Category: Kalimantan Tengah
Ekowisata Punggualas Taman Nasional Sebangau
Ekowisata Punggualas Taman Nasional Sebangau
Dikenal dengan Nama: Punggualas / Lokasi Pengamatan Orangutan Sebangau.
Lokasi: Aliran Sungai Punggualas, Resort Punggualas.
Kabupaten: Katingan Kecamatan: Katingan Kuala Desa: Baun Bango.
Jenis Wisata: Wisata Alam, Petualangan, dan Observasi Satwa Liar (Ekowisata).
Deskripsi Menarik: Punggualas adalah salah satu “permata tersembunyi” di Kalimantan Tengah untuk melihat Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di habitat aslinya. Kawasan ini merupakan hutan rawa gambut yang eksotis dengan air sungai berwarna hitam kemerahan yang unik. Pengunjung dapat melakukan trekking di dalam hutan untuk menjumpai berbagai satwa endemik seperti Bekantan, Owa-owa, hingga burung Enggang. Suasana keheningan hutan yang hanya dipecah oleh suara alam menjadikannya destinasi impian bagi pecinta fotografi dan peneliti alam.
3 Rekomendasi Hotel Terdekat: (Akomodasi besar umumnya berada di pusat kota terdekat, Kasongan atau Palangka Raya)
Hotel Katingan (Kasongan).
Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya.
Hotel Neo Palma Palangka Raya.
3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
Homestay Masyarakat Desa Baun Bango.
Guest House Resort Punggualas (Fasilitas Taman Nasional).
Penginapan lokal di area pelabuhan Kereng Pangi.
Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Juhu Singkah (sayur umbut rotan) dan Ikan Jelawat Bakar.
Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Keripik Kelakai (tanaman paku-pakuan goreng) dan Kue Gaguduh (pisang goreng khas Dayak).
Souvenir Khas Daerah: Tas Anjat (anyaman rotan), Topi Caping Dayak, dan minyak kayu putih asli Kalimantan.
Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual Tiwah (upacara pengantaran tulang belulang leluhur masyarakat Dayak Ngaju) yang sesekali diadakan di wilayah Kabupaten Katingan.
Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil/Travel (jalur darat) dan Klotok atau Speedboat (jalur sungai).
Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Tjilik Riwut (Palangka Raya), menempuh jalur darat menuju Desa Kereng Pangi (Kabupaten Katingan) selama 1,5 jam. Kemudian dilanjutkan menuju Desa Baun Bango. Dari Baun Bango, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu mesin (klotok) menyusuri sungai menuju camp Punggualas.
Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan jasa agen wisata khusus yang menyediakan penjemputan langsung dari bandara menggunakan speedboat menyusuri aliran sungai Sebangau untuk pengalaman yang lebih privat.
Rute Alternatif dari Kota Terdekat: Dari Kota Kasongan (Ibukota Katingan), perjalanan darat menuju dermaga penyeberangan di Baun Bango dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam tergantung kondisi jalan.
Taman Wisata Kum-Kum Palangkaraya
Taman Wisata Kum-Kum Palangkaraya
Dikenal dengan Nama: Taman Wisata Kum-Kum (Sering disebut “Kebun Binatang Mini” Palangkaraya).
Lokasi: Jalan Pahandut Seberang (Dekat Jembatan Kahayan).
Kabupaten: Kota Palangkaraya.
Kecamatan: Pahandut.
Desa: Kelurahan Pahandut Seberang.
Jenis Wisata: Wisata Keluarga, Wisata Edukasi, dan Kuliner.
Deskripsi Menarik: Taman Wisata Kum-Kum adalah destinasi favorit keluarga yang menawarkan perpaduan antara kebun binatang mini dan area bersantai di tepian Sungai Kahayan. Di sini, pengunjung dapat melihat satwa khas Kalimantan seperti Beruang Madu, Buaya, dan berbagai jenis burung. Keunikan utamanya adalah deretan Gubug/Gazebo di atas air yang memungkinkan pengunjung menikmati hidangan sambil merasakan hembusan angin sungai. Tempat ini sangat populer sebagai lokasi santai sore hari karena letaknya yang tepat berada di seberang pusat kota dengan pemandangan Jembatan Kahayan yang ikonik.
3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
Swiss-Belhotel Danum Palangkaraya.
Hotel Bahalap Palangkaraya.
Hotel Neo Palma Palangkaraya.
3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
Homestay di area Jalan Dr. Murjani.
