Namanya Pisang Epe

Pisang Epe dari tepian Losari

Lahir di bawah naungan langit pesisir Pantai Losari yang ikonik, Pisang Epe merupakan simfoni sederhana namun mewah dari kekayaan alam Sulawesi Selatan. Hidangan legendaris ini berbahan dasar pisang kepok yang dipilih dalam kondisi mengkal atau setengah matang, untuk memastikan tekstur yang tetap padat saat bersentuhan dengan api. Kata “Epe” sendiri secara harfiah berarti “jepit” atau “tekan” dalam bahasa Makassar, merujuk pada proses tradisional di mana pisang dipanggang di atas bara api arang hingga menebarkan aroma smoky yang menggoda, kemudian dipipihkan menggunakan alat kayu khusus. Setelah mencapai kematangan yang sempurna dengan warna keemasan yang cantik, pisang ini disiram dengan karamel gula merah kental yang dimasak dengan daun pandan, menciptakan perpaduan rasa manis alami dan aroma panggangan yang tak tertandingi.

Suasana menyantap Pisang Epe mencapai puncak kenikmatannya saat dinikmati bersama lingkaran sahabat karib di sepanjang anjungan pantai. Di bawah semburat jingga matahari terbenam yang perlahan menghilang di ufuk barat, tawa dan cerita mengalir begitu saja, seirama dengan deburan ombak yang tenang. Ada kehangatan yang tulus dalam momen berbagi piring, di mana setiap orang berebut mencicipi aneka topping modern mulai dari parutan keju yang gurih, cokelat cair yang lumer, hingga aroma durian yang semerbak. Di sini, Pisang Epe bukan sekadar pengganjal perut di waktu senja; ia adalah perekat kebersamaan, sebuah alasan untuk melambatkan waktu sejenak dan merayakan persahabatan di atas meja kayu sederhana di pinggir pelabuhan.

Jika Anda merindukan sebuah pengalaman yang mampu memanjakan lidah sekaligus menenangkan jiwa, maka mencicipi Pisang Epe adalah sebuah keharusan yang tak boleh dilewatkan. Ia adalah perwujudan dari keramahan Makassar—sederhana dalam bentuk, namun kaya dalam rasa dan makna. Izinkan diri Anda terpikat oleh kelembutan pisang yang hangat berbalut saus gula merah yang legit, sebuah cita rasa otentik yang akan selalu memanggil Anda untuk kembali. Datanglah dan rasakan sendiri potongan surga kecil di tepi pantai ini, karena belum lengkap perjalanan Anda di Kota Daeng sebelum menyesap manisnya Pisang Epe yang memikat hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »