Paralayang Bukit Mantika Bima

Paralayang Bukit Mantika Bima

  • Dikenal dengan Nama: Paralayang Bukit Mantika.

  • Lokasi: Kawasan Perbukitan Kolo, Bima, Nusa Tenggara Barat.

  • Kabupaten: Kota Bima.

  • Kecamatan: Asakota.

  • Desa: Kelurahan Kolo.

  • Jenis Wisata: Wisata Minat Khusus (Olahraga Ekstrem), Dirgantara, dan Fotografi.

  • Deskripsi Menarik: Bukit Mantika merupakan spot paralayang terbaik di Bima yang menawarkan pemandangan spektakuler Teluk Bima dari ketinggian. Sambil melayang di udara, Anda akan disuguhi kontras antara perbukitan hijau, birunya laut, dan kapal-kapal yang melintas di teluk. Tempat ini juga sering menjadi lokasi kejuaraan paralayang tingkat nasional karena kondisi anginnya yang ideal.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Marina Inn Hotel, Hotel Mutmainnah, dan King’s Garden Hotel.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay Kolo, Penginapan Kencana, dan beberapa guest house di area pusat Kota Bima.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Uta Mbeu (daging sapi goreng khas Bima) dan Sepat (ikan bakar yang disajikan dengan kuah asam segar).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Pangaha Bunga (kue kembang goyang khas Bima) dan Susu Kuda Liar Bima.

  • Souvenir Khas Daerah: Sarung Tenun Mbojo (Tembe Nggoli) dan Madu Hutan Bima.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pacuan Kuda Tradisional Bima (Pacoa Jara) yang menggunakan joki cilik dan festival budaya memperingati HUT Kota Bima.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Ojek, Mobil sewaan, atau kendaraan pribadi (disarankan kendaraan dengan performa tanjakan yang baik).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin (BMU), Anda menempuh perjalanan darat melewati pusat Kota Bima menuju arah Kelurahan Kolo. Waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan hingga mencapai kaki Bukit Mantika.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan jasa travel atau agen wisata khusus paralayang yang biasanya menyediakan layanan antar-jemput langsung dari bandara menuju lokasi take-off di puncak bukit.

Pulau Lawata Bima

Pantai Lawata, Bima – Sumbawa


  • Dikenal dengan Nama: Pantai Lawata.

  • Lokasi: Terletak di pintu masuk Kota Bima, menghadap langsung ke Teluk Bima.

  • Kabupaten: Bima (Wilayah administratif Kota Bima).

  • Kecamatan: Rasanae Barat.

  • Desa: Sambinae.

  • Jenis Wisata: Wisata Pantai Keluarga, Rekreasi Taman Bermain, dan Wisata Sejarah.

  • Deskripsi Menarik: Pantai Lawata adalah destinasi legendaris yang sudah populer sejak tahun 1950-an. Berbeda dengan pantai lepas, Lawata berada di teluk sehingga ombaknya sangat tenang dan aman untuk berenang. Keunikan utamanya adalah keberadaan gua-gua kecil di tebing batu karang serta fasilitas modern seperti kolam renang dan waterboom yang berada tepat di pinggir laut, menjadikannya tempat favorit warga lokal untuk menikmati matahari terbenam.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Marina Bima.

    2. Hotel Santika Bima.

    3. Hotel Kalaki Beach.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Godo.

    2. Guest House Lawata.

    3. Homestay Lestari.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Uta Mbeju (Ikan kuah asam khas Bima) dan Pangaha Sinci (Kue cincin tradisional).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Arum Manis Bima dan Jagung Rebus khas pesisir Lawata.

  • Souvenir Khas Daerah: Sarung Tenun Tembe Nggoli, Susu Kuda Liar Bima, dan kerajinan tangan dari kerang.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Teluk Bima dan pertunjukan kesenian tradisional “Gantao” (beladiri khas Bima).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Pesawat terbang (menuju Bima), Mobil Travel, Angkutan Kota (Bemo), atau Ojek.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Terbang dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG) atau Lombok (LOP) menuju Bandara Sultan Muhammad Salahuddin (BMU) di Bima. Dari bandara, Anda dapat menggunakan taksi bandara atau mobil sewaan langsung menuju Pantai Lawata dengan waktu tempuh sekitar 15-20 menit melewati jalur lintas provinsi.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan kapal laut PELNI menuju Pelabuhan Bima. Dari Pelabuhan Bima, lokasi Pantai Lawata sangat dekat, hanya berjarak sekitar 3-5 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu 10 menit menggunakan ojek atau angkutan kota menuju arah selatan.

Pantai Moyo Sumbawa

Destinasi Wisata Pulau Moyo, Sumbawa


  • Dikenal dengan Nama: Pulau Moyo (Moyo Island).

