisata: Wisata Religi, Budaya, dan Alam (Tebing Pantai).

  • Deskripsi Menarik: Pura Luhur Uluwatu berdiri kokoh di ujung tebing curam setinggi sekitar 70 meter di atas permukaan laut. Destinasi ini menawarkan pemandangan Samudera Hindia yang spektakuler, terutama saat matahari terbenam. Salah satu daya tarik utamanya adalah pertunjukan Tari Kecak yang diadakan setiap sore di panggung terbuka dengan latar belakang sunset. Kawasan ini juga dihuni oleh kawanan kera yang dianggap sebagai penjaga pura.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Anantara Uluwatu Bali Resort.

    2. Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa.

    3. Six Senses Uluwatu.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Uluwatu Backpackers.

    2. Pecatu Guest House.

    3. Lullaby Bungalows.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Bebek Betutu (bebek bumbu rempah khas Bali) dan Sate Lilit.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Pie Susu Bali dan Kacang Disco.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Sarung Bali (Wastra), kerajinan perak, dan kaos khas barong.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Piodalan (ulang tahun pura) setiap Selasa Kliwon Medangsia dan pertunjukan rutin Tari Kecak Api setiap hari.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Sewa motor, mobil pribadi, taksi daring, atau bus pariwisata.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, ambil arah selatan menuju Jl. By Pass Ngurah Rai, kemudian masuk ke Jl. Raya Uluwatu menuju arah Pecatu. Waktu tempuh sekitar 30-45 menit.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Melalui Jl. Tol Bali Mandara (jika dari arah Benoa) lalu keluar di pintu tol Nusa Dua dan melewati kawasan Jimbaran/GWK menuju Uluwatu untuk menghindari titik macet di persimpangan Kedonganan.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari arah Kuta atau Seminyak, melewati Jl. Sunset Road menuju arah Jimbaran, lalu terus mendaki ke arah Bukit menuju kawasan Pecatu.

Watu Dodol Banyuwangi

Watu Dodol Banyuwangi

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Watu Dodol / Grand Watu Dodol (GWD).

  • Lokasi: Jalan Raya Situbondo – Banyuwangi, Area Gunung Gumukremuk.

  • Kabupaten: Banyuwangi Kecamatan: Kalipuro Desa: Ketapang.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam Pantai, Bahari, dan Sejarah.

  • Deskripsi Menarik: Watu Dodol merupakan pintu gerbang masuk ke Kabupaten Banyuwangi dari arah utara. Nama ini berasal dari sebongkah batu karang hitam setinggi 6 meter yang terletak tepat di tengah ruas jalan raya. Menurut legenda, batu ini dulunya adalah bekal makanan (dodol) yang tertinggal oleh prajurit Blambangan dan membatu. Destinasi ini menawarkan panorama Selat Bali yang memukau, patung Gandrung yang ikonik, sumur air tawar di bibir pantai, hingga Gua Jepang peninggalan Perang Dunia II di bukit seberang jalan.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Watu Dodol Hotel & Restaurant.

    2. Dialoog Banyuwangi.

    3. Ketapang Indah Hotel.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Ayudia Homestay.

    2. 999 KHS Homestay.

    3. Puri Made 2 Homestay.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Nasi Tempong (nasi dengan sambal segar yang menyengat) dan Pindang Koyong (ikan masak kuah kuning asam pedas).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Bagiak (kue kering dari sagu) dan Bawang Goreng khas Banyuwangi.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Batik Gajah Oling dan kerajinan tangan dari kerang atau batu laut.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual Puter Kayun, yaitu tradisi napak tilas warga lokal menggunakan dokar/delman hias dari Kelurahan Boyolangu menuju pantai Watu Dodol sebagai wujud syukur.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, bus antarkota (jalur Pantura), taksi daring, dan kapal nelayan (untuk ke Pulau Tabuhan/Menjangan).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Banyuwangi (Blimbingsari), ambil arah utara melewati pusat Kota Banyuwangi. Ikuti jalan protokol menuju Pelabuhan Ketapang, lalu lurus terus sekitar 5 km ke arah Situbondo. Waktu tempuh sekitar 45-60 menit.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan kereta api dari Stasiun Rogojampi (dekat bandara) menuju Stasiun Ketapang, lalu dilanjutkan dengan ojek atau taksi daring menuju lokasi (hanya sekitar 15 menit dari stasiun).

