Temajuk Sambas

Temajuk Sambas

  • Dikenal dengan Nama: Temajuk (Sering dijuluki sebagai “Surga di Ekor Kalimantan”).

  • Lokasi: Pesisir utara bagian paling ujung barat pulau Kalimantan.

  • Kabupaten: Sambas.

  • Kecamatan: Paloh.

  • Desa: Temajuk.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Ekowisata (Konservasi Penyu), dan Wisata Perbatasan.

  • Deskripsi Menarik: Temajuk adalah desa yang berbatasan langsung dengan Telok Melano, Malaysia. Destinasi ini menawarkan garis pantai yang sangat panjang dengan gradasi air laut biru jernih serta hamparan batu granit raksasa yang eksotis. Selain keindahan pantainya, pengunjung bisa melihat penangkaran penyu, menikmati hutan mangrove, hingga mengunjungi “Rumah Terbalik” yang menjadi ikon selfie di sana. Suasananya yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota menjadikannya tempat pelarian sempurna bagi pecinta alam.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Villa Terbalik Temajuk.

    2. Resort Pantai Camar Bulan.

    3. Temajuk Bay Resort.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Nelayan Temajuk.

    2. Penginapan Pak Odang.

    3. Homestay Perbatasan.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Bubur Pedas Sambas dan Olahan Kepiting Bakau.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kerupuk Ikan Lidah dan Lempok Durian Paloh.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Lunggi (Tenun Sambas) dan produk olahan terasi (belacan) Temajuk yang sangat termasyhur.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual adat Antar Ajung (syukuran laut masyarakat pesisir) dan Festival Pesisir Paloh.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi (disarankan 4WD atau kendaraan tangguh), motor, dan kapal penyeberangan (feri).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya/Pontianak), menempuh perjalanan darat sekitar 8–10 jam melewati Kota Sambas, kemudian menuju pelabuhan penyeberangan Tebas Kuala menuju Perigi Piai, lalu melanjutkan perjalanan ke arah Kecamatan Paloh hingga sampai di ujung Desa Temajuk.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Melalui jalur udara ke Bandara Liku (Sambas) jika tersedia penerbangan perintis, atau melalui jalur darat via Singkawang untuk memecah perjalanan agar tidak terlalu lelah, kemudian melanjutkan ke arah utara menuju Paloh.

Rumah Radakng Pontianak

Rumah Radakng Pontianak

  • Dikenal with Nama: Rumah Radakng (Rumah Panjang Suku Dayak Kanayatn).

  • Lokasi: Jalan Sutan Syahrir (Kawasan Kompleks Perkampungan Budaya).

  • Kabupaten: Kota Pontianak.

  • Kecamatan: Pontianak Kota.

  • Desa: Kelurahan Akcaya.

  • Jenis Wisata: Wisata Budaya, Arsitektur, dan Edukasi.

  • Deskripsi Menarik: Rumah Radakng merupakan replika rumah adat Dayak terbesar di Indonesia yang diresmikan oleh pemerintah setempat sebagai pusat pelestarian budaya. Memiliki panjang sekitar 138 meter dan tinggi 7 meter, bangunan ini hampir seluruhnya terbuat dari kayu belian dengan ukiran khas Dayak yang sangat detail. Rumah ini tidak hanya menjadi objek foto yang megah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat pagelaran seni, musyawarah adat, dan simbol kerukunan antaretnis di Kalimantan Barat.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Mercure Pontianak.

    2. Hotel Ibis Pontianak City Center.

    3. Hotel Kapuas Dharma.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Urbanview Hotel Putri Pontianak.

    2. Homestay Rumah Kita.

    3. Guesthouse Sutan Syahrir.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Bubur Pedas (Bubur khas Kalimantan Barat) dan Kerupuk Basah.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Chai Kwe (Choipan) dan Pisang Goreng Pontianak dengan selai srikaya.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Manik-manik Dayak, Tas Anyaman (Anjat), dan Mandau hias.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Gawai Dayak (Pesta Panen Padi) yang diadakan setiap bulan Mei.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, bus pariwisata, dan transportasi online (Gojek/Grab).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya), menempuh perjalanan darat sekitar 25–35 menit melalui Jalan Arteri Supadio menuju pusat kota Pontianak (Kawasan Kotabaru).

