Gura Bunga Cantik

Gura Bunga: Pesona Negeri di Atas Awan Tidore

  • Dikenal dengan Nama: Kampung Wisata Gura Bunga (sering dijuluki “Negeri di Atas Awan”).

  • Lokasi: Lereng Gunung Marijang, Pulau Tidore.

  • Kabupaten: Kota Tidore Kepulauan (setingkat Kabupaten).

  • Kecamatan: Tidore Utara.

  • Desa: Gura Bunga.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Wisata Budaya, dan Agrowisata.

  • Deskripsi Menarik: Berada di ketinggian sekitar 800-1.000 mdpl, desa ini menawarkan udara yang sejuk dan pemandangan awan yang menyelimuti pemukiman di pagi hari. Gura Bunga adalah rumah bagi lima rumah adat (Folajitu) yang mewakili marga asli di sana. Pengunjung dapat menikmati hamparan perkebunan cengkeh, pala, serta taman bunga yang cantik dengan latar belakang puncak Gunung Marijang.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: 1. Hotel Seroja (Pusat Kota Tidore) 2. Hotel Teratai (Soasio) 3. Penginapan Visal (Soasio)

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Gura Bunga (Dikelola warga lokal langsung di desa)

    2. Homestay Soasio

    3. Homestay Gurabati

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Popeda (Papeda) dengan Ikan Kuah Kuning, serta Gohu Ikan (sashimi khas Ternate/Tidore).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kue Lapis Tidore, Mamua, dan Jagung Pulut bakar.

  • Souvenir Khas Daerah: Kopi Dano (kopi rempah), Sirup Pala, dan kerajinan anyaman bambu.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual Puji Bakti (doa syukur) dan partisipasi dalam perayaan tahunan Hari Jadi Tidore yang melibatkan prosesi adat di rumah-rumah Folajitu.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Sepeda motor (ojek), mobil pribadi, atau mobil sewaan (disarankan kendaraan dengan performa mesin yang baik karena tanjakan curam).

  • Rute Standar Perjalanan dari Kota Terdekat: Dari Pelabuhan Rum (pintu masuk Pulau Tidore dari Ternate), arahkan kendaraan menuju pusat kota Soasio, kemudian ambil jalur menanjak menuju dataran tinggi Gura Bunga dengan waktu tempuh sekitar 30-45 menit.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Menggunakan jalur lingkar luar Pulau Tidore melewati daerah pesisir utara menuju akses masuk Desa Gura Bunga melalui wilayah perbukitan di Kecamatan Tidore Utara.

Panorama Kota Ambon

Panorama Keindahan Kota Ambon dari Puncak Karang Panjang

📍 Dikenal dengan Nama: Panorama Puncak Karang Panjang (Monumen Martha Christina Tiahahu)

📍 Lokasi: Bukit Karang Panjang, Pulau Ambon

📍 Kabupaten: Kota Ambon (Wilayah Otonom)

📍 Kecamatan: Sirimau

📍 Desa: Kelurahan Karang Panjang

📍 Jenis Wisata: Wisata Sejarah dan Panorama Alam (Viewpoint)

📍 Deskripsi Menarik: Lokasi ini menawarkan titik pandang terbaik untuk menikmati seluruh lanskap Kota Ambon dan Teluk Ambon dari ketinggian. Pengunjung dapat melihat Jembatan Merah Putih yang megah dan aktivitas pelabuhan dari atas bukit. Selain pemandangan yang memukau, terdapat monumen pahlawan nasional Martha Christina Tiahahu sebagai ikon perjuangan rakyat Maluku.

📍 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: The City Hotel Swiss-Belhotel Ambon Pacific Hotel Ambon

📍 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Margaritha Homestay Elizabeth Homestay Suli Homestay

📍 Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Papeda dan Ikan Kuah Kuning Nasi Kelapa Ambon Sagu Komplit

📍 Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Gogos (Ketan Bakar) Sukun Goreng Rujak Natsepa (Tersedia di area sekitar kota)

📍 Souvenir Khas Daerah: Minyak Kayu Putih Asli Ambon Manisan Buah Pala Kerajinan Besi Putih

📍 Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Peringatan Hari Pattimura (Setiap 15 Mei) Festival Musik Ambon City of Music Pertunjukan Tari Lenso dan Tari Cakalele

Benteng Vistoria Ambon

Benteng Victoria: Jejak Sejarah Kolonial di Jantung Kota Ambon

📍 Dikenal dengan Nama: Benteng Victoria

📍 Lokasi: Pusat Kota Ambon

📍 Kabupaten: Kota Ambon (Wilayah Otonom)

📍 Kecamatan: Sirimau

📍 Desa: Kelurahan Uritetu

📍 Jenis Wisata: Wisata Sejarah dan Budaya

📍 Deskripsi Menarik: Benteng Victoria merupakan benteng tertua di Ambon yang dibangun oleh Portugis pada tahun 1575 sebelum akhirnya diambil alih oleh Belanda. Di dalam benteng ini terdapat sisa-sisa meriam berukuran besar dan reruntuhan dinding setebal dua meter yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Maluku. Lokasinya yang sangat strategis tepat di depan Teluk Ambon menjadikannya pusat pertahanan penting di masa lalu sekaligus titik awal berdirinya Kota Ambon.

📍 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Swiss-Belhotel Ambon Pacific Hotel Ambon The City Hotel Ambon

📍 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Margaritha Homestay Elizabeth Homestay Guest House Ambon Pusat

📍 Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Papeda dan Ikan Kuah Kuning Ikan Bakar Colo-colo Nasi Kelapa

📍 Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kue Asida Roti Ambon Sagu Lempeng

📍 Souvenir Khas Daerah: Minyak Kayu Putih Ambon Perhiasan Besi Putih Kain Tenun Khas Maluku

📍 Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Peringatan HUT Kota Ambon Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Festival Budaya Ambon Manise

📍 Jenis Transportasi yang Digunakan: Angkutan Kota (Angkot) trayek Lin III Ojek Online Kendaraan Pribadi

📍 Rute standar perjalanan dari Kota terdekat: Karena berada tepat di pusat kota (titik nol kilometer Ambon), Anda cukup berjalan kaki atau menggunakan angkot dari terminal Mardika dengan waktu tempuh hanya sekitar 5-10 menit.

📍 rute Alternatif dari Kota terdekat: Dari arah Bandara Pattimura, Anda bisa menggunakan kapal cepat (speedboat) menyeberangi Teluk Ambon menuju Pelabuhan Galala, lalu dilanjutkan dengan berkendara selama 15 menit menuju pusat kota untuk menghindari kepadatan lalu lintas di area Passo.

Symphony losari

Makassar, Simfoni Cinta di Tepian Losari

Pagi itu, langit Makassar menyambut dengan biru yang tenang. Di tepian Pantai Losari, deretan huruf merah bertuliskan “MAKASSAR” berdiri tegak, menjadi saksi bisu jejak-jejak pelancong yang jatuh hati pada kota ini.

Di kejauhan, Masjid 99 Kubah berdiri megah di atas air sebuah mahakarya arsitektur yang mengukir siluet spiritual di cakrawala. Pantulan bangunannya di permukaan air memperindah suasana, seolah memeluk lautan dan langit dalam harmoni suci.

Losari bukan sekadar pantai. Ia adalah ruang temu, tempat rindu pulang, dan titik awal petualangan menyusuri pesona Sulawesi Selatan. Dari kuliner khas hingga keramahan warga, setiap sudut Makassar menyimpan cerita yang layak dikenang.

Inilah Makassar tempat di mana langkah berhenti sejenak, dan hati belajar untuk mencintai keindahan dalam kesederhanaan.

Pantai Kalomang

Pesona Pantai Kalomang, Permata Tersembunyi di Kolaka

Terletak di Desa Gunung Sari, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Pantai Kalomang adalah destinasi wisata bahari yang menyuguhkan keindahan alami nan memukau. Dengan garis pantai yang landai, pasir putih yang halus, serta air laut yang jernih, pantai ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin merasakan kedamaian alam tropis Sulawesi Tenggara.

