Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

  • Dikenal dengan Nama: TMII (Miniatur Indonesia).

  • Lokasi: Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

  • Kabupaten: Kota Jakarta Timur. Kecamatan: Cipayung. Desa: Kelurahan Ceger.

  • Jenis Wisata: Wisata Budaya, Edukasi, dan Rekreasi Keluarga.

  • Deskripsi Menarik: TMII merupakan sebuah kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia yang merangkum kekayaan adat istiadat, arsitektur tradisional, dan keragaman hayati dari seluruh provinsi di Indonesia dalam satu area luas. Ikon paling terkenalnya adalah Danau Arsipel yang memiliki miniatur pulau-pulau Indonesia di tengahnya, serta Kereta Gantung yang memungkinkan pengunjung melihat keindahan nusantara dari ketinggian. Setelah revitalisasi, TMII kini mengusung konsep ramah lingkungan dan pejalan kaki.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah.

    2. Oakwood Hotel & Apartments Taman Mini Jakarta.

    3. Hotel Desa Wisata TMII.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. RedDoorz @ Taman Mini.

    2. OYO 130 Home Residence.

    3. Penginapan sekitar Pondok Gede (Bambu Apus).

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    1. Kerak Telor: Kuliner legendaris khas Betawi berbahan ketan dan telur.

    2. Soto Betawi: Soto daging dengan kuah santan atau susu yang gurih.

    3. Nasi Uduk Betawi: Nasi gurih dengan berbagai pilihan lauk seperti semur jengkol dan empal.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    1. Kue Rangi: Camilan dari tepung sagu dan kelapa parut dengan saus gula merah.

    2. Kue Pancong: Kue tradisional berbentuk setengah lingkaran yang gurih dan manis.

    3. Bir Pletok: Minuman rempah tradisional yang menghangatkan namun tidak memabukkan.

  • Souvenir Khas Daerah:

    1. Miniatur Anjungan Daerah: Replika rumah adat dari berbagai provinsi.

    2. Boneka Ondel-ondel: Ikon budaya Jakarta dalam bentuk pajangan.

    3. Kain Batik Betawi: Kain dengan motif khas Jakarta seperti Monas atau Pucuk Rebung.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    1. Parade Busana Daerah: Pawai pakaian adat saat peringatan HUT TMII atau hari besar nasional.

    2. Pertunjukan Wayang Kulit/Orang: Rutin diadakan di Anjungan Jawa Tengah atau Jawa Timur.

    3. Festival Tari Nusantara: Kompetisi atau eksibisi tari tradisional dari berbagai pelosok negeri.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    1. Bus TransJakarta (Koridor 9).

    2. LRT Jabodebek (Stasiun TMII).

    3. Shuttle bus listrik (di dalam kawasan TMII).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Halim Perdanakusuma, menggunakan taksi atau transportasi daring langsung menuju lokasi melalui Jalan Raya Pondok Gede (jarak sangat dekat, sekitar 15-20 menit).

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, menggunakan bus DAMRI tujuan Kampung Rambutan dan turun di dekat pintu masuk TMII, atau melalui Tol JORR keluar di pintu Tol TMII.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat terdekat: Dari pusat Kota Bekasi, dapat menggunakan angkutan kota (K06) atau kendaraan pribadi melalui jalur Kalimalang menuju Pondok Gede dan masuk ke area Ceger/TMII.

Setu Babakan: Jantung Pelestarian dan Keasrian Budaya Betawi

Setu Babakan: Jantung Pelestarian dan Keasrian Budaya Betawi

  • Dikenal dengan Nama: Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan

  • Lokasi: Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa

  • Kabupaten: Kota Jakarta Selatan | Kecamatan: Jagakarsa | Desa: Kelurahan Srengseng Sawah

  • Jenis Wisata: Wisata Budaya, Wisata Edukasi, dan Wisata Alam

  • Deskripsi Menarik: Setu Babakan adalah kawasan seluas 289 hektar yang ditetapkan sebagai pusat pelestarian warisan budaya asli Betawi. Di sini, pengunjung dapat melihat deretan rumah adat Betawi dengan ornamen “gigi balang” yang khas, menyaksikan latihan seni tari serta musik tradisional, hingga melihat pembuatan ondel-ondel secara langsung. Selain aspek budaya, kawasan ini memiliki danau (setu) yang luas yang menawarkan suasana sejuk dan asri untuk bersantai atau naik perahu naga. Terdapat pula Museum Setu Babakan yang menyimpan koleksi perlengkapan hidup masyarakat Betawi tempo dulu, menjadikannya destinasi yang sempurna untuk mengenal akar budaya Jakarta di tengah modernitas kota.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Aston Priority Simatupang, Swiss-Belinn Simatupang, Sahid Jaya Lippo Cikarang (Alternatif: Hotel di area Depok/Margonda)

