Museum Roemah Bundar Tarakan

Museum Roemah Bundar Tarakan

  • Dikenal dengan Nama: Museum Roemah Bundar (Situs Sejarah Perang Dunia II).

  • Lokasi: Jalan Danau Jempang.

  • Kabupaten: Kota Tarakan.

  • Kecamatan: Tarakan Tengah.

  • Desa: Kelurahan Pamusian.

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Edukasi, dan Militer.

  • Deskripsi Menarik: Sesuai namanya, bangunan museum ini memiliki bentuk atap melengkung setengah lingkaran atau “bundar” yang sangat unik. Bangunan ini merupakan peninggalan tentara Australia dari tahun 1945 pasca-Perang Dunia II yang awalnya berfungsi sebagai barak militer. Di dalam museum ini, pengunjung dapat menyaksikan berbagai artefak bersejarah sisa peperangan, mulai dari helm baja, mortir, senapan, hingga berbagai foto dokumentasi saat tentara Sekutu mendarat di Tarakan. Museum ini merupakan bukti nyata pentingnya posisi strategis Tarakan dalam sejarah dunia sebagai kota minyak yang diperebutkan.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Galaxy Tarakan (Sangat dekat, berada di area yang sama).

    2. Swiss-Belhotel Tarakan.

    3. Hotel Royal Tarakan.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Urbanview Hotel Tarakan.

    2. Penginapan sekitar Jalan Jenderal Sudirman.

    3. Guesthouse di area Pamusian.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Kepiting Soka dan Olahan Ikan Bandeng tanpa duri.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Amplang Ikan Bandeng dan Kerupuk Ikan Pepija.

  • Souvenir Khas Daerah: Replikasi koin kuno, kaos bertema sejarah Tarakan, dan Batik Tarakan.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pameran temporer benda cagar budaya dan napak tilas sejarah Perang Dunia II tingkat pelajar.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, transportasi online, dan angkutan kota.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Juwata (Tarakan), perjalanan hanya memakan waktu sekitar 10 menit melalui Jalan Mulawarman ke arah pusat kota. Museum ini terletak tidak jauh dari Stadion Datu Adil.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan transportasi online atau taksi bandara. Lokasinya berada di kawasan padat sejarah (Pamusian), sehingga Anda juga bisa sekaligus mengunjungi bunker-bunker peninggalan Jepang yang berada di sekitar area ini.


Tips Tambahan: Karena lokasinya berdekatan dengan Museum Sejarah Perang Dunia II dan Museum Perminyakan, Anda bisa mengunjungi ketiga museum ini sekaligus dalam satu kali jalan.

Pulau Sapi – Desa Wisata Budaya

Pulau Sapi – Desa Wisata Budaya

  • Dikenal dengan Nama: Desa Wisata Pulau Sapi (Pusat Budaya Dayak Lundayeh).

  • Lokasi: Sepanjang bantaran sungai di wilayah Malinau.

  • Kabupaten: Malinau.

  • Kecamatan: Mentarang.

  • Desa: Desa Pulau Sapi.

  • Jenis Wisata: Wisata Budaya, Wisata Sejarah, dan Edukasi.

  • Deskripsi Menarik: Pulau Sapi bukanlah sebuah pulau di tengah laut, melainkan sebuah desa daratan yang sangat bersih dan rapi yang dihuni oleh suku Dayak Lundayeh. Desa ini telah meraih berbagai penghargaan sebagai Desa Wisata Nasional karena keberhasilannya melestarikan adat istiadat. Pengunjung akan disambut dengan pemandangan rumah-rumah warga yang dihiasi ukiran khas Dayak dan ornamen warna-warni. Di sini, Anda bisa melihat Balai Adat yang megah, menyaksikan tarian tradisional, serta melihat langsung kerajinan tangan lokal. Desa ini sangat tenang, asri, dan masyarakatnya sangat ramah terhadap wisatawan.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Mahkota Malinau (Pusat Kota).

    2. Hotel Grand Pelangi.

    3. Hotel Penginapan Intan.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Desa Wisata Pulau Sapi (Langsung tinggal bersama warga lokal untuk pengalaman otentik).

    2. Homestay di Kecamatan Mentarang.

    3. Guest House milik pemerintah daerah di sekitar Malinau.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Luba Laya (Nasi halus yang dibungkus daun pisang khas Lundayeh) dan Ikan Semah Bakar.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Madu Hutan Asli Malinau dan Keripik Singkong bumbu lokal.

  • Souvenir Khas Daerah: Tas Anyaman Rotan (Anjat), Topi Manik-manik, dan Kain Tenun khas Dayak Lundayeh.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Budaya Lundayeh (Aco Lundayeh) yang menampilkan berbagai lomba tradisional dan pameran seni.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, dan transportasi air (perahu/ketinting) jika ingin menyusuri sungai di sekitar desa.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Robert Atty Bessing (Malinau), menempuh perjalanan darat sekitar 20–30 menit menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua menuju arah Kecamatan Mentarang.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Jika Anda tiba dari Bandara Internasional Juwata (Tarakan), Anda harus menaiki speedboat reguler selama kurang lebih 3 jam menuju Pelabuhan Malinau, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat singkat menuju Desa Pulau Sapi.

Taman Berlabuh Tarakan

Taman Berlabuh Tarakan

  • Dikenal dengan Nama: Taman Berlabuh (Ikon Wisata Tepian Laut).

  • Lokasi: Jalan Jenderal Sudirman (Kawasan Lingkas Ujung).

  • Kabupaten: Kota Tarakan.

  • Kecamatan: Tarakan Timur.

  • Desa: Kelurahan Lingkas Ujung.

  • Jenis Wisata: Wisata Kota (City Park), Wisata Bahari, dan Rekreasi Keluarga.

  • Deskripsi Menarik: Taman Berlabuh adalah salah satu ruang publik paling ikonik di Kota Tarakan yang dibangun tepat di pinggir pantai. Nama “Berlabuh” merujuk pada lokasinya yang dekat dengan pelabuhan dan fungsinya sebagai tempat masyarakat “berlabuh” atau bersantai. Taman ini menawarkan pemandangan langsung ke arah laut lepas dan aktivitas kapal yang lalu lalang. Di malam hari, taman ini menjadi sangat cantik dengan lampu-lampu hias dan menjadi pusat kuliner malam. Fasilitasnya cukup lengkap, mulai dari area bermain anak, jogging track, hingga spot foto berlatar belakang tulisan “TAMAN BERLABUH” yang besar.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Royal Tarakan (Hanya beberapa menit dari lokasi).

    2. Swiss-Belhotel Tarakan.

    3. Hotel Lotus Panaya.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Urbanview Hotel Tarakan.

    2. Guest House sekitar Jalan Jenderal Sudirman.

    3. Penginapan di area Lingkas Ujung.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Kepiting Kenari dan Seafood segar pinggir laut.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Pisang Goreng Sanggar dan Pentol Bakar (banyak dijual pedagang kaki lima di sekitar taman).

  • Souvenir Khas Daerah: Olahan hasil laut (Ikan Asin/Kering) dan Batik Tarakan.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pertunjukan musik akustik komunitas lokal dan festival kuliner kota.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, transportasi online, dan angkutan kota (Lin).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Juwata (Tarakan), Anda hanya perlu menempuh perjalanan darat sekitar 15 menit melewati Jalan Mulawarman kemudian masuk ke Jalan Jenderal Sudirman menuju arah Pelabuhan Malundung.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan jasa transportasi online dari bandara yang akan melewati rute pesisir, memberikan Anda pemandangan aktivitas pelabuhan sebelum tiba di taman yang terletak di sebelah kanan jalan ini.

Kawasan Konservasi Mangrove & Bekantan (KKMB) Tarakan

Kawasan Konservasi Mangrove & Bekantan (KKMB) Tarakan

  • Dikenal dengan Nama: KKMB Tarakan atau Hutan Mangrove Tarakan.

  • Lokasi: Jalan Gajah Mada (Tepat di pusat kota dan area bisnis).

  • Kabupaten: Kota Tarakan.

  • Kecamatan: Tarakan Barat.

  • Desa: Kelurahan Karang Anyar Pantai.

  • Jenis Wisata: Ekowisata, Konservasi Satwa, dan Edukasi Alam.

  • Deskripsi Menarik: KKMB merupakan “paru-paru” Kota Tarakan sekaligus habitat asli dari Bekantan (Nasalis larvatus), monyet berhidung panjang yang merupakan satwa endemik Kalimantan. Uniknya, hutan mangrove seluas kurang lebih 22 hektar ini terletak tepat di jantung kota, menjadikannya salah satu laboratorium alam terbaik di Indonesia. Pengunjung dapat berjalan santai di atas jembatan kayu ulin yang membelah rimbunnya pohon bakau sambil melihat Bekantan yang bergelantungan bebas. Selain Bekantan, Anda juga bisa menemukan berbagai jenis kepiting warna-warni, ikan glodok (ikan yang bisa berjalan), dan berbagai spesies burung rawa.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Swiss-Belhotel Tarakan (Sangat dekat dengan lokasi).

    2. Hotel Galaxy Tarakan.

    3. Hotel Grand Tarakan.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Urbanview Hotel Tarakan.

    2. Guesthouse di sekitar Jalan Yos Sudarso.

    3. Penginapan Melati di area Karang Anyar.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Kepiting Soka Tarakan (Sangat ikonik) dan Ikan Pepija goreng.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Amplang Ikan Bandeng dan Kerupuk Ikan khas Kaltara.

  • Souvenir Khas Daerah: Batik Tarakan (Motif Mangrove dan Bekantan) dan kerajinan manik-manik.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Edukasi lingkungan untuk pelajar dan kunjungan penelitian internasional.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, transportasi online, dan angkutan kota.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Juwata (Tarakan), lokasinya sangat dekat. Anda hanya perlu menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 10–15 menit menuju Jalan Gajah Mada (arah pasar Gusher).

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan layanan transportasi online langsung dari pintu keluar bandara. Karena letaknya di pinggir jalan protokol pusat kota, objek wisata ini sangat mudah ditemukan bahkan oleh wisatawan yang baru pertama kali datang.


Tips Tambahan: Waktu terbaik untuk melihat Bekantan sedang aktif adalah pada pagi hari (pukul 08.00–10.00) atau sore hari (pukul 15.00–17.00) saat jam pemberian makan.

Karang Unarang Nunukan

Karang Unarang Nunukan

  • Dikenal dengan Nama: Karang Unarang (Titik Kedaulatan di Ambalat).

  • Lokasi: Perairan Laut Sulawesi (Blok Ambalat).

  • Kabupaten: Nunukan.

  • Kecamatan: Sebatik Timur (Akses terdekat melalui Pulau Sebatik).

  • Desa: Perairan lepas pantai Desa Sei Pancang.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Wisata Perbatasan, dan Landmark Kedaulatan.

  • Deskripsi Menarik: Karang Unarang bukan sekadar destinasi wisata biasa, melainkan simbol kedaulatan NKRI yang terletak di wilayah sengketa Blok Ambalat. Di sini berdiri sebuah mercusuar permanen yang dibangun untuk menandai batas wilayah Indonesia. Pengunjung dapat melihat struktur bangunan di tengah laut lepas yang dikelilingi oleh air biru yang sangat jernih. Karang ini hanya muncul ke permukaan saat air laut surut rendah. Destinasi ini sangat populer bagi mereka yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi dan ingin merasakan sensasi berada di “garda terdepan” Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Hotel Sebatik (Pulau Sebatik).

    2. Hotel Lenfin (Nunukan).

    3. Hotel Marhamah (Nunukan).

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Desa Sei Pancang.

    2. Penginapan di area pelabuhan penyeberangan Sebatik.

    3. Mess Perbatasan (dengan izin khusus).

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Olahan Ikan Segar khas Laut Sulawesi dan Coto Sebatik.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Produk “Dua Negara” (panganan Malaysia yang banyak dijual di pasar Sebatik) dan Kerupuk Ikan.

