Monumen Nasional (Monas): Ikon Perjuangan dan Lambang Kebanggaan Indonesia

Monumen Nasional (Monas): Ikon Perjuangan dan Lambang Kebanggaan Indonesia

  • Dikenal dengan Nama: Monas / Monumen Nasional

  • Lokasi: Lapangan Medan Merdeka

  • Kabupaten: Kota Jakarta Pusat (Kota Administrasi)

  • Kecamatan: Gambir

  • Desa: Kelurahan Gambir

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Wisata Edukasi, dan Wisata Ikon Kota (Landmark)

  • Deskripsi Menarik: Monas merupakan tugu peringatan setinggi 132 meter yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Bagian puncaknya berbentuk lidah api yang dilapisi emas murni seberat 50 kg, melambangkan semangat yang tak kunjung padam. Di bagian dasar monument terdapat Museum Sejarah Nasional yang menampilkan diorama perjalanan sejarah Indonesia sejak masa prasejarah hingga orde baru. Pengunjung dapat naik ke pelataran puncak untuk menikmati pemandangan panorama gedung pencakar langit Jakarta dari ketinggian. Di sekeliling tugu terdapat taman seluas 80 hektar yang menjadi ruang terbuka hijau bagi warga untuk berolahraga, melihat atraksi rusa, atau menikmati pertunjukan air mancur menari pada akhir pekan.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Hotel Indonesia Kempinski, Hotel Borobudur Jakarta, Aryaduta Menteng

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Bobobox Pods Juanda, Konko Hostel, Capsule Hotel Old Batavia

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Kerak Telor, Soto Betawi, dan Nasi Uduk Kebon Kacang

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Es Selendang Mayang, Kue Rangi, dan Keripik Biji Betawi

  • Souvenir Khas Daerah: Miniatur Monas, Boneka Ondel-ondel, dan Batik Betawi

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pekan Raya Jakarta (Pesta Rakyat), Upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus, dan Festival Budaya Betawi

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Bus TransJakarta, Kereta Commuter Line (Stasiun Juanda/Gondangdia), MRT Jakarta, dan Kereta Wisata (di dalam area taman)

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, naik Bus Damri jurusan Stasiun Gambir. Monas terletak tepat di seberang Stasiun Gambir, sehingga Anda hanya perlu berjalan kaki menuju pintu masuk IRTI Monas atau pintu masuk depan Stasiun Gambir.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan Kereta Bandara Soekarno-Hatta menuju Stasiun BNI City, dilanjutkan dengan transportasi online atau MRT menuju arah Bundaran HI/Monas.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari pusat perbelanjaan Grand Indonesia atau Plaza Indonesia, Anda bisa menggunakan Bus TransJakarta Koridor 1 (Blok M – Kota) dan turun di Halte Monas yang berada tepat di sisi barat kawasan.

Kota Tua Jakarta: Menjelajahi Lorong Waktu Batavia Lama

Kota Tua Jakarta: Menjelajahi Lorong Waktu Batavia Lama

  • Dikenal dengan Nama: Kawasan Kota Tua Jakarta / Oud Batavia

  • Lokasi: Kawasan Pinangsia

  • Kabupaten: Kota Jakarta Barat (Kota Administrasi)

  • Kecamatan: Taman Sari

  • Desa: Kelurahan Pinangsia

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Wisata Budaya, dan Wisata Edukasi

  • Deskripsi Menarik: Kota Tua Jakarta merupakan kawasan bersejarah yang menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda pada abad ke-16. Ikon utamanya adalah Lapangan Fatahillah yang dikelilingi oleh bangunan kolonial megah yang kini difungsikan sebagai museum, seperti Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, dan Museum Seni Rupa & Keramik. Pengunjung dapat menikmati suasana klasik dengan menyewa sepeda ontel berwarna-warni lengkap dengan topi kumpeni, berfoto dengan manusia patung, atau sekadar menikmati arsitektur Eropa klasik. Pada malam hari, kawasan ini tetap hidup dengan pencahayaan lampu kota yang romantis dan deretan pedagang kreatif di sekitar area pedestrian.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Mercure Jakarta Kota, Hotel Santika Premier Hayam Wuruk, The Plaza Hotel Glodok

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Bobobox Pods Kota Tua, Wonderloft Hostel Kota Tua, Pinangsia Hotel

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Kerak Telor, Soto Betawi, dan Gado-Gado Direksi (di area Glodok dekat Kota Tua)

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kue Rangi, Es Selendang Mayang, dan Bir Pletok

  • Souvenir Khas Daerah: Miniatur Wayang, Kaos Ikon Kota Tua, dan Kerajinan Tangan dari barang antik di Jalan Surabaya

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Fatahillah, Pertunjukan Wayang Kulit/Golek, dan Perayaan Imlek di kawasan sekitar Glodok

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Bus TransJakarta (Koridor 1), Kereta Commuter Line (Stasiun Jakarta Kota), Sepeda Ontel (di dalam kawasan), dan MRT Jakarta

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, naik Bus Damri jurusan Stasiun Gambir atau menggunakan Taksi/Transportasi Online langsung menuju arah Jakarta Barat/Jakarta Kota. Turun tepat di depan Museum Fatahillah atau Stasiun Jakarta Kota (Beos).

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan Kereta Bandara Soekarno-Hatta menuju Stasiun BNI City, dilanjutkan dengan Commuter Line menuju Stasiun Jakarta Kota. Dari stasiun, Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar 5 menit melalui terowongan bawah tanah menuju kawasan inti Kota Tua.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari pusat Jakarta (Monas), gunakan Bus TransJakarta Koridor 1 (Blok M – Kota) dan turun di halte terakhir, Halte Jakarta Kota. Rute ini adalah yang paling praktis dan bebas macet.

Pulau Macan: Resort Ramah Lingkungan dengan Konsep Eco-Luxury yang Eksklusif

Pulau Macan: Resort Ramah Lingkungan dengan Konsep Eco-Luxury yang Eksklusif

  • Dikenal dengan Nama: Pulau Macan (Pulau Macan Eco Resort)

  • Lokasi: Bagian Utara Kepulauan Seribu

  • Kabupaten: Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu

  • Kecamatan: Kepulauan Seribu Utara

  • Desa: Kelurahan Pulau Kelapa

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Ekowisata (Eco-Resort), dan Honeymoon Destination

  • Deskripsi Menarik: Pulau Macan adalah destinasi wisata yang mengusung konsep ramah lingkungan yang sangat kental. Terdiri dari dua pulau, yaitu Pulau Macan Besar (tempat penginapan) dan Pulau Macan Kecil yang tak berpenghuni, pengunjung bisa berjalan kaki menyeberangi laut saat air surut di antara keduanya. Resort di sini membatasi jumlah tamu untuk menjaga privasi dan kelestarian alam. Keunikan utamanya terletak pada desain kamar yang terbuka langsung menghadap laut lepas, penggunaan panel surya, sistem pengolahan limbah mandiri, serta taman karang yang sangat terjaga keindahannya untuk aktivitas snorkeling dan kano.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Pulau Macan Eco Resort (Resort utama), Pulau Putri Resort, Pulau Sepa Resort

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay di Pulau Harapan, Homestay di Pulau Kelapa, Homestay di Pulau Pramuka (memerlukan kapal sewa menuju Pulau Macan)

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Sayur Asem Kepulauan Seribu, Olahan Ikan Bakar segar berbumbu rempah, dan Nasi Pulo

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kerupuk Ikan (Krupuk Cue), Manisan Cermai, dan Bom Atom (Kue khas Kepulauan Seribu)

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan dari limbah laut (kerang), Kaos Pulau Macan, dan Olahan Rumput Laut

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pelepasan Tukik (Anak Penyu), Program Penanaman Terumbu Karang, dan Sedekah Laut masyarakat Kepulauan Seribu

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kapal Cepat (Speedboat), Kapal Tradisional nelayan, dan Kano/Kayak (antar pulau dekat)

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, menggunakan taksi atau bus menuju Dermaga Marina Ancol. Dari dermaga ini, perjalanan dilanjutkan menggunakan Kapal Cepat (Speedboat) yang disediakan pihak resort dengan waktu tempuh sekitar 90 hingga 120 menit.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Soekarno-Hatta, menuju Dermaga Kali Adem di Muara Angke. Dari sini, Anda bisa menaiki Kapal Feri milik Dishub atau Kapal Kayu menuju Pulau Harapan, kemudian menyewa kapal nelayan (ojek kapal) untuk mencapai Pulau Macan.

  • Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari pusat Jakarta, Anda bisa menggunakan transportasi umum (TransJakarta) menuju Ancol, lalu berjalan kaki ke area dermaga keberangkatan kapal cepat sesuai jadwal (biasanya pukul 08.00 pagi).

Bukit Batas Banjar

Bukit Batas Banjar

  • Dikenal dengan Nama: Bukit Batas (Sering dijuluki sebagai “Raja Ampat-nya Kalimantan Selatan”).

  • Lokasi: Kawasan Waduk Riam Kanan.

  • Kabupaten: Banjar.

  • Kecamatan: Aranio.

  • Desa: Tiwingan Lama.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Hiking, dan Fotografi.

  • Deskripsi Menarik: Bukit Batas menawarkan panorama spektakuler berupa gugusan pulau-pulau kecil hijau di tengah luasnya Waduk Riam Kanan, yang terlihat sangat mirip dengan pemandangan Wayag di Raja Ampat. Untuk mencapai puncaknya, pengunjung harus melakukan pendakian ringan selama kurang lebih 45–60 menit. Tempat ini merupakan lokasi terbaik untuk menikmati matahari terbenam (sunset) dan berkemah di atas awan sambil memandang hamparan air waduk yang tenang.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru.

    2. Novotel Banjarmasin Airport.

    3. Hotel Roditha Banjarbaru.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Desa Tiwingan Lama (di kaki bukit).

    2. Penginapan sekitar Pelabuhan Tiwingan.

    3. Camping Ground Bukit Batas (fasilitas sewa tenda).

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Ikan Nila Bakar khas Riam Kanan dan Soto Banjar.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Wadai Rangai dan Bingka Barandam.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Batu Permata Martapura dan kain Sasirangan.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Budaya Banjar dan ritual tahunan masyarakat desa sekitar waduk sebagai bentuk syukur atas hasil alam.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil/Motor (sampai dermaga), dilanjutkan dengan Klotok (perahu kayu tradisional) dan berjalan kaki (hiking).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Syamsudin Noor (Banjarmasin/Banjarbaru), menempuh perjalanan darat selama 45–60 menit menuju Dermaga Pelabuhan Tiwingan Lama di Aranio. Dari dermaga, dilanjutkan naik Klotok selama 20–30 menit menyeberangi waduk, lalu mendaki ke puncak.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan jasa travel wisata dari Banjarbaru yang menyediakan paket all-in (kendaraan, klotok, dan pemandu) untuk memudahkan akses tanpa harus mencari sewa perahu secara mandiri di dermaga.

Temajuk Sambas

Temajuk Sambas

  • Dikenal dengan Nama: Temajuk (Sering dijuluki sebagai “Surga di Ekor Kalimantan”).

  • Lokasi: Pesisir utara bagian paling ujung barat pulau Kalimantan.

  • Kabupaten: Sambas.

  • Kecamatan: Paloh.

  • Desa: Temajuk.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Ekowisata (Konservasi Penyu), dan Wisata Perbatasan.

  • Deskripsi Menarik: Temajuk adalah desa yang berbatasan langsung dengan Telok Melano, Malaysia. Destinasi ini menawarkan garis pantai yang sangat panjang dengan gradasi air laut biru jernih serta hamparan batu granit raksasa yang eksotis. Selain keindahan pantainya, pengunjung bisa melihat penangkaran penyu, menikmati hutan mangrove, hingga mengunjungi “Rumah Terbalik” yang menjadi ikon selfie di sana. Suasananya yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota menjadikannya tempat pelarian sempurna bagi pecinta alam.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Villa Terbalik Temajuk.

    2. Resort Pantai Camar Bulan.

    3. Temajuk Bay Resort.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Nelayan Temajuk.

    2. Penginapan Pak Odang.

    3. Homestay Perbatasan.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Bubur Pedas Sambas dan Olahan Kepiting Bakau.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kerupuk Ikan Lidah dan Lempok Durian Paloh.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Lunggi (Tenun Sambas) dan produk olahan terasi (belacan) Temajuk yang sangat termasyhur.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual adat Antar Ajung (syukuran laut masyarakat pesisir) dan Festival Pesisir Paloh.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi (disarankan 4WD atau kendaraan tangguh), motor, dan kapal penyeberangan (feri).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya/Pontianak), menempuh perjalanan darat sekitar 8–10 jam melewati Kota Sambas, kemudian menuju pelabuhan penyeberangan Tebas Kuala menuju Perigi Piai, lalu melanjutkan perjalanan ke arah Kecamatan Paloh hingga sampai di ujung Desa Temajuk.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Melalui jalur udara ke Bandara Liku (Sambas) jika tersedia penerbangan perintis, atau melalui jalur darat via Singkawang untuk memecah perjalanan agar tidak terlalu lelah, kemudian melanjutkan ke arah utara menuju Paloh.

Rumah Radakng Pontianak

Rumah Radakng Pontianak

  • Dikenal with Nama: Rumah Radakng (Rumah Panjang Suku Dayak Kanayatn).

  • Lokasi: Jalan Sutan Syahrir (Kawasan Kompleks Perkampungan Budaya).

  • Kabupaten: Kota Pontianak.

  • Kecamatan: Pontianak Kota.

  • Desa: Kelurahan Akcaya.

  • Jenis Wisata: Wisata Budaya, Arsitektur, dan Edukasi.

  • Deskripsi Menarik: Rumah Radakng merupakan replika rumah adat Dayak terbesar di Indonesia yang diresmikan oleh pemerintah setempat sebagai pusat pelestarian budaya. Memiliki panjang sekitar 138 meter dan tinggi 7 meter, bangunan ini hampir seluruhnya terbuat dari kayu belian dengan ukiran khas Dayak yang sangat detail. Rumah ini tidak hanya menjadi objek foto yang megah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat pagelaran seni, musyawarah adat, dan simbol kerukunan antaretnis di Kalimantan Barat.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Mercure Pontianak.

    2. Hotel Ibis Pontianak City Center.

    3. Hotel Kapuas Dharma.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Urbanview Hotel Putri Pontianak.

    2. Homestay Rumah Kita.

    3. Guesthouse Sutan Syahrir.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Bubur Pedas (Bubur khas Kalimantan Barat) dan Kerupuk Basah.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Chai Kwe (Choipan) dan Pisang Goreng Pontianak dengan selai srikaya.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Manik-manik Dayak, Tas Anyaman (Anjat), dan Mandau hias.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Gawai Dayak (Pesta Panen Padi) yang diadakan setiap bulan Mei.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, bus pariwisata, dan transportasi online (Gojek/Grab).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya), menempuh perjalanan darat sekitar 25–35 menit melalui Jalan Arteri Supadio menuju pusat kota Pontianak (Kawasan Kotabaru).

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan taksi bandara atau layanan bus DAMRI menuju Terminal Sungai Raya, kemudian dilanjutkan dengan transportasi online langsung menuju Jalan Sutan Syahrir di depan Rumah Radakng.

Pulau Randayan Bengkayang

Pulau Randayan Bengkayang

  • Dikenal dengan Nama: Pulau Randayan.

  • Lokasi: Perairan Laut Natuna, Kepulauan Lemukutan.

  • Kabupaten: Bengkayang.

  • Kecamatan: Sungai Raya Kepulauan.

  • Desa: Pulau Lemukutan.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Snorkeling, dan Resort Eksklusif.

  • Deskripsi Menarik: Pulau Randayan adalah surga tersembunyi yang menawarkan ketenangan luar biasa dengan pasir putih halus dan air laut kristal transparan. Pulau ini sangat populer bagi pecinta dunia bawah laut karena terumbu karangnya yang masih terjaga dan menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur. Karena dikelola secara privat oleh resort, pulau ini memberikan kesan eksklusif dan sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menjauh dari keramaian kota (self-healing).

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Randayan Resort (Satu-satunya penginapan langsung di pulau).

    2. Kahyangan Resort (Terletak di pesisir daratan Bengkayang).

    3. Dayang Resort (Di Singkawang, dekat dengan dermaga penyeberangan).

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay di Pulau Lemukutan (Pulau tetangga).

    2. Penginapan Teluk Suak.

    3. Homestay di area Pantai Samudra Indah.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Olahan Seafood segar (Kepiting Bakar) dan Ikan Asin Jambal Roti.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kerupuk Ikan dan Manisan Buah Kundur.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan kerang laut dan miniatur kapal dalam botol.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual adat Nelayan Pesisir (Syukuran Laut).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Perahu Motor (Speedboat) atau Kapal Nelayan dari Dermaga Teluk Suak.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya/Pontianak), menempuh perjalanan darat selama 3 jam menuju Dermaga Teluk Suak di Kabupaten Bengkayang, kemudian dilanjutkan menyeberang menggunakan speedboat selama 30–45 menit menuju Pulau Randayan.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Melalui Kota Singkawang, Anda bisa menuju Dermaga Pasir Panjang untuk menyewa kapal wisata yang langsung menuju gugusan pulau, termasuk Pulau Randayan.

Pantai Pasir Panjang Singkawang

Pantai Pasir Panjang Singkawang

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Pasir Panjang.

  • Lokasi: Jalan Pasir Panjang, Sedau.

  • Kabupaten: Kota Singkawang.

  • Kecamatan: Singkawang Selatan.

  • Desa: Kelurahan Sedau.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari dan Rekreasi Keluarga.

  • Deskripsi Menarik: Sesuai namanya, pantai ini memiliki garis pantai yang sangat panjang dengan hamparan pasir putih yang luas dan bersih. Air lautnya yang jernih dan ombak yang relatif tenang menjadikannya tempat ideal untuk berenang, memancing, atau sekadar menikmati matahari terbenam (sunset) yang legendaris. Kawasan ini telah dikembangkan secara modern dengan fasilitas lengkap, mulai dari wahana permainan air hingga akses langsung ke beberapa resor mewah di tepi pantai.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Dayang Resort Singkawang.

    2. Swiss-Belinn Singkawang.

    3. Randayan Resort.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Pasir Panjang.

    2. Penginapan Simpang.

    3. Villa Bukit Mas Singkawang.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Choipan (Chai Kwe) khas Singkawang dan Bubur Paddas.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Rujak Singkawang dan Kerupuk Ikan khas Pesisir.

  • Souvenir Khas Daerah: Keramik Singkawang (Replika Dinasti Ming/Qing) dan Kaos Khas Singkawang.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Cap Go Meh (terbesar di Asia Tenggara) dan Ritual Cuci Jalan.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, bus pariwisata, dan transportasi online.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya/Pontianak), menempuh perjalanan darat menyusuri pesisir utara Kalimantan Barat (Jalan Raya Pontianak-Singkawang) selama kurang lebih 3–4 jam.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan layanan bus DAMRI dari Bandara Internasional Supadio langsung menuju terminal Singkawang, kemudian dilanjutkan dengan transportasi lokal (angkot atau ojek) menuju kawasan wisata Pasir Panjang yang berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota.

Keraton Kadriyah Pontianak

Keraton Kadriyah Pontianak

  • Dikenal dengan Nama: Istana Kadriyah / Keraton Kadriyah.

  • Lokasi: Jalan Keraton, Kelurahan Dalam Bugis.

  • Kabupaten: Kota Pontianak.

  • Kecamatan: Pontianak Timur.

  • Desa: Kelurahan Dalam Bugis.

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Budaya, dan Religi.

  • Deskripsi Menarik: Keraton Kadriyah adalah pusat Kesultanan Pontianak yang didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada tahun 1771. Bangunan megah ini didominasi warna kuning (warna kebesaran Melayu) dan terbuat dari kayu belian yang sangat kuat. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi bersejarah seperti Meriam kuno, singgasana raja, perhiasan keluarga kesultanan, hingga Al-Quran tulisan tangan Sultan Syarif Abdurrahman. Lokasinya sangat unik karena berada di dekat pertemuan tiga sungai (Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar).

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Harris Pontianak.

    2. Hotel Orchardz Gajahmada.

    3. Hotel Santika Pontianak.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Rumah Kita.

    2. Urbanview Hotel Putri Pontianak.

    3. Penginapan sekitar Kampung Wisata Beting.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Pengkang (ketan isi ebi yang dibakar), Sotong Pangkong, dan Nasi Kebuli.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Lempok Durian, Chai Kue, dan Pisang Goreng Srikaya.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Corak Insang, Miniatur Tugu Khatulistiwa, dan kerajinan Lidah Buaya (Aloevera).

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual robo-robo, Festival Meriam Karbit (setiap malam Lebaran), dan Gelar Adat Kesultanan Kadriyah.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, transportasi online, dan Sampan/Sampan Tambang (transportasi sungai).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya), menempuh perjalanan darat sekitar 30–45 menit (kurang lebih 17 km) menuju arah Pontianak Timur melintasi Jembatan Kapuas I.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio, Anda bisa menuju dermaga Senghie dan menggunakan perahu motor (sampan tambang) menyeberangi Sungai Kapuas untuk sensasi perjalanan air langsung menuju area keraton dan Masjid Jami’.

Puncak Mas Bandar Lampung

Puncak Mas Bandar Lampung

  • Dikenal dengan Nama: Puncak Mas.

  • Lokasi: Jalan Putra Pass, Kelurahan Sukadanaham.

  • Kabupaten: Kota Bandar Lampung.

  • Kecamatan: Tanjung Karang Barat.

  • Desa: Kelurahan Sukadanaham.

  • Jenis Wisata: Wisata Selfie / Wisata Alam Perbukitan / Wisata Keluarga.

  • Deskripsi Menarik: Puncak Mas adalah destinasi wisata yang menawarkan panorama memukau Kota Bandar Lampung dan Teluk Lampung dari ketinggian. Tempat ini sangat populer karena memiliki banyak spot foto kreatif seperti rumah pohon, sepeda gantung, dan jembatan kaca. Suasana udara yang sejuk serta pemandangan lampu kota di malam hari menjadikannya tempat favorit bagi para pemburu senja dan keluarga yang ingin bersantai.


  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Bukit Randu Hotel & Restaurant (memiliki pemandangan kota yang serupa).

    2. Horison Lampung.

    3. Grand Pratama Hotel.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Syariah sekitar Sukadanaham.

    2. Urbanview Hotel d’Orange Bandar Lampung.

    3. RedDoorz near Lembah Hijau Lampung.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    • Seruit Lampung: Olahan ikan yang dinikmati dengan sambal terasi dan lalapan khas.