Penginapan sekitar Jalan Ahmad Yani.
Guesthouse di kawasan Pahandut.
Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Ikan Patin Bakar dan Juhu Singkah (Sayur Umbut Rotan).
Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Keripik Kelakai dan Jagung Bakar (banyak dijual di sepanjang jembatan).
Souvenir Khas Daerah: Tas anyaman rotan dan kerajinan tangan dari kayu khas Dayak.
Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pertunjukan musik lokal dan perayaan hari besar nasional yang berpusat di sekitar area jembatan.
Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, transportasi online, dan kapal feri penyeberangan tradisional (getek).
Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Tjilik Riwut (Palangkaraya), menempuh perjalanan darat sekitar 15–20 menit menuju pusat kota, kemudian melintasi Jembatan Kahayan. Lokasi taman berada tepat di ujung jembatan sebelah kiri.
Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Dari pusat kota, Anda bisa menggunakan layanan transportasi online atau mencoba pengalaman menyeberangi Sungai Kahayan menggunakan perahu getek dari Pelabuhan Rambang menuju Pahandut Seberang.
Taman Nasional Tanjung Puting
Taman Nasional Tanjung Puting
Dikenal dengan Nama: Tanjung Puting (Pusat Rehabilitasi Orangutan Terbesar di Dunia).
Lokasi: Semenanjung di bagian barat daya Kalimantan Tengah.
Kabupaten: Kotawaringin Barat.
Kecamatan: Kumai.
Desa: Teluk Pulai (Akses utama melalui Pelabuhan Kumai).
Jenis Wisata: Wisata Alam, Ekowisata, dan Konservasi Satwa Liar.
Deskripsi Menarik: Tanjung Puting adalah destinasi kelas dunia yang menawarkan pengalaman menyusuri sungai menggunakan kapal kayu tradisional yang disebut Klotok. Wisatawan dapat hidup di atas kapal selama beberapa hari sambil melihat Orangutan di habitat aslinya, terutama di pusat pemberian makan seperti Camp Leakey. Selain Orangutan, pengunjung juga dapat menjumpai Bekantan, Owa-owa, buaya muara, serta ribuan kunang-kunang yang menghiasi pepohonan nipah di malam hari. Suasana hutan hujan tropis yang autentik menjadikan tempat ini dijuluki sebagai “Amazon-nya Indonesia”.
3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
Rimba Orangutan Eco Lodge (Terletak di dalam kawasan).
Swiss-Belinn Pangkalan Bun.
Grand Kecubung Hotel.
3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
Kapal Klotok (Berfungsi sebagai hotel terapung selama tur).
Homestay di Desa Sekonyer.
Penginapan di sekitar Pelabuhan Kumai.
Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Coto Manggala (Soto singkong khas Pangkalan Bun) dan Ikan Lais Bakar.
Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Amplang Ikan Pipih dan Kerupuk Ikan.
Souvenir Khas Daerah: Kaos bertema Orangutan, Tas Anjat (anyaman rotan), dan Patung Kayu khas Dayak.
Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual adat masyarakat pesisir Kumai dan edukasi pelestarian alam oleh para pemandu lokal.
Jenis Transportasi yang Digunakan: Pesawat terbang (ke kota terdekat), Mobil, dan Kapal Klotok (transportasi utama di dalam kawasan).
Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Iskandar (Pangkalan Bun), menempuh perjalanan darat sekitar 15–20 menit menuju Pelabuhan Kumai. Dari pelabuhan, perjalanan dilanjutkan menggunakan Kapal Klotok menyusuri Sungai Sekonyer menuju kawasan taman nasional.
Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Jika melalui jalur laut, Anda dapat menggunakan kapal Pelni dari Semarang atau Surabaya menuju Pelabuhan Kumai, kemudian langsung menyewa kapal klotok untuk masuk ke area taman nasional.
Pantai Ujung Pandaran Sampit
Pantai Ujung Pandaran Sampit
Dikenal dengan Nama: Pantai Ujung Pandaran.
Lokasi: Desa Ujung Pandaran, pesisir Laut Jawa.
Kabupaten: Kotawaringin Timur.
Kecamatan: Teluk Sampit.
Desa: Ujung Pandaran.
Jenis Wisata: Wisata Bahari, Wisata Religi, dan Wisata Budaya.