  • Souvenir Khas Daerah: Kaos bertema “Perbatasan Indonesia” dan Batik Lulantatibu.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Upacara Bendera di tengah laut pada hari kemerdekaan 17 Agustus dan patroli bersama TNI AL.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Speedboat atau perahu nelayan sewaan dari dermaga di Pulau Sebatik atau Nunukan.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Nunukan, Anda harus menuju Pelabuhan penyeberangan untuk menyeberang ke Pulau Sebatik (sekitar 20 menit). Dari Sebatik (Dermaga Sei Pancang), Anda menyewa speedboat khusus untuk menuju lokasi Karang Unarang di tengah laut dengan waktu tempuh sekitar 1–1,5 jam tergantung kondisi ombak.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Juwata (Tarakan), Anda bisa menyewa speedboat jarak jauh secara langsung (charter) menuju Karang Unarang, namun biaya akan jauh lebih mahal dan waktu tempuh sekitar 3–4 jam melintasi laut lepas.

Islamic Center Nunukan

Islamic Center Nunukan

  • Dikenal dengan Nama: Masjid Agung Hidayatullah / Islamic Center Nunukan.

  • Lokasi: Jalan Sei Fatimah.

  • Kabupaten: Nunukan.

  • Kecamatan: Nunukan.

  • Desa: Kelurahan Binusan.

  • Jenis Wisata: Wisata Religi, Arsitektur, dan Landmark Kota.

  • Deskripsi Menarik: Islamic Center Nunukan adalah pusat kegiatan Islam terbesar sekaligus ikon kemegahan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Berdiri kokoh di atas bukit, masjid ini menawarkan pemandangan spektakuler ke arah laut dan perairan perbatasan. Arsitekturnya sangat memukau dengan dominasi warna hijau dan emas, serta kubah besar yang dikelilingi menara-menara tinggi. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kompleks ini juga menjadi pusat edukasi dan dakwah dengan halaman yang luas serta taman yang tertata rapi, menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan untuk berwisata religi sambil menikmati ketenangan suasana.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Lenfin Nunukan.

    2. Hotel Fortune Nunukan.

    3. Hotel Marhamah.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay sekitar area Binusan.

    2. Penginapan di pusat kota Nunukan (sekitar 10 menit dari lokasi).

    3. Guest House sekitar Pelabuhan Tunon Taka.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Kepiting Bakau khas Nunukan dan Ikan Bakar bumbu lokal.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kerupuk Ikan dan produk panganan khas Malaysia (karena lokasinya yang berada di perbatasan).

  • Souvenir Khas Daerah: Batik Lulantatibu (Batik khas Nunukan) dan aksesoris manik-manik suku Dayak.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Peringatan hari besar Islam (MTQ, Maulid Nabi), pengajian akbar, serta kegiatan budaya islami tingkat kabupaten.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, transportasi online, dan angkutan kota.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Nunukan, perjalanan darat sangat singkat, hanya membutuhkan waktu sekitar 10–15 menit menuju arah Jalan Sei Fatimah melewati jalur pesisir.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Jika datang dari luar provinsi melalui Bandara Internasional Juwata (Tarakan), Anda harus menggunakan Speedboat reguler dari Pelabuhan Tengkayu I (Tarakan) menuju Pelabuhan Tunon Taka (Nunukan) selama kurang lebih 2,5 – 3 jam, dilanjutkan perjalanan darat singkat menuju area Islamic Center.

Embung Rawasari Tarakan

Embung Rawasari Tarakan

  • Dikenal dengan Nama: Embung Rawasari (Destinasi Wisata Air dan Ruang Terbuka Hijau).

  • Lokasi: Jalan Rawasari.

  • Kabupaten: Kota Tarakan.

  • Kecamatan: Tarakan Tengah.

  • Desa: Kelurahan Karang Harapan.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Rekreasi Keluarga, dan Olahraga.

  • Deskripsi Menarik: Embung Rawasari awalnya dibangun sebagai waduk penampung air baku untuk kebutuhan air bersih di Kota Tarakan. Namun, karena keindahan pemandangan dan penataannya yang rapi, tempat ini bertransformasi menjadi objek wisata populer. Kawasan ini dikelilingi oleh perbukitan hijau yang asri dan dilengkapi dengan jembatan layang (boardwalk) yang melingkari embung, sangat cocok untuk jogging pagi atau jalan santai sore hari. Saat cuaca cerah, pantulan langit di permukaan air embung menciptakan latar belakang foto yang sangat instagramable.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Lotus Panaya.

