Taman Arkeologi Leang-Leang
Nama Wisata: Taman Arkeologi Leang-Leang (atau Taman Prasejarah Leang-Leang)
Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Maros, Kecamatan Bantimurung, Kelurahan Leang-Leang
Jenis Wisata: Edukasi Arkeologi, Sejarah, Gua Prasejarah, Alam (Perbukitan Karst)
Deskripsi Menarik: Leang-Leang merupakan kawasan gua-gua prasejarah yang terletak di kawasan karst (bukit kapur) Maros-Pangkep. Daya tarik utamanya adalah keberadaan lukisan-lukisan purba di dinding gua, seperti lukisan cap tangan dan lukisan binatang (seperti babirusa) yang diperkirakan berusia 3.000 hingga 8.000 tahun Sebelum Masehi. “Leang-leang” sendiri dalam bahasa setempat berarti gua/liang. Tempat ini menawarkan pengalaman menapaktilasi jejak peradaban manusia purba dan keindahan perbukitan karst. Fasilitas pendukung seperti gazebo, shelter, museum kecil, dan jalur tracking sudah tersedia.
3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Karena lokasinya di daerah perbukitan, akomodasi hotel umumnya berada di pusat kota Maros atau dekat Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (yang juga dekat dengan Maros).
- Cordia Hotel Makassar Airport (Dekat Bandara)
- Urbanview Hotel Eropa Maros (Dekat Bandara/Maros Kota)
- RedDoorz @ Graha Cemerlang Maros (Dekat Maros Kota)
3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Akomodasi berjenis homestay atau guest house juga banyak ditemukan di area sekitar Maros Kota atau Biring Kanaya (Makassar/dekat Maros)
- The Carstensz Homestay (Maros Baru)
- Lauwrens Guest House (sekitar Maros)
- Hotel O Kost Maharaja Near Maros (sekitar Maros)
Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:
- Pallubasa: Kuah sup daging/jeroan sapi kental yang mirip Coto Makassar, namun biasanya disajikan dengan nasi dan kadang ditambah telur mentah.
- Sup Konro: Sup iga sapi dengan kuah cokelat kehitaman yang kaya rempah dari kluwek.
- Burasa: Makanan sejenis lontong bersantan, dibungkus daun pisang, biasanya menjadi pendamping Pallubasa atau Coto.
Cemilan Daerah yang Wajib Dicoba:
- Roti Maros: Roti manis lembut dengan berbagai isian, sering dijadikan oleh-oleh khas Maros.
- Jalangkote: Mirip pastel, berisi sayuran (wortel, kentang, tauge), telur, dan daging cincang, disajikan dengan saus cair khas Sulawesi Selatan.
- Pisang Epe: Pisang yang dibakar dan dipipihkan, disiram air gula aren.
- Bassang: Bubur yang terbuat dari jagung ketan.
Souvenir Khas Daerah:
- Kerajinan/Souvenir Kupu-Kupu: Maros dikenal dengan Taman Nasional Bantimurung yang merupakan “Kingdom of Butterfly”, sehingga souvenir berupa bingkai, gantungan kunci, atau hiasan bertema kupu-kupu sangat khas.
- Pia’ta: Oleh-oleh berupa pia khas Maros-Makassar.
Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:
- Upacara Adat Katto Bokko: Upacara adat Kerajaan Marusu (Maros) yang dilaksanakan menjelang atau saat musim panen tiba sebagai bentuk syukur, dipimpin oleh Raja dan pemangku adat.
- Tradisi Mannempu’ Wette: Tradisi pesta panen tahunan.
- Pertunjukan Seni: Seperti Festival Gendang dan Kecapi Bugis-Makassar, Seni Bela Diri Pammenca’ Maros, atau Seni Tradisional Ganrang Tallua.
Jenis Transportasi yang Digunakan:
- Kendaraan Pribadi (Mobil/Motor).
- Angkutan umum (Bus/Mobil travel jurusan Maros/Bone) dilanjutkan dengan ojek lokal dari jalan utama.
- Taksi online atau sewa mobil dari Makassar.
Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar:
- Rute Utama (Melalui Maros Kota/Bantimurung):
- Dari Kota Makassar, ambil Jalan Poros Maros (arah utara) menuju Kabupaten Maros.
- Lanjutkan hingga mencapai Jalan Poros Maros-Bone.
- Ikuti petunjuk arah menuju Taman Wisata Alam Bantimurung (sekitar 10-15 km dari pusat kota Maros).
- Sekitar area Kantor Camat Bantimurung, belok kiri ke Jalan menuju Leang-Leang (sekitar 10 menit berkendara dari persimpangan). Akses jalan beton sudah tersedia.
- Alternatif:
Jika Anda dari Bandara Sultan Hasanuddin, jaraknya hanya sekitar 19,9 km dan dapat ditempuh dalam waktu yang lebih singkat menuju Maros Kota, lalu mengikuti rute utama.