Pantai Kalomang menawarkan suasana tenang, jauh dari hiruk pikuk kota, menjadikannya tempat ideal untuk rekreasi keluarga, piknik, atau sekadar melepas penat. Pengunjung dapat menikmati panorama laut yang luas, bermain pasir, berenang, atau mengabadikan momen indah dengan latar langit biru dan laut yang memesona.

Keunikan pantai ini juga terletak pada nuansa lokal yang kental, mulai dari keramahan masyarakat hingga keberadaan kuliner khas yang disajikan oleh warga sekitar. Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka terus mendorong pengembangan kawasan ini sebagai bagian dari desa wisata unggulan, dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Pantai Lumpue

Pantai Lumpue: Pesona Pasir Putih di Gerbang Kota Parepare

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Lumpue

  • Lokasi: Jalan Bau Massepe, Kelurahan Lumpue

  • Kabupaten: Kota Parepare (Wilayah Otonom)

  • Kecamatan: Bacukiki Barat

  • Desa: Kelurahan Lumpue

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari / Rekreasi Pantai

  • Deskripsi Menarik: Pantai Lumpue merupakan salah satu destinasi pantai tertua dan paling ikonik di Parepare. Pantai ini memiliki garis pantai yang melengkung dengan hamparan pasir putih kecokelatan yang halus serta perairan yang relatif tenang. Sangat cocok untuk berenang bagi keluarga. Salah satu daya tarik utamanya adalah pemandangan matahari terbenam (sunset) yang sangat memukau dengan latar belakang perahu nelayan tradisional dan siluet perbukitan.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Bukit Kenari

    2. Grand Kartika Hotel

    3. Hotel Pare Wisata

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Syariah Parepare

    2. Guest House 88

    3. Penginapan mawar

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    1. Palekko (Bebek atau ayam bumbu pedas khas Bugis)

    2. Ikan Bakar Pallumara

    3. Nasi Kuning Khas Parepare

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    1. Roti Mantao (Khas Parepare, bisa digoreng atau dikukus)

    2. Bipa (Bipang)

    3. Sanggara Balanda

  • Souvenir Khas Daerah:

    1. Roti Mantao Kemasan

    2. Kerajinan Kerang Laut

    3. Kain Sarung Sutera Bugis

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Salo Karajae (Meskipun berpusat di sungai, kemeriahannya mencakup seluruh wilayah pesisir Parepare termasuk pameran budaya dan lomba perahu hias).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, Motor, Angkutan Kota (Pete-pete), dan Transportasi Online.

  • Rute standar perjalanan dari Kota Makassar: Melewati Jalan Trans Sulawesi (Jalan Poros Makassar – Parepare). Melewati Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, dan Kabupaten Barru dengan waktu tempuh sekitar 3 hingga 4 jam.

  • rute Alternatif dari Kota kota makassar: Melewati rute jalur pegunungan via Kabupaten Bone (Camba) menuju Kabupaten Soppeng, lalu keluar di Kota Parepare. Rute ini lebih jauh namun menawarkan pemandangan pegunungan dan hutan yang asri bagi mereka yang ingin menghindari kemacetan di jalur utama Pangkep-Barru.

Goa Tompangnge

Gua Tompangnge: Pesona Eksotis di Kota Niaga

  • Dikenal dengan Nama: Gua Tompangnge (Gua Kelelawar).

  • Lokasi: Kawasan Tompangnge.

  • Kabupaten: Kota Parepare (Status administratif adalah Kota, setingkat Kabupaten).

  • Kecamatan: Bacukiki.

  • Desa: Kelurahan Watang Bacukiki.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam dan Wisata Minat Khusus (Eksplorasi Gua).

