Gedung Sate – Kemegahan Arsitektur Bersejarah di Jantung Jawa Barat

Gedung Sate – Kemegahan Arsitektur Bersejarah di Jantung Jawa Barat

  • Dikenal dengan Nama: Gedung Sate (Gouvernements Bedrijven)

  • Lokasi: Jl. Diponegoro No. 22

  • Kabupaten: Kota Bandung Kecamatan: Bandung Wetan Desa: Citarum

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Arsitektur, dan Edukasi

  • Deskripsi Menarik: Gedung Sate merupakan ikon paling ikonik di Jawa Barat yang dibangun pada tahun 1920. Keunikan utamanya terletak pada ornamen “tusuk sate” dengan enam buah ornamen air mancur (atau bunga melati) di puncak menara yang melambangkan biaya pembangunan sebesar 6 juta Gulden. Gedung ini memadukan gaya arsitektur Neoklasik, Renaissance, dan elemen lokal Nusantara. Pengunjung kini bisa menikmati Museum Gedung Sate yang sangat modern dengan teknologi interaktif di bagian dalamnya.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Pullman Bandung Grand Central

    2. Hotel Gasibu Prima

    3. Ibis Styles Bandung City Centre

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. RedDoorz near Gasibu Bandung

    2. Bobobox Pods Paskal (Area jangkauan pusat)

    3. Shakti Capsule Guesthouse

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Nasi Timbel, Lotek Kalipah Apo, dan Sate Maranggi

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Batagor, Siomay Bandung, dan Peuyeum (Tapai Singkong)

  • Souvenir Khas Daerah: Angklung Mini, Kaos khas Bandung, dan Kartika Sari/Prima Rasa (Bolu & Pastry)

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Gedung Sate Festival, Upacara Hari Jadi Jawa Barat, dan berbagai pameran seni di area Lapangan Gasibu.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Angkutan Kota (Angkot), Bus Trans Metro Bandung, Taksi/Ojek Online, dan Bandros (Bandung Tour on Bus).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), menggunakan Bus Primajasa atau Travel (Lintas, DayTrans, dll) langsung menuju Bandung dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam via Tol Cipularang.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, menggunakan shuttle bus atau bus Damri menuju pusat Kota Bandung via Tol Cisumdawu dengan waktu tempuh sekitar 1,5 – 2 jam.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat terdekat: Dari Stasiun Bandung (Pusat Kota), hanya berjarak sekitar 10-15 menit menggunakan taksi online atau angkutan kota arah St. Hall – Dago melewati Jalan Merdeka.

Jogja: Di Mana Waktu Memilih untuk Berhenti Sejenak

Jogja: Di Mana Waktu Memilih untuk Berhenti Sejenak

Yogyakarta bukan sekadar titik di peta, dan Malioboro bukanlah sekadar nama aspal yang membentang. Ia adalah denyut nadi yang memompa kehidupan ke seluruh penjuru kota. Di sini, udara seolah membawa bisikan sejarah yang bercampur mesra dengan riuh rendah modernitas.

Harmoni dalam Setiap Langkah

Berjalan di Malioboro adalah seni menikmati kontradiksi yang indah. Di satu sisi, bangunan kolonial yang angkuh dan kokoh berdiri sebagai saksi bisu masa lalu. Di sisi lain, deretan pedagang kaki lima dan senyum tulus para pengrajin lokal memberikan kehangatan yang membumi.

Setiap sudutnya menawarkan pertunjukan tanpa naskah:

  • Alunan musik jalanan yang mendayu, menggantikan kebisingan klakson kota.

  • Aroma khas bakpia dan kopi jos yang menari-nari di udara.

  • Sapaan ramah “Monggo, pinarak” yang mengingatkan kita bahwa di sini, manusia lebih berharga daripada sekadar transaksi.

Ruang Batin di Tengah Keramaian

Bagi banyak orang, Malioboro bukan sekadar destinasi berburu buah tangan. Ia adalah ruang kontemplasi. Di antara ribuan orang yang melintas, selalu ada sudut bangku kayu untuk kita duduk terdiam, membiarkan jiwa menyerap semangat Jawa yang tetap hangat di tengah gempuran zaman. Ada nuansa romantis yang sulit dijelaskan—sebuah rasa “pulang” ke rumah yang bahkan mungkin belum pernah kita tingali.

Sihir yang Muncul Saat Senja

Namun, keajaiban yang sesungguhnya baru dimulai saat matahari perlahan tenggelam di ufuk barat. Lampu-lampu kota mulai berpijar kuning keemasan, memberikan efek magis pada setiap jengkal jalan.

Tirai malam membuka panggung kebersamaan yang baru:

  1. Angkringan mulai dipadati pengunjung dari berbagai kasta yang duduk sama rendah di atas tikar bambu.

  2. Canda tawa pecah di sela-sela kepulan asap teh nasgitel (panas, legi, kenthel).

  3. Malioboro menjelma menjadi ruang tamu raksasa, tempat asing menjadi kawan, dan cerita mengalir tanpa sekat.

Jogja memang istimewa, bukan karena kemegahannya, tapi karena ia tahu cara memeluk siapa saja yang datang dengan rasa rindu.

Komunitas Ontel Jogja : Menyusuri Kota dengan Nuansa Masa Lalu

Komunitas Ontel Jogja: Menyusuri Kota dengan Nuansa Masa Lalu

Di tengah pesatnya modernisasi Kota Yogyakarta, hadir Komunitas Ontel Jogja sebagai pengingat akan romantisme masa lampau. Dengan sepeda klasik yang terawat apik dan busana tradisional yang on point, komunitas ini rutin menyusuri sudut-sudut kota, menghadirkan suasana tempo dulu yang unik dan penuh makna. Mereka bukan sekadar lewat, tapi sedang membawa fragmen sejarah ke aspal masa kini.

Bukan sekadar gowes biasa, setiap kayuhan pedal mereka adalah wujud kecintaan terhadap sejarah, budaya, dan vibes kebersamaan yang tulus. Keberadaan komunitas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya yang ingin merasakan atmosfer Jogja dengan cara yang berbeda. Di mata mereka, sepeda tua ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan mesin waktu yang masih berfungsi dengan sangat baik.

Melalui gerakan sederhana namun penuh nilai, Komunitas Ontel Jogja menjadi bagian dari wajah pariwisata budaya yang patut diapresiasi. Mereka menyatu dengan arsitektur kota, keramahan warganya, dan suasana heritage yang tetap lestari. Sebuah pengalaman wisata yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat makna karena berhasil memadukan gaya hidup modern dengan etika masa silam.

Saat mentari mulai meredup, barisan sepeda ini menciptakan siluet estetik di sepanjang Jalan Margomulyo hingga titik nol. Tak jarang para anggota saling bertukar cerita mengenai asal-usul sepeda mereka yang sudah berusia puluhan tahun, menciptakan ruang edukasi yang santai namun berbobot. Inilah bukti bahwa untuk menjadi keren, kita tidak selalu harus berlari mengejar masa depan, tapi juga mampu menghargai apa yang telah tertinggal di belakang.

Komunitas ini adalah bukti bahwa “klasik” bukan berarti ketinggalan zaman, melainkan sebuah bentuk kemapanan selera. Mereka adalah penjaga memori kolektif yang memastikan bahwa derit rantai sepeda tua tetap memiliki tempat di bisingnya kota modern. Jogja akan selalu punya cara untuk tetap membumi, dan melalui komunitas ini, sejarah tidak hanya dibaca di buku, tapi dirasakan langsung melalui hembusan angin di atas sadel tua.

Museum Kereta Api Ambarawa: Pesona Sejarah Perkeretaapian Hindia Belanda

Museum Kereta Api Ambarawa: Pesona Sejarah Perkeretaapian Hindia Belanda

  • Dikenal dengan Nama: Indonesian Railway Museum (Museum Kereta Api Ambarawa)

  • Lokasi: Terletak di pusat kota Ambarawa, menempati bekas Stasiun Willem I yang dibangun pada tahun 1873.

  • Kabupaten: Semarang Kecamatan: Ambarawa Desa: Panjang

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah / Edukasi / Wisata Rel

  • Deskripsi Menarik: Museum ini merupakan salah satu museum kereta api terbesar di Asia Tenggara yang menyimpan koleksi lokomotif uap legendaris. Daya tarik utamanya adalah perjalanan wisata menggunakan kereta uap kuno yang melalui jalur rel bergerigi (rack rail), salah satu dari sedikit yang masih tersisa di dunia. Pengunjung bisa menikmati pemandangan Rawa Pening dan Gunung Telomoyo sambil merasakan sensasi naik gerbong kayu antik dari masa kolonial.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Griya Persada Hotel & Resort (Bandungan)

    2. Green Valley Resort

    3. Hotel Grandhika (Kota Semarang – sekitar 45 menit)

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Melva Balaneize (Bandungan)

    2. Losmen PJKA (Penginapan bernuansa klasik)

    3. Homestay sekitar Jalan Mgr. Sugiyopranoto

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    • Serabi Ngampin: Serabi kecil dengan kuah santan gula jawa yang banyak dijajakan di daerah Ngampin, Ambarawa.

    • Pecel Mbok Kami: Pecel legendaris khas Ambarawa yang dikenal dengan rasa bumbunya yang mantap.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    • Tahu Serasi: Tahu putih khas Bandungan yang sangat lembut dan gurih.

    • Torakur: Tomat rasa kurma, manisan unik khas wilayah Bandungan-Ambarawa.

  • Souvenir Khas Daerah:

    • Miniatur Lokomotif: Replika kereta api kuno yang dibuat oleh pengrajin lokal.

    • Produk Rajut Ambarawa: Berbagai kerajinan tangan tekstil hasil karya komunitas kreatif setempat.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Festival Ambarawa: Acara tahunan yang menampilkan parade budaya dan pameran sejarah perkeretaapian.

    • Kirab Budaya Merti Desa: Ritual syukur masyarakat sekitar yang biasanya menampilkan seni kuda lumping atau reog.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    • Bus Trans Jateng, Angkutan Kota (Angkot), Mobil Pribadi, dan Kereta Wisata (khusus di dalam jalur museum).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat:

    • Dari Bandara Internasional Ahmad Yani (Semarang): Menggunakan taksi atau kendaraan sewa masuk ke Jalan Tol Semarang-Solo, keluar di Gerbang Tol Bawen, lalu belok kanan menuju arah Ambarawa (sekitar 15 menit dari tol). Total waktu tempuh sekitar 60 menit.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat:

    • Dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA): Menggunakan kendaraan darat via Magelang menuju arah Semarang. Perjalanan melewati jalur Secang dan masuk ke wilayah Ambarawa dengan waktu tempuh sekitar 2,5 – 3 jam.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat terdekat:

    • Dari Kota Salatiga: Cukup berkendara ke arah barat menuju arah Semarang/Ambarawa melalui Lingkar Selatan Salatiga atau jalur utama Solo-Semarang dengan waktu tempuh sekitar 20–30 menit saja.

Kepulauan Karimunjawa: Zamrud Hijau di Laut Jawa

Kepulauan Karimunjawa: Zamrud Hijau di Laut Jawa

  • Dikenal dengan Nama: Karimunjawa (The Paradise of Java)

  • Lokasi: Terletak di Laut Jawa, sekitar 83 kilometer di utara Kabupaten Jepara.

  • Kabupaten: Jepara Kecamatan: Karimunjawa Desa: Karimunjawa (Pusat Pemerintahan)

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari / Taman Nasional Laut / Konservasi Alam

  • Deskripsi Menarik: Karimunjawa merupakan gugusan 27 pulau yang menawarkan keindahan bawah laut yang luar biasa dengan terumbu karang yang sehat dan ikan tropis yang beragam. Destinasi ini sangat ikonik dengan pengalaman berenang bersama hiu penyu di penangkaran, pantai berpasir putih yang sangat halus, serta hutan mangrove yang luas. Karena statusnya sebagai Taman Nasional, kelestarian alamnya sangat dijaga, menjadikannya destinasi impian bagi pecinta diving dan snorkeling di Indonesia.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Kura Kura Resort (Pulau Menjawakan)

    2. Java Paradise Resort

    3. D’Season Premiere Karimunjawa

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Kalimasada

    2. Ayu Hotel Karimunjawa

    3. The Happinezz Hills

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    • Pindang Serani: Sup ikan dengan kuah bening yang memiliki rasa segar, asam, dan pedas yang khas.

    • Bakso Ikan Ekor Kuning: Bakso yang terbuat dari daging ikan ekor kuning segar hasil tangkapan nelayan setempat.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    • Pisang Panggang Karimunjawa: Pisang yang dipanggang dengan cara unik dan disajikan sebagai teman minum kopi di sore hari.

    • Kerupuk Kerapu: Kerupuk gurih yang terbuat dari bahan dasar ikan kerapu.

  • Souvenir Khas Daerah:

    • Kerajinan Kayu Dewadaru: Kayu khas Karimunjawa yang dipercaya memiliki tuah dan dijadikan tasbih, tongkat, atau gelang.

    • Kaos Karimunjawa: Pakaian dengan desain visual keindahan laut dan pulau-pulau di Karimunjawa.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Barikan Besar: Upacara adat sebagai bentuk syukur masyarakat nelayan yang ditandai dengan arak-arakan tumpeng nasi kuning dan dilarung ke laut.

    • Perayaan Hari Jadi Karimunjawa: Menampilkan berbagai festival seni dan budaya lokal masyarakat pesisir.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    • Kapal Cepat Express Bahari, Kapal Feri Siginjai, Perahu Wisata (Antar Pulau), dan Pesawat Terbang (Susi Air).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat:

    • Dari Bandara Internasional Ahmad Yani (Semarang): Perjalanan darat menuju Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang) atau Pelabuhan Kartini (Jepara), kemudian menyeberang menggunakan Kapal Cepat Express Bahari (sekitar 2 jam dari Jepara atau 3,5 jam dari Semarang).

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat:

    • Dari Bandara Internasional Ahmad Yani (Semarang): Mengambil penerbangan perintis (Susi Air) menuju Bandara Dewadaru di Karimunjawa dengan waktu tempuh hanya sekitar 30 menit.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat terdekat:

    • Dari Kota Jepara: Menuju Pelabuhan Kartini. Tersedia dua pilihan kapal: Kapal Feri Siginjai (waktu tempuh ±4-5 jam) yang lebih ekonomis dan bisa memuat kendaraan, atau Kapal Cepat Express Bahari (waktu tempuh ±2 jam).