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay Setu Babakan, Penginapan Srengseng Sawah, Wisma Jagakarsa

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Kerak Telor, Gabus Pucung, dan Pecak Ikan Gurame

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kue Rangi, Dodol Betawi (dimasak langsung di lokasi), dan Geplak

  • Souvenir Khas Daerah: Boneka Ondel-ondel mini, Kaos Ikon Betawi, dan Batik Betawi motif pucuk rebung

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Setu Babakan, Pertunjukan Lenong Betawi, dan Perayaan Lebaran Betawi

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kereta Commuter Line (Stasiun Universitas Pancasila/Lenteng Agung), Bus TransJakarta (Koridor 9H), dan Ojek Online

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, gunakan taksi atau transportasi online menuju Tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) dan keluar di gerbang Tol Lenteng Agung/Depok. Lanjutkan perjalanan menuju arah Srengseng Sawah hingga masuk ke area Perkampungan Budaya Betawi.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan Bus Damri tujuan Pasar Minggu, kemudian dilanjutkan dengan transportasi online atau Angkutan Kota (Angkot) M20 jurusan Pasar Minggu-Jagakarsa.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari arah Kota Depok (Margonda), Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau ojek online dengan waktu tempuh hanya sekitar 15–20 menit melewati jalur Kelapa Dua atau Lenteng Agung.

Museum Nasional Indonesia: Menjelajahi Identitas dan Sejarah Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia: Menjelajahi Identitas dan Sejarah Peradaban Nusantara

  • Dikenal dengan Nama: Museum Nasional / Museum Gajah

  • Lokasi: Jl. Medan Merdeka Barat No. 12

  • Kabupaten: Kota Jakarta Pusat | Kecamatan: Gambir | Desa: Kelurahan Gambir

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Wisata Budaya, dan Wisata Edukasi

  • Deskripsi Menarik: Museum Nasional merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang menyimpan lebih dari 140.000 koleksi benda bersejarah, mulai dari zaman prasejarah, arkeologi, hingga etnografi. Julukan “Museum Gajah” berasal dari patung gajah perunggu di halaman depan yang merupakan hadiah dari Raja Chulalongkorn dari Thailand pada tahun 1871. Bagian dalam museum terbagi menjadi dua gedung utama: Gedung A yang menyimpan koleksi klasik dan Gedung B (Gedung Arca) yang lebih modern. Daya tarik utamanya adalah koleksi emas peninggalan kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara serta koleksi arca-arca megah dari zaman Hindu-Buddha yang tertata sangat rapi dan informatif bagi pengunjung.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Hotel Indonesia Kempinski, Hotel Borobudur Jakarta, Aryaduta Menteng

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Bobobox Pods Juanda, Konko Hostel, Capsule Hotel Old Batavia

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Kerak Telor, Soto Betawi, dan Nasi Uduk Kebon Kacang

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Es Selendang Mayang, Kue Rangi, dan Keripik Biji Betawi

  • Souvenir Khas Daerah: Replika Arca Mini, Batik Betawi, dan Buku Sejarah Nusantara

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pameran Temporer Nasional, Workshop Seni Tradisional, dan Festival Museum

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Bus TransJakarta (Turun di Halte Monas), Kereta Commuter Line (Stasiun Juanda), MRT Jakarta, dan Ojek Online

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, naik Bus Damri tujuan Stasiun Gambir. Dari Gambir, Anda bisa menggunakan transportasi online atau Bus TransJakarta ke arah Monas/Merdeka Barat, museum berada tepat di sisi barat kawasan Monas.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan Kereta Bandara Soekarno-Hatta menuju Stasiun BNI City, dilanjutkan dengan MRT Jakarta menuju Stasiun Bundaran HI, lalu menyambung dengan Bus TransJakarta atau ojek online ke arah Jalan Medan Merdeka Barat.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari pusat Jakarta (Monas), Anda cukup berjalan kaki sekitar 10 menit menyeberangi kawasan Monas menuju arah barat untuk langsung sampai ke pintu masuk museum.

