Pantai Lampuuk: Eksotisme Pasir Putih dan Deburan Ombak Samudera Hindia

Pantai Lampuuk: Eksotisme Pasir Putih dan Deburan Ombak Samudera Hindia

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Lampuuk.

  • Lokasi: Wilayah Barat pesisir Aceh.

  • Kabupaten: Aceh Besar.

  • Kecamatan: Lhoknga.

  • Desa: Meunasah Mesjid.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Selancar (Surfing), dan Konservasi Alam.

  • Deskripsi Menarik: Pantai Lampuuk sering dijuluki sebagai “Kuta-nya Aceh” karena garis pantainya yang panjang dan berpasir putih bersih dengan latar belakang pegunungan kapur yang hijau. Pantai ini menawarkan ombak yang sangat dicintai oleh para peselancar dunia, namun tetap memiliki sisi yang tenang untuk berenang keluarga. Keunikan lainnya adalah adanya pusat konservasi penyu (tukik) di mana pengunjung bisa belajar mengenai pelestarian lingkungan. Menikmati matahari terbenam (sunset) sambil menyantap ikan bakar di pinggir pantai adalah pengalaman ikonik di sini.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. The Pade Hotel (Sekitar 15 menit dari lokasi).

    2. Hotel Grand Permata Hati.

    3. Lhoknga Riverside Resort.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Diana Homestay Lhoknga.

    2. Joel’s Bungalow.

    3. Mahatana Surf Guesthouse.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Ikan Bakar bumbu khas Aceh dan Ayam Tangkap.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kue Bhoi (Kue Ikan) dan Rujak Aceh.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Bordir Aceh dan Kopi Solong.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Surfing Internasional dan Kenduri Laut.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi, Motor, dan Labi-labi (Angkutan Umum).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ), Anda dapat berkendara langsung menuju arah Barat melewati jalur Bypass Soekarno-Hatta dengan waktu tempuh sekitar 35 – 45 menit.

  • rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Anda bisa mengambil rute melewati pusat Kota Banda Aceh terlebih dahulu untuk mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Lhoknga melalui jalan nasional Banda Aceh-Meulaboh.

Taman Nasional Gunung Leuser: Laboratorium Alam Dunia di Jantung Aceh

Taman Nasional Gunung Leuser: Laboratorium Alam Dunia di Jantung Aceh

  • Dikenal dengan Nama: Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) – Area Ketambe.

  • Lokasi: Kawasan Hutan Hujan Tropis Leuser.

  • Kabupaten: Aceh Tenggara.

  • Kecamatan: Ketambe.

  • Desa: Ketambe.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Ekowisata, dan Edukasi Konservasi.

  • Deskripsi Menarik: TNGL merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO yang menjadi benteng terakhir bagi empat spesies ikonik secara bersamaan: Orangutan Sumatera, Gajah Sumatera, Badak Sumatera, dan Harimau Sumatera. Di area Ketambe, pengunjung dapat melakukan jungle trekking untuk melihat Orangutan di habitat aslinya, menikmati pemandian air panas alami di pinggir sungai, serta merasakan sensasi arung jeram di Sungai Alas yang membelah kawasan hutan dengan arus yang menantang.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Grand Hotel Kutacane.

    2. Hotel Sartika.

    3. Hotel Maroon.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Ketambe Guesthouse.

    2. Friendship Guesthouse.

    3. Thousand Hills.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Labakh (Olahan daging khas Alas) dan Ikan Mas Naniura khas Alas.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Manisan Pala dan Keripik Pisang Alas.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Motif Alas dan Kerajinan Bambu.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Tari Saman (versi asli Gayo/Alas) dan Upacara Adat Perkawinan suku Alas.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Travel (jenis Toyota Hiace atau L300), Kendaraan Pribadi, dan Motor.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Kualanamu (KNO) di Medan, Sumatera Utara, menempuh perjalanan darat via Berastagi dan Kabanjahe menuju Kutacane (Aceh Tenggara) dengan waktu tempuh sekitar 7 – 8 jam.

  • rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan penerbangan perintis (jika tersedia) dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ) di Banda Aceh menuju Bandara Alas Leuser di Kutacane, kemudian dilanjutkan perjalanan darat selama 45 menit menuju Ketambe.

