Cakke Circle Ars Corp

Kabut Tipis di Gerbang Lamajakka

Kabut Tipis di Gerbang Lamajakka

Terbangun di pagi hari di Lamajakka, Pinrang, berarti menyambut pelukan udara dingin yang masih bersih tanpa polusi. Saat matahari baru saja bersiap mengintip dari ufuk timur, kabut tipis biasanya masih menyelimuti permukaan air dan area persawahan, menciptakan pemandangan yang magis dan tenang. Suara kokok ayam hutan dan cicit burung yang bersahutan menjadi alarm alami, menggantikan bisingnya klakson kota. Di sini, waktu seolah berjalan lebih lambat, memberi kesempatan bagi kita untuk sekadar menarik napas dalam-dalam dan merasakan kesegaran oksigen yang masuk ke paru-paru.

Pemandangan paling ikonik di Lamajakka adalah siluet pohon-pohon kelapa dan jati yang berpadu dengan hamparan sawah yang hijau royo-royo. Para petani lokal biasanya sudah mulai terlihat di kejauhan, dengan caping di kepala dan cangkul di bahu, berjalan menyusuri pematang menuju ladang mereka. Keramahan warga desa yang menyapa dengan senyum tulus saat berpapasan di jalan setapak menjadi pelengkap kehangatan pagi yang dingin. Aroma tanah basah terkena embun dan bau kayu bakar dari dapur-dapur rumah panggung warga menciptakan suasana nostalgia yang membangkitkan memori masa kecil yang damai.

Tak lengkap rasanya melewati pagi di Lamajakka tanpa ditemani segelas kopi hangat dan penganan tradisional khas Pinrang di teras rumah. Menyesap kopi sambil memandang kejauhan ke arah perbukitan yang perlahan mulai terang disinari cahaya emas matahari adalah kemewahan yang tak ternilai harganya. Momen sederhana ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati seringkali ditemukan dalam ketenangan alam dan kesederhanaan hidup masyarakat desa. Lamajakka bukan sekadar tempat, ia adalah ruang untuk pulang dan menyembuhkan diri dari segala penatnya rutinitas.

Exit mobile version