Monumen Nasional (Monas): Ikon Perjuangan dan Lambang Kebanggaan Indonesia

Monumen Nasional (Monas): Ikon Perjuangan dan Lambang Kebanggaan Indonesia

  • Dikenal dengan Nama: Monas / Monumen Nasional

  • Lokasi: Lapangan Medan Merdeka

  • Kabupaten: Kota Jakarta Pusat (Kota Administrasi)

  • Kecamatan: Gambir

  • Desa: Kelurahan Gambir

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Wisata Edukasi, dan Wisata Ikon Kota (Landmark)

  • Deskripsi Menarik: Monas merupakan tugu peringatan setinggi 132 meter yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Bagian puncaknya berbentuk lidah api yang dilapisi emas murni seberat 50 kg, melambangkan semangat yang tak kunjung padam. Di bagian dasar monument terdapat Museum Sejarah Nasional yang menampilkan diorama perjalanan sejarah Indonesia sejak masa prasejarah hingga orde baru. Pengunjung dapat naik ke pelataran puncak untuk menikmati pemandangan panorama gedung pencakar langit Jakarta dari ketinggian. Di sekeliling tugu terdapat taman seluas 80 hektar yang menjadi ruang terbuka hijau bagi warga untuk berolahraga, melihat atraksi rusa, atau menikmati pertunjukan air mancur menari pada akhir pekan.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Hotel Indonesia Kempinski, Hotel Borobudur Jakarta, Aryaduta Menteng

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Bobobox Pods Juanda, Konko Hostel, Capsule Hotel Old Batavia

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Kerak Telor, Soto Betawi, dan Nasi Uduk Kebon Kacang

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Es Selendang Mayang, Kue Rangi, dan Keripik Biji Betawi

  • Souvenir Khas Daerah: Miniatur Monas, Boneka Ondel-ondel, dan Batik Betawi

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pekan Raya Jakarta (Pesta Rakyat), Upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus, dan Festival Budaya Betawi

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Bus TransJakarta, Kereta Commuter Line (Stasiun Juanda/Gondangdia), MRT Jakarta, dan Kereta Wisata (di dalam area taman)

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, naik Bus Damri jurusan Stasiun Gambir. Monas terletak tepat di seberang Stasiun Gambir, sehingga Anda hanya perlu berjalan kaki menuju pintu masuk IRTI Monas atau pintu masuk depan Stasiun Gambir.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan Kereta Bandara Soekarno-Hatta menuju Stasiun BNI City, dilanjutkan dengan transportasi online atau MRT menuju arah Bundaran HI/Monas.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari pusat perbelanjaan Grand Indonesia atau Plaza Indonesia, Anda bisa menggunakan Bus TransJakarta Koridor 1 (Blok M – Kota) dan turun di Halte Monas yang berada tepat di sisi barat kawasan.

Kota Tua Jakarta: Menjelajahi Lorong Waktu Batavia Lama

Kota Tua Jakarta: Menjelajahi Lorong Waktu Batavia Lama

  • Dikenal dengan Nama: Kawasan Kota Tua Jakarta / Oud Batavia

  • Lokasi: Kawasan Pinangsia

  • Kabupaten: Kota Jakarta Barat (Kota Administrasi)

  • Kecamatan: Taman Sari

  • Desa: Kelurahan Pinangsia

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Wisata Budaya, dan Wisata Edukasi

  • Deskripsi Menarik: Kota Tua Jakarta merupakan kawasan bersejarah yang menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda pada abad ke-16. Ikon utamanya adalah Lapangan Fatahillah yang dikelilingi oleh bangunan kolonial megah yang kini difungsikan sebagai museum, seperti Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, dan Museum Seni Rupa & Keramik. Pengunjung dapat menikmati suasana klasik dengan menyewa sepeda ontel berwarna-warni lengkap dengan topi kumpeni, berfoto dengan manusia patung, atau sekadar menikmati arsitektur Eropa klasik. Pada malam hari, kawasan ini tetap hidup dengan pencahayaan lampu kota yang romantis dan deretan pedagang kreatif di sekitar area pedestrian.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Mercure Jakarta Kota, Hotel Santika Premier Hayam Wuruk, The Plaza Hotel Glodok

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Bobobox Pods Kota Tua, Wonderloft Hostel Kota Tua, Pinangsia Hotel

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Kerak Telor, Soto Betawi, dan Gado-Gado Direksi (di area Glodok dekat Kota Tua)

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kue Rangi, Es Selendang Mayang, dan Bir Pletok

  • Souvenir Khas Daerah: Miniatur Wayang, Kaos Ikon Kota Tua, dan Kerajinan Tangan dari barang antik di Jalan Surabaya

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Fatahillah, Pertunjukan Wayang Kulit/Golek, dan Perayaan Imlek di kawasan sekitar Glodok

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Bus TransJakarta (Koridor 1), Kereta Commuter Line (Stasiun Jakarta Kota), Sepeda Ontel (di dalam kawasan), dan MRT Jakarta

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, naik Bus Damri jurusan Stasiun Gambir atau menggunakan Taksi/Transportasi Online langsung menuju arah Jakarta Barat/Jakarta Kota. Turun tepat di depan Museum Fatahillah atau Stasiun Jakarta Kota (Beos).

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan Kereta Bandara Soekarno-Hatta menuju Stasiun BNI City, dilanjutkan dengan Commuter Line menuju Stasiun Jakarta Kota. Dari stasiun, Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar 5 menit melalui terowongan bawah tanah menuju kawasan inti Kota Tua.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari pusat Jakarta (Monas), gunakan Bus TransJakarta Koridor 1 (Blok M – Kota) dan turun di halte terakhir, Halte Jakarta Kota. Rute ini adalah yang paling praktis dan bebas macet.

Pulau Macan: Resort Ramah Lingkungan dengan Konsep Eco-Luxury yang Eksklusif

Pulau Macan: Resort Ramah Lingkungan dengan Konsep Eco-Luxury yang Eksklusif

  • Dikenal dengan Nama: Pulau Macan (Pulau Macan Eco Resort)

  • Lokasi: Bagian Utara Kepulauan Seribu

  • Kabupaten: Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu

  • Kecamatan: Kepulauan Seribu Utara

  • Desa: Kelurahan Pulau Kelapa

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Ekowisata (Eco-Resort), dan Honeymoon Destination

  • Deskripsi Menarik: Pulau Macan adalah destinasi wisata yang mengusung konsep ramah lingkungan yang sangat kental. Terdiri dari dua pulau, yaitu Pulau Macan Besar (tempat penginapan) dan Pulau Macan Kecil yang tak berpenghuni, pengunjung bisa berjalan kaki menyeberangi laut saat air surut di antara keduanya. Resort di sini membatasi jumlah tamu untuk menjaga privasi dan kelestarian alam. Keunikan utamanya terletak pada desain kamar yang terbuka langsung menghadap laut lepas, penggunaan panel surya, sistem pengolahan limbah mandiri, serta taman karang yang sangat terjaga keindahannya untuk aktivitas snorkeling dan kano.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Pulau Macan Eco Resort (Resort utama), Pulau Putri Resort, Pulau Sepa Resort

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay di Pulau Harapan, Homestay di Pulau Kelapa, Homestay di Pulau Pramuka (memerlukan kapal sewa menuju Pulau Macan)

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Sayur Asem Kepulauan Seribu, Olahan Ikan Bakar segar berbumbu rempah, dan Nasi Pulo

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kerupuk Ikan (Krupuk Cue), Manisan Cermai, dan Bom Atom (Kue khas Kepulauan Seribu)

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan dari limbah laut (kerang), Kaos Pulau Macan, dan Olahan Rumput Laut

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pelepasan Tukik (Anak Penyu), Program Penanaman Terumbu Karang, dan Sedekah Laut masyarakat Kepulauan Seribu

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kapal Cepat (Speedboat), Kapal Tradisional nelayan, dan Kano/Kayak (antar pulau dekat)

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, menggunakan taksi atau bus menuju Dermaga Marina Ancol. Dari dermaga ini, perjalanan dilanjutkan menggunakan Kapal Cepat (Speedboat) yang disediakan pihak resort dengan waktu tempuh sekitar 90 hingga 120 menit.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Soekarno-Hatta, menuju Dermaga Kali Adem di Muara Angke. Dari sini, Anda bisa menaiki Kapal Feri milik Dishub atau Kapal Kayu menuju Pulau Harapan, kemudian menyewa kapal nelayan (ojek kapal) untuk mencapai Pulau Macan.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari pusat Jakarta, Anda bisa menggunakan transportasi umum (TransJakarta) menuju Ancol, lalu berjalan kaki ke area dermaga keberangkatan kapal cepat sesuai jadwal (biasanya pukul 08.00 pagi).