Deskripsi Menarik: Pantai Ujung Pandaran merupakan destinasi wisata pantai paling populer di Kotawaringin Timur yang menawarkan hamparan pasir putih yang luas dan pemandangan laut yang tenang. Salah satu daya tarik uniknya adalah keberadaan Kubah Keramat (Makam Ulama Syekh Abu Hamid) yang lokasinya menjorok ke laut, yang sering dikunjungi oleh peziarah. Pada waktu-waktu tertentu, pengunjung bisa menyaksikan fenomena unik di mana air laut terlihat terbelah saat surut. Kawasan ini juga menjadi tempat favorit untuk berkemah dan menikmati hidangan laut segar di tepi pantai.
3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
Sampit Lumber Hotel (di pusat Kota Sampit).
Hotel Aquarius Boutique Sampit.
Werra Hotel Sampit.
3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
Homestay Ujung Pandaran (Banyak tersedia di bibir pantai).
Penginapan Barakah.
Villa Pantai Ujung Pandaran.
Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Ikan Jelawat Bakar dan Juhu Singkah (Sayur Umbut Rotan).
Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kerupuk Ikan Tenggiri dan Amplang Sampit.
Souvenir Khas Daerah: Olahan Ikan Kering/Asin dan Kerajinan Rotan khas Dayak.
Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual Simah Laut (Upacara syukuran laut masyarakat nelayan setempat).
Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, dan bus travel.
Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara H. Asan (Sampit), menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 2 hingga 2,5 jam melalui Jalan lintas Sampit-Kuala Pembuang menuju arah selatan sejauh 80 km.
Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Tjilik Riwut (Palangkaraya), menempuh perjalanan darat yang cukup panjang selama kurang lebih 5–6 jam melintasi jalur darat Trans Kalimantan menuju Kota Sampit, kemudian dilanjutkan ke arah pesisir Teluk Sampit.
Museum Balanga Palangkaraya
Museum Balanga Palangkaraya
Dikenal dengan Nama: Museum Balanga (Museum Provinsi Kalimantan Tengah).
Lokasi: Jalan Tjilik Riwut KM 2,5.
Kabupaten: Kota Palangkaraya.
Kecamatan: Jekan Raya.
Desa: Kelurahan Palangka.
Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Edukasi, dan Budaya Dayak.
Deskripsi Menarik: Museum Balanga adalah pusat dokumentasi kebudayaan Suku Dayak terlengkap di Kalimantan Tengah. Koleksi unggulannya disusun berdasarkan siklus hidup masyarakat Dayak, mulai dari ritual kelahiran, pernikahan, hingga upacara kematian (Tiwah). Nama “Balanga” diambil dari sejenis guci keramik tradisional yang dianggap sakral oleh suku Dayak. Di sini, pengunjung dapat melihat berbagai senjata tradisional seperti Mandau, berbagai jenis sumpit, pakaian adat dari serat kayu, hingga benda-benda magis dan peralatan rumah tangga kuno yang sangat artistik.
3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
Hotel Aquarius Boutique Palangkaraya.
Hotel Bahalap Palangkaraya.
Best Western Batang Garing.
3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
Homestay Lavender.
Urbanview Hotel Palangkaraya.
Guesthouse Jalan Tjilik Riwut.
Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Juhu Singkah (Sayur Umbut Rotan) dan Kalumpe (Daun singkong tumbuk khas Dayak).
Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Keripik Kelakai dan Kue Gaguduh (Pisang goreng khas Banjar/Dayak).
Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Getah Nyatu, Tas Rotan (Anjat), dan perhiasan dari Batu Kecubung.
Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pameran budaya temporer, edukasi teknik menyumpit, dan demonstrasi pembuatan kerajinan tangan khas Dayak.
Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, transportasi online, dan bus pariwisata.
Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Tjilik Riwut (Palangkaraya), menempuh perjalanan darat sekitar 15–20 menit menyusuri Jalan Tjilik Riwut ke arah pusat kota. Museum terletak tepat di pinggir jalan raya utama.
Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan layanan taksi bandara atau transportasi online yang tersedia di terminal kedatangan, melewati jalur Jalan Imam Bonjol untuk menghindari potensi kepadatan di pusat bundaran kota.
Istana Kuning Pangkalan Bun
Istana Kuning Pangkalan Bun
Dikenal dengan Nama: Istana Kuning (Pusat Kesultanan Kutaringin).
Lokasi: Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Raja.
Kabupaten: Kotawaringin Barat.
Kecamatan: Arut Selatan.
Desa: Kelurahan Raja.
Jenis Wisata: Wisata Sejarah dan Budaya.