    2. Swiss-Belhotel Tarakan.

    3. Hotel Royal Tarakan.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Guesthouse di area Karang Anyar.

    2. Penginapan sekitar Jalan Rawasari.

    3. Urbanview Hotel Tarakan.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Kepiting Bakau Saus Tarakan dan Kerang Kampah.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Pisang Goreng Sanggar dan Amplang Ikan Bandeng.

  • Souvenir Khas Daerah: Batik Tarakan dan produk olahan hasil laut.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Kegiatan komunitas pecinta alam, lomba memancing, dan acara olahraga bersama warga kota.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, dan transportasi online.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Juwata (Tarakan), menempuh perjalanan darat sekitar 10–15 menit (jarak kurang lebih 5 km) melalui Jalan Mulawarman menuju arah Karang Harapan.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan jasa transportasi online dari bandara yang kini sangat mudah diakses, melewati jalur dalam kota yang relatif tenang dan bebas macet menuju area perbukitan Rawasari.

Baloy Adat Tidung Tarakan

Baloy Adat Tidung Tarakan

  • Dikenal dengan Nama: Baloy Mayo (Rumah Adat Suku Tidung).

  • Lokasi: Jalan Rambutan.

  • Kabupaten: Kota Tarakan.

  • Kecamatan: Tarakan Barat.

  • Desa: Kelurahan Karang Anyar.

  • Jenis Wisata: Wisata Budaya, Sejarah, dan Arsitektur.

  • Deskripsi Menarik: Baloy Adat Tidung adalah bangunan megah yang merepresentasikan kebudayaan Suku Tidung, penduduk asli Tarakan. Bangunan ini dibuat dari kayu ulin (kayu besi) yang sangat kuat dan dihiasi dengan ukiran khas yang filosofis. Keunikan utamanya adalah posisi bangunan yang menghadap ke arah laut, mencerminkan identitas masyarakat Tidung sebagai pelaut ulung. Di dalam kompleks ini, terdapat beberapa bangunan pendatar (balai) yang berfungsi sebagai tempat musyawarah, panggung kesenian, hingga singgasana singgasana adat. Di tengah kompleks, terdapat kolam yang menambah keasrian suasana.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Swiss-Belhotel Tarakan.

    2. Hotel Galaxy Tarakan.

    3. Hotel Grand Tarakan.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Urbanview Hotel Tarakan.

    2. Homestay area Karang Anyar.

    3. Guest House di sekitar Jalan Jenderal Sudirman.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Kepiting Soka Tarakan dan Ikan Pepija (ikan tipis khas Kalimantan Utara).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Amplang Bandeng dan Kerupuk Ikan.

  • Souvenir Khas Daerah: Batik Tarakan (dengan motif biota laut atau ukiran Tidung) dan kerajinan tangan dari manik-manik.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Iraw Tengkayu, sebuah pesta adat besar yang diadakan dua tahun sekali yang melibatkan ritual melarung sesaji ke laut.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, transportasi online, dan angkutan kota.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Juwata (Tarakan), lokasinya sangat dekat. Anda hanya perlu menempuh perjalanan darat sekitar 5–10 menit saja menuju Jalan Rambutan.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan jasa taksi bandara atau transportasi online yang tersedia di terminal. Karena letaknya di tengah kota, aksesnya sangat mudah dijangkau dari arah mana pun di Pulau Tarakan.

Air Terjun Gunung Pandan

Air Terjun Gunung Pandan

  • Dikenal dengan Nama: Air Terjun Gunung Pandan.

  • Lokasi: Kawasan hutan tropis di kaki Gunung Pandan.

  • Kabupaten: Malinau.

  • Kecamatan: Malinau Selatan.

  • Desa: Desa Wisata Lubok Manis.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Petualangan (Adventure), dan Pemandian.

  • Deskripsi Menarik: Air Terjun Gunung Pandan merupakan permata tersembunyi di pedalaman Malinau yang menawarkan keindahan alam yang masih sangat perawan. Air terjun ini memiliki karakteristik air yang sangat jernih dan dingin, mengalir di antara bebatuan besar dan rimbunnya pohon-pohon purba. Selain menikmati guyuran air terjun, pengunjung bisa merasakan sensasi river tubing di aliran sungai di bawahnya atau sekadar berkemah menikmati suara alam. Karena lokasinya yang cukup menantang, tempat ini sangat diminati oleh para pecinta alam dan petualang.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Mahkota Malinau (di pusat Kota Malinau).