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan taksi bandara atau layanan bus DAMRI menuju Terminal Sungai Raya, kemudian dilanjutkan dengan transportasi online langsung menuju Jalan Sutan Syahrir di depan Rumah Radakng.

Pulau Randayan Bengkayang

Pulau Randayan Bengkayang

  • Dikenal dengan Nama: Pulau Randayan.

  • Lokasi: Perairan Laut Natuna, Kepulauan Lemukutan.

  • Kabupaten: Bengkayang.

  • Kecamatan: Sungai Raya Kepulauan.

  • Desa: Pulau Lemukutan.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Snorkeling, dan Resort Eksklusif.

  • Deskripsi Menarik: Pulau Randayan adalah surga tersembunyi yang menawarkan ketenangan luar biasa dengan pasir putih halus dan air laut kristal transparan. Pulau ini sangat populer bagi pecinta dunia bawah laut karena terumbu karangnya yang masih terjaga dan menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur. Karena dikelola secara privat oleh resort, pulau ini memberikan kesan eksklusif dan sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menjauh dari keramaian kota (self-healing).

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Randayan Resort (Satu-satunya penginapan langsung di pulau).

    2. Kahyangan Resort (Terletak di pesisir daratan Bengkayang).

    3. Dayang Resort (Di Singkawang, dekat dengan dermaga penyeberangan).

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay di Pulau Lemukutan (Pulau tetangga).

    2. Penginapan Teluk Suak.

    3. Homestay di area Pantai Samudra Indah.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Olahan Seafood segar (Kepiting Bakar) dan Ikan Asin Jambal Roti.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kerupuk Ikan dan Manisan Buah Kundur.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan kerang laut dan miniatur kapal dalam botol.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual adat Nelayan Pesisir (Syukuran Laut).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Perahu Motor (Speedboat) atau Kapal Nelayan dari Dermaga Teluk Suak.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya/Pontianak), menempuh perjalanan darat selama 3 jam menuju Dermaga Teluk Suak di Kabupaten Bengkayang, kemudian dilanjutkan menyeberang menggunakan speedboat selama 30–45 menit menuju Pulau Randayan.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Melalui Kota Singkawang, Anda bisa menuju Dermaga Pasir Panjang untuk menyewa kapal wisata yang langsung menuju gugusan pulau, termasuk Pulau Randayan.

Pantai Pasir Panjang Singkawang

Pantai Pasir Panjang Singkawang

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Pasir Panjang.

  • Lokasi: Jalan Pasir Panjang, Sedau.

  • Kabupaten: Kota Singkawang.

  • Kecamatan: Singkawang Selatan.

  • Desa: Kelurahan Sedau.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari dan Rekreasi Keluarga.

  • Deskripsi Menarik: Sesuai namanya, pantai ini memiliki garis pantai yang sangat panjang dengan hamparan pasir putih yang luas dan bersih. Air lautnya yang jernih dan ombak yang relatif tenang menjadikannya tempat ideal untuk berenang, memancing, atau sekadar menikmati matahari terbenam (sunset) yang legendaris. Kawasan ini telah dikembangkan secara modern dengan fasilitas lengkap, mulai dari wahana permainan air hingga akses langsung ke beberapa resor mewah di tepi pantai.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Dayang Resort Singkawang.

    2. Swiss-Belinn Singkawang.

    3. Randayan Resort.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Pasir Panjang.

    2. Penginapan Simpang.

    3. Villa Bukit Mas Singkawang.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Choipan (Chai Kwe) khas Singkawang dan Bubur Paddas.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Rujak Singkawang dan Kerupuk Ikan khas Pesisir.

  • Souvenir Khas Daerah: Keramik Singkawang (Replika Dinasti Ming/Qing) dan Kaos Khas Singkawang.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Cap Go Meh (terbesar di Asia Tenggara) dan Ritual Cuci Jalan.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, bus pariwisata, dan transportasi online.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya/Pontianak), menempuh perjalanan darat menyusuri pesisir utara Kalimantan Barat (Jalan Raya Pontianak-Singkawang) selama kurang lebih 3–4 jam.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan layanan bus DAMRI dari Bandara Internasional Supadio langsung menuju terminal Singkawang, kemudian dilanjutkan dengan transportasi lokal (angkot atau ojek) menuju kawasan wisata Pasir Panjang yang berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota.