  • Lokasi: Terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

  • Kabupaten: Sumbawa.

  • Kecamatan: Labuhan Badas.

  • Desa: Labuan Aji dan Sebotok.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam Bahari, Konservasi, dan Ekowisata.

  • Deskripsi Menarik: Pulau Moyo adalah permata tersembunyi yang pernah dikunjungi oleh tokoh dunia seperti Putri Diana dan David Bowie. Pulau ini menawarkan perpaduan sempurna antara pantai berpasir putih yang tenang, ekosistem bawah laut yang utuh untuk snorkeling, serta air terjun ikonik “Mata Jitu” yang memiliki tingkatan kolam alami berwarna biru kehijauan di tengah hutan asri.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: 1. Amanwana Resort (Luxury Glamping). 2. Maleo Moyo Hotel & Dive Center. 3. Blue Siladen (Moyo Island Branch).

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Haji Penginapan Homestay (Labuan Aji).

    2. Sunset Moyo Bungalows.

    3. Maryan Bungalows.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Singang (Ikan bumbu kuning asam pedas khas Sumbawa) dan Sepat (Ikan bakar yang disajikan dengan kuah segar berbahan terong dan mangga muda).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Manjareal (Cemilan berbahan dasar kacang tanah dengan bungkus daun lontar) dan Permen Susu Kuda Liar.

  • Souvenir Khas Daerah: Madu Sumbawa asli, Minyak Kayu Putih Sumbawa, dan Kain Tenun Khas Sumbawa (Kre’ Alang).

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Moyo (biasanya diadakan setahun sekali yang menampilkan balapan kuda tradisional “Main Jaran” dan tarian daerah).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Pesawat terbang (menuju bandara terdekat), Taksi/Ojek (menuju pelabuhan), dan Speedboat atau Kapal Rakyat (untuk menyeberang ke pulau).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Terbang dari Bandara Internasional Lombok (LOP) menuju Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III (SWQ) di Sumbawa Besar. Dari bandara, menuju Pelabuhan Muara Kali atau Pelabuhan Badas (sekitar 15 menit), kemudian menyewa speedboat langsung menuju Desa Labuan Aji, Pulau Moyo (sekitar 45-60 menit).

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan jalur darat dan laut dari Lombok. Dari Bandara Internasional Lombok, perjalanan darat ke Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur), menyeberang dengan kapal feri ke Pelabuhan Poto Tano (Sumbawa Barat), lanjut perjalanan darat ke Sumbawa Besar, dan terakhir menyeberang menggunakan Kapal Rakyat dari Pelabuhan Muara Kali yang berangkat setiap sore hari menuju Pulau Moyo.

Desa Sade/Rambitan – Lombok

Wisata Desa Sade/Rambitan

  • Nama Wisata: Desa Adat Sade (Dusun Sade) / Desa Rembitan
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Lombok Tengah, Pujut, Desa Rembitan
  • Jenis Wisata: Wisata Budaya, Wisata Sejarah, dan Ekowisata
Deskripsi Menarik

Desa Sade adalah permukiman Suku Sasak asli yang masih kukuh melestarikan tradisi leluhur mereka. Keunikan utama desa ini terletak pada Rumah Adat (Bale Tani), yang memiliki atap ijuk, dinding bambu, dan lantai dari tanah liat yang secara rutin dilumuri kotoran kerbau/sapi. Pelumuran ini bertujuan untuk membersihkan, memperkuat, dan memberikan kilap alami pada lantai. Desa Sade juga terkenal sebagai pusat kerajinan Kain Tenun Songket tradisional. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses menenun yang dilakukan oleh para wanita desa.

Rekomendasi Akomodasi Terdekat

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    1. Majango Bungalows (sekitar 3 km)
    2. Lombokhouse Mandalika (sekitar 3,7 km)
    3. Novotel Lombok Resort & Villas (di area Kuta/Mandalika, sekitar 7-8 km)
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    1. AttA Homestay (di area Kuta/Mandalika)
    2. Lombokhouse Mandalika (menawarkan opsi kamar residence/homestay)
    3. Lantis ViBES Inn (di area Kuta/Mandalika)

Kuliner Khas Daerah

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:
    • Ayam Taliwang: Ayam panggang dengan bumbu pedas khas Lombok.
    • Plecing Kangkung: Kangkung rebus yang disajikan dengan sambal tomat pedas dan terasi.
    • Sate Rembiga: Sate daging sapi yang memiliki rasa pedas dan manis.
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba:
    • Jajanan Tradisional Sasak (seperti olahan ketan, singkong, atau pisang).
    • Dodol Rumput Laut (sering dijual sebagai oleh-oleh).