Taman Nasional Ujung Kulon: Situs Warisan Dunia dan Rumah Terakhir Badak Jawa

Taman Nasional Ujung Kulon: Situs Warisan Dunia dan Rumah Terakhir Badak Jawa

  • Dikenal dengan Nama: Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK)

  • Lokasi: Semenanjung Ujung Kulon, Ujung Paling Barat Pulau Jawa

  • Kabupaten: Pandeglang

  • Kecamatan: Sumur dan Cimanggu

  • Desa: Desa Ujung Jaya, Desa Kertajaya, dan Desa Tamanjaya

  • Jenis Wisata: Wisata Alam Liar (Wildlife), Ekowisata, Snorkeling, dan Trekking

  • Deskripsi Menarik: Taman Nasional Ujung Kulon merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO yang menjadi habitat asli bagi Badak Jawa ( ) yang terancam punah. Destinasi ini menawarkan petualangan alam yang lengkap, mulai dari padang penggembalaan Cidaon yang mirip savana Afrika, hutan hujan tropis yang lebat, hingga keindahan bawah laut di Pulau Peucang dan Pulau Panaitan. Pengunjung dapat menikmati sensasi mengamati satwa liar seperti banteng, merak, dan kera, atau menyusuri sungai purba menggunakan kano di Sungai Cigenter (Amazon-nya Banten). Kejernihan air di sekitar pulau-pulaunya menjadikan tempat ini surga bagi pecinta snorkeling dan ketenangan jauh dari sinyal telekomunikasi.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Peucang Island Eco Resort, Niken Villa (Sumur), Ciputih Beach Resort

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay Tamanjaya, Penginapan Sarang Badak, Homestay Legon Pakis

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Angeun Lada, Sayur Asem Pandeglang, dan Olahan Ikan Bakar segar hasil tangkapan nelayan lokal

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Otak-otak Labuan, Balok Menes, dan Emping Melinjo Menes

  • Souvenir Khas Daerah: Patung Badak Kayu (Kerajinan Pahat), Madu Hutan Ujung Kulon, dan Kaos Ikonik Ujung Kulon

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual Sedekah Laut Nelayan Sumur, Festival Ujung Kulon, dan Edukasi Konservasi Hari Badak Sedunia

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Perahu Kayu (Kapal Wisata), Kapal Cepat (Speedboat), Kendaraan Pribadi (4WD direkomendasikan), dan Berjalan Kaki (Trekking)

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, menggunakan transportasi darat menuju Tol Serang Timur. Lanjutkan perjalanan melewati Pandeglang – Saketi – Malingping – Sumur. Dari Dermaga Sumur, perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal wisata selama 2-3 jam menuju Pulau Peucang/Taman Nasional.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Soekarno-Hatta, melalui jalur Tol Tangerang-Merak dan keluar di Gerbang Tol Rangkasbitung. Lanjutkan ke arah Pandeglang, lalu menyusuri jalur pantai Barat melalui Labuan menuju Sumur atau Tamanjaya.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari Kota Serang atau Pandeglang, tersedia layanan Bus Damri rute khusus menuju Kecamatan Sumur yang merupakan gerbang masuk darat terakhir sebelum menyeberang ke area konservasi.

Tanjung Lesung: Resor Eksotis dengan Keindahan Pantai Pasir Putih Berkelas Internasional

Tanjung Lesung: Resor Eksotis dengan Keindahan Pantai Pasir Putih Berkelas Internasional

  • Dikenal dengan Nama: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung

  • Lokasi: Ujung Barat Pulau Jawa, Pesisir Selat Sunda

  • Kabupaten: Pandeglang

  • Kecamatan: Panimbang

  • Desa: Desa Tanjung Jaya

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Resor Eksklusif, dan Wisata Budaya