Pantai Iboih Sabang: Pesona Surga Bahari di Ujung Barat Nusantara

Pantai Iboih Sabang: Pesona Surga Bahari di Ujung Barat Nusantara

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Iboih (Teupin Layeu).

  • Lokasi: Wilayah pesisir utara Pulau Weh.

  • Kabupaten: Kota Sabang.

  • Kecamatan: Sukakarya.

  • Desa: Iboih.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Snorkeling, dan Diving.

  • Deskripsi Menarik: Pantai Iboih adalah destinasi wisata paling populer di Sabang yang menawarkan air laut sangat jernih dengan gradasi warna biru hijau yang menawan. Pantai ini dikenal sebagai pintu gerbang menuju Taman Laut Pulau Rubiah. Keunikan utamanya adalah ekosistem bawah laut yang masih sangat terjaga, di mana pengunjung bisa melihat berbagai jenis ikan hias dan terumbu karang hanya dengan jarak beberapa meter dari bibir pantai. Suasana hutan lindung yang rindang di sekitar pantai menambah kesan asri dan tenang bagi para wisatawan.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Pulau Weh Resort.

    2. Iboih Inn.

    3. Gapang Beach Resort.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Yulia Garden.

    2. Olong Bungalow.

    3. Mama’s Homestay.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Sate Gurita dan Mie Jalak khas Sabang.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Bakpia Sabang dan Rujak Pulau Weh.

  • Souvenir Khas Daerah: Kaos Kilometer Nol, Kerajinan Kayu Kelapa, dan Kopi Gayo Sabang.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Kenduri Laot (ritual syukur nelayan) dan Festival Sabang Marine.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kapal Cepat/Feri, Motor Sewa, Mobil Sewa, dan Perahu Kaca (Glass Bottom Boat).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ), menuju Pelabuhan Ulee Lheue (sekitar 30-40 menit). Dilanjutkan naik Kapal Cepat (45 menit) atau Kapal Feri (2 jam) menuju Pelabuhan Balohan, Sabang. Dari Balohan, menempuh perjalanan darat sekitar 40-50 menit ke Pantai Iboih.

  • rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan penerbangan perintis (jika tersedia) menuju Bandara Maimun Saleh di Sabang, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat menggunakan taksi bandara atau sewa motor langsung menuju kawasan Iboih sekitar 30 menit.

Danau Laut Tawar: Permata Biru di Dataran Tinggi Gayo

Danau Laut Tawar: Permata Biru di Dataran Tinggi Gayo

  • Dikenal dengan Nama: Danau Laut Tawar (Danau Lut Tawar).

  • Lokasi: Dataran Tinggi Gayo.

  • Kabupaten: Aceh Tengah.

  • Kecamatan: Lut Tawar, Bebesen, dan Kebayakan.

  • Desa: Berbatasan dengan banyak desa (salah satunya Desa Takengon Barat).

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Wisata Budaya, dan Agrowisata.

  • Deskripsi Menarik: Danau seluas kurang lebih 5.472 hektar ini menawarkan pemandangan spektakuler berupa perairan luas yang dikelilingi oleh pegunungan hijau yang asri. Karena lokasinya berada di ketinggian sekitar 1.200 mdpl, udara di sini sangat sejuk dan segar. Danau ini juga merupakan rumah bagi ikan endemik “Depik” yang tidak ditemukan di tempat lain. Selain menikmati pemandangan, pengunjung bisa berkemah, memancing, atau berkunjung ke perkebunan kopi Gayo yang mendunia di sekitar danau.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Parkside Gayo Petro Takengon.

    2. Grand Bayu Hill Hotel.

    3. Hotel Grand Pengeta.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Dalasari Guesthouse. 2.阿拉亚 (Alaya) Homestay & Coffee.

    2. Camping Ground Riverside (Homestay tenda di pinggir danau).

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Masam Jing (Gulai ikan khas Gayo) dan Ikan Depik Goreng.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Gutel (Cemilan dari tepung beras dan kelapa) dan Kopi Arabika Gayo.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerawang Gayo (Kain dengan motif sulaman khas) dan Biji Kopi Gayo (Green bean atau Roasted).

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pacu Kude (Balap Kuda Tradisional Gayo) dan Didong (Kesenian lisan khas Gayo).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, Motor, Bus antar kota (Antar Lintas Sumatera), dan Perahu wisata.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ) di Banda Aceh, menggunakan transportasi darat via jalur darat (Lintas Tengah) melewati Bireuen dengan waktu tempuh sekitar 7 – 8 jam.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Rembele (TXE) di Bener Meriah (bandara terdekat dari Takengon), hanya membutuhkan waktu sekitar 30 – 45 menit perjalanan darat untuk mencapai Danau Laut Tawar.

PLTD Apung: Monumen Dahsyatnya Kekuatan Alam di Jantung Kota

PLTD Apung: Monumen Dahsyatnya Kekuatan Alam di Jantung Kota

  • Dikenal dengan Nama: Kapal PLTD Apung 1.

  • Lokasi: Punge Blang Cut, Jaya Baru.

  • Kabupaten: Kota Banda Aceh.

  • Kecamatan: Jaya Baru.

  • Desa: Punge Blang Cut.

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Edukasi Bencana (Mitigasi), dan Situs Warisan Tsunami.

  • Deskripsi Menarik: Kapal pembangkit listrik seberat 2.600 ton ini menjadi saksi bisu tragedi Tsunami 2004 yang terseret sejauh 5 kilometer dari laut ke tengah daratan pemukiman penduduk. Kini, area ini telah diubah menjadi taman edukasi yang dilengkapi dengan menara pandang, museum mini, dan monumen peringatan untuk mengenang para korban. Pengunjung dapat naik ke atas kapal untuk melihat pemandangan Kota Banda Aceh dari ketinggian.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Kyriad Muraya Aceh.

    2. Hotel Grand Permata Hati.

    3. Hotel Pade Banda Aceh.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Oasis Atjeh Hotel & Guesthouse.

    2. My Home Aceh.

    3. Rumoh PMI Guesthouse.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Mie Aceh (spesial kepiting atau daging) dan Nasi Gurih khas Aceh.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Pulut Panggang dan Bakpia Sabang (banyak dijual di pusat kota).

  • Souvenir Khas Daerah: Kopi Gayo, Songket Aceh, dan Replika Kapal PLTD Apung.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Peringatan Tsunami Aceh setiap tanggal 26 Desember yang dipusatkan di sekitar situs-situs tsunami.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Trans Koetaradja (Bus), Becak Motor (Bentor), Mobil Sewa, dan Motor.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ), Anda dapat mengambil jalur darat menuju pusat Kota Banda Aceh melalui Jalan Bandara Sultan Iskandar Muda dengan waktu tempuh sekitar 25 – 30 menit.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Sultan Iskandar Muda, melalui jalur Jalan Soekarno-Hatta (jalur lingkar) untuk menghindari kemacetan di pasar Aceh, langsung menuju area Punge Blang Cut.

Benteng Indra Patra: Jejak Megah Peradaban Hindu-Budha di Serambi Mekkah

Benteng Indra Patra: Jejak Megah Peradaban Hindu-Budha di Serambi Mekkah

  • Dikenal dengan Nama: Benteng Indra Patra.

  • Lokasi: Jalan Krueng Raya, Ladong.

  • Kabupaten: Aceh Besar.

  • Kecamatan: Mesjid Raya.

  • Desa: Ladong.

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Budaya, dan Cagar Budaya.

  • Deskripsi Menarik: Benteng ini merupakan peninggalan Kerajaan Hindu pertama di Aceh (Indra Patra) yang dibangun pada abad ke-7. Terbuat dari susunan batu gunung yang direkatkan dengan campuran kapur, tumbukan kulit kerang, dan putih telur, benteng ini tetap kokoh meski pernah dihantam tsunami 2004. Terletak di tepi pantai, pengunjung dapat menikmati perpaduan arsitektur kuno yang eksotis dengan pemandangan Selat Malaka yang biru.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. The Pade Hotel (Pusat Kota Banda Aceh).

    2. Kyriad Muraya Hotel Aceh.

    3. Hermes Palace Hotel Banda Aceh.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Penginapan di sekitar Pantai Pasir Putih Lhok Mee.