Deskripsi Menarik: Istana Kuning merupakan satu-satunya kerajaan Islam di Kalimantan Tengah yang bangunannya masih berdiri kokoh. Meskipun bernama Istana Kuning, bangunan ini tidak dicat kuning, melainkan terbuat dari kayu ulin (kayu besi) asli yang berwarna cokelat alami; nama “Kuning” diambil karena kuning adalah warna keramat/kebesaran bagi masyarakat Melayu dan Dayak setempat. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat kereta kencana, singgasana raja, serta berbagai foto dokumentasi sejarah kesultanan. Arsitekturnya yang megah di tengah kota Pangkalan Bun menjadikannya ikon sejarah yang sangat bernilai edukasi.
3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
Britz Hotel Pangkalan Bun.
Grand Kecubung Hotel.
Hotel Arsela Pangkalan Bun.
3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
Homestay Rumah Kita.
Penginapan Melati.
Guesthouse sekitar area Kampung Pelangi.
Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Coto Manggala (Soto dengan bahan dasar singkong) dan Kerupuk Basah.
Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Amplang Ikan Pipih dan Wadai Rangai.
Souvenir Khas Daerah: Kain Batik Pangkalan Bun dan Kerajinan Kayu Ulin.
Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Keraton Nusantara dan Ritual Adat Kesultanan Kutaringin (Haul Akbar).
Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, transportasi online, dan angkutan kota.
Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Iskandar (Pangkalan Bun), menempuh perjalanan darat yang sangat singkat sekitar 10–15 menit menuju pusat kota Pangkalan Bun melalui Jalan Iskandar.
Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan layanan transportasi online atau taksi bandara yang tersedia langsung di pintu keluar bandara untuk menuju area Istana yang terletak tepat di jantung sejarah kota.
Danau Tahai Palangkaraya
Danau Tahai Palangkaraya
Dikenal dengan Nama: Danau Tahai.
Lokasi: Desa Tahai, Jalan Tjilik Riwut KM 30.
Kabupaten: Kota Palangkaraya.
Kecamatan: Bukit Batu.
Desa: Kelurahan Tumbang Tahai.
Jenis Wisata: Ekowisata, Wisata Alam, dan Edukasi Satwa.
Deskripsi Menarik: Danau Tahai memiliki keunikan pada warna airnya yang merah kecokelatan akibat zat tanin dari lahan gambut di sekitarnya. Pengunjung dapat menyusuri danau melalui jembatan kayu (boardwalk) yang membelah hutan rawa gambut yang asri. Keistimewaan lainnya adalah keberadaan pusat rehabilitasi orangutan milik Nyaru Menteng yang berada sangat dekat dengan lokasi ini, di mana pengunjung terkadang dapat melihat orangutan di pulau-pulau kecil di sekitar danau melalui teropong. Suasananya yang tenang menjadikannya tempat favorit untuk relaksasi di tengah alam.
3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
Swiss-Belhotel Danum Palangkaraya.
Hotel Bahalap Palangkaraya.
Hotel Luwansa (sekitar 25-30 menit dari lokasi).
3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
Homestay Nyaru Menteng.
Penginapan sederhana di area Kelurahan Tumbang Tahai.
Wisma Bukit Batu.
Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Juhu Singkah (Sayur Umbut Rotan) dan Ikan Lais Bakar.
Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Keripik Kelakai (Pakis goreng) dan Wadai Apam.
Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Getah Nyatu (miniatur kapal atau patung) dan Tas Rotan khas Dayak.
Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual adat masyarakat Dayak Ngaju di sekitar pemukiman Tumbang Tahai saat hari besar.
Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, dan bus pariwisata.
Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Tjilik Riwut (Palangkaraya), perjalanan darat memakan waktu sekitar 40–50 menit (kurang lebih 35 km) menyusuri Jalan Tjilik Riwut ke arah barat laut menuju arah Sampit.
Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan jasa transportasi online atau travel wisata dari pusat kota Palangkaraya yang menyediakan paket kunjungan gabungan antara Danau Tahai dan pusat rehabilitasi orangutan Nyaru Menteng.
Bundaran Besar Palangkaraya
Bundaran Besar Palangkaraya
Dikenal dengan Nama: Bundaran Besar (Ikon Titik Nol Palangkaraya).
Lokasi: Pertemuan jalan-jalan protokol utama (Jl. Yos Sudarso, Jl. Tjilik Riwut, Jl. Imam Bonjol).
Kabupaten: Kota Palangkaraya.
Kecamatan: Jekan Raya.