  • Deskripsi Menarik: Gua Tompangnge menawarkan pengalaman unik berupa pemandangan ribuan kelelawar yang menghuni langit-langit gua. Lokasinya berada di kawasan perbukitan yang asri dengan struktur batuan karst yang eksotis. Selain keindahan stalaktit dan stalagmitnya, pengunjung sering datang pada sore hari untuk menyaksikan fenomena keluarnya ribuan kelelawar dari mulut gua yang menyerupai awan hitam bergerak.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Bukit Kenari (Memiliki pemandangan kota dari ketinggian).

    2. Grand Kartika Hotel.

    3. Hotel Mario City.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Lotus.

    2. Guest House Syariah Parepare.

    3. Penginapan mawar (Sekitar area Bacukiki).

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Palekko (Olahan itik pedas khas Bugis) dan Ikan Bakar bumbu khas Parepare.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Roti Mantao (Khas Parepare), Bepuppa, dan Sanggara Belanda.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan kerang, Roti Mantao (oleh-oleh makanan), dan kain sutra khas Bugis.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Salo Karajae (Festival sungai tahunan yang lokasinya tidak jauh dari area Bacukiki).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan pribadi (Mobil/Motor), Ojek pangkalan, atau transportasi daring (Grab/Maxim).

  • Rute standar perjalanan dari Kota Makassar: Makassar – Maros – Pangkep – Barru – Kota Parepare. Perjalanan menempuh jarak sekitar 155 km dengan waktu tempuh normal 3 hingga 4 jam melalui jalur Trans Sulawesi.

  • rute Alternatif dari Kota kota makassar: Melewati jalur pesisir atau menggunakan Kereta Api Trans Sulawesi dari Stasiun Mandai/Maros menuju Stasiun Garongkong di Barru, kemudian dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju Kota Parepare untuk menghindari kemacetan di beberapa titik pasar tumpah di jalur utama.

Pantai Senggol Pare

Pantai Senggol: Pusat Kuliner dan Irama Pesisir Kota Parepare

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Senggol (Pasar Malam Senggol)

  • Lokasi: Kawasan pesisir pusat Kota Parepare, Sulawesi Selatan

  • Kabupaten: Kota Parepare (Status Administratif: Kota)

  • Kecamatan: Ujung

  • Desa: Mallusetasi

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Wisata Kuliner, dan Wisata Belanja (Pasar Malam)

  • Deskripsi Menarik: Pantai Senggol bukanlah pantai untuk berenang dengan hamparan pasir luas, melainkan kawasan pesisir yang disulap menjadi pusat kehidupan malam di Parepare. Tempat ini sangat ikonik karena menggabungkan panorama matahari terbenam (sunset) yang indah dengan deretan lapak pedagang pakaian bekas berkualitas (cakar) serta pusat kuliner laut. Dinamakan “Senggol” karena pada masa kejayaannya, saking padatnya pengunjung, orang-orang akan saling bersenggolan saat berjalan di sini.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: 1. Hotel Grand Kartika 2. Hotel Bukit Kenari 3. Lotus Hotel Parepare

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Syariah Parepare

    2. Guest House Pondok Indah

    3. Penginapan mawar

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    1. Ikan Bakar Pallumara: Olahan ikan segar dengan kuah kuning asam yang segar.

    2. Nasi Kuning Pare: Memiliki cita rasa bumbu yang khas dibanding daerah lain.

    3. Sop Saudara: Meskipun berasal dari Pangkep, varian di Parepare sangat populer bagi wisatawan.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    1. Roti Mantao: Roti khas Parepare yang bisa digoreng atau dikukus.

    2. Sanggara Balanda: Pisang goreng yang diisi dengan campuran kacang dan karamel.

    3. Baje: Panganan manis dari beras ketan dan gula merah.

  • Souvenir Khas Daerah:

    1. Kerajinan Kerang Laut.

    2. Pakaian Cakar (Branded Preloved) yang menjadi ciri khas perdagangan di Parepare.

    3. Sirup Markisa khas Sulawesi Selatan.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    1. Festival Salo Karajae: Festival sungai dan pesisir tahunan yang menampilkan lomba perahu dan seni budaya.