    2. Hotel Penginapan Intan.

    3. Hotel Grand Pelangi.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay di Desa Wisata Lubok Manis.

    2. Penginapan lokal di area Malinau Selatan.

    3. Area Perkemahan (Camping Ground) Gunung Pandan.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Ikan Semah (Ikan sungai bernilai tinggi) goreng/bakar dan Juhu Umbut Rotan.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Keripik Pisang Khas Malinau dan Madu Hutan Asli Malinau.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Anyaman Rotan suku Dayak (Anjat), Mandau, dan manik-manik khas Dayak Kenyah.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pesta Budaya Irau Malinau (diadakan dua tahun sekali secara besar-besaran) yang menampilkan tarian dan ritual adat berbagai sub-suku Dayak.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan roda empat (disarankan jenis off-road atau SUV), motor, dan terkadang perahu kecil jika melewati jalur sungai.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Robert Atty Bessing (Malinau), perjalanan dilanjutkan dengan jalur darat menuju Kecamatan Malinau Selatan selama kurang lebih 1,5 hingga 2 jam perjalanan. Kondisi jalan sebagian sudah beraspal dan sebagian lagi merupakan jalan pengerasan (logging road).

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Jika datang dari Bandara Internasional Juwata (Tarakan), Anda harus menaiki speedboat reguler selama sekitar 3 jam menuju Pelabuhan Malinau, kemudian melanjutkan perjalanan darat ke arah Desa Lubok Manis.

Air Terjun Binusan Nunukan

Air Terjun Binusan Nunukan

  • Dikenal dengan Nama: Air Terjun Binusan.

  • Lokasi: Kawasan Hutan Lindung Pulau Nunukan.

  • Kabupaten: Nunukan.

  • Kecamatan: Nunukan.

  • Desa: Desa Binusan.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Pemandian, dan Ekowisata.

  • Deskripsi Menarik: Air Terjun Binusan merupakan destinasi wisata alam paling populer di Pulau Nunukan. Terletak di tengah hutan tropis yang masih asri, air terjun ini menawarkan suasana yang tenang dengan udara yang sangat sejuk. Aliran airnya jatuh melewati formasi bebatuan yang berundak-undak, menciptakan kolam alami di bawahnya yang sering digunakan pengunjung untuk mandi dan berenang. Karena letaknya yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tempat ini menjadi lokasi favorit warga lokal untuk piknik keluarga, terutama pada akhir pekan.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Lenfin Nunukan.

    2. Hotel Fortune Nunukan.

    3. Hotel Marhamah.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay sekitar Desa Binusan.

    2. Penginapan di pusat Kota Nunukan (sekitar 15-20 menit dari lokasi).

    3. Guest House di sekitar Pelabuhan Tunon Taka.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Kepiting Soka dan Olahan Seafood segar khas perbatasan.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kerupuk Ikan Khas Nunukan dan berbagai produk cemilan impor dari Malaysia yang banyak ditemui di pasar lokal.

  • Souvenir Khas Daerah: Batik Lulantatibu (Batik khas yang menggabungkan motif 4 suku di perbatasan) dan kerajinan tangan dari rotan.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Perayaan HUT Kabupaten Nunukan yang sering melibatkan pertunjukan seni budaya suku Dayak Lundayeh dan Tidung.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, dan transportasi umum lokal (Angkot).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Nunukan, perjalanan darat menuju lokasi hanya memakan waktu sekitar 20–30 menit menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat melalui jalan raya yang sudah beraspal menuju arah Desa Binusan.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Jika Anda datang dari luar pulau melalui Bandara Internasional Juwata (Tarakan), Anda harus melanjutkan perjalanan menggunakan Speedboat dari Pelabuhan Tengkayu I Tarakan menuju Pelabuhan Tunon Taka Nunukan (sekitar 2,5 – 3 jam), kemudian dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju lokasi air terjun.

Translate »