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari arah Situbondo, cukup menyusuri Jalur Pantura ke arah timur menuju Banyuwangi. Watu Dodol akan terlihat jelas di sisi kiri jalan setelah melewati perbatasan hutan Baluran.

Kemegahan Masjid Istiqlal Jakarta

Destinasi Ikonik: Kemegahan Masjid Istiqlal Jakarta

  • Dikenal dengan Nama: Masjid Istiqlal (Simbol Kemerdekaan Bangsa Indonesia).

  • Lokasi: Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat.

  • Kabupaten: Kota Administrasi Jakarta Pusat.

  • Kecamatan: Sawah Besar.

  • Desa: Pasar Baru.

  • Jenis Wisata: Wisata Religi, Wisata Sejarah, dan Arsitektur.

  • Deskripsi Menarik: Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara yang dirancang oleh arsitek Friedrich Silaban. Dengan gaya arsitektur modern yang elegan, masjid ini memiliki kubah raksasa berdiameter 45 meter yang melambangkan tahun kemerdekaan RI. Menariknya, lokasinya tepat berseberangan dengan Gereja Katedral, menjadikannya simbol toleransi beragama paling ikonik di Indonesia. Interiornya yang luas dan megah memberikan ketenangan instan di tengah hiruk-pikuk ibu kota.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Borobudur Hotel Jakarta (Mewah dan Klasik).

    2. Aryaduta Menteng.

    3. Luminor Hotel Kota.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Wonderloft Hostel Kota Tua.

    2. Konko Hostel Menteng.

    3. The Packer Lodge.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Kerak Telor, Nasi Uduk Betawi, dan Soto Betawi.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kembang Goyang, Roti Buaya (ukuran kecil), dan Dodol Betawi.

  • Souvenir Khas Daerah: Miniatur Monas, Batik Betawi, dan Boneka Ondel-ondel.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Perayaan Hari Besar Islam (Idul Fitri & Idul Adha), Festival Bedug, dan berbagai kajian keagamaan nasional.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Bus TransJakarta (BRT), Kereta Commuter Line (KRL), MRT Jakarta, Taksi Online, dan Bajaj.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), gunakan Bus DAMRI tujuan Stasiun Gambir. Dari Gambir, Anda bisa berjalan kaki sekitar 10 menit atau menggunakan ojek daring menuju gerbang Istiqlal.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan Kereta Bandara (Railink) dari Bandara Soetta menuju Stasiun BNI City, dilanjutkan dengan TransJakarta koridor 1 atau KRL menuju Stasiun Juanda yang lokasinya tepat di depan Masjid Istiqlal.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Jika datang dari arah Bogor atau Depok, gunakan KRL Commuter Line jurusan Jakarta Kota dan turun di Stasiun Juanda. Dari sana, Anda cukup menyeberang jembatan penyeberangan untuk sampai ke pintu masuk utama.

Indahnya Pantai vs Serunya Keluarga

Indahnya Pantai vs Serunya Keluarga

Matahari mulai condong ke barat saat mobil kami perlahan membelah kemacetan khas Legian yang selalu punya energi magnetis. Ada adrenalin tersendiri saat melihat jajaran kafe estetik dan deretan papan selancar yang bersandar di sepanjang trotoar. Begitu aroma laut mulai menyapa indra penciuman, rasa lelah perjalanan langsung luntur seketika. Kami melangkah keluar, menyambut hembusan angin pantai yang hangat namun bertenaga, sementara siluet gerbang ikonik Pantai Kuta berdiri megah seolah mengundang kami untuk segera menaklukan pasir putihnya yang legendaris.