    2. Homestay di Desa Wisata Ladong.

    3. Guesthouse di area Krueng Raya.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Sie Reuboh (Daging Rebus khas Aceh Besar) dan Ayam Tangkap.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kue Bhoi (Kue Ikan) dan Timphan.

  • Souvenir Khas Daerah: Kupiah Meukeutop dan Kerajinan Bordir khas Aceh.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Kenduri Meulaot dan festival budaya tahunan Aceh Besar yang sesekali diadakan di situs sejarah.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, bus pariwisata, dan Labi-labi (angkutan umum lokal).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ), Anda dapat berkendara langsung menuju arah Krueng Raya melalui Jalan Blang Bintang Lama dengan waktu tempuh sekitar 30 – 45 menit.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Sultan Iskandar Muda, melewati jalur pusat kota Banda Aceh terlebih dahulu, kemudian mengambil arah jalan pesisir Ulee Lheue – Syiah Kuala menuju Krueng Raya untuk menikmati pemandangan laut di sepanjang jalan.

Air Terjun Suhom

Air Terjun Suhom

  • Dikenal dengan Nama: Air Terjun Suhom (Destinasi wisata alam primadona di jalur lintas Barat Aceh).

  • Lokasi: Desa Suhom.

  • Kabupaten: Aceh Besar.

  • Kecamatan: Lhoong.

  • Desa: Suhom.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam dan Pemandian.

  • Deskripsi Menarik: Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter dan terbagi menjadi tiga tingkat, namun pengunjung biasanya hanya berada di tingkat dasar demi keamanan. Keunikan utamanya adalah keberadaan pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang memanfaatkan aliran air ini untuk menyuplai listrik bagi desa sekitar. Lokasinya dikelilingi oleh banyak pohon durian; jika datang di musim durian, pengunjung bisa menikmati buah durian segar yang dijual oleh warga lokal di area wisata.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Lhoknga Riverside Resort (Berjarak sekitar 30-40 menit)

    2. Eddy’s Homestay (Kawasan Lhoknga/Leupung)

    3. Hotel Grand Aceh (Area Banda Aceh, sekitar 1 jam perjalanan)

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Penginapan di sekitar Pantai Ahmad Lhoknga

    2. Medusa Homestay

    3. Homestay masyarakat lokal di Lhoong

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Kuah Beulangong (Gulai daging kambing/sapi dengan nangka muda) dan Pulot Bakar.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Keripik Saree dan Dodol Aceh Besar.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Rotan (khas kawasan Lhoong/Leupung) dan Bubuk Kopi Tradisional.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Kenduri Maulid (perayaan besar dengan makan bersama) dan tradisi Meugang menjelang Ramadhan.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, atau bus L-300 lintas Barat Sumatera.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ), Anda menuju ke arah Barat melintasi jalan lintas Banda Aceh – Meulaboh. Perjalanan melewati pegunungan Paro dan Kulu dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Tidak ada rute udara alternatif yang lebih dekat, namun jika Anda dari Pelabuhan Ulee Lheue, Anda bisa langsung mengambil jalur pesisir pantai Barat Aceh melewati Lhoknga untuk mencapai lokasi dalam waktu sekitar 1 jam 15 menit.

Air Terjun Pria Laot

Air Terjun Pria Laot

  • Dikenal dengan Nama: Air Terjun Pria Laot (Destinasi wisata alam tersembunyi di Pulau Weh).

  • Lokasi: Pria Laot.

  • Kabupaten: Kota Sabang (Pulau Weh).

  • Kecamatan: Sukajaya.

  • Desa: Pria Laot.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam dan Wisata Petualangan.

  • Deskripsi Menarik: Air terjun ini menawarkan suasana yang sangat asri dan tenang di tengah hutan tropis Pulau Weh. Memiliki ketinggian sekitar 15 meter dengan kolam alami di bawahnya yang jernih dan segar, sangat cocok untuk berenang. Keunikan utama tempat ini adalah keberadaan ikan-ikan kecil (ikan pembersih) di dalam kolam yang akan memberikan sensasi “terapi ikan” alami saat Anda merendam kaki. Untuk mencapainya, pengunjung perlu melakukan trekking ringan sekitar 1 kilometer menyusuri sisi sungai yang rindang.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. The Pade Dive Resort

    2. Pulococo Resort

    3. Anoi Itam Resort

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Pria Laot Homestay

    2. Freddie Sumur Tiga

    3. Iboih Inn (Berjarak sekitar 20-30 menit berkendara)

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Sate Gurita (Sate khas Sabang dengan bumbu kacang atau padang) dan Mie Jalak.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kue Bakpia Sabang dan Rujak Pulau Weh.