Baturraden: Pesona Alam Sejuk di Lereng Gunung Slamet

Baturraden: Pesona Alam Sejuk di Lereng Gunung Slamet

  • Dikenal dengan Nama: Lokawisata Baturraden

  • Lokasi: Terletak di lereng sebelah selatan Gunung Slamet dengan ketinggian sekitar 640 meter di atas permukaan laut.

  • Kabupaten: Banyumas Kecamatan: Baturraden Desa: Karangmangu

  • Jenis Wisata: Wisata Alam / Rekreasi Keluarga / Pemandian Air Panas

  • Deskripsi Menarik: Baturraden menawarkan perpaduan pemandangan alam yang hijau, udara pegunungan yang sangat sejuk, dan legenda percintaan antara Suta (pelayan) dan Raden (putri raja). Destinasi ini sangat lengkap karena memiliki air terjun (Curug), kolam renang, pemandian air panas belerang (Pancuran Pitu dan Pancuran Telu), serta taman botani. Dari titik tertentu, pengunjung dapat melihat pemandangan Kota Purwokerto hingga garis pantai Cilacap di kejauhan.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Grand Kanaya Hotel Baturraden

    2. Queen Garden Hotel

    3. Green Valley Resort

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Desa Wisata Karangmangu

    2. Pondok Slamet

    3. Guest House Baturraden

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    • Mendoan: Tempe tipis lebar yang digoreng setengah matang dengan tepung berbumbu dan irisan daun bawang.

    • Sroto Sokaraja: Soto khas Banyumas yang menggunakan bumbu kacang dan kerupuk cantir warna-warni.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    • Gethuk Goreng Sokaraja: Manis legit terbuat dari singkong dan gula merah.

    • Nopia: Kue kering berbentuk bulat seperti telur yang diisi dengan gula merah atau aneka rasa.

  • Souvenir Khas Daerah:

    • Kaos Dialek Banyumasan: Kaos dengan tulisan bahasa “Ngapak” yang unik.

    • Kerajinan Bambu: Berupa peralatan rumah tangga atau hiasan dinding khas lereng Gunung Slamet.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Grebeg Suran: Upacara adat masyarakat Baturraden setiap bulan Suro sebagai bentuk syukur dengan mengarak tumpeng dan hasil bumi.

    • Pentas Seni Lengger: Tarian tradisional khas Banyumasan yang sering dipentaskan di panggung hiburan lokawisata.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    • Mobil Pribadi, Sepeda Motor, Angkutan Kota (Angkot), dan Bus Trans Jateng.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat:

    • Dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA): Menggunakan kereta api bandara menuju Stasiun Yogyakarta, dilanjutkan Kereta Api jarak jauh menuju Stasiun Purwokerto. Dari stasiun, perjalanan darat sekitar 30 menit menuju Baturraden.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat:

    • Dari Bandara Internasional Ahmad Yani (Semarang): Perjalanan darat melewati jalur tengah Jawa (Wonosobo-Banjarnegara-Purbalingga) menuju Purwokerto, kemudian naik ke arah utara menuju Baturraden.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat terdekat:

    • Dari Kota Purwokerto: Langsung menuju ke utara melalui Jalan Raya Baturraden. Jalur ini merupakan jalan utama yang sangat mudah diakses dengan waktu tempuh hanya sekitar 15-20 menit dari pusat kota.

Pantai Tiga Warna: Pesona Gradasi Laut di Kawasan Konservasi Mandiri

Pantai Tiga Warna: Pesona Gradasi Laut di Kawasan Konservasi Mandiri

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Tiga Warna (Clungup Mangrove Conservation – CMC)

  • Lokasi: Terletak di wilayah Malang Selatan, berbatasan langsung dengan Cagar Alam Pulau Sempu.

  • Kabupaten: Malang Kecamatan: Sumbermanjing Wetan Desa: Tambakrejo

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari / Kawasan Konservasi Alam / Wisata Edukasi Lingkungan

  • Deskripsi Menarik: Pantai ini dinamakan “Tiga Warna” karena memiliki gradasi warna air yang unik yaitu biru tua, hijau, dan putih kemerahan akibat perbedaan kedalaman dan vegetasi bawah laut. Sebagai kawasan konservasi, pengunjung diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu dan jumlahnya dibatasi. Setiap barang bawaan yang berpotensi menjadi sampah akan didata secara ketat di pos masuk guna menjaga keasrian lingkungan.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel YNO Castle Kepanjen

    2. Grand Miami Hotel

    3. Hotel Purnamasari

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Pondok Wisata Berkah Alam (Sendang Biru)

    2. Lina Homestay

    3. Ariesta Homestay

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    • Ikan Bakar Sendang Biru: Ikan tuna atau tongkol segar hasil tangkapan nelayan setempat.

    • Sego Empal Malang: Nasi dengan lauk daging sapi goreng bumbu rempah.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    • Keripik Apel: Camilan ikonik khas Malang yang renyah.

    • Carang Mas: Jajanan manis dari ubi jalar dan gula merah.

  • Souvenir Khas Daerah:

    • Abon Ikan Tuna: Hasil olahan ikan segar dari pesisir Malang Selatan.

