Danau Tondano

Danau Tondano

  • Dikenal dengan Nama: Danau Tondano

  • Lokasi: Dataran Tinggi Minahasa

  • Kabupaten: Minahasa

  • Kecamatan: Tondano Barat, Tondano Timur, Tondano Selatan, Eris, Kakas, dan Remboken

  • Desa: Tersebar di pesisir danau, termasuk Desa Remboken, Eris, dan Kakas

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Wisata Kuliner, dan Wisata Budaya

  • Deskripsi Menarik: Danau Tondano merupakan danau terluas di Sulawesi Utara yang dikelilingi oleh pegunungan Lembean, Gunung Kaweng, Gunung Masarang, dan Gunung Tampusu. Danau ini menawarkan pemandangan air yang luas dengan udara yang sangat sejuk. Salah satu daya tarik utamanya adalah deretan restoran terapung di tepian danau yang menyajikan hidangan ikan tawar segar. Di tengah danau, terdapat sebuah pulau kecil bernama Pulau Liku yang menambah kecantikan panorama alamnya. Pengunjung juga bisa menyewa perahu untuk berkeliling danau atau mengunjungi objek wisata di sekitarnya seperti Sumaru Endo.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Yama Resort Tondano, Mercure Manado Tateli Resort & Convention (sekitar 1 jam perjalanan), Hotel Tondano.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Sumaru Endo Resort & Homestay, Green Garden Homestay, Guesthouse Tondano Baru.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Ikan Nike (ikan kecil khas Danau Tondano), Mujair Goreng/Bakar, dan Sayur Kangkung Bunga Pepaya.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Perkedel Jagung (khas Tondano), Bagea, dan Kacang Sangrai Kawangkoan.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Tanah Liat (Gerabah) dari Pulutan, Kain Tenun Bentenan, dan Kopi Kawangkoan.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Danau Tondano (tahunan) dan upacara adat di situs budaya Watu Pinawetengan yang letaknya tidak jauh dari kawasan danau.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan pribadi, Angkutan Kota (Mikrolet), Ojek, dan Perahu Wisata.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, perjalanan diarahkan menuju Kota Tomohon atau langsung melalui jalur Manado-Tondano via Desa Sawangan. Waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan darat.

  • rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Menggunakan jalur Manado – Pineleng – Tomohon, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Tondano. Jalur ini melewati pegunungan dan memungkinkan Anda untuk singgah sebentar menikmati pemandangan Kota Manado dari ketinggian serta melewati pasar ekstrem Tomohon.

Danau Moat

Danau Moat

  • Dikenal with Nama: Danau Moat

  • Lokasi: Wilayah Dataran Tinggi Moat

  • Kabupaten: Bolaang Mongondow Timur

  • Kecamatan: Moat

  • Desa: Desa Moat

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Wisata Keluarga, dan Agrowisata

  • Deskripsi Menarik: Danau Moat berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut, menjadikannya salah satu danau dengan suhu udara paling sejuk di Sulawesi Utara. Danau ini menawarkan pemandangan air yang tenang yang dikelilingi oleh hutan hijau yang rimbun dan perkebunan sayur milik warga lokal. Karena kesuburan tanahnya, kawasan ini juga dikenal sebagai “dapur sayur” untuk Sulawesi Utara. Pengunjung sering datang untuk menikmati kabut pagi yang magis atau sekadar bersantai di tepi danau yang damai.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Sutanraja Hotel Kotamobagu, Hotel Senator Kotamobagu, Hotel Kabela.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay Danau Moat, Penginapan Strawberry, Guesthouse Kotamobagu.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Ayam Sinorang, Sayur Paku (Pakis) santan khas Mongondow, dan Ikan Mas Bakar Danau.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kacang Goyang, Kopi Kotamobagu, dan Kolombengi.

  • Souvenir Khas Daerah: Bubuk Kopi Organik Modayag, Kerajinan Anyaman Bambu, dan Sayur-mayur segar hasil panen lokal.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Danau Moat dan tarian penjemputan tamu adat (Tari Tuitan/Dana-Dana).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan pribadi (mobil/motor), Bus Antar-Kota, atau Sewa Mobil (Travel).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, ambil jalur Trans Sulawesi menuju Kota Kotamobagu. Perjalanan memakan waktu sekitar 4 hingga 5 jam. Setelah tiba di Kotamobagu, lanjutkan perjalanan ke arah Timur (Modayag/Moat) selama kurang lebih 30-45 menit untuk mencapai lokasi danau.

  • rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Sam Ratulangi, menggunakan jalur pesisir Minahasa Selatan (Amurang) lalu berbelok menuju arah Modoinding (Minahasa Selatan). Dari Modoinding, Anda bisa menyeberang langsung ke wilayah Moat melalui jalur perbatasan yang menawarkan pemandangan kebun hortikultura yang sangat indah di sepanjang jalan.