  • Souvenir Khas Daerah: Kaos khas Sabang, Kerajinan Kayu Kelapa, dan Cokelat Sabang.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Kenduri Meulaot (Tradisi syukuran nelayan) dan Festival Sabang Marine.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Sepeda Motor (Sewa), Mobil Sewa, atau Becak Motor khas Sabang.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), menuju Pelabuhan Ulee Lheue. Menyeberang ke Sabang menggunakan Kapal Cepat (45 menit) atau Kapal Lambat (2 jam) menuju Pelabuhan Balohan. Dari Balohan, dilanjutkan perjalanan darat sekitar 20-30 menit menuju Desa Pria Laot.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan penerbangan perintis (jika tersedia jadwalnya) langsung mendarat di Bandara Maimun Saleh (Sabang), kemudian menempuh perjalanan darat sekitar 15-20 menit menuju lokasi.

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh

  • Dikenal dengan Nama: Museum Tsunami Aceh (Sebuah monumen simbolis untuk mengenang peristiwa tsunami 2004 sekaligus pusat edukasi bencana).

  • Lokasi: Jl. Sultan Iskandar Muda No.3, Sukaramai.

  • Kabupaten: Kota Banda Aceh.

  • Kecamatan: Baiturrahman.

  • Desa: Sukaramai.

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Wisata Edukasi, dan Arsitektur.

  • Deskripsi Menarik: Dirancang oleh Ridwan Kamil, museum ini memiliki arsitektur unik yang jika dilihat dari atas menyerupai gelombang tsunami, namun dari samping terlihat seperti kapal penyelamat. Pengunjung akan melewati lorong sempit dan gelap dengan suara gemericik air (Space of Fear) untuk merasakan emosi saat bencana terjadi. Di dalamnya terdapat Space of Sorrow yang berisi nama-nama korban tsunami, serta area edukasi interaktif dan perpustakaan bencana.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Kyriad Muraya Hotel Aceh

    2. Hotel Grand Arabia

    3. Hotel Permata Hati

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Guesthouse Punge

    2. Rumoh PMI Guesthouse

    3. Homestay Banda Aceh (Sekitaran Blang Padang)

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Ayam Tangkap (Ayam goreng dengan rempah daun) dan Nasi Gurih Aceh.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kue Bhoi (Kue bolu berbagai bentuk) dan Bakpia Aceh.

  • Souvenir Khas Daerah: Tas Motif Aceh, Bordir Khas Aceh, dan Rencong (Miniatur senjata tradisional).

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pameran foto dokumenter tsunami, simulasi evakuasi bencana berkala, dan doa bersama setiap peringatan tsunami (26 Desember).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Bus Trans Koetaradja, Becak Motor, Taxi Online, dan Mobil Pribadi.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ), menggunakan kendaraan darat menuju pusat kota (kawasan Blang Padang) dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Perjalanan darat dari Pelabuhan Ulee Lheue (bagi yang datang dari Sabang) menuju Museum hanya memerlukan waktu sekitar 10–15 menit menggunakan kendaraan umum atau motor.

Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman

  • Dikenal dengan Nama: Masjid Raya Baiturrahman (Simbol Agama, Budaya, dan Perjuangan Rakyat Aceh).

  • Lokasi: Jl. Moh. Jam No.1, Kampung Baru.

  • Kabupaten: Kota Banda Aceh.

  • Kecamatan: Baiturrahman.

  • Desa: Kampung Baru.

  • Jenis Wisata: Wisata Religi, Wisata Sejarah, dan Arsitektur.