Souvenir dan Budaya

  • Souvenir Khas Daerah:
    • Kain Tenun Songket Asli Sasak Sade (dengan motif khas Lombok Tengah).
    • Perhiasan dan gelang adat.
    • Miniatur Rumah Adat Sasak.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:
    • Peresean: Tradisi pertempuran menggunakan tongkat rotan dan perisai kulit (biasanya ditampilkan saat festival atau acara khusus).
    • Demonstrasi menenun yang dapat disaksikan hampir setiap hari.

Transportasi dan Akses

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil sewa, taksi/taksi online, atau ojek.
  • Rute Perjalanan dan Alternatif dari Kota Terdekat:
    • Dari Kota Praya (Ibu Kota Lombok Tengah): Jarak sekitar 10-15 km (sekitar 20-30 menit perjalanan). Ambil jalan menuju arah Kuta/Mandalika. Desa Sade berada di pinggir jalan utama sebelum masuk kawasan Mandalika.

Dari Kota Mataram (Ibu Kota Provinsi NTB): Jarak sekitar 45-50 km (sekitar 1-1,5 jam perjalanan). Ambil jalur utama Mataram – Praya – Kuta. Setelah melewati Praya, ikuti petunjuk arah menuju Desa Sade/Mandalika.

Museum Asi Mbojo (Istana Bima)

🏛️ Destinasi Wisata Museum Asi Mbojo (Istana Bima)

  • Nama Wisata: Museum Asi Mbojo (Istana Bima)

  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Museum Asi Mbojo terletak di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Alamatnya di Jl. Sultan Ibrahim No. 2, Kel. Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah dan Budaya (Museum bekas Istana Kesultanan Bima).

  • Deskripsi Menarik: Merupakan bekas Istana Kesultanan Bima yang dibangun antara tahun 1927-1930 di masa Kesultanan Muhammad Salahuddin. Bangunannya mengusung perpaduan gaya arsitektur tradisional Bima dan Eropa (Belanda). “Asi Mbojo” sendiri berarti Istana Bima. Museum ini menyimpan koleksi peninggalan Kesultanan Bima, seperti pakaian adat, senjata tradisional, peralatan rumah tangga, dan dokumen-dokumen penting yang menjadi saksi bisu kejayaan dan pusat pemerintahan Kesultanan Bima di masa lalu.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Marina Bima (Sangat dekat, sekitar 394 meter)

    2. Hotel Lambitu (Sangat dekat, sekitar 204 meter)

    3. King’s Village (Sekitar 1.11 km)

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Losmen Dara Bima (Dekat, sekitar 682 meter)

    2. Homestay Rayhan (Terletak di Rasanae Barat)

    3. Tambora Homestay (Terletak di Mpunda)

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:

    • Uta Sepi Tumis: Udang kecil (rebon) yang ditumis dengan asam muda, cabai, tomat, dan daun kemangi.

    • Jame: Kuliner berbahan dasar ikan teri basah yang difermentasi dengan bumbu rempah, memiliki cita rasa gurih, pedas, dan asam.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    • Bingka Dolu: Kue basah dari tepung, gula merah, dan santan, yang dulunya merupakan hidangan favorit Sultan.

    • Bolu Mantoi: Bolu tradisional dengan rasa yang tidak terlalu manis, sering dijadikan oleh-oleh.

    • Kahanga: Kue renyah yang terbuat dari tepung beras, sangrai kelapa, dan gula.

  • Souvenir Khas Daerah:

    • Tembe Nggoli: Sarung tenun khas Bima yang ditenun secara manual, sering digunakan sebagai pakaian adat atau Rimpu untuk wanita.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Prosesi Hanta U’a Pua: Acara adat untuk memperingati masuknya Islam di Tanah Mbojo, sering menampilkan tarian klasik Istana.

    • Tari Lenggo: Tarian klasik warisan Kesultanan Bima yang sakral dan sarat makna.

    • Mbolo Weki: Tradisi musyawarah adat Bima.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Di dalam Kota Bima, Anda dapat menggunakan: Becak motor (bentor), ojek, atau taksi online (tergantung ketersediaan).

  • Rute Perjalanan dan Alternatif dari kota terdekat:

    • Dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin (BMU): Museum berjarak sekitar 15-20 km. Anda bisa menggunakan taksi bandara atau layanan antar-jemput hotel menuju Kota Bima.

    • Dari Pelabuhan Bima: Menggunakan bentor atau ojek yang mudah ditemui di sekitar pelabuhan.

    • Dari Kota Mataram/Lombok: Akses dapat dilakukan melalui jalur darat dan laut (bus dan kapal feri) atau penerbangan domestik langsung menuju Bandara Bima (BMU).

Translate »