    2. Hari Jadi Kota Parepare: Biasanya dimeriahkan dengan pameran kuliner di sekitar kawasan pantai.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    1. Angkutan Kota (Pete-pete).

    2. Ojek Online dan Taksi Lokal.

    3. Kendaraan Pribadi (Motor/Mobil).

  • Rute standar perjalanan dari Kota Makassar: Melalui Jalan Trans Sulawesi lintas Barat (Makassar – Maros – Pangkep – Barru – Parepare) dengan jarak tempuh sekitar 150 km atau kurang lebih 3 hingga 4 jam perjalanan darat.

  • Rute Alternatif dari Kota Makassar: Melewati jalur pegunungan via Kabupaten Bone (Makassar – Maros – Camba – Bone – Soppeng – Parepare). Jalur ini lebih jauh dan berkelok, namun menawarkan pemandangan hutan dan pegunungan yang sangat asri.

Museum BJ. Habibie

Museum B.J. Habibie: Monumen Inspirasi Sang Visioner

  • Dikenal dengan Nama: Museum B.J. Habibie (Museum Kepresidenan pertama di Indonesia yang menempati rumah masa kecil beliau).

  • Lokasi: Jalan Alwi Abdul Jalil Habibie.

  • Kabupaten: Kota Parepare (Status Administratif Kota).

  • Kecamatan: Bacukiki Barat.

  • Desa: Kelurahan Mallusetasi.

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Edukasi, dan Budaya.

  • Deskripsi Menarik: Museum ini didirikan di atas lahan tempat kelahiran Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie. Pengunjung dapat melihat berbagai koleksi pribadi, replika pesawat rancangan beliau, penghargaan internasional, hingga memorabilia perjalanan cinta beliau bersama Ibu Ainun. Desain interiornya modern namun tetap mempertahankan struktur asli rumah masa kecilnya, memberikan atmosfer yang sangat personal dan inspiratif.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Bukit Kenari.

    2. Grand Kartika Hotel.

    3. Hotel Parewisata.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Sakura.

    2. Guest House 88.

    3. Pondok Teratai.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Nasi Ketan (Songkolo) dan Ikan Bakar segar khas pesisir Parepare.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Roti Mantao (Khas Parepare yang bisa digoreng atau dikukus).

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan kerang laut, kain tenun Bugis, dan miniatur Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Salo Karajae (Festival sungai terbesar di Sulawesi Selatan) dan perayaan hari lahir B.J. Habibie.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, bus antarkota (DP), motor, dan transportasi online (Grab/Gojek).

  • Rute standar perjalanan dari Kota Makassar: Melewati Jalan Poros Makassar – Barru – Parepare (Jalur Trans Sulawesi). Waktu tempuh normal sekitar 3 hingga 4 jam dengan kendaraan darat.

  • rute Alternatif dari Kota kota makassar: Menggunakan Kereta Api Trans Sulawesi dari Stasiun Maros atau Stasiun Pangkep menuju Stasiun Garongkong di Barru, kemudian dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju Parepare untuk pengalaman perjalanan yang lebih santai dan bebas macet.

Anjungan Cempae

Anjungan Cempae: Ikon Wisata Pesisir Soreang

  • Dikenal dengan Nama: Anjungan Cempae (sering disebut juga sebagai “Landmark Soreang”).

  • Lokasi: Jalan Pare Green, Kawasan Pesisir Cempae.

  • Kabupaten: Kota Parepare (Status Administratif Kota).

  • Kecamatan: Soreang.

  • Desa: Kelurahan Watang Soreang.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Wisata Keluarga, dan Wisata Kuliner.

  • Deskripsi Menarik: Anjungan ini merupakan ruang terbuka publik yang baru dan modern dengan desain arsitektur yang futuristik. Tempat ini menjadi lokasi favorit warga untuk menikmati matahari terbenam (sunset) karena posisinya yang menjorok ke laut. Terdapat fasilitas taman bermain anak, area joging, serta jembatan layang yang estetis yang sering menjadi spot foto utama bagi wisatawan.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Bukit Kenari.