    • Pindang Ikan: Sup ikan dengan rasa asam pedas yang segar.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    • Keripik Pisang Aneka Rasa: Khususnya rasa coklat dan keju yang menjadi ikon Lampung.

    • Kemplang Bakar: Kerupuk ikan yang diproses dengan cara dibakar.

  • Souvenir Khas Daerah:

    • Kopi Robusta Lampung: Tersedia dalam berbagai merk lokal unggulan.

    • Kaos Khas Lampung: Kaos dengan desain motif Tapis atau gajah.


  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Festival Begawi Bandar Lampung: Seringkali melibatkan pertunjukan seni di pusat kota dekat area wisata.

    • Pentas Seni Budaya Lampung: Kadang diadakan di panggung terbuka area wisata pada hari libur nasional.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    • Transportasi Online (Car/Bike).

    • Kendaraan Pribadi (Mobil/Motor).

    • Angkutan Kota (Angkot) jurusan Tanjung Karang – Sukadanaham.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat:

    • Dari Bandara Radin Inten II (Lampung Selatan): Melewati Jalan Lintas Sumatera menuju arah pusat Kota Bandar Lampung. Setelah sampai di pusat kota (Tanjung Karang), arahkan kendaraan menuju daerah perbukitan Sukadanaham melewati Jalan Raden Imba Kusuma. Waktu tempuh sekitar 45 hingga 60 menit.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat:

    • Dari Bandara Radin Inten II (Via Jalur Belakang): Melewati daerah Branti menuju arah Kemiling melewati akses jalan baru yang langsung tembus ke wilayah Sukadanaham. Rute ini relatif lebih tenang dari kepadatan lalu lintas pusat kota.

Pantai Tanjung Setia Pesisir Barat

Pantai Tanjung Setia Pesisir Barat

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Tanjung Setia / Surfing Point Tanjung Setia.

  • Lokasi: Pesisir Samudera Hindia, Jalur Lintas Barat Sumatera.

  • Kabupaten: Pesisir Barat.

  • Kecamatan: Pesisir Selatan.

  • Desa: Desa Way Jambu dan sekitarnya.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari / Wisata Minat Khusus (Selancar/Surfing).

  • Deskripsi Menarik: Pantai ini telah mendunia dan dikenal sebagai salah satu titik selancar terbaik di dunia. Memiliki ombak jenis left-handers yang konsisten dengan ketinggian mencapai 6 hingga 7 meter dan panjang ombak hingga 200 meter. Selain untuk selancar, pantai ini menawarkan suasana yang tenang dengan deretan pohon kelapa dan merupakan tempat favorit bagi para pemancing untuk berburu ikan Blue Marlin.


  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Ombak Indah Resort (Populer di kalangan peselancar internasional).

    2. Cabana Surf and Stay.

    3. Lovina Krui Surf.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Karang Nyimbor Surf Camp.

    2. Damai Bungalows.

    3. Mutiara Alam Zandino.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    • Taboh Iwak Tapa: Ikan asap yang dimasak dengan kuah santan kental dan rebung.

    • Pandap: Makanan khas yang mirip pepes, dibungkus daun talas dengan bumbu rempah yang sangat meresap.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    • Engkak: Kue ketan manis yang mirip dengan lapis legit namun lebih kenyal.

    • Keripik Pisang Kepok: Variasi rasa khas Pesisir Barat.

  • Souvenir Khas Daerah:

    • Kain Tapis Krui: Memiliki corak yang khas dan berbeda dari tapis daerah Lampung lainnya.

    • Kerajinan dari Damar: Hasil hutan utama dari daerah Pesisir Barat (Krui).


  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Krui Pro World Surfing League (QS5000): Kejuaraan selancar internasional tahunan yang diikuti atlet dari berbagai negara.

    • Pesta Adat Ngambur: Upacara syukuran masyarakat lokal atas hasil bumi dan laut.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    • Mobil Travel (Lintas Barat).

    • Motor Sewaan (Sangat populer untuk berpindah antar titik ombak).

    • Bus Antar Kota (PO Krui Putra).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat:

    • Dari Bandara Radin Inten II (Lampung Selatan): Menggunakan mobil travel atau kendaraan pribadi menuju arah barat melewati Pringsewu, Tanggamus, dan melintasi kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) hingga tiba di Pesisir Barat. Waktu tempuh normal sekitar 6 hingga 7 jam.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat:

    • Dari Bandara Radin Inten II (Via Udara): Menggunakan penerbangan perintis (Susi Air atau maskapai serupa jika tersedia jadwalnya) menuju Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Krui. Dari bandara di Krui, perjalanan darat menuju Pantai Tanjung Setia hanya memakan waktu sekitar 30 menit.

Pantai Pasir Putih Lampung Selatan

Pantai Pasir Putih Lampung Selatan

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Pasir Putih Lampung.

  • Lokasi: Jalan Lintas Sumatera KM 45.

  • Kabupaten: Lampung Selatan.

  • Kecamatan: Katibung.

  • Desa: Desa Rangai Tri Tunggal.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari / Wisata Pantai & Kepulauan.

  • Deskripsi Menarik: Pantai ini merupakan salah satu destinasi paling legendaris di Lampung karena jaraknya yang cukup dekat dari ibu kota provinsi. Memiliki hamparan pasir yang putih bersih sesuai namanya, pantai ini juga menjadi gerbang utama bagi wisatawan yang ingin menyeberang ke Pulau Condong yang berbentuk seperti kerucut atau ke Pulau Kelapa yang sangat asri untuk kegiatan snorkeling.


  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Grand Elty Krakatoa (Resort di area Lampung Selatan).

    2. Hotel Sheraton Lampung (Terletak di area kota namun akses mudah ke lokasi).

    3. Swiss-Belhotel Lampung.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay di sekitar Desa Rangai.

    2. Penginapan sederhana di area Pantai Pasir Putih.

    3. Villa-villa kecil di sekitar Pantai Sebalang (tetangga desa).

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

    • Pindang Patin/Baung: Sup ikan dengan kuah segar berbumbu rempah kuat.

    • Sambol Lingkung: Abon ikan khas daerah pesisir Lampung.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    • Emping Melinjo: Khas Lampung Selatan yang memiliki kualitas premium.

    • Kerupuk Kemplang Bakar: Kerupuk ikan dengan sambal cocol yang khas.

  • Souvenir Khas Daerah:

    • Kopi Robusta Lampung: Terkenal dengan aroma dan rasa yang kuat.

    • Kerajinan Tapis: Berupa tas, dompet, atau hiasan dinding bersulam emas.


  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Festival Lampung Selatan: Biasanya diadakan lomba-lomba tradisional dan pameran budaya.

    • Ritual Nadran/Larung Sesaji: Sering dilakukan oleh masyarakat nelayan sekitar sebagai bentuk rasa syukur.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    • Bus Antar Kota (Bus Trans Lampung atau bus arah Bakauheni).

    • Kendaraan pribadi (Mobil/Motor).

    • Perahu Jukung (untuk akses ke pulau-pulau di sekitarnya).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat:

    • Dari Bandara Radin Inten II (Lampung Selatan): Melewati Jalan Lintas Sumatera ke arah selatan menuju Bakauheni. Perjalanan akan melewati pusat Kota Bandar Lampung lalu menuju area Katibung. Waktu tempuh sekitar 1 jam hingga 1,5 jam tergantung kepadatan lalu lintas.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat:

    • Dari Bandara Radin Inten II (Via Tol): Masuk melalui Pintu Tol Natar dan keluar di Pintu Tol Lematang atau Pintu Tol Sidomulyo (tergantung kondisi), lalu mengambil jalan akses menuju Lintas Sumatera arah pesisir. Rute tol lebih lancar dan menghindari kemacetan di dalam kota Bandar Lampung.

Translate »