Desa: Kelurahan Palangka.
Jenis Wisata: Wisata Ikon Kota, Landmark Sejarah, dan Ruang Publik.
Deskripsi Menarik: Bundaran Besar adalah jantung dari Kota Palangkaraya yang baru saja direnovasi menjadi sangat megah dengan menara talawang (perisai Dayak) yang menjulang tinggi. Tempat ini memiliki nilai sejarah tinggi karena dirancang langsung sebagai bagian dari visi Soekarno saat membangun Palangkaraya. Di malam hari, bundaran ini tampak spektakuler dengan lampu hias warna-warni dan air mancur menari. Area ini juga menjadi pusat kegiatan warga saat Car Free Day (CFD) setiap hari Minggu, di mana masyarakat berkumpul untuk berolahraga dan menikmati kuliner jalanan.
3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
Hotel Bahalap Palangkaraya.
Hotel Aquarius Boutique Palangkaraya.
Best Western Batang Garing.
3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
Homestay Lavender.
Urbanview Hotel Palangkaraya.
Guesthouse sekitar Jalan Yos Sudarso.
Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Juhu Singkah (Sayur Umbut Rotan) dan Ikan Jelawat Bakar.
Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Keripik Kelakai dan Kue Gaguduh.
Souvenir Khas Daerah: Batik Benang Bintik (Batik khas Kalteng) dan Kerajinan Getah Nyatu.
Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Budaya Isen Mulang dan Pawai Budaya memperingati HUT Kalimantan Tengah.
Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, transportasi online (Gojek/Grab), dan bus pariwisata.
Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Tjilik Riwut (Palangkaraya), menempuh perjalanan darat hanya sekitar 15–20 menit menyusuri Jalan Tambun Bungai atau Jalan Imam Bonjol menuju pusat kota.
Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Tjilik Riwut, Anda bisa menggunakan layanan taksi bandara atau transportasi online melalui Jalan G. Obos yang relatif lebih lancar untuk langsung menuju area ikonik di tengah kota ini.
Bukit Tangkiling Palangkaraya
Bukit Tangkiling Palangkaraya
Dikenal dengan Nama: Bukit Tangkiling (Bagian dari Kawasan Wisata Alam Tangkiling).
Lokasi: Jalan Tjilik Riwut KM 34.
Kabupaten: Kota Palangkaraya.
Kecamatan: Bukit Batu.
Desa: Kelurahan Tangkiling.
Jenis Wisata: Wisata Alam, Wisata Religi, dan Hiking.
Deskripsi Menarik: Bukit Tangkiling menawarkan pemandangan alam yang asri dengan hamparan hutan tropis khas Kalimantan yang hijau dari puncaknya. Di kawasan ini terdapat beberapa bukit batu lainnya seperti Bukit Baranahu dan Bukit Kalalawit. Selain panorama alam, tempat ini sangat kental dengan nilai spiritual dan legenda lokal suku Dayak; terdapat Pura Jagatnatha yang megah serta “Batu Banama” yang dikaitkan dengan legenda kapal yang membatu. Kawasan ini juga menjadi pusat rehabilitasi satwa seperti orangutan dan beruang madu di bawah naungan BKSDA.
3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
Swiss-Belhotel Danum Palangkaraya (sekitar 30 menit ke arah kota).
Hotel Bahalap Palangkaraya.
Hotel Luwansa.
3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
Homestay di sekitar Kelurahan Tangkiling.
Wisma Bukit Batu.
Penginapan sekitar dermaga penyeberangan sungai terdekat.
Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Juhu Singkah Enyuh (Sayur umbut kelapa khas Dayak) dan Ikan Bakar Kandia.
Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Wadai Apam dan Keripik Kelakai (pakis hutan goreng).
Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Getah Nyatu, Tas Rotan (Anjat), dan Mandau hias.
Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual Tiwah (upacara kematian tingkat akhir suku Dayak) di wilayah sekitarnya dan perayaan keagamaan di Pura Jagatnatha.
Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, dan bus pariwisata.
Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Tjilik Riwut (Palangkaraya), menempuh perjalanan darat lurus menyusuri Jalan Tjilik Riwut ke arah barat laut (arah Sampit) selama kurang lebih 45–60 menit.
Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan layanan taksi bandara atau transportasi online dari Bandara Tjilik Riwut menuju Terminal AKAP, kemudian bisa dilanjutkan dengan kendaraan umum yang menuju arah Kecamatan Bukit Batu.