    2. Hotel Grand Kartika.

    3. Hotel Delima Sari.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Syariah Parepare.

    2. Guest House 28.

    3. Homestay Lotus.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Nasi Ketan Berkuah Ikan (Sokko’ Tumbu) dan Palumara (Sup Ikan Khas Bugis).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Roti Mantao Pare (tersedia varian kukus dan goreng) serta Bipa Pulu.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Kerang-kerangan dan Kaos bertema Kota Parepare (Kota Cinta Habibie Ainun).

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Salo Karajae (festival sungai tahunan yang lokasinya berdekatan) dan pertunjukan seni Tari Paduppa saat penyambutan tamu besar.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, bus antarkota (Cahaya Bone/Piposs), dan angkutan kota (Pete-pete).

  • Rute standar perjalanan dari Kota Makassar: Melalui jalur utama Trans Sulawesi (Jalan Poros Makassar-Parepare) melewati Kabupaten Maros, Pangkep, dan Barru. Jarak tempuh sekitar 150 km dengan waktu perjalanan kurang lebih 3 hingga 4 jam.

  • Rute Alternatif dari Kota Makassar: Melalui jalur darat dengan Kereta Api Trans Sulawesi dari Stasiun Mandai (Maros) menuju Stasiun Garongkong (Barru), kemudian melanjutkan perjalanan dengan kendaraan umum/sewa menuju Kota Parepare untuk menghindari kemacetan di area pasar atau perbaikan jalan poros.

Pantai Mattirotasi

Mattirotasi: Waterfront City dan Pusat Keramaian Kota Parepare

  • Dikenal dengan Nama: Kawasan Mattirotasi (terdiri dari Pantai Mattirotasi dan Tanggul Mattirotasi).

  • Lokasi: Jalan Mattirotasi.

  • Kabupaten: Kota Parepare.

  • Kecamatan: Bacukiki Barat dan Ujung.

  • Desa: Kelurahan Kampung Baru dan Kelurahan Tiro Sompe.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Wisata Kuliner, dan Ruang Terbuka Publik (Waterfront).

  • Deskripsi Menarik: Mattirotasi merupakan jantung aktivitas warga Parepare di sore hari yang menawarkan pemandangan garis pantai panjang dengan latar belakang perbukitan dan kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan. Keunikan utamanya adalah “Tanggul Mattirotasi” yang menjadi tempat olahraga, bersantai menikmati matahari terbenam, hingga berburu kuliner kaki lima. Kawasan ini telah ditata cantik dengan pedestrian yang luas, taman bermain, dan akses langsung ke laut untuk menikmati hembusan angin Selat Makassar.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Golden Jewel.

    2. Hotel Grand Kartika.

    3. Hotel Pare Wisata.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Syariah Mattirotasi.

    2. Guest House 288.

    3. Pondok Shafa.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    1. Ikan Bakar dan Barobbo (Bubur jagung khas Sulawesi).

    2. Nasu Palekko (Bebek/ayam bumbu pedas).

    3. Pallumara (Sup ikan kuning).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    1. Roti Mantao Parepare.

    2. Pisang Epe (Pisang bakar sirup gula merah).

    3. Jalangkote dan Panada.

  • Souvenir Khas Daerah:

    1. Kerajinan Kulit Kerang.

    2. Kain Sutra Bugis.

    3. Miniatur Patung Cinta Habibie-Ainun.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    1. Festival Seni dan Budaya Parepare.

    2. Pameran UMKM Parepare Expo.

    3. Pertunjukan Musik Rakyat di area panggung terbuka.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    1. Kendaraan Pribadi (Mobil/Motor).