Cagar Alam Tangkoko

Cagar Alam Tangkoko

  • Dikenal dengan Nama: Cagar Alam Tangkoko Batuangus (sering disebut Tangkoko saja)

  • Lokasi: Kelurahan Batuputih, Bitung Utara

  • Kabupaten: Kota Bitung (Otonom)

  • Kecamatan: Bitung Utara / Ranowulu

  • Desa: Kelurahan Batuputih Bawah

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Konservasi Satwa Endemik, dan Edukasi

  • Deskripsi Menarik: Kawasan ini merupakan rumah bagi satwa endemik langka Sulawesi yang mendunia, seperti Tarsius (primata terkecil di dunia), Yaki (monyet hitam pantat merah), Burung Rangkong, dan Kuskus. Selain hutan hujan tropis yang rimbun, pengunjung juga bisa menikmati keindahan pantai berpasir hitam yang eksotis di sepanjang tepian cagar alam. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi sekali atau sore menjelang malam untuk melihat Tarsius keluar dari sarangnya di pohon beringin besar.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Sutanraja Hotel Bitung, Tangkoko Sanctuary Villa & Spa, Favehotel Bitung.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Tangkoko Ranger Homestay, Tangkoko Jungle Homestay, Tarsius Homestay.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Cakalang Fufu (Ikan asap khas Bitung), Sashimi Tuna khas Bitung, dan Mie Cakalang.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Panada, Lalampa, dan Pisang Goroho goreng dengan dabu-dabu roa.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan tangan berbentuk miniatur Tarsius/Yaki, Kaos bertema Tangkoko, dan Halua Kenari.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Selat Lembeh (biasanya diadakan di Kota Bitung secara umum) dan perayaan syukur lokal di desa-desa sekitar kawasan hutan.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan pribadi, Sewa Mobil (Travel), atau Angkutan Umum dari Terminal Paal Dua Manado menuju Bitung, lalu dilanjutkan dengan angkutan pedesaan ke Batuputih.

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, perjalanan dilanjutkan melalui rute Manado ke arah Kota Bitung via Jalan Raya Manado-Bitung atau Tol Manado-Bitung. Setelah sampai di pusat kota Bitung, arahkan kendaraan ke arah Utara menuju Kelurahan Batuputih. Total perjalanan sekitar 2 hingga 2,5 jam.

  • rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Melewati jalur lingkar Manado – Minahasa Utara (daerah Likupang) yang tembus ke arah Bitung Utara. Jalur ini lebih sepi namun berkelok-kelok dan menawarkan pemandangan perbukitan serta hutan yang lebih asri sebelum mencapai pintu masuk cagar alam.

Bukit Sasayaban (sering juga disebut Sasayaban Hills)

Bukit Sasayaban

  • Dikenal dengan Nama: Bukit Sasayaban (sering juga disebut Sasayaban Hills)

  • Lokasi: Kelurahan Buyungon, Amurang

  • Kabupaten: Minahasa Selatan

  • Kecamatan: Amurang

  • Desa: Kelurahan Buyungon

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Wisata Selfie, dan Wisata Religi

  • Deskripsi Menarik: Bukit Sasayaban menawarkan panorama spektakuler Kota Amurang dari ketinggian. Pengunjung dapat menikmati pemandangan Teluk Amurang yang membiru, hamparan pegunungan, serta matahari terbenam (sunset) yang sangat indah. Di area ini terdapat menara pandang dan tulisan raksasa “SASAYABAN” yang menjadi ikon tempat ini. Suasananya sejuk dan tenang, menjadikannya tempat favorit warga lokal maupun wisatawan untuk bersantai atau berolahraga ringan di pagi hari.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Sutanraja Hotel Amurang, Hotel Prince, Hotel Minahasa Selatan.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Homestay Buyungon, Penginapan Shiera, Homestay Amurang Raya.

  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Tinutuan (Bubur Manado), Mujair Bakar/Goreng bumbu dabu-dabu, dan Ayam Rica-Rica.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Cucur, Lalampa, dan Biapong (Bakpao khas lokal).

  • Souvenir Khas Daerah: Kacang Goyang, Dodol Amurang, dan Kerajinan Bambu.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Pengucapan Syukur (Thanksgiving khas Minahasa) dan pagelaran seni tarian kabasaran pada perayaan hari besar daerah.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan pribadi (mobil/motor), Ojek pangkalan, dan Angkutan Kota (Mikrolet).

  • Rute standar perjalanan dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, gunakan jalur Trans Sulawesi (Manado-Amurang). Perjalanan menempuh waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam. Setelah sampai di pusat Kota Amurang, arahkan kendaraan menuju Kelurahan Buyungon untuk naik ke area bukit.

  • rute Alternatif dari bandara nasional terdekat: Dari Bandara Sam Ratulangi, melewati jalur alternatif Manado-Tanawangko-Amurang (jalur pantai). Rute ini menawarkan pemandangan pesisir pantai sepanjang perjalanan sebelum memasuki kawasan pusat Amurang dan menuju Bukit Sasayaban.

Translate »