Begitu kaki menyentuh pasir, chaos yang menyenangkan pun dimulai! Kuta bukan cuma soal pemandangan, tapi tentang vibe keluarga yang makin solid. Bayangkan serunya saat kita semua mencoba berdiri di atas papan selancar, jatuh bangun diterjang ombak kecil sambil tertawa lepas tanpa beban. Sambil menunggu momen sunset yang elegan menyapu langit dengan warna oranye keemasan, kami asyik bercengkerama di atas bean bag, menikmati es kelapa muda, dan sesekali berlarian mengejar bola voli. Ini adalah perpaduan sempurna antara kemewahan alam dan kehangatan keluarga yang bikin momen bonding jadi terasa jauh lebih “hidup” dan berkelas.

Kalau kamu butuh tempat yang punya energi sporty sekaligus suasana santai yang chill abis, Kuta tetaplah juaranya. Jangan cuma lihat lewat media sosial, kamu harus datang sendiri dan rasakan betapa iconic atmosfernya saat matahari mulai tenggelam di cakrawala. Ajak keluarga atau timmu buat seru-seruan bareng di sini, karena memori di Kuta itu nggak pernah ada matinya. Life is better at the beach, jadi kapan kamu mau check-in di sini?

Bersama Keluarga di Desa Terbersih di Dunia

Bersama Keluarga di Desa Terbersih di Dunia

Mesin mobil menderu halus membelah aspal menuju dataran tinggi Bangli. Perjalanan kali ini bukan sekadar road trip biasa, melainkan sebuah misi mencari ketenangan di balik hiruk-pikuk Bali selatan. Di balik jendela, gradasi warna hijau sawah dan pepohonan tropis mulai mendominasi pandangan, memberikan sinyal bahwa kita semakin dekat dengan “permata” tersembunyi. Udara yang tadinya gerah perlahan berganti menjadi embusan sejuk yang menembus ventilasi, menciptakan suasana sporty yang memacu adrenalin sekaligus menenangkan jiwa sebelum akhirnya gapura ikonik itu menyambut kedatangan kami.

Begitu menginjakkan kaki di Desa Penglipuran, auranya benar-benar next level. Tidak ada polusi, tidak ada sampah plastik sepotong pun, hanya ada deretan rumah adat yang tertata simetris dengan arsitektur bambu yang elegan. Seru banget rasanya keliling desa bareng keluarga; momen quality time jadi terasa makin akrab saat kami mencoba kuliner lokal “Loloh Cemcem” yang segar atau sekadar selfie di depan angkul-angkul yang estetik parah. Anak-anak berlarian bebas tanpa takut kendaraan lewat, sementara kami para orang tua menikmati harmoni budaya yang begitu kental namun tetap terasa modern dalam pengelolaannya. Benar-benar healing yang berkualitas!

Jujur, kalau kamu ngaku pecinta traveling, Desa Penglipuran wajib masuk ke dalam bucket list kamu sekarang juga. Bukan cuma soal predikat “Desa Terbersih di Dunia”, tapi tentang bagaimana kamu merasakan langsung koneksi antara manusia dan alam yang masih sangat murni. Yuk, ajak skuad atau keluarga besarmu buat vibes check ke sini! Rasakan sendiri pengalaman luxury dalam kesederhanaan yang nggak akan kamu temukan di tempat lain.

Dua Rasa : Pertemuan Parape dan Rica-Rica

Dua Rasa: Pertemuan Parape dan Rica-Rica

Di atas piring putih yang lebar, terjadi sebuah pertemuan yang tak terelakkan. Di sisi kanan, seekor ikan laut segar dibalut dengan bumbu Parape yang pekat. Warnanya cokelat karamel, hasil dari tumisan bawang merah yang melimpah, asam jawa, dan gula merah yang terkaramelisasi dengan sempurna. Aromanya manis, gurih, dan hangat—seperti pelukan rumah yang menenangkan.

Namun, di sisi kiri, suasana jauh lebih membara. Ikan tersebut ditutupi oleh hamparan sambal Rica-Rica yang merah menyala. Cabai rawit, jahe, dan serai berpadu menciptakan aroma yang tajam dan menggugah selera. Ini adalah lambang keberanian rasa; pedas yang meledak, segar, dan sedikit getir yang bikin ketagihan.

