Site icon Cakke Circle Ars Corp

Bendungan Bili-Bili

Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa :

  • Nama Wisata: Bendungan Bili-Bili.
  • Kabupaten Gowa, Kecamatan Parangloe, Desa Bili-Bili.
  • Jenis Wisata: Wisata Bendungan, Rekreasi Alam, dan Wisata Kuliner Lesehan.
  • Deskripsi Menarik: Bili-Bili merupakan bendungan terbesar di Sulawesi Selatan yang menawarkan pemandangan waduk raksasa yang dikelilingi perbukitan hijau yang megah. Tempat ini bukan sekadar infrastruktur air, melainkan destinasi favorit warga untuk melepas penat sambil menikmati semilir angin dan pemandangan Gunung Bawakaraeng dari kejauhan. Keunikan utamanya terletak pada deretan warung lesehan di sepanjang pinggiran waduk yang menyajikan olahan ikan air tawar segar, memberikan pengalaman santap siang yang tenang di tengah keasrian alam.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    1. Mercure Makassar Nexa Pettarani (Terletak di perbatasan Gowa-Makassar, sekitar 45-60 menit perjalanan).
    2. Hotel Raising Makassar.
    3. Dalton Makassar (Akses mudah melalui jalur bypass).
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    1. Homestay Bili-Bili (Tersedia di sekitar pemukiman warga Desa Bili-Bili).
    2. Guest House Parangloe.
    3. Berbagai Villa/Homestay di kawasan Malino (Berjarak sekitar 45 menit dari bendungan jika ingin melanjutkan perjalanan ke pegunungan).
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Ikan Nila Bakar khas Lesehan Bili-Bili yang disajikan dengan sambal cobek dan sayur santan, serta Coto Makassar yang banyak ditemukan di sepanjang jalan poros Sungguminasa.
  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Jalangkote (pastal khas Makassar), Tenteng Malino (cemilan kacang karamel), dan Songkolo Bagadang.
  • Souvenir Khas Daerah: Sirup Markisa khas Gowa/Malino, Minyak Gosok Cap Beruang, dan berbagai kerajinan tangan dari anyaman bambu atau rotan karya masyarakat lokal Parangloe.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Bili-Bili (pada waktu tertentu), Ritual doa bersama atau “Syukuran Waduk” yang dilakukan warga lokal, serta berbagai acara komunitas otomotif dan sepeda yang sering menjadikan bendungan ini sebagai titik kumpul.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan pribadi (mobil dan motor), transportasi daring (ride-sharing), serta angkutan umum lokal yang dikenal dengan nama “Pete-pete” trayek Makassar-Malino.
  • Rute Standar Perjalanan dari Makassar: Pusat Kota Makassar — Jalan Sultan Alauddin — Sungguminasa — Jalan Poros Malino — Kecamatan Parangloe — Bendungan Bili-Bili.
  • Rute Alternatif dari Makassar: Pusat Kota Makassar — Jalan Hertasning Baru (Aroepala) — Samata — Jalan Poros Malino — Bendungan Bili-Bili (Rute ini biasanya lebih lancar untuk menghindari kemacetan di Jembatan Kembar Sungguminasa).
Exit mobile version