    • Kaos Dialek Malangan: Pakaian dengan tulisan khas “Boso Walikan”.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Petik Laut Sendang Biru: Ritual syukuran nelayan yang diadakan setiap bulan Suro.

    • Labuhan: Upacara adat masyarakat pesisir pantai selatan.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    • Mobil Pribadi, Sepeda Motor, dan Bus DAMRI (Trayek Stasiun Malang – Sendang Biru).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat:

    • Dari Bandara Internasional Juanda (Surabaya): Menuju Tol Surabaya-Malang, keluar di Exit Tol Singosari, lalu arahkan kendaraan menuju Turen dan lanjut ke Sumbermanjing Wetan hingga sampai di area Sendang Biru.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat:

    • Dari Bandara Abdulrachman Saleh (Malang): Melewati jalur Pakis menuju Bululawang, dilanjutkan ke arah Turen dan mengikuti petunjuk arah menuju Pantai Sendang Biru/Clungup Mangrove Conservation.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat terdekat:

    • Dari Kota Malang: Mengambil rute ke arah selatan melewati Gadang, lalu menuju Bululawang dan Turen. Perjalanan dilanjutkan menyusuri jalur perbukitan Sumbermanjing Wetan hingga mencapai lokasi parkir utama CMC.

House of Sampoerna: Jejak Sejarah Kretek di Bangunan Kolonial nan Megah

House of Sampoerna: Jejak Sejarah Kretek di Bangunan Kolonial nan Megah


  • Dikenal dengan Nama: House of Sampoerna (HoS)

  • Lokasi: Jl. Taman Sampoerna No. 6, Krembangan Utara

  • Kabupaten: Kota (Surabaya)

  • Kecamatan: Pabean Cantian

  • Desa: Kelurahan Krembangan Utara

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah / Museum / Wisata Budaya & Industri

  • Deskripsi Menarik: Berlokasi di bangunan bergaya kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1862, museum ini menawarkan pengalaman unik melihat sejarah industri kretek di Indonesia. Pengunjung dapat melihat koleksi pemantik kuno, replika warung kelontong pertama, hingga menyaksikan ribuan pekerja wanita melinting rokok secara manual dengan kecepatan luar biasa dari lantai dua. Suasana interior yang elegan dengan aroma cengkeh yang khas menjadikan tempat ini salah satu ikon wisata paling berkelas di Surabaya.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Arcadia Surabaya by Horison

    2. Hotel Majapahit Surabaya MGallery (Ikonik & Bersejarah)

    3. Quest Hotel Darmo Surabaya

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Tab Capsule Hotel (Kayoon)

    2. My Studio Hotel City Center

    3. RedDoorz near Taman Remaja Surabaya

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    • Lontong Balap Garuda: Hidangan legendaris berisi lontong, tauge, tahu, dan lentho dengan kuah gurih.

    • Rujak Cingur: Salad tradisional Surabaya dengan bumbu petis dan irisan moncong sapi yang kenyal.

    • Sate Klopo Ondomohen: Sate daging sapi atau ayam yang dibalur parutan kelapa sebelum dibakar.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    • Almond Crispy Cheese: Camilan tipis renyah yang menjadi buah tangan kekinian khas Surabaya.

    • Spiku (Lapis Surabaya): Kue lapis lembut dengan resep kuno yang sangat populer.

  • Souvenir Khas Daerah:

    • Batik Surabaya: Memiliki motif khas seperti kembang semanggi atau hiu dan buaya (Sura dan Baya).

    • Miniatur Patung Sura & Baya: Simbol ikonik kota Surabaya.

    • Sirup Telasih: Sirup legendaris yang sering ditemukan di kawasan wisata sejarah Surabaya.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Surabaya Heritage Track (SHT): Tur bus gratis berkeliling bangunan bersejarah di Surabaya yang dikelola oleh pihak museum.

    • Festival Rujak Uleg: Acara tahunan dalam rangka HUT Kota Surabaya yang biasanya diadakan di area sekitar kota tua.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    • Bus Surabaya Heritage Track, Suroboyo Bus, Taksi Online/Konvensional, Ojek Online, dan Becak Wisata.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat:

    • Dari Bandara Internasional Juanda (Sidoarjo/Surabaya): Masuk ke Jalan Tol Waru-Juanda, lanjut ke Tol Surabaya-Gresik, keluar di gerbang tol Dupak. Menuju arah Jembatan Merah/Krembangan. Waktu tempuh sekitar 45–60 menit tergantung kondisi lalu lintas.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat:

    • Menggunakan Bus DAMRI dari Bandara Juanda menuju Terminal Purabaya (Bungurasih), dilanjutkan dengan naik Bus Kota atau Suroboyo Bus arah Perak/Jembatan Merah.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat:

    • Dari Stasiun Surabaya Kota (Semut) atau Stasiun Pasar Turi: Karena lokasinya sangat dekat, Anda bisa menggunakan ojek online atau taksi dengan waktu tempuh hanya sekitar 10–15 menit menuju kawasan Krembangan.