  • Deskripsi Menarik: Merupakan ikon paling megah di Aceh yang dibangun ulang oleh Belanda pada tahun 1879 sebagai tanda perdamaian. Masjid ini memiliki desain bergaya Mughal dengan kubah hitam yang ikonik. Saat ini, halaman masjid telah dilengkapi dengan 12 payung elektrik raksasa menyerupai Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini juga dikenal secara internasional karena tetap kokoh berdiri saat diterjang tsunami dahsyat pada tahun 2004, menjadikannya tempat perlindungan bagi ribuan warga saat itu.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Kyriad Muraya Hotel Aceh

    2. Hotel Grand Permata Hati

    3. Hotel Oasis Atjeh

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Rumoh PMI

    2. Guesthouse Banda Aceh

    3. Penginapan Teratai

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Mie Aceh (Mie dengan kuah kari kental) dan Sie Reuboh (Daging rebus khas Aceh).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Timphan (Kue tradisional dari labu/pisang) dan Roti Cane.

  • Souvenir Khas Daerah: Kopiah Riman, Perhiasan Pintu Aceh, dan Kopi Gayo.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Peringatan Hari Raya Idul Fitri/Idul Adha, Festival Ramadhan, dan Peringatan Haul Tsunami Aceh setiap tanggal 26 Desember.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Labi-labi (Angkutan umum lokal), Trans Koetaradja (Bus Rapid Transit), Becak Motor, dan Transportasi Online.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ), Anda bisa menggunakan Bus Trans Koetaradja atau Taxi/Transportasi Online langsung menuju pusat Kota Banda Aceh dengan waktu tempuh sekitar 25–35 menit.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Jika melalui jalur darat dari Bandara Internasional Kualanamu (Medan), Anda dapat menggunakan Bus Antar Kota Lintas Sumatera menuju Terminal Batoh Banda Aceh dengan waktu tempuh kurang lebih 10–12 jam.

Tugu Titik Nol Kilometer Indonesia: Simbol Ujung Barat Nusantara

Tugu Titik Nol Kilometer Indonesia: Simbol Ujung Barat Nusantara

  • Dikenal dengan Nama: Tugu Titik Nol Kilometer Indonesia.

  • Lokasi: Area Hutan Wisata Sabang.

  • Kabupaten: Kota Sabang.

  • Kecamatan: Sukajaya.

  • Desa: Iboih.

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Geografis, dan Alam.

  • Deskripsi Menarik: Monumen ini merupakan penanda geografis paling barat Indonesia. Berdiri megah di atas tebing yang langsung menghadap Samudra Hindia, tempat ini menawarkan pemandangan laut biru yang sangat luas. Pengunjung yang datang ke sini bisa mendapatkan “Sertifikat Kilometer Nol” sebagai bukti resmi telah menginjakkan kaki di ujung barat Indonesia. Kawasan sekitarnya juga dikelilingi hutan lindung yang masih asri, di mana monyet ekor panjang sering terlihat menyapa pengunjung.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. The Pade Dive Resort.

    2. Pulau Weh Paradise.

    3. Gapang Resort.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Iboih Inn.

    2. Yulia Bungalow.

    3. Olala Bungalows.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Mie Jalak dan Sate Gurita.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Bakpia Sabang dan Rujak Pulau Weh.

  • Souvenir Khas Daerah: Kaos bertema “Titik Nol”, Kerajinan Kayu Kelapa (Batok), dan Kopi Aceh.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Sabang Marine Festival dan Khanduri Meulaut (Upacara adat nelayan).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Sepeda Motor sewaan, Mobil (Rent car), dan Becak Motor (Bentor).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional: Dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), menuju Pelabuhan Ulee Lheue (sekitar 30-40 menit). Kemudian menggunakan Kapal Cepat (45 menit) atau Kapal Feri (2 jam) menuju Pelabuhan Balohan di Sabang. Dari Pelabuhan Balohan, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju arah Iboih selama kurang lebih 1 jam hingga mencapai titik nol.

  • rute Alternatif dari bandara nasional : Menggunakan penerbangan perintis (jika tersedia jadwalnya) langsung dari Bandara Sultan Iskandar Muda ke Bandara Maimun Saleh di Sabang, kemudian melanjutkan perjalanan darat selama 45-60 menit menuju lokasi monumen.

Translate »