  • Deskripsi Menarik: Tanjung Lesung merupakan kawasan wisata terintegrasi yang menawarkan panorama pantai yang tenang dengan pasir putih yang bersih dan air laut yang jernih. Memiliki luas sekitar 1.500 hektar, destinasi ini menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus pariwisata pertama di Indonesia. Selain keindahan alamnya, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas mewah, mulai dari Beach Club, pusat olahraga air (snorkeling, diving, kayaking), hingga pusat kebudayaan Mongolia (Mongolian Culture Center). Lokasinya yang menjorok ke laut memberikan sensasi eksklusivitas dan ketenangan, menjadikannya tempat pelarian yang sempurna dari hiruk-pikuk kota besar.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Tanjung Lesung Beach Hotel & Resort, Lalassa Beach Club Hotel, Kalicaa Villa Resort

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay Cikadu, Homestay Desa Wisata Tanjung Jaya, Bunar Tunggal Homestay

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Angeun Lada, Sate Bandeng, dan Olahan Seafood segar khas nelayan lokal

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Otak-otak Labuan, Emping Melinjo Menes, dan Jojorong

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Kayu Pahat (Baduy/Pandeglang), Batik Pandeglang, dan Olahan Madu Hutan

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Tanjung Lesung, Ritual Ruwat Laut, dan Pertunjukan Seni Rampak Bedug

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan Pribadi, Bus Damri Pariwisata, dan Sepeda (di dalam kawasan resor)

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, masuk ke Tol Jakarta-Merak, lalu keluar di Gerbang Tol Serang Timur atau Serang Barat. Lanjutkan perjalanan menuju arah Pandeglang, Labuan, hingga tiba di Panimbang dan masuk ke kawasan Tanjung Lesung. Waktu tempuh sekitar 4 hingga 5 jam.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Soekarno-Hatta, melalui Tol Tangerang-Merak dan keluar di Gerbang Tol Rangkasbitung. Lanjutkan melalui jalur Pandeglang-Saketi-Panimbang. Rute ini relatif lebih lancar sejak dibukanya akses tol baru ke arah Rangkasbitung.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari Kota Serang atau Pandeglang, tersedia layanan Bus Damri khusus rute pariwisata yang melayani trayek langsung menuju Tanjung Lesung melalui jalur pesisir barat.

Pulau Dua (Pulau Burung): Surga Migrasi Burung Internasional di Pesisir Banten

Pulau Dua (Pulau Burung): Surga Migrasi Burung Internasional di Pesisir Banten

  • Dikenal dengan Nama: Pulau Dua / Cagar Alam Pulau Burung

  • Lokasi: Lepas Pantai Desa Sawah Luhur, Kasemen

  • Kabupaten: Kota Serang

  • Kecamatan: Kasemen

  • Desa: Sawah Luhur

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Wisata Edukasi, dan Pengamatan Burung (Bird Watching)

  • Deskripsi Menarik: Pulau Dua dikenal sebagai “Pulau Burung” karena menjadi tempat persinggahan ribuan burung dari berbagai benua (Asia, Australia, hingga Afrika) yang bermigrasi antara bulan Maret hingga Agustus. Pulau seluas sekitar 30 hektar ini memiliki ekosistem hutan mangrove, hutan pantai, dan semak belukar yang sangat asri. Kini, karena adanya pendangkalan, pulau ini menyatu dengan daratan (menjadi semenanjung), sehingga pengunjung bisa mencapainya dengan berjalan kaki melewati hutan bakau. Tempat ini adalah surga bagi para fotografer alam liar dan peneliti karena keanekaragaman spesies burung langka yang bersarang di sini.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Le Dian Hotel & Cottages, Horison Ultima Ratu Serang, Grand Soll Marina Hotel

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Penginapan di kawasan Karangantu, Homestay Sawah Luhur, Wisma Banten Lama

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Rabeg (Semur kambing rempah), Pecak Bandeng, dan Sate Bandeng

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Gipang, Emping Melinjo, dan Kue Pasung

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Bambu, Terasi Udang Karangantu, dan Kaos Ikon Banten

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Pesisir, Upacara Syukuran Nelayan Karangantu, dan Edukasi Lingkungan Hari Burung Migran

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan Pribadi, Perahu Nelayan (jika ingin memutar), dan Ojek Lokal

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, masuk ke jalan Tol Jakarta-Merak dan keluar di Gerbang Tol Serang Timur. Lanjutkan perjalanan menuju arah Banten Lama, kemudian mengarah ke Pelabuhan Karangantu dan ikuti petunjuk jalan menuju kawasan Desa Sawah Luhur.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan Bus Damri dari bandara menuju terminal Pakupatan Serang. Dari terminal, gunakan Angkutan Kota (Angkot) menuju Karangantu, lalu dilanjutkan dengan ojek lokal menuju pintu masuk Cagar Alam Pulau Dua di Sawah Luhur.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari Kota Cilegon, Anda bisa mengambil jalur pesisir (Jalan Raya Karangantu) yang menghubungkan Bojonegara dengan Kasemen. Jalur ini lebih cepat bagi Anda yang datang dari arah barat untuk langsung mencapai kawasan Sawah Luhur.