Gili Ketapang: Surga Snorkeling dan Keasrian Pasir Putih di Selat Madura

Gili Ketapang: Surga Snorkeling dan Keasrian Pasir Putih di Selat Madura


  • Dikenal dengan Nama: Gili Ketapang

  • Lokasi: Terletak di Selat Madura, sekitar 8 kilometer di lepas pantai utara Probolinggo.

  • Kabupaten: Probolinggo

  • Kecamatan: Sumberasih

  • Desa: Gili Ketapang

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari / Wisata Snorkeling / Wisata Religi

  • Deskripsi Menarik: Gili Ketapang adalah pulau kecil berpasir putih yang sangat terkenal sebagai spot snorkeling terbaik di Jawa Timur untuk melihat ikan Nemo. Pulau ini memiliki air yang jernih dengan ekosistem terumbu karang yang masih terjaga. Selain keindahan bawah lautnya, pulau ini memiliki sisi religius dengan adanya Goa Kucing dan petilasan Syech Maulana Ishaq. Penduduk pulau ini mayoritas suku Madura yang berprofesi sebagai nelayan, memberikan suasana desa pesisir yang kental dan ramah.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. BeeJay Bakau Resort (Sekitar pelabuhan)

    2. Bromo Park Hotel Probolinggo

    3. Hotel Ratna Syariah

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Caldera Park Homestay Syariah

    2. Clover Homestay Probolinggo

    3. Bromo Sunrise Homestay

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    • Ikan Bakar Gili: Ikan segar hasil tangkapan nelayan setempat yang dibakar dengan bumbu khas dan disajikan dengan sambal pedas.

    • Kepiting Olok: Olahan kepiting muda (olok) dengan bumbu rempah khas Probolinggo yang gurih dan manis.

    • Nasi Jagung: Makanan pokok alternatif warga lokal yang disajikan dengan lauk pauk khas pesisir.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    • Kerupuk Ikan Jenggelek: Kerupuk khas pulau yang terbuat dari olahan ikan dengan rasa yang sangat gurih.

    • Ketan Kratok: Ketan yang dicampur dengan kacang koro (kratok) dan siraman juruh (cairan gula merah).

  • Souvenir Khas Daerah:

    • Kerupuk Ikan Mentah: Oleh-oleh khas Gili Ketapang yang siap digoreng di rumah.

    • Rengginang Ikan: Variasi rengginang dengan campuran sari ikan tenggiri atau cumi.

    • Olahan Mangga Probolinggo: Manisan atau olahan mangga khas daerah Probolinggo (tersedia di pusat kota).

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Petolekoran: Tradisi tahunan setiap tanggal 27 Ramadhan di mana ribuan warga pulau “menyerbu” Kota Probolinggo untuk belanja kebutuhan Lebaran.

    • Petik Laut: Upacara syukur para nelayan dengan melarung sesaji ke tengah laut sebagai bentuk terima kasih atas hasil laut.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    • Kapal Motor Tradisional (untuk menyeberang), Perahu Wisata, Bentor (di daratan Probolinggo), dan Kereta Api (menuju stasiun terdekat).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat:

    • Dari Bandara Internasional Juanda (Surabaya): Menggunakan travel atau bus lewat Tol Paspro (Pasuruan-Probolinggo) menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga Barat di Kota Probolinggo. Dari pelabuhan, dilanjutkan dengan kapal motor menuju pulau (sekitar 30-40 menit).

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat:

    • Dari Bandara Abdulrachman Saleh (Malang): Menggunakan kendaraan darat via jalur Malang-Purwosari-Pasuruan menuju Probolinggo. Waktu tempuh sekitar 2-3 jam perjalanan darat sebelum menyeberang dari pelabuhan.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat:

    • Dari Pusat Kota Probolinggo: Cukup menuju Pelabuhan Tanjung Tembaga menggunakan angkutan kota atau ojek online. Penyeberangan umum biasanya tersedia dari pagi hingga sore hari.

Skydeck Halte Bundaran HI

Skydeck Halte Bundaran HI

Dikenal dengan Nama: Skydeck Bundaran HI (Halte Ikonik TransJakarta).

Lokasi: Halte TransJakarta Bundaran HI, Jalan M.H. Thamrin. 

Kabupaten: Kota Jakarta Pusat.

Kecamatan: Menteng.

Desa: Kelurahan Gondangdia.

Jenis Wisata: Wisata Selfie (Instagramable), Landmark Modern, dan Wisata Transportasi Umum.

Deskripsi Menarik: Merupakan anjungan pandang yang terletak di lantai dua Halte TransJakarta Bundaran HI. Skydeck ini menawarkan pemandangan spektakuler 360 derajat ke arah Monumen Selamat Datang dan gedung-gedung pencakar langit di sepanjang jalan Thamrin-Sudirman. Desain haltenya sendiri sangat modern menyerupai kapal pesiar megah. Tempat ini menjadi lokasi favorit warga dan turis untuk berfoto dengan latar belakang ikon kota Jakarta yang paling legendaris.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

  • Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.

