Buroncong itu lewat di sini

Buroncong Itu Lewat di Sini

Di bawah langit Makassar yang mulai terang oleh semburat fajar, kepulan asap tipis dari gerobak dorong menjadi pemandangan yang paling dinanti. Buroncong, kue tradisional berbahan dasar tepung terigu dan parutan kelapa muda ini, bukan sekadar kudapan, melainkan identitas rasa yang melekat erat dengan kota ini. Aroma gurih kelapa yang terbakar di atas cetakan logam berbentuk setengah lingkaran seolah menjadi alarm alami yang memanggil siapa saja untuk mendekat. Di sudut-sudut jalanan Makassar, bunyi denting spatula yang beradu dengan cetakan menjadi simfoni pagi yang menjanjikan kehangatan di tengah hiruk-pikuk kota yang mulai terjaga.

Momen menikmati buroncong paling sempurna adalah saat dimakan ramai-ramai selagi masih panas. Bayangkan duduk bersama keluarga atau teman di teras rumah, saling berebut potongan kue yang pinggirannya garing namun tengahnya begitu lembut dan lumer di mulut. Ada keseruan tersendiri saat kita meniup-niup kue yang masih berasap, sambil sesekali tertawa kecil melihat tangan yang kepanasan. Cita rasa manis yang pas berpadu dengan gurihnya kelapa menciptakan suasana akrab yang sulit digantikan oleh camilan modern mana pun. Di sinilah letak keajaibannya; buroncong mampu mengubah pagi yang biasa menjadi momen berkumpul yang penuh kehangatan dan cerita.

Jangan sampai Anda melewatkan kesempatan untuk mencicipi kelezatan otentik ini. Jika terdengar suara roda gerobak atau tercium aroma kelapa panggang yang menggoda, segeralah panggil sang penjual. Rasakan sendiri sensasi “krispi” di luar dan tekstur lembut di dalam yang akan memanjakan lidah Anda. Mengonsumsi buroncong bukan hanya soal mengenyangkan perut, tapi juga tentang merayakan tradisi kuliner yang tetap bertahan melintasi zaman. Mari rasakan keseruannya, nikmati gurihnya, dan biarkan sepotong buroncong menceritakan betapa manisnya hidup di Makassar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »