Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung

Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung

Nama Wisata: Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung (Sering disebut Taman Wisata Alam Bantimurung atau Air Terjun Bantimurung)

Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Maros, Kecamatan Simbang, Desa Jenetaesa (Dusun Bantimurung)

Jenis Wisata: Alam, Geologi (Karst), Air Terjun, Konservasi (Kupu-kupu), dan Gua

Deskripsi Menarik: Taman Nasional Bantimurung dikenal sebagai “Kingdom of Butterfly” (Kerajaan Kupu-kupu) karena keanekaragaman dan populasi kupu-kupu yang tinggi, bahkan terdapat penangkaran kupu-kupu. Daya tarik utamanya adalah Air Terjun Bantimurung yang memiliki lebar sekitar 20 meter dengan ketinggian 15 meter, mengalir pada bebatuan besar, dan airnya jernih serta segar. Kawasan ini juga merupakan bagian dari bentangan alam Karst Maros-Pangkep yang tercatat sebagai bentangan Karst terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Pengunjung juga dapat menjelajahi gua seperti Gua Mimpi yang diyakini memiliki langit-langit kristal dan Gua Batu yang memiliki stalaktit dan stalagmit yang indah. Tersedia pula fasilitas seperti kolam renang dan wahana flying fox.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

  1. Hotel Wisata Bantimurung (Terdapat di dalam kompleks atau sangat dekat dengan kawasan wisata).
  2. Cordia Hotel Makassar Airport (Dekat Bandara Sultan Hasanuddin, yang relatif dekat dengan Maros).
  3. Urbanview Hotel Eropa Maros (Terletak di Maros, dekat bandara dan tidak terlalu jauh dari Bantimurung).

3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

  1. OYO 3116 Batu Putih Homestay (Di area Bantimurung/Maros).
  2. The Carstensz Homestay (Menawarkan penginapan yang nyaman, tersedia di beberapa lokasi di Maros).
  3. Labuana Homestay and Cafe Garden Makassar (Pilihan homestay yang tersedia di area dekat Maros/Bantimurung).

Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: * Pallubasa: Hidangan berkuah kental seperti coto, berisi jeroan dan daging sapi/kerbau, namun disajikan dengan nasi dan sering ditambahkan kuning telur mentah.

  • Sup Konro: Sup iga sapi atau daging sapi dengan kuah berwarna cokelat tua dari kluwek, kaya akan rempah.

Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: * Roti Maros: Roti empuk dengan isian selai srikaya (kaya) yang manis legit, sering dijadikan oleh-oleh.

  • Jalangkote: Mirip kue pastel, berisi sayuran (wortel, kentang, tauge), telur rebus, dan daging cincang, dimakan dengan saus cair pedas asam manis khas Sulawesi Selatan.
  • Pisang Epe: Pisang yang dibakar, dipipihkan, lalu disiram dengan air gula aren yang manis.
  • Kue Bannang-Bannang: Kue kering yang terbuat dari adonan tepung beras dan gula aren yang digoreng hingga garing menyerupai gulungan benang kusut.

Souvenir Khas Daerah:

  • Aksesoris/Pajangan Kupu-Kupu: Berbagai jenis kerajinan tangan dan aksesoris (bingkai, gantungan kunci, dsb.) dengan replika atau awetan (dari penangkaran) kupu-kupu Bantimurung.
  • Sirup Markisa: Dibuat dari sari buah markisa asli yang banyak ditemukan di daerah ini, memiliki rasa asam manis yang segar.
  • Roti Maros (sebagai oleh-oleh makanan yang tahan lama).

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Informasi spesifik mengenai acara adat dan budaya rutin di kawasan Bantimurung tidak terperinci dalam hasil pencarian, namun sebagai bagian dari Sulawesi Selatan, Kabupaten Maros juga memiliki kekayaan budaya Bugis-Makassar. Acara adat biasanya terkait dengan musim tanam/panen atau hari besar keagamaan/nasional.

Jenis Transportasi yang Digunakan:

  • Kendaraan Pribadi: Mobil atau motor (Rute lebih fleksibel dan waktu tempuh lebih cepat).
  • Angkutan Umum (Pete-pete/Angkot): Dari Terminal Daya Makassar menuju Maros, dilanjutkan dengan pete-pete ke Bantimurung.
  • Taksi/Bus Damri/Taksi Online: Terutama jika dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar:

  • Jarak Tempuh: Sekitar 45 km dari pusat Kota Makassar.
  • Waktu Tempuh: Sekitar 1,5 jam dengan kendaraan pribadi atau umum, atau sekitar 30 menit dari Bandara Sultan Hasanuddin.
  • Rute Utama (Kendaraan Pribadi/Umum): Ambil jalur Jalan Poros Makassar – Maros (Jalan Perintis Kemerdekaan/Trans Sulawesi), lalui Kota Maros (Turikale), lalu lanjutkan ke Jalan Poros Maros – Bone hingga mencapai KM 12 tempat lokasi Bantimurung berada. Kondisi jalan umumnya sangat baik.
  • Rute Alternatif (Angkutan Umum):
    1. Dari Makassar ke Terminal Daya.
    2. Naik Pete-pete (Angkot) menuju Pangkaljene.
    3. Turun di Kota Maros.

Lanjutkan dengan Pete-pete atau ojek lokal menuju Bantimurung.

Taman Arkeologi Leang-Leang

Nama Wisata: Taman Arkeologi Leang-Leang (atau Taman Prasejarah Leang-Leang)

Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Maros, Kecamatan Bantimurung, Kelurahan Leang-Leang

Jenis Wisata: Edukasi Arkeologi, Sejarah, Gua Prasejarah, Alam (Perbukitan Karst)

Deskripsi Menarik: Leang-Leang merupakan kawasan gua-gua prasejarah yang terletak di kawasan karst (bukit kapur) Maros-Pangkep. Daya tarik utamanya adalah keberadaan lukisan-lukisan purba di dinding gua, seperti lukisan cap tangan dan lukisan binatang (seperti babirusa) yang diperkirakan berusia 3.000 hingga 8.000 tahun Sebelum Masehi. “Leang-leang” sendiri dalam bahasa setempat berarti gua/liang. Tempat ini menawarkan pengalaman menapaktilasi jejak peradaban manusia purba dan keindahan perbukitan karst. Fasilitas pendukung seperti gazebo, shelter, museum kecil, dan jalur tracking sudah tersedia.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Karena lokasinya di daerah perbukitan, akomodasi hotel umumnya berada di pusat kota Maros atau dekat Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (yang juga dekat dengan Maros).

  1. Cordia Hotel Makassar Airport (Dekat Bandara)
  2. Urbanview Hotel Eropa Maros (Dekat Bandara/Maros Kota)
  3. RedDoorz @ Graha Cemerlang Maros (Dekat Maros Kota)

3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Akomodasi berjenis homestay atau guest house juga banyak ditemukan di area sekitar Maros Kota atau Biring Kanaya (Makassar/dekat Maros)

  1. The Carstensz Homestay (Maros Baru)
  2. Lauwrens Guest House (sekitar Maros)
  3. Hotel O Kost Maharaja Near Maros (sekitar Maros)

Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:

  • Pallubasa: Kuah sup daging/jeroan sapi kental yang mirip Coto Makassar, namun biasanya disajikan dengan nasi dan kadang ditambah telur mentah.
  • Sup Konro: Sup iga sapi dengan kuah cokelat kehitaman yang kaya rempah dari kluwek.
  • Burasa: Makanan sejenis lontong bersantan, dibungkus daun pisang, biasanya menjadi pendamping Pallubasa atau Coto.

Cemilan Daerah yang Wajib Dicoba:

  • Roti Maros: Roti manis lembut dengan berbagai isian, sering dijadikan oleh-oleh khas Maros.
  • Jalangkote: Mirip pastel, berisi sayuran (wortel, kentang, tauge), telur, dan daging cincang, disajikan dengan saus cair khas Sulawesi Selatan.
  • Pisang Epe: Pisang yang dibakar dan dipipihkan, disiram air gula aren.
  • Bassang: Bubur yang terbuat dari jagung ketan.

Souvenir Khas Daerah:

  • Kerajinan/Souvenir Kupu-Kupu: Maros dikenal dengan Taman Nasional Bantimurung yang merupakan “Kingdom of Butterfly”, sehingga souvenir berupa bingkai, gantungan kunci, atau hiasan bertema kupu-kupu sangat khas.
  • Pia’ta: Oleh-oleh berupa pia khas Maros-Makassar.

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

  • Upacara Adat Katto Bokko: Upacara adat Kerajaan Marusu (Maros) yang dilaksanakan menjelang atau saat musim panen tiba sebagai bentuk syukur, dipimpin oleh Raja dan pemangku adat.
  • Tradisi Mannempu’ Wette: Tradisi pesta panen tahunan.
  • Pertunjukan Seni: Seperti Festival Gendang dan Kecapi Bugis-Makassar, Seni Bela Diri Pammenca’ Maros, atau Seni Tradisional Ganrang Tallua.

Jenis Transportasi yang Digunakan:

  • Kendaraan Pribadi (Mobil/Motor).
  • Angkutan umum (Bus/Mobil travel jurusan Maros/Bone) dilanjutkan dengan ojek lokal dari jalan utama.
  • Taksi online atau sewa mobil dari Makassar.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar:

  1. Rute Utama (Melalui Maros Kota/Bantimurung):
    • Dari Kota Makassar, ambil Jalan Poros Maros (arah utara) menuju Kabupaten Maros.
    • Lanjutkan hingga mencapai Jalan Poros Maros-Bone.
    • Ikuti petunjuk arah menuju Taman Wisata Alam Bantimurung (sekitar 10-15 km dari pusat kota Maros).
    • Sekitar area Kantor Camat Bantimurung, belok kiri ke Jalan menuju Leang-Leang (sekitar 10 menit berkendara dari persimpangan). Akses jalan beton sudah tersedia.
  2. Alternatif:

Jika Anda dari Bandara Sultan Hasanuddin, jaraknya hanya sekitar 19,9 km dan dapat ditempuh dalam waktu yang lebih singkat menuju Maros Kota, lalu mengikuti rute utama.

BIRTARIA KASSI

Nama Wisata: BIRTARIA KASSI (Juga dikenal sebagai Pantai Birtaria Kassi)

Kabupaten, Kecamatan, Desa:

  • Kabupaten: Jeneponto
  • Kecamatan: Tamalatea
  • Kelurahan: Tonrokassi Induk dan Tonrokassi Barat (Kawasan wisata ini terletak di perbatasan dua kelurahan tersebut).

Jenis Wisata: Wisata Alam (Pantai, Hutan Rindang, dan Permandian)

Deskripsi Menarik: Birtaria Kassi adalah salah satu ikon wisata unggulan Jeneponto yang menawarkan kombinasi pesona alam pantai yang eksotis dan hutan rindang yang sejuk. Destinasi ini memiliki pantai dengan pasir yang lembut, air laut yang jernih, pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan, serta area daratan yang luas (sekitar 40 hektar) yang dikembangkan dengan berbagai fasilitas. Terdapat dermaga, kolam permandian, area food court, dan direncanakan akan ada fasilitas modern seperti vila, wahana berkuda, memanah, dan taman bunga. Cocok untuk rekreasi pantai, olahraga air, dan camping.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat (Di Jeneponto): Jeneponto memiliki pilihan akomodasi yang fokus di sekitar pusat kota (Binamu) yang berjarak tempuh ke Birtaria Kassi.

  1. Hotel O Penginapan Radja Jeneponto (Guest House, di Binamu)
  2. Hotel O Sari Jeneponto RedPartner (Hotel, di Binamu)
  3. Collection O 91488 Hotel Lingkarsut Jeneponto Near Patung Kuda (Hotel, di Arungkeke)

3 Rekomendasi Homestay Terdekat (Di Jeneponto): Akomodasi jenis homestay atau penginapan lokal juga tersedia di Jeneponto.

  1. HOMESTAY ASRIANI KASSI
  2. Homestay Home Mega (di Desa Wisata Pantai Kassi Bumbung)
  3. Homestay Home stay 32 (di Desa Wisata Kassi)

Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Jeneponto terkenal dengan olahan daging kuda.

  • Coto Kuda: Sejenis coto dengan kuah berempah seperti Coto Makassar, tetapi menggunakan daging kuda yang terkenal lebih lembut dan empuk.
  • Konro Kuda: Olahan tulang iga kuda berkuah atau dibakar, serupa dengan konro pada umumnya.
  • Gantala Jarang: Daging kuda yang direbus dengan bumbu sederhana (garam dan akar-akar kayu) dalam waktu lama, sering disajikan saat acara adat.

Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

  1. Jipang: Kue kering yang terbuat dari beras ketan yang dibalut gula merah, rasanya enak dan renyah.
  2. Kue Barotang (Kue Keciput): Kue tradisional berbahan tepung ketan, gula, dan santan yang dibentuk bulat-bulat dan dilumuri wijen.
  3. Cheesecuit: Cemilan inovasi kekinian khas Jeneponto yang memadukan tekstur renyah dengan rasa keju creamy.

Souvenir Khas Daerah:

  • Kain Tenun Tope: Kain tenun dengan motif khas Jeneponto.
  • Jajanan/Cemilan seperti Jipang atau Kue Barotang.
  • Produk olahan lokal Jeneponto lainnya seperti Tas Kain Thope, dan kerajinan lainnya.

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

  • Upacara Adat Je’ne-Je’ne Sappara: Upacara adat yang diselenggarakan setiap tanggal 14 Safar dalam tahun Hijriah (sekitar 1 minggu), puncaknya adalah ritual Mandi-mandi (Menceburkan Diri) atau Niburai di pantai sebagai ungkapan rasa syukur dan tolak bala. Tradisi ini dilakukan di Desa Balangloe Tarowang (Jeneponto).

Jenis Transportasi yang Digunakan:

  • Kendaraan Pribadi: Rute tercepat dan ternyaman dari Makassar.
  • Transportasi Umum (Bus/Travel Antar Kota): Menggunakan bus atau mobil travel dari Terminal Regional Daya Makassar yang menuju ke Jeneponto. Setelah tiba di pusat kota Jeneponto, dilanjutkan dengan transportasi lokal (sewa mobil/motor, ojek, atau angkutan umum).

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar:

  • Rute Utama (Melalui Jalan Nasional):
    1. Mulai dari Kota Makassar, ambil rute menuju ke selatan melalui Poros Malino/Jl. Tun Abdul Razak atau Jalan Tol Reformasi (jika menggunakan tol).
    2. Lanjutkan perjalanan melalui Jalan Poros Malino – Jeneponto/Jalan Poros Makassar – Bantaeng (Jl. Nasional III), melewati Gowa dan Takalar.
    3. Ikuti jalan poros utama (Trans Sulawesi Selatan) hingga memasuki Kabupaten Jeneponto.
    4. Wisata Birtaria Kassi terletak di Kecamatan Tamalatea, dekat dari jalan poros utama Jeneponto, sehingga aksesnya cukup mudah.
  • Alternatif:
    • Waktu tempuh dari Makassar ke Jeneponto (sekitar 90-100 km) biasanya memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam, tergantung kondisi lalu lintas.

Pilihlah perjalanan di pagi hari untuk menghindari kemacetan dan dapat menikmati perjalanan.

Wisata Batu Sipinga Jeneponto

Wisata Batu Sipinga Jeneponto

 

Nama Wisata: Batu Sipinga (atau Batu Siping / Batu Karst Pundo Siping)

Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Jeneponto, Kecamatan Bangkala Barat, Desa Garassikang (Kampung Karampuang)

Jenis Wisata: Wisata Alam (Formasi bebatuan karst unik di pinggir pantai/abrasi laut)

Deskripsi Menarik: Batu Sipinga menyuguhkan pemandangan unik berupa gugusan batu-batu karst purbakala yang terbentuk akibat abrasi pantai selama jutaan tahun. Bebatuan ini memiliki bentuk yang beragam dan eksotis, beberapa menyerupai jamur atau bentuk hewan. Kealamian tempat ini masih sangat terjaga. Lokasi ini juga dikenal sebagai tempat yang sangat indah untuk menikmati momen matahari terbit (sunrise) atau matahari terbenam (sunset). Banyak dijadikan sebagai lokasi spot foto yang instagramable.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

  • Collection O 91488 Hotel Lingkarsut Jeneponto
  • Binamu Hotel Syariah Jeneponto
  • Hotel Sari Jeneponto / OYO 91433 Hotel Sari Jeneponto

3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

  • Homestay Melati (Terletak di Desa Wisata Air Terjun Tuangloe, Jeneponto)
  • Penginapan Boyong (Terletak di Desa Wisata Boyong/Jeneponto Waterpark)
  • OYO 90770 Wisma Rima Melati (Lokasi di sekitar Jeneponto)

Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: * Coto Kuda: Sejenis Coto Makassar, namun menggunakan daging dan jeroan kuda. Dikenal karena rasanya yang khas, empuk, dan dipercaya dapat menambah stamina.

  • Konro Kuda: Olahan tulang iga kuda dengan kuah berempah yang kaya rasa.
  • Gantala Jarang: Daging dan tulang kuda yang direbus hanya dengan air, garam kasar, dan bumbu dari akar-akar kayu tertentu, sering disajikan pada acara adat/pesta.

Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Informasi spesifik mengenai cemilan daerah khas Jeneponto sulit ditemukan, namun Jeneponto, sebagai bagian dari Sulawesi Selatan, memiliki cemilan umum seperti Barongko (kue pisang dibungkus daun pisang) atau aneka kue tradisional lainnya. Jeneponto juga dikenal sebagai daerah penghasil garam.

Souvenir Khas Daerah:

  • Produk olahan garam (Jeneponto dijuluki Kota Garam).
  • Tenun atau kerajinan khas suku Turatea (suku asli Jeneponto).

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

  • Attunu-tunu/Tari Kuda Jeneponto: Tradisi budaya yang melibatkan kuda sebagai ikon daerah (meski informasi spesifik di Batu Sipinga tidak ditemukan).
  • Pesta Panen/Adat Syukuran: Sebagaimana daerah agraris lainnya, syukuran atas hasil panen biasanya diadakan.

Jenis Transportasi yang Digunakan: * Kendaraan Pribadi: Mobil atau sepeda motor (paling fleksibel).

  • Angkutan Umum: Bus antar kota (Makassar-Jeneponto) dilanjutkan dengan ojek atau bentor (becak motor) setempat menuju lokasi.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar:

  • Jarak: Kurang lebih 90-100 km dari Kota Makassar.
  • Waktu Tempuh: Sekitar 2-3 jam perjalanan, tergantung kondisi lalu lintas.
  • Rute Utama:
    1. Dari Makassar, ambil jalur utama menuju Kabupaten Gowa.
    2. Lanjutkan perjalanan menyusuri jalan trans Sulawesi yang menuju ke Kabupaten Takalar.
    3. Terus ke selatan melewati Takalar hingga memasuki wilayah Kabupaten Jeneponto.
    4. Ikuti petunjuk arah menuju Kecamatan Bangkala Barat dan Desa Garassikang.