  • Grand Hyatt Jakarta.

  • Mandarin Oriental Jakarta.

3  Rekomendasi Homestay Terdekat:

  • Konko Hostel Jakarta.

  • Sleepy Raccoon Hostel.

  • RedDoorz Plus near Grand Indonesia.

Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

  • Bubur Ayam HI: Bubur legendaris yang banyak ditemukan di sekitar area belakang hotel-hotel mewah.

  • Soto Betawi H. Ma’ruf: Soto daging otentik yang berada di kawasan dekat Cikini/Menteng.

  • Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih: Kuliner malam legendaris yang jaraknya cukup dekat dari Bundaran HI.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

  • Kue Rangi: Camilan tradisional yang terkadang dijual pedagang keliling di area trotoar Thamrin.

  • Roti Lauw: Roti jadul khas Jakarta yang sering dijajakan dengan sepeda di kawasan Menteng.

  • Kerak Telor: Biasanya tersedia melimpah saat acara Car Free Day di hari Minggu.

  • Souvenir Khas Daerah:

  • Merchandise TransJakarta: Produk resmi bertema transportasi umum Jakarta yang tersedia di toko tertentu.

  • Batik Keris: Tersedia di pusat perbelanjaan sekitar (Sarinah atau Grand Indonesia).

  • Miniatur Monas: Pajangan khas Jakarta yang banyak dijual di pusat oleh-oleh terdekat.

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

  • Car Free Day (CFD): Setiap hari Minggu pagi, area ini menjadi pusat olahraga dan parade budaya warga Jakarta.

  • Panggung Hiburan HUT Jakarta: Bundaran HI selalu menjadi titik utama perayaan malam muda-mudi atau ulang tahun kota.

  • Festival Malam Tahun Baru: Lokasi utama pesta kembang api dan panggung musik nasional.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

  • TransJakarta (Koridor 1: Blok M – Kota).

  • MRT Jakarta (Turun di Stasiun Bundaran HI).

  • Kendaraan pribadi atau transportasi daring.

Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, gunakan Kereta Bandara (Railink) dan turun di Stasiun BNI City, kemudian berjalan kaki sedikit menuju Stasiun MRT Dukuh Atas ke arah Bundaran HI atau naik TransJakarta.

Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Halim Perdanakusuma, gunakan taksi daring atau bus TransJakarta menuju Halte Cawang, lalu transit menuju arah Bundaran HI/Kota.

Rute Alternatif dari Kota Terdekat terdekat: Dari arah Bogor atau Depok, gunakan KRL Commuter Line turun di Stasiun Sudirman, lalu berjalan kaki sekitar 10 menit menyusuri trotoar Jl. Sudirman menuju Halte Bundaran HI.

Ragunan Zoo (Taman Margasatwa Ragunan)

Ragunan Zoo (Taman Margasatwa Ragunan)

Dikenal dengan Nama: Kebun Binatang Ragunan. ✦ Lokasi: Jalan Harsono RM No. 1, Ragunan. ✦ Kabupaten: Kota Jakarta Selatan. ✦ Kecamatan: Pasar Minggu. ✦ Desa: Kelurahan Ragunan. ✦ Jenis Wisata: Wisata Edukasi, Konservasi Alam, dan Rekreasi Keluarga. ✦ Deskripsi Menarik: Didirikan pada tahun 1864, ini adalah kebun binatang tertua di Indonesia yang berdiri di atas lahan seluas 140 hektar. Memiliki koleksi lebih dari 2.000 ekor satwa dan dikelilingi lebih dari 50.000 pohon, menjadikannya paru-paru kota Jakarta yang sangat sejuk. Fasilitas unggulannya adalah Pusat Primata Schmutzer yang merupakan salah satu pusat konservasi primata terbaik di dunia dengan konsep open zoo. ✦ 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

  1. Swiss-Belinn Simatupang.

  2. Aston Priority Simatupang Hotel.

  3. Sahid Jaya Lippo Cikarang (Area Simatupang). ✦ 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

  4. RedDoorz near Ragunan Zoo.

  5. OYO 106 Ampera Avenue.

  6. Urbanest Inn House TB Simatupang. ✦ Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

  • Soto Betawi: Soto daging sapi dengan kuah santan kental yang banyak dijual di area kantin.

  • Nasi Uduk: Nasi gurih khas Jakarta dengan lauk semur dan sambal kacang.

  • Laksa Betawi: Hidangan berkuah kuning dengan campuran bihun, tauge, dan kemangi. ✦ Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

  • Kerak Telor: Kuliner ikonik yang selalu ada di depan gerbang utama Ragunan.

  • Kue Pancong: Kue berbahan kelapa parut dan tepung beras yang gurih.

  • Arumanis: Jajanan manis rambut nenek yang sangat disukai anak-anak saat piknik. ✦ Souvenir Khas Daerah:

  • Boneka Satwa: Boneka berbentuk harimau, gajah, atau orangutan khas koleksi Ragunan.