    2. Angkutan Kota (Pete-pete).

    3. Ojek dan Taksi Online.

  • Rute standar perjalanan dari Kota Makassar: Mengikuti jalur Trans Sulawesi (Makassar-Maros-Pangkep-Barru-Parepare) selama kurang lebih 3 jam. Setibanya di perbatasan Parepare (Lumpue), ambil jalur kiri menuju Jalan Mattirotasi yang membentang di sepanjang pesisir pantai sebelum memasuki pusat kota.

  • rute Alternatif dari Kota kota makassar: Menggunakan Jalur Kereta Api Trans Sulawesi dari Stasiun Mandai menuju Stasiun Garongkong (Barru), kemudian melanjutkan perjalanan dengan angkutan darat atau mobil sewa selama 45 menit menuju Jalan Mattirotasi di pusat Kota Parepare.

Tonrageng River Side

Tonrangeng Riverside: Destinasi Estetik di Tepian Sungai Karajae

  • Dikenal dengan Nama: Tonrangeng Riverside (Tepi Sungai Tonrangeng).

  • Lokasi: Jalan Latassakka, Kelurahan Lumpue (Area Jembatan Tonrangeng).

  • Kabupaten: Kota Parepare.

  • Kecamatan: Bacukiki Barat.

  • Desa: Kelurahan Lumpue.

  • Jenis Wisata: Wisata Sungai, Wisata Kuliner, dan Spot Foto (Wisata Selfie).

  • Deskripsi Menarik: Tonrangeng Riverside merupakan kawasan wisata yang memadukan keindahan muara sungai dengan infrastruktur modern. Daya tarik utamanya adalah jembatan layang (flyover) Tonrangeng yang megah dan jalur pedestrian yang rapi di pinggir sungai. Tempat ini sangat populer di sore hingga malam hari karena menawarkan pemandangan lampu-lampu kota yang terpantul di air sungai, serta kedekatannya dengan RS Regional dr. Hasri Ainun Habibie yang memiliki arsitektur unik.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Bukit Kenari (Berada di ketinggian dengan view kota).

    2. Hotel Lotus Parepare.

    3. Hotel Delima Sari.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Kartika.

    2. Guest House Sultan Karajae.

    3. Penginapan Puri Tonrangeng.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    1. Nasu Palekko (Bebek atau ayam bumbu rempah pedas).

    2. Ikan Bakar Pallumara (Sup ikan kuah kuning asam segar).

    3. Mie Titi (Mie kering khas Sulawesi Selatan).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    1. Roti Mantao Parepare (Ikon kuliner kota Parepare).

    2. Sanggara Peppe (Pisang muda goreng geprek).

    3. Bipang Jangkar.

  • Souvenir Khas Daerah:

    1. Kerajinan Kulit Kerang.

    2. Kain Sutra Bugis (Lippa Sabbe).

    3. Kaos bertema ikon Parepare (Habibie-Ainun).

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    1. Festival Salo Karajae (Festival sungai terbesar di Sulawesi Selatan yang masuk kalender event nasional).

    2. Lomba Perahu Naga.

    3. Pentas Seni Budaya Bugis di panggung terbuka riverside.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    1. Kendaraan Pribadi (Motor/Mobil).

    2. Transportasi Online (Grab/Gojek).

    3. Angkutan Kota (Pete-pete).

  • Rute standar perjalanan dari Kota Makassar: Melalui Jalan Poros Makassar – Parepare (Trans Sulawesi) melewati Kabupaten Maros, Pangkep, dan Barru. Jarak tempuh sekitar 150 km dengan waktu sekitar 3 jam 30 menit. Setelah melewati gapura selamat datang Kota Parepare, belok kiri di area Tonrangeng sebelum masuk ke pusat kota.

  • rute Alternatif dari Kota kota makassar: Menggunakan Jalur Kereta Api Trans Sulawesi dari Stasiun Mandai/Maros menuju Stasiun Garongkong (Barru), kemudian melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum atau travel selama 30 menit ke arah Parepare. Pilihan lain adalah rute darat via Bulu Dua jika ingin menikmati pemandangan pegunungan dari arah Kabupaten Soppeng.

Translate »