Ketika keduanya berada dalam satu piring, mereka tidak saling mengalahkan, melainkan saling melengkapi. Suapan pertama dimulai dengan gurih-manisnya Parape yang lembut, lalu segera disusul oleh sengatan Rica-Rica yang membangkitkan semangat. Dinikmati dengan nasi putih hangat dan kangkung tumis, piring itu bukan lagi sekadar wadah makanan, melainkan panggung harmoni antara si “Manis yang Kalem” dan si “Pedas yang Bergelora”.


🍴 3 Rekomendasi Restoran Seafood Terbaik di Makassar

Untuk menikmati sensasi Ikan Bakar Parape dan Rica-Rica dengan kualitas terbaik, berikut adalah tempat yang paling direkomendasikan:

  1. RM. Muda Mudi (Jl. Rusa)

    • Keunggulan: Sangat terkenal dengan bumbu Parape-nya yang dianggap salah satu yang terbaik di Makassar. Bawang merahnya melimpah dan meresap sempurna ke dalam daging ikan.

  2. Rumah Makan Bahari (Jl. Datumuseng)

    • Keunggulan: Terletak di area legendaris kuliner Makassar. Restoran ini menawarkan berbagai jenis ikan laut yang sangat segar (pilih sendiri di tempat) dengan bumbu rica-rica yang pedasnya pas dan otentik.

  3. RM. Lae Lae (Jl. Datu Museng)

    • Keunggulan: Tempat ini adalah destinasi wajib bagi wisatawan maupun lokal. Konsepnya sederhana namun rasanya luar biasa. Bakaran ikannya menggunakan arang tradisional sehingga aroma smoky-nya sangat kuat menyatu dengan bumbu Parape atau Rica.

Kisah Sepiring Mie Seafood Makassar: Harmoni Laut di Atas Meja

Kisah Sepiring Mie Goreng Seafood Makassar : Harmoni Laut di Atas Meja

Di bawah langit Makassar yang mulai memerah saat senja, aroma harum terasi dan bawang goreng mulai menari-nari di udara Pantai Losari. Di kota ini, Mi Seafood bukan sekadar makanan; ia adalah sebuah perayaan atas kekayaan Selat Makassar.

Bayangkan semangkuk mi kuning yang kenyal, terendam dalam kuah kental berwarna kuning keemasan yang gurih. Di atasnya, berjajar rapi “harta karun” laut yang masih segar: udang pancet yang manis, potongan cumi yang empuk, dan bakso ikan buatan tangan yang membal saat digigit.

Setiap suapan membawa ledakan rasa. Ada rasa gurih kaldu ikan yang dalam, sentuhan segar dari perasan jeruk nipis (jeruk nipis khas Makassar yang harumnya kuat), dan tentu saja, tendangan pedas dari Lombok Kuning—sambal khas Makassar yang ikonik. Menikmati mi seafood di sini adalah tentang merasakan kesegaran laut yang berpindah langsung ke mangkukmu, ditemani riuh rendah percakapan warga lokal dan embusan angin laut yang sepoi-sepoi.


🍴 3 Rekomendasi Restoran Seafood Terbaik di Makassar

Jika kamu sedang berada di Makassar dan mencari hidangan laut (termasuk variasi mi dan olahan ikan yang autentik), berikut adalah tempat yang wajib dikunjungi:

  1. Rumah Makan Apong

    • Keunggulan: Sangat legendaris untuk pecinta seafood. Ikan dan udangnya selalu segar (seringkali masih hidup sebelum dimasak). Ikan Kudu-kudu goreng mentega di sini adalah juara dunia, namun olahan mi seafood dan sup ikannya juga luar biasa.

  2. RM. Nelayan

    • Keunggulan: Terkenal dengan saus-sausnya yang sangat kaya rasa, terutama saus Parape (bumbu bawang merah khas Makassar). Restoran ini menawarkan suasana yang nyaman dan pilihan seafood yang sangat beragam, mulai dari kepiting hingga berbagai jenis kerang.

  3. Lesehan Pa’otere

    • Keunggulan: Jika ingin suasana yang lebih merakyat namun rasa tetap kelas atas, inilah tempatnya. Terletak dekat dengan pelabuhan tua Pa’otere, kesegaran ikan di sini tidak perlu diragukan lagi. Bakaran ikannya sangat khas dengan bumbu yang meresap hingga ke tulang.

Translate »