Keraton Kadriyah Pontianak

Keraton Kadriyah Pontianak

  • Dikenal dengan Nama: Istana Kadriyah / Keraton Kadriyah.

  • Lokasi: Jalan Keraton, Kelurahan Dalam Bugis.

  • Kabupaten: Kota Pontianak.

  • Kecamatan: Pontianak Timur.

  • Desa: Kelurahan Dalam Bugis.

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Budaya, dan Religi.

  • Deskripsi Menarik: Keraton Kadriyah adalah pusat Kesultanan Pontianak yang didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada tahun 1771. Bangunan megah ini didominasi warna kuning (warna kebesaran Melayu) dan terbuat dari kayu belian yang sangat kuat. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi bersejarah seperti Meriam kuno, singgasana raja, perhiasan keluarga kesultanan, hingga Al-Quran tulisan tangan Sultan Syarif Abdurrahman. Lokasinya sangat unik karena berada di dekat pertemuan tiga sungai (Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar).

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Harris Pontianak.

    2. Hotel Orchardz Gajahmada.

    3. Hotel Santika Pontianak.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Rumah Kita.

    2. Urbanview Hotel Putri Pontianak.

    3. Penginapan sekitar Kampung Wisata Beting.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Pengkang (ketan isi ebi yang dibakar), Sotong Pangkong, dan Nasi Kebuli.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Lempok Durian, Chai Kue, dan Pisang Goreng Srikaya.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Corak Insang, Miniatur Tugu Khatulistiwa, dan kerajinan Lidah Buaya (Aloevera).

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual robo-robo, Festival Meriam Karbit (setiap malam Lebaran), dan Gelar Adat Kesultanan Kadriyah.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, transportasi online, dan Sampan/Sampan Tambang (transportasi sungai).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya), menempuh perjalanan darat sekitar 30–45 menit (kurang lebih 17 km) menuju arah Pontianak Timur melintasi Jembatan Kapuas I.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio, Anda bisa menuju dermaga Senghie dan menggunakan perahu motor (sampan tambang) menyeberangi Sungai Kapuas untuk sensasi perjalanan air langsung menuju area keraton dan Masjid Jami’.

Bukit Kelam Sintang

Bukit Kelam Sintang

  • Dikenal dengan Nama: Bukit Kelam (Sering dijuluki sebagai Batu Monolit Terbesar di Dunia/Indonesia).

  • Lokasi: Jalan Lintas Sintang-Putussibau.

  • Kabupaten: Sintang.

  • Kecamatan: Kelam Permai.

  • Desa: Merpak (Area kaki bukit mencakup Desa Kebong).

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Wisata Adrenalin (Panjat Tebing), dan Wisata Religi.

  • Deskripsi Menarik: Bukit Kelam merupakan sebongkah batu raksasa (monolit) yang menjulang setinggi kurang lebih 1.002 meter di atas permukaan laut. Keunikan utamanya adalah vegetasi endemik Kantong Semar (Nepenthes Clipeata) yang hanya tumbuh di sini. Pengunjung dapat mendaki hingga ke puncak menggunakan tangga Via Ferrata yang menantang adrenalin untuk menyaksikan pemandangan matahari terbit yang memukau. Di kaki bukit, terdapat pula kawasan hutan wisata dengan air terjun dan gua-gua alam.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Ladja Hotel Sintang.

    2. My Home Hotel Sintang.

    3. Hotel Grand Royal Sintang.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Penginapan Dream House.

    2. Wisma Alas Sintang.

    3. Homestay di kawasan TWA Bukit Kelam (sering digunakan pendaki).

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Kerupuk Basah (penganan kenyal dari olahan ikan sungai) dan Bubur Pedas khas Kalbar.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Talas Asen (stik talas gurih) dan Kue Lapis Salju.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Ikat Sintang (motif khas Dayak) dan Anyaman Rotan.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Kelam Tourism Festival (Festival Bukit Kelam) yang menampilkan berbagai ritual adat Dayak dan Melayu, serta lomba panjat tebing.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, Motor, Bus AKDP (DAMRI), dan Pesawat Terbang (untuk akses ke Kabupaten).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Tebelian (Sintang), perjalanan darat menuju lokasi hanya memakan waktu sekitar 45–60 menit dengan jarak kurang lebih 25 km melalui Jalan Lintas Sintang-Putussibau.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Pontianak), menempuh perjalanan darat (Bus/Travel) menyusuri jalur Trans Kalimantan selama kurang lebih 7–8 jam untuk mencapai Kota Sintang, kemudian dilanjutkan ke arah timur menuju Kelam Permai.

