Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo

  • Dikenal with Nama: Alas Purwo / Hutan Tertua di Pulau Jawa.

  • Lokasi: Jalan Brawijaya No. 20, Area Hutan Purwo.

  • Kabupaten: Banyuwangi Kecamatan: Tegaldlimo Desa: Kalipait.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam Liar, Konservasi, Budaya, dan Pantai.

  • Deskripsi Menarik: Alas Purwo diyakini sebagai hutan tertua di Pulau Jawa dan memiliki ekosistem hutan hujan dataran rendah yang sangat terjaga. Destinasi ini sangat ikonik dengan Savana Sadengan, tempat pengunjung bisa melihat banteng jawa, rusa, dan merak di alam liar. Selain itu, terdapat Pantai Plengkung (G-Land) yang memiliki salah satu ombak terbaik dunia untuk selancar, serta deretan gua misterius yang sering digunakan untuk meditasi karena nilai spiritualnya yang tinggi.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Jawa Jiwa G-Land (Glamping).

    2. Bobby’s Surf Camp.

    3. G-Land Joyo’s Surf Camp.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Purwo.

    2. Purwo Cultural Homestay.

    3. Homestay Tegaldlimo.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Sego Tempong (Nasi Tempong) dan Ayam Pedas khas Banyuwangi.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Rujak Soto dan Sale Pisang khas Banyuwangi.

  • Souvenir Khas Daerah: Kaos bertema Alas Purwo, Kerajinan Bambu, dan Kopi asli Banyuwangi.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Upacara Pagerwesi oleh umat Hindu (setiap 210 hari sekali) yang dilakukan di Pura Giri Selaka di tengah hutan.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Jeep (sangat disarankan), motor, atau mobil pribadi (kondisi ban harus prima).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Banyuwangi, menuju arah selatan melewati Kecamatan Muncar, lalu ke arah Tegaldlimo hingga sampai di pintu masuk Rowobendo. Waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Melewati jalur lintas selatan via Kecamatan Srono untuk menghindari kepadatan kendaraan logistik di area pelabuhan/pusat kota.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari Kota Banyuwangi, Anda dapat mengambil rute ke arah Jajag, kemudian belok kiri menuju Cluring dan lanjut ke arah Tegaldlimo.

Watu Dodol Banyuwangi

Watu Dodol Banyuwangi

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Watu Dodol / Grand Watu Dodol (GWD).

  • Lokasi: Jalan Raya Situbondo – Banyuwangi, Area Gunung Gumukremuk.

  • Kabupaten: Banyuwangi Kecamatan: Kalipuro Desa: Ketapang.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam Pantai, Bahari, dan Sejarah.

  • Deskripsi Menarik: Watu Dodol merupakan pintu gerbang masuk ke Kabupaten Banyuwangi dari arah utara. Nama ini berasal dari sebongkah batu karang hitam setinggi 6 meter yang terletak tepat di tengah ruas jalan raya. Menurut legenda, batu ini dulunya adalah bekal makanan (dodol) yang tertinggal oleh prajurit Blambangan dan membatu. Destinasi ini menawarkan panorama Selat Bali yang memukau, patung Gandrung yang ikonik, sumur air tawar di bibir pantai, hingga Gua Jepang peninggalan Perang Dunia II di bukit seberang jalan.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Watu Dodol Hotel & Restaurant.

    2. Dialoog Banyuwangi.

    3. Ketapang Indah Hotel.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Ayudia Homestay.

    2. 999 KHS Homestay.

    3. Puri Made 2 Homestay.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Nasi Tempong (nasi dengan sambal segar yang menyengat) dan Pindang Koyong (ikan masak kuah kuning asam pedas).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Bagiak (kue kering dari sagu) dan Bawang Goreng khas Banyuwangi.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Batik Gajah Oling dan kerajinan tangan dari kerang atau batu laut.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual Puter Kayun, yaitu tradisi napak tilas warga lokal menggunakan dokar/delman hias dari Kelurahan Boyolangu menuju pantai Watu Dodol sebagai wujud syukur.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, bus antarkota (jalur Pantura), taksi daring, dan kapal nelayan (untuk ke Pulau Tabuhan/Menjangan).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Banyuwangi (Blimbingsari), ambil arah utara melewati pusat Kota Banyuwangi. Ikuti jalan protokol menuju Pelabuhan Ketapang, lalu lurus terus sekitar 5 km ke arah Situbondo. Waktu tempuh sekitar 45-60 menit.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan kereta api dari Stasiun Rogojampi (dekat bandara) menuju Stasiun Ketapang, lalu dilanjutkan dengan ojek atau taksi daring menuju lokasi (hanya sekitar 15 menit dari stasiun).

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari arah Situbondo, cukup menyusuri Jalur Pantura ke arah timur menuju Banyuwangi. Watu Dodol akan terlihat jelas di sisi kiri jalan setelah melewati perbatasan hutan Baluran.

Translate »