Pantai Carita: Gerbang Wisata Bahari dengan Panorama Gunung Krakatau

Pantai Carita: Gerbang Wisata Bahari dengan Panorama Gunung Krakatau

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Carita

  • Lokasi: Jalan Raya Carita, Pesisir Barat Banten

  • Kabupaten: Pandeglang

  • Kecamatan: Carita

  • Desa: Desa Carita (dan sekitarnya)

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Wisata Bahari, dan Rekreasi Keluarga

  • Deskripsi Menarik: Pantai Carita merupakan salah satu destinasi legendaris di Banten yang ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam. Pantai ini menawarkan pasir putih yang landai dengan ombak yang relatif tenang, sehingga sangat ideal untuk berenang dan bermain air. Keunggulan utamanya adalah pemandangan langsung ke Gunung Anak Krakatau di cakrawala. Kawasan ini juga menjadi titik keberangkatan utama bagi wisatawan yang ingin melakukan ekspedisi ke kawasan konservasi Krakatau. Berbagai aktivitas seru tersedia di sini, mulai dari banana boat, snorkeling, hingga jet ski, menjadikannya destinasi favorit bagi keluarga dan perusahaan yang mengadakan acara bersama.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Mutiara Carita Cottages, Carita Anyer Beach Condo, Kondominium Lippo Carita

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Villa Stefan Carita, Sambolo Beach Bungalow, Penginapan Lucia Carita

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Angeun Lada (Sayur daging sapi berempah pedas), Sate Bandeng, dan Pecak Bandeng

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Otak-otak Labuan, Emping Melinjo (Khas Menes), dan Balok Menes

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Batok Kelapa, Kaos Distro Lokal Carita, dan Produk Olahan Hasil Laut

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual Ruwat Laut (Sedekah Laut), Festival Carita, dan Pentas Seni Debus Pandeglang

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Bus Pariwisata, Kendaraan Pribadi, Angkutan Kota (Angkot), dan Ojek Online/Lokal

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, masuk ke Tol Jakarta-Merak dan keluar di Gerbang Tol Timur Serang. Lanjutkan perjalanan darat melalui Kota Pandeglang menuju arah Labuan hingga tiba di kawasan Carita. Waktu tempuh sekitar 3 hingga 4 jam.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Soekarno-Hatta, melalui jalur Tol Tangerang-Merak dan keluar di pintu Tol Cilegon Timur. Ambil jalur lingkar selatan menuju arah Anyer dan terus menyusuri pesisir pantai hingga sampai di Carita. Jalur ini menawarkan pemandangan laut di sepanjang perjalanan.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari Kota Serang, Anda bisa menggunakan Bus atau kendaraan pribadi menuju arah Palima, lalu ke arah Pandeglang/Labuan. Dari Labuan, jarak ke Pantai Carita hanya sekitar 15-20 menit perjalanan darat.

Pantai Bagedur: Hamparan Pasir Luas dan Ketenangan di Pesisir Selatan

Pantai Bagedur: Hamparan Pasir Luas dan Ketenangan di Pesisir Selatan

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Bagedur

  • Lokasi: Desa Sukamanah

  • Kabupaten: Lebak

  • Kecamatan: Malingping

  • Desa: Sukamanah

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Wisata Pantai, dan Rekreasi Keluarga

  • Deskripsi Menarik: Pantai Bagedur merupakan permata tersembunyi di Banten Selatan yang terkenal dengan garis pantainya yang sangat luas dan panjang, mencapai sekitar 15 kilometer. Keunikan utama pantai ini adalah tekstur pasirnya yang padat sehingga dapat dilalui oleh kendaraan bermotor di sepanjang bibir pantai. Berbeda dengan pantai utara, Bagedur menawarkan suasana yang lebih tenang dan alami tanpa banyak bangunan bertingkat. Ombaknya yang khas laut selatan cukup besar namun tetap aman untuk dinikmati di area tertentu, menjadikannya lokasi favorit untuk berkemah, bermain bola di pasir yang luas, atau sekadar menikmati angin laut yang sejuk.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Pondok Bagedur, Hotel Rahayu Malingping, Hotel Bahari

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Penginapan di sekitar Malingping, Homestay Desa Sukamanah, Villa Bagedur

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Bakso Ikan Malingping, Opak Malingping, dan Angeun Lada

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Keripik Pisang, Emping Melinjo, dan Rangining

  • Souvenir Khas Daerah: Gula Aren asli Lebak, Kerajinan Bambu, dan Ikan Asin Malingping

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual Syukuran Laut (Nelayan lokal), Festival Pantai Bagedur, dan Pertunjukan Seni Calung

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan Pribadi, Bus Antar Kota (Damri), dan Ojek Lokal

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, perjalanan darat dilakukan menuju arah Serang/Pandeglang. Setelah sampai di Kota Pandeglang, ambil jalur menuju arah Saketi, lalu belok ke arah Malingping melalui jalur Gunung Kencana atau jalur Malimping-Bayah. Waktu tempuh total sekitar 5 hingga 6 jam.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Soekarno-Hatta, menggunakan rute Tol Jakarta-Merak dan keluar di Gerbang Tol Rangkasbitung. Dari Rangkasbitung, lanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju Cileles dan langsung mengarah ke Malingping hingga sampai di Desa Sukamanah.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari Kota Rangkasbitung, Anda bisa menggunakan Bus Damri rute Rangkasbitung-Malingping-Sawarna. Turun di Terminal Malingping dan dilanjutkan dengan ojek lokal menuju lokasi pantai yang berjarak sekitar 7-10 km.

Pantai Anyer: Pesona Bahari dan Ikon Menara Suar di Selat Sunda

Pantai Anyer: Pesona Bahari dan Ikon Menara Suar di Selat Sunda

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Anyer

  • Lokasi: Jalan Raya Anyer, Kecamatan Anyer

  • Kabupaten: Serang

  • Kecamatan: Anyer

  • Desa: Anyer (dan sekitarnya sepanjang pesisir)

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Wisata Pantai, dan Wisata Sejarah

  • Deskripsi Menarik: Pantai Anyer adalah salah satu destinasi wisata paling populer di ujung barat Pulau Jawa yang menawarkan hamparan pasir putih dengan latar belakang Gunung Anak Krakatau. Selain keindahan pantainya, di kawasan ini terdapat Titik Nol Kilometer Anyer-Panarukan serta Menara Suar Cikoneng yang bersejarah, dibangun sejak zaman kolonial Belanda. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas air seperti jet ski, banana boat, hingga snorkeling. Lokasinya yang menghadap ke arah barat menjadikan Pantai Anyer sebagai tempat favorit untuk menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) yang memukau.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Mambruk Hotel & Convention, Marbella Hotel Convention & Spa, Aston Anyer Beach Hotel

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay Anyer Cottage, Penginapan Pondok Kalimaya, Wisma Kompas Anyer

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Sate Bandeng, Rabeg Banten, dan Sayur Asem khas Serang

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Emping Melinjo, Gipang, dan Otak-otak Bakar Pantai

  • Souvenir Khas Daerah: Kaos Anyer, Kerajinan Kerang, dan Sandal Kayu (Kelom)

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual Sedekah Laut (Ruwat Laut), Festival Anyer, dan Pertunjukan Debus

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan Pribadi, Bus Pariwisata, dan Angkutan Kota (Angkot)

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, masuk ke jalan Tol Jakarta-Merak. Ambil arah menuju Merak dan keluar di Gerbang Tol Cilegon Barat. Setelah keluar tol, ikuti rambu petunjuk jalan menuju Anyer yang berjarak sekitar 20-30 km dari pintu tol tersebut.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Soekarno-Hatta, menggunakan bus Damri tujuan Serang/Merak dan turun di Cilegon. Dari Cilegon, perjalanan dilanjutkan menggunakan angkutan umum lokal (Angkot) warna perak jurusan Cilegon-Anyer yang beroperasi hingga sore hari.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari Kota Cilegon, Anda bisa menggunakan jalur darat Jalan Raya Anyer dengan waktu tempuh sekitar 45 menit hingga 1 jam, tergantung pada kondisi lalu lintas di area industri.

Translate »