Alternatif Rute: Tidak ada alternatif rute utama yang signifikan selain jalur darat Trans Sulawesi. Perjalanan sangat bergantung pada jalur ini. Dianjurkan menggunakan aplikasi peta digital untuk panduan akurat menuju Desa Garassikang/Kampung Karampuang.

Taman Nasional Taka Bonerate (Atoll)

Taman Nasional Taka Bonerate (Atoll)

  • Nama Wisata: Taman Nasional Taka Bonerate
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Kepulauan Selayar, Kec. Taka Bonerate
  • Jenis Wisata: Atoll, Bahari, Diving, Snorkeling
  • Deskripsi Menarik: Merupakan gugusan atoll (pulau karang cincin) terbesar ketiga di dunia. Taka Bonerate adalah surga bagi penyelam, menawarkan keragaman terumbu karang yang luar biasa, berbagai jenis ikan, dan perairan yang sangat jernih.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Selayar Beach Hotel (Benteng)
    • Hotel/Wisma di Kota Benteng
    • Resort Sederhana di Pulau Terdekat (misalnya Pulau Tinabo)
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Homestay di Pulau Tinabo/Pulau Khusus
    • Homestay/Wisma lokal di Benteng
    • Penginapan Harian Syariah
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Ikan Bakar (seafood segar khas Selayar), Kapu Rung (makanan utama dari sagu/ikan khas Luwu/Selayar).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Doko-Doko Cangkuling (kue tradisional), Pisang Epe.
  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan dari kulit kerang, Aksesori bertema bahari.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Taka Bonerate, Pesta Laut.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kapal Feri dari Bira (Bulukumba) ke Pamatata (Selayar), lalu dilanjutkan Kapal Motor/Perahu ke Atoll.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Bulukumba (Bira) → Feri ke Pamatata (Selayar) → Benteng. Jarak: ± 250 km (Darat+Laut). Estimasi Waktu Tempuh: 8 – 12 jam.

Bukit Tondon (Tondon Hill)

Bukit Tondon (Tondon Hill)

  • Nama Wisata: Bukit Tondon
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Enrekang, Kec. Anggeraja, Desa Tondon
  • Jenis Wisata: Alam, Pemandangan, Camping
  • Deskripsi Menarik: Bukit yang menawarkan pemandangan 360 derajat keindahan alam Enrekang, ideal untuk menyaksikan matahari terbit dan terbenam. Lokasi favorit untuk camping.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • OYO 93052 Batodupi Guesthouse Syariah
    • Hotel Wifadelia Panorama
    • Hotel O Ziza Kost82 Syariah
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Hotel O Rumah Massagena Syariah
    • Cottaqe Ningsih
    • Penginapan lokal Anggeraja
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Dangke (keju tradisional Enrekang).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Deppa Tettekang, Kue Taripang/Sawalla.
  • Souvenir Khas Daerah: Dangke, Kerupuk Keju Dangke.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Camping dan gathering
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi/Sewa, Ojek (medan menanjak).

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Enrekang → Anggeraja. Jarak: ± 230 – 240 km. Estimasi Waktu Tempuh: ± 7 – 9 jam.

Buttu Macca

Buttu Macca

  • Nama Wisata: Buttu Macca (Bukit Pintar)
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Enrekang, Kec. Anggeraja, Desa Bamba Puang (Dusun Pulauan)
  • Jenis Wisata: Alam, Rekreasi, Fotografi Ekstrem
  • Deskripsi Menarik: Menyajikan panorama perbukitan hijau dengan latar Gunung Nona. Memiliki spot foto ekstrem seperti ayunan dan anjungan di tepi tebing untuk memacu adrenalin.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • OYO 93051 Wisma Syariah Buloe
    • Hotel O Ziza Kost82 Syariah
    • Hotel Wifadelia
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Hotel O Rumah Massagena Syariah
    • Cottaqe Ningsih
    • Penginapan lokal di sekitar Bamba Puang
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Nasu Cemba (Sup daging khas masyarakat Duri).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Baje’ (Manisan tradisional dari ketan, gula merah, dan kelapa).
  • Souvenir Khas Daerah: Dangke, Cenderamata dari rotan/biji kalpataru.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Budaya Kaluppini (menampilkan ragam tradisi adat).
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi/Sewa, Bus Antar Kota rute Makassar-Toraja.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Enrekang → Anggeraja. Jarak: ± 230 – 240 km. Estimasi Waktu Tempuh: ± 7 – 9 jam.

Benteng Fort Rotterdam

Benteng Fort Rotterdam

  • Nama Wisata: Benteng Fort Rotterdam (Benteng Ujung Pandang)
  • Kota, Kecamatan: Kota Makassar, Kec. Ujung Pandang
  • Jenis Wisata: Sejarah, Budaya, Ikonik
  • Deskripsi Menarik: Salah satu benteng peninggalan Belanda yang paling terawat di Indonesia. Dulunya merupakan markas Kerajaan Gowa-Tallo, kemudian direbut Belanda. Bentuknya yang unik seperti penyu dan nilai sejarahnya yang tinggi menjadikannya ikon Makassar.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Hotel Aryaduta Makassar
    • Aston Makassar Hotel & Convention Center
    • The Rinra Hotel Makassar
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Homestay/Wisma di sekitar Mal GTC
    • Penginapan Sederhana Ujung Pandang
    • Homestay dekat Pelabuhan
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Coto Makassar (Wajib), Sop Konro.
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Es Pisang Ijo, Jalangkote.
  • Souvenir Khas Daerah: Miniatur Perahu Pinisi, Buku Sejarah Makassar.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pameran Seni dan Budaya, Festival Makassar.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi/Sewa, Taksi, Becak motor/Ojek Online.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Bandara: Bandara Sultan Hasanuddin → Jl. Tol Reformasi → Pusat Kota. Jarak: ± 20 km. Estimasi Waktu Tempuh: 30 – 45 menit.

Anjungan Pantai Losari

Pantai Losari

  • Nama Wisata: Pantai Losari (Anjungan Losari)
  • Kota, Kecamatan: Kota Makassar, Kec. Ujung Pandang
  • Jenis Wisata: Ikonik, Rekreasi Publik, Kuliner
  • Deskripsi Menarik: Anjungan pantai ikonik yang terkenal sebagai “Meja Terpanjang di Dunia” (sebelum direnovasi). Tempat terbaik untuk menikmati sunset di Makassar. Kini menjadi pusat kegiatan publik dan kuliner.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Hotel Aryaduta Makassar
    • The Rinra Hotel Makassar
    • Aston Makassar Hotel & Convention Center
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Homestay/Wisma di sekitar Mal GTC
    • Penginapan Sederhana Ujung Pandang
    • Homestay dekat Pelabuhan
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Coto Makassar, Sop Konro, Pallu Basa.
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Pisang Epe (Wajib dicoba di Losari), Es Pisang Ijo.
  • Souvenir Khas Daerah: Batik/Tenun Motif Toraja/Bugis, Aksesori bertema bahari.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Layang-Layang, Acara Peringatan Hari Jadi Kota.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi/Sewa, Taksi, Becak motor/Ojek Online.
  • Rute Perjalanan dan Alternatif dari Bandara: Bandara Sultan Hasanuddin → Jl. Tol Reformasi → Pusat Kota. Jarak: ± 20 km. Estimasi Waktu Tempuh: 30 – 45 menit.
Translate »