Keajaiban Sungai Terpendek di Dunia: Pesona Sungai Tamborasi

Keajaiban Sungai Terpendek di Dunia: Pesona Sungai Tamborasi

  • Dikenal dengan Nama: Sungai Tamborasi (The World’s Shortest River).

  • Lokasi: Desa Tamborasi, Pesisir Pantai Teluk Bone.

  • Kabupaten: Kolaka (Catatan: Secara administratif berada di Kabupaten Kolaka, berbatasan langsung dengan Kolaka Utara).

  • Kecamatan: Iwoimendaa.

  • Desa: Desa Tamborasi.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Pemandian Air Dingin, dan Wisata Pantai.

  • Deskripsi Menarik: Tamborasi merupakan fenomena unik di mana sungai ini hanya memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar 15 meter, menjadikannya salah satu sungai terpendek di dunia. Air sungai yang sangat jernih dan dingin ini bersumber dari mata air di bawah tebing marmer dan langsung bermuara ke pantai pasir putih yang berair hangat. Perbedaan suhu yang kontras antara air sungai dan air laut menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Sutan Raja Hotel (Kolaka)

    2. Hotel Azizah (Kolaka)

    3. Hotel Express (Kolaka)

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Warga Desa Tamborasi (Area sekitar wisata)

    2. Penginapan Sederhana Iwoimendaa

    3. Homestay di Kecamatan Lasusua (Kolaka Utara)

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Kapurung (sagu dengan sayur dan ikan) dan Sinonggi.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Pisang Goreng dengan sambal khas lokal dan Bagea Kolaka.

  • Souvenir Khas Daerah: Olahan Kakao/Cokelat Kolaka dan Kerajinan anyaman rotan.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pesta Rakyat Pantai dan ritual syukuran nelayan setempat.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Pesawat terbang, Kapal Feri, dan Kendaraan darat (Mobil/Motor).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar), ambil penerbangan menuju Bandara Sangia Ni Bandera (Kolaka). Dari bandara tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju arah utara (jalur trans Sulawesi) selama kurang lebih 1,5 hingga 2 jam untuk mencapai lokasi Sungai Tamborasi.

  • rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Melalui Bandara Haluoleo (Kendari). Dari Kendari, Anda harus menempuh perjalanan darat melintasi kabupaten menuju Kolaka dengan waktu tempuh sekitar 3 – 4 jam, lalu melanjutkan perjalanan ke arah Kecamatan Iwoimendaa. Opsi lain adalah menggunakan Kapal Feri dari Pelabuhan Siwa (Sulawesi Selatan) menuju Pelabuhan Tobaku (Kolaka Utara) lalu berkendara ke arah selatan selama kurang lebih 1 jam.

Pulau Wangi-Wangi Wakatobi

Pulau Wangi-Wangi Wakatobi

  • Dikenal dengan Nama: Pulau Wangi-Wangi (Gerbang Utama Wakatobi).

  • Lokasi: Kepulauan Wakatobi, Laut Banda, Sulawesi Tenggara.

  • Kabupaten: Wakatobi.

  • Kecamatan: Wangi-Wangi dan Wangi-Wangi Selatan.

  • Desa: Desa Wanci, Desa Liya Togo, dan Desa Patuno.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Penyelaman (Diving), Budaya, dan Sejarah.

  • Deskripsi Menarik: Merupakan pulau utama sekaligus pusat administrasi Wakatobi yang berada di jantung Segitiga Terumbu Karang Dunia. Pulau ini menawarkan keindahan bawah laut yang luar biasa dengan situs selam seperti Sombu Jetty dan Pantai Patuno. Selain itu, pengunjung bisa mengunjungi Benteng Liya Togo yang bersejarah atau melihat langsung kehidupan Suku Bajo Mola yang rumahnya berdiri terapung di atas laut.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Patuno City Hotel, Wakatobi Patuno Resort, dan Hotel Wisata Wakatobi.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay Liya Togo, Wasabi Villa, dan Naya Homestay.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Kasuami (olahan singkong parut berbentuk tumpeng yang dikukus) dan Parende (sup ikan segar berbumbu rempah kuning).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Karasi (kue rambut khas Wakatobi) dan Lappa-Lappa.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Wakatobi, Perhiasan dari sisik ikan atau kerang, dan Kopi Khas Wakatobi.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Wakatobi Wave (Wonderful Adventure and Victorious Event) dan Tradisi Bangka Mbule-Mbule (ritual melarung sesaji ke laut).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Motor sewaan, Mobil sewaan, dan perahu kayu (jarang-jarang) untuk akses antar desa pesisir.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Matahora (WNI) yang terletak di pulau yang sama, Anda cukup menempuh perjalanan darat menggunakan taksi bandara atau mobil sewaan selama 20-30 menit untuk mencapai pusat kota (Wanci).