  • Kaos Bergambar Satwa: Pakaian dengan desain visual edukasi hewan.

  • Topi Anyaman: Topi pelindung matahari yang sering dibeli pengunjung untuk berkeliling. ✦ Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

  • Pemberian Makan Satwa (Feeding Time): Atraksi edukatif terjadwal yang melibatkan interaksi kiper dan satwa.

  • Pesta Seni Budaya Betawi: Sering diadakan di panggung utama saat libur Lebaran atau HUT Jakarta.

  • Edukasi Konservasi Primata: Program rutin di Pusat Primata Schmutzer untuk pelajar. ✦ Jenis Transportasi yang Digunakan:

  • Bus TransJakarta (Koridor 6 – rute langsung ke halte Ragunan).

  • KRL Commuter Line (Turun di Stasiun Tanjung Barat atau Pasar Minggu).

  • Sepeda (Tersedia penyewaan sepeda untuk berkeliling area dalam kebun binatang). ✦ Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, gunakan taksi daring atau transportasi bandara menuju Ragunan via Jalan Raya Pondok Gede dan Tol JORR (Waktu tempuh sekitar 30-45 menit). ✦ Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, gunakan Bus DAMRI tujuan Pasar Minggu, lalu lanjut dengan ojek atau angkutan kota menuju gerbang Ragunan. ✦ Rute Alternatif dari Kota Terdekat terdekat: Dari Kota Depok, gunakan KRL Commuter Line tujuan Jakarta Kota dan turun di Stasiun Tanjung Barat, dilanjutkan dengan angkutan kota atau ojek daring menuju lokasi.

Museum Fatahillah

Museum Fatahillah

Dikenal dengan Nama: Museum Sejarah Jakarta (Stadhuis van Batavia).

Lokasi: Jalan Taman Fatahillah No. 1, Kawasan Kota Tua.

Kabupaten: Kota Jakarta Barat.

Kecamatan: Taman Sari.

Desa: Kelurahan Pinangsia.

Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Budaya, dan Edukasi.

  • Deskripsi Menarik: Gedung bergaya Neoklasik ini dulunya merupakan Balai Kota Batavia yang dibangun pada tahun 1707. Museum ini menyimpan ribuan koleksi benda bersejarah yang menceritakan perjalanan Jakarta dari masa prasejarah hingga kemerdekaan. Daya tarik uniknya mencakup penjara bawah tanah yang sempit, Meriam Si Jagur yang ikonik di halaman belakang, serta atmosfer kolonial yang sangat kental di seluruh sudut bangunan.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

  • Mercure Jakarta Kota.

  • Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk.

  • Bobobox Kota Tua.

3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

  • Wonderloft Hostel Kota Tua.

  • RedDoorz Plus near Kota Tua.

  • OYO 1550 My Homestay.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:
  • Soto Tangkar: Soto iga sapi khas Betawi dengan kuah rempah kemerahan.

  • Ketoprak: Potongan ketupat, tahu, dan bihun dengan siraman bumbu kacang yang legit.

  • Gado-gado Direksi: Kuliner legendaris Jakarta dengan sayuran segar dan saus kacang halus.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

  • Kerak Telor: Jajanan wajib Betawi dari beras ketan dan telur yang dibakar.

  • Es Selendang Mayang: Minuman segar berisi lapisan sagu warna-warni dan kuah santan.

  • Kue Ape: Serabi tipis khas Jakarta yang memiliki tekstur renyah di pinggirannya.

  • Souvenir Khas Daerah:

  • Replika Sepeda Ontel: Miniatur sepeda klasik yang menjadi ikon Kota Tua.

  • Pajangan Gedung Fatahillah: Souvenir berbentuk bangunan museum dari kayu atau semen.

  • Kaos Tematik Batavia: Pakaian dengan desain visual Jakarta tempo dulu.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

  • Festival Kota Tua: Perayaan seni tahunan yang menampilkan parade budaya nusantara.

  • Pertunjukan Musik Keroncong: Alunan musik klasik yang sering menghiasi halaman museum.

  • Atraksi Manusia Patung: Penampilan seniman lokal yang berpose diam bak pahlawan nasional.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

  • KRL Commuter Line (Turun di Stasiun Jakarta Kota).

  • Bus TransJakarta (Koridor 1).

  • Sepeda Ontel (Penyewaan di area lapangan).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, gunakan Kereta Bandara (Railink) menuju Stasiun BNI City, lalu pindah ke KRL Commuter Line tujuan Stasiun Jakarta Kota.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Halim Perdanakusuma, gunakan taksi atau ojek daring menuju Stasiun Cawang, lalu naik KRL Commuter Line jurusan Jakarta Kota.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat terdekat: Dari pusat Kota Tangerang, naik KRL dari Stasiun Tangerang, transit di Stasiun Duri, dan lanjut menuju Stasiun Jakarta Kota.

Translate »