Tugu Khatulistiwa (Equator) – Pontianak

Informasi Destinasi Tugu Khatulistiwa, Pontianak

🏛️ Nama dan Lokasi
  • Nama Wisata: Tugu Khatulistiwa (Equator Monument)

  • Lokasi: Kota Pontianak, Kecamatan Pontianak Utara, Kelurahan Batu Layang.

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Edukasi Geografis, dan Ikon Kota.

✨ Deskripsi Menarik

Tugu Khatulistiwa adalah ikon Kota Pontianak yang sangat terkenal karena lokasinya yang tepat berada di Garis Khatulistiwa (). Keunikan tugu ini memungkinkan pengunjung untuk berfoto dengan posisi satu kaki di Belahan Bumi Utara dan kaki lainnya di Belahan Bumi Selatan secara bersamaan. Di dalam kompleks tugu, terdapat tugu asli yang pertama kali didirikan pada tahun 1928, yang kini dilindungi oleh replika tugu yang berukuran lima kali lebih besar.

Daya tarik utama destinasi ini adalah fenomena Titik Kulminasi Matahari atau Hari Tanpa Bayangan. Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun, yaitu sekitar 21–23 Maret dan 21–23 September. Pada saat itu, bayangan semua benda, termasuk tugu, akan hilang sepenuhnya karena Matahari berada tepat di atas kepala.

🏨 Akomodasi Terdekat

Meskipun Tugu berada di Pontianak Utara, akomodasi utama banyak terdapat di pusat kota.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Hotel Gajahmada, Hotel 95 Pontianak, dan Avara Hotel Pontianak.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Pilihan homestay atau guest house biasanya tersedia di area Siantan (Pontianak Utara) atau dapat dicari melalui aplikasi pemesanan akomodasi di area dekat pusat kota.

🍽️ Kuliner dan Oleh-Oleh
  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:

    • Choi Pan (Chai Kue): Makanan sejenis dimsum kukus dengan isian bengkuang atau kucai.

    • Nasi Ayam/Nasi Goreng Pontianak: Dikenal dengan cita rasa khas Melayu Tionghoa.

    • Soto Pontianak: Soto kaya rempah yang khas dari Kalimantan Barat.

  • Cemilan Daerah yang Wajib Dicoba:

    • Pengkang: Beras ketan yang diisi ebi, dibungkus daun pisang, dan dibakar.

    • Pisang Queen: Pisang goreng yang manis.

  • Souvenir Khas Daerah: Miniatur Tugu Khatulistiwa, Kain Tenun Corak Insang (khas Melayu Pontianak), dan Kerajinan Tangan Suku Dayak (manik-manik atau ukiran).

🎭 Acara dan Budaya
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Perayaan Titik Kulminasi Matahari: Perayaan unik yang diselenggarakan di Tugu Khatulistiwa pada Maret dan September.

    • Festival Meriam Karbit: Diadakan di pinggiran Sungai Kapuas saat malam takbiran Idul Fitri.

    • Pekan Gawai Dayak: Perayaan syukur panen oleh masyarakat Dayak di Rumah Radakng, Pontianak.

🚗 Transportasi dan Rute
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan pribadi, taksi/ojek online, atau angkutan umum dari Terminal Siantan.

  • Rute Perjalanan dan Alternatif dari Pontianak (Pusat Kota):

    1. Tugu berjarak sekitar 3 km dari pusat kota, terletak di seberang Sungai Kapuas.

    2. Rute Umum: Dari pusat kota, Anda dapat menyeberang Sungai Kapuas menggunakan Feri Penyeberangan dari Pontianak Kota menuju Siantan (Pontianak Utara). Setelah menyeberang, perjalanan dilanjutkan menggunakan transportasi darat (ojek/taksi online) selama 15-20 menit menuju lokasi tugu.

    3. Alternatif: Menggunakan mobil atau motor melintasi Jembatan Kapuas I atau II, kemudian mengambil rute menuju Pontianak Utara.

Translate »