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Terbang menuju Bandara Haluoleo (KDI) di Kendari, kemudian dilanjutkan dengan kapal cepat (Jetliner) dari Pelabuhan Nusantara Kendari menuju Pelabuhan Wanci dengan waktu tempuh sekitar 7-9 jam.

Pulau Bintang Kolaka Utara

Pulau Bintang Kolaka Utara

  • Dikenal dengan Nama: Pulau Bintang (sering disebut sebagai salah satu pulau di gugusan Kepulauan Labengki/Sombori versi Kolaka Utara).

  • Lokasi: Perairan Teluk Bone, Sulawesi Tenggara.

  • Kabupaten: Kolaka Utara.

  • Kecamatan: Tolala.

  • Desa: Desa Tolala.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Snorkeling, dan Fotografi Alam.

  • Deskripsi Menarik: Pulau ini merupakan gugusan karst (batu gamping) yang eksotis di tengah laut yang jernih. Keunikan utamanya adalah formasi bebatuan runcing yang artistik dan air laut yang tenang dengan gradasi warna toska hingga biru pekat. Kawasan ini sering disebut sebagai “surga tersembunyi” karena keasriannya yang masih terjaga dan letaknya yang berbatasan langsung dengan perairan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Hotel Utama (Lasusua), Hotel lIandari, dan Hotel d’Blitz (Lasusua).

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay Desa Tolala, Penginapan Sederhana di area dermaga, dan guest house lokal di pusat kota Lasusua.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Sinonggi (pati sagu dengan kuah ikan kuning) dan olahan Ikan Karang segar hasil tangkapan nelayan lokal.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Keripik Pisang Tanduk dan olahan Sagu Bakar (Dange).

  • Souvenir Khas Daerah: Kopi Kolaka Utara (Kopi Rante Angin), Cokelat lokal, dan kerajinan tangan dari tempurung kelapa.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pesta Laut (ritual syukuran nelayan) dan Festival Kakao (karena daerah ini merupakan salah satu penghasil kakao terbesar).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Perahu mesin (Katinting), Speed boat dari dermaga Tolala, dan Mobil sewaan untuk perjalanan darat.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Sangia Ni Bandera (PUM) di Kolaka, Anda menempuh perjalanan darat ke arah utara menuju Lasusua, lalu lanjut ke Kecamatan Tolala dengan total waktu tempuh sekitar 4-5 jam. Dari Dermaga Tolala, perjalanan laut hanya memakan waktu 15-20 menit.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Terbang ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG) Makassar, lalu menuju Pelabuhan Siwa (Wajo) untuk menyeberang menggunakan Kapal Cepat/Feri menuju Pelabuhan Tobaku (Lasusua), kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat ke Tolala.

Labengki Konawe Utara

Wisata Kepulauan Labengki

  • Dikenal dengan Nama: Labengki (sering dijuluki sebagai “Raja Ampat-nya Sulawesi”).

  • Lokasi: Perairan Laut Banda, Sulawesi Tenggara.

  • Kabupaten: Konawe Utara.

  • Kecamatan: Lasolo Kepulauan.

  • Desa: Desa Labengki.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Snorkeling, Diving, dan Wisata Petualangan.

  • Deskripsi Menarik: Terdiri dari gugusan pulau karang besar dan kecil yang membentuk pemandangan karst yang spektakuler. Labengki merupakan rumah bagi Kima (kerang raksasa) terbesar di dunia. Daya tarik lainnya adalah Blue Lagoon, Teluk Cinta yang berbentuk hati jika dilihat dari ketinggian, serta keramahan suku Bajo yang mendiami desa wisata di sana.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Labengki Nirwana Resort (Resort utama), Labengki Beach Hut, dan penginapan di area Kendari (sebelum menyeberang).

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay Desa Wisata Labengki (dikelola warga lokal), Penginapan Kima, dan Labengki Kecil Guesthouse.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Olahan Kima (kerang raksasa) yang dimasak dengan bumbu tradisional dan Sinonggi (sagu) yang disajikan dengan ikan segar.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Ikan kering khas Bajo dan kelapa muda segar.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan tangan dari kerang, kaos bertema Labengki, dan anyaman khas suku Bajo.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Labengki yang menampilkan lomba perahu tradisional dan atraksi budaya masyarakat pesisir.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kapal kayu (perahu nelayan), Speed boat, dan perahu kano untuk berkeliling laguna.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Haluoleo (KDI) di Kendari, Anda melakukan perjalanan darat menuju Dermaga Biru di Desa Lasolo (sekitar 2 jam). Dari dermaga tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan kapal atau speed boat selama 1,5 hingga 2 jam menuju Pulau Labengki.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan jasa open trip yang biasanya berangkat langsung dari pelabuhan di pusat Kota Kendari menggunakan kapal wisata khusus menuju Labengki dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam perjalanan laut.

Danau moko Muna

Destinasi Wisata Danau Moko di Pulau Muna

  • Dikenal dengan Nama: Danau Moko (sering juga disebut Danau Biru Moko).

  • Lokasi: Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

  • Kabupaten: Muna.

  • Kecamatan: Tongkuno.

  • Desa: Desa Walengkabola.

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Danau Air Asin/Payau, dan Wisata Selam/Snorkeling.

  • Deskripsi Menarik: Danau ini memiliki air yang sangat jernih dengan gradasi warna biru yang memukau. Keunikan utamanya adalah Danau Moko merupakan danau air payau yang dihuni oleh penyu jinak yang dipercaya oleh warga setempat sebagai penjaga danau. Pengunjung diperbolehkan berenang bersama penyu-penyu tersebut di dalam air yang tenang.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Hotel Berlian (Raha), Hotel Rosida (Raha), dan Hotel Nesle (Raha).

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay Walengkabola (di sekitar desa), Penginapan Mawar, dan penginapan lokal di area pemandian Maboruo.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Kambuse (jagung kuning yang direbus dan dimakan dengan kelapa parut atau ikan asin).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Cucur Muna dan Kopi Jahe khas Muna.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Muna (dengan motif garis-garis khas), Kerajinan bambu, dan Kacang Mete Muna.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Atraksi Perkelahian Kuda (Ewa Wuna) yang biasanya diadakan pada momen-momen penyambutan tamu atau hari besar.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Motor sewaan, Mobil sewaan, dan Angkutan pedesaan.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Sugimanuru (Muna Barat), Anda dapat menggunakan mobil sewaan menuju pusat kota Raha, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah selatan menuju Desa Walengkabola di Kecamatan Tongkuno dengan waktu tempuh total sekitar 2,5 – 3 jam.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Terbang menuju Bandara Haluoleo (Kendari), kemudian menuju Pelabuhan Nusantara Kendari untuk naik Kapal Cepat ke Pelabuhan Raha (3 jam perjalanan laut). Dari Raha, perjalanan dilanjutkan via darat menuju lokasi Danau Moko.

Wisata Teluk Kendari

Wisata Teluk Kendari

  • Dikenal dengan Nama: Teluk Kendari (sering juga disebut kawasan Kendari Beach atau “Kebi”).

  • Lokasi: Pusat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

  • Kabupaten: Kota Kendari (Status Kota Madya).

  • Kecamatan: Kendari Barat dan sekitarnya.

  • Desa: Kelurahan Tipulu, Kelurahan Punggaloba, dan sekitarnya.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Kuliner, dan Wisata Kota (Landmark).

  • Deskripsi Menarik: Menawarkan pemandangan garis pantai yang membelah kota, Teluk Kendari kini semakin ikonik dengan adanya Jembatan Teluk Kendari yang megah. Pengunjung bisa menikmati matahari terbenam sembari mencicipi kuliner lokal di sepanjang pesisir.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Claro Hotel Kendari, Swiss-Belhotel Kendari, dan Hotel Zahra Syariah.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay Putri, Penginapan Srikandi, dan beberapa guest house di area Kemaraya.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Sinonggi (makanan pokok dari pati sagu yang disajikan dengan kuah ikan kuning).

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Bagea (kue kering dari sagu) dan Pisang Epe.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Sultra, Kerajinan Perak (Kendari Werk), dan Kacang Mete.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Halo Sultra (HUT Provinsi) dan Festival Teluk Kendari yang biasanya menampilkan lomba perahu naga.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Angkutan kota (Petepete), Ojek Online, dan Taksi lokal.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Haluoleo (KDI), Anda bisa menggunakan taksi bandara atau transportasi online langsung menuju pusat kota Kendari melalui Jl. Bandara Haluoleo ke Jl. Poros Bandara, dengan waktu tempuh sekitar 45-60 menit.

  • Rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan jasa travel bandara melewati jalur lingkar luar (Outer Ring Road) untuk menghindari kemacetan di area pasar atau pusat keramaian jika sedang jam sibuk.

Benteng Keraton Buton – Baubau

Benteng Keraton Buton

  • Nama Wisata: Benteng Keraton Buton (dikenal juga sebagai Benteng Wolio atau Benteng Bau-Bau).

  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kota Bau-Bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Terletak di kawasan Kecamatan Wolio dan sekitarnya (misalnya Kelurahan Bataraguru, Melai).

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah dan Budaya, Arsitektur, serta menikmati pemandangan kota (City View).

  • Deskripsi Menarik: Benteng Keraton Buton memegang rekor dunia sebagai benteng terluas di dunia, mencakup area sekitar 23,3 hektare. Dibangun pada abad ke-16, benteng ini merupakan peninggalan bersejarah dari masa Kesultanan Buton dan dulunya menjadi pusat pemerintahan. Tembok benteng terbuat dari batu kapur dengan tinggi sekitar 4 meter dan arsitekturnya sangat unik. Di dalamnya, Anda dapat menemukan situs-situs penting seperti Masjid Agung Keraton Buton (masjid tertua di Sultra), Batu Popaua (tempat pelantikan Sultan), dan meriam kuno Badili. Lokasi benteng yang berada di ketinggian juga memungkinkan pengunjung menikmati panorama indah Kota Bau-Bau dan laut sekitarnya.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Galaxy Inn (sekitar 1,1 km dari Benteng)

    2. Wisma Kahyangan (sekitar 1 km dari Benteng)

    3. RedDoorz @ Green Homestay Syariah Baubau (sekitar 2,4 km dari Benteng)

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay atau Penginapan lokal yang banyak tersebar di area Kelurahan Bataraguru atau Melai yang dekat dengan kawasan benteng.

    2. Pilihan Guest House berkonsep Syariah di pusat kota Bau-Bau.

    3. Akomodasi berjenis Rumah Sewa yang dapat dicari melalui platform pemesanan daring.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:

    • Kasoami: Makanan pokok Buton pengganti nasi, terbuat dari olahan tepung singkong yang dikukus berbentuk kerucut. Biasanya dimakan bersama ikan bakar atau lauk pauk lainnya.

    • Kapinsai: Olahan singkong khas lainnya yang mirip dengan Kasoami.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

    • Tuli-Tuli (Kue Angka Delapan): Cemilan manis yang berbentuk unik menyerupai angka delapan.

    • Berbagai kue tradisional lainnya seperti Kalo-Kalo, Bolu, dan Baruasa.

    • Kacang Mete: Salah satu oleh-oleh unggulan daerah ini.

  • Souvenir Khas Daerah:

    • Kain dan Sarung Tenun Buton: Kerajinan tangan dengan motif-motif tradisional yang indah.

    • Aksesoris dan produk lain yang dibuat dari bahan tenun khas Buton.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Pakande-kandea / Kande-kandea: Sebuah tradisi syukuran dan makan bersama warisan Kesultanan Buton, di mana hidangan disajikan di atas talam khusus yang dijaga oleh gadis-gadis berpakaian adat. Sering diadakan pada perayaan hari besar daerah.

    • Pertunjukan Tari Tradisional: Berbagai tarian adat Buton sering dipentaskan di area benteng saat acara-acara tertentu.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan:

    • Untuk perjalanan di dalam kota Bau-Bau, Anda bisa menggunakan Angkutan umum (Pete-Pete), ojek konvensional maupun online, atau menyewa mobil.

  • Rute Perjalanan dan Alternatif dari Kota Kendari:

    • Jalur Laut (Paling Umum): Menggunakan Kapal Cepat atau Feri dari pelabuhan di Kendari (seperti Pelabuhan Bungkutoko) menuju Pelabuhan Murhum di Bau-Bau. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 6 hingga 12 jam, seringkali transit di Raha (Pulau Muna).

    • Jalur Udara: Menggunakan Pesawat Terbang dari Bandara Halu Oleo Kendari ke Bandara Betoambari (BUW) Bau-Bau. Opsi ini terkadang memerlukan satu kali transit, dan total waktu tempuh (termasuk transit) berkisar 1 hingga 3 jam.

Translate »