Tari Pajjaga Andi Makkunrai
Tari Pajaga Makkunrai, salah satu tarian tradisional yang sangat bernilai dari Sulawesi Selatan.
Asal Tarian
Tarian ini berasal dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Tari Pajaga Makkunrai merupakan tarian klasik peninggalan Kerajaan Bone. Kata “Pajaga” berarti penjaga atau pengawal, sedangkan “Makkunrai” berarti perempuan dalam bahasa Bugis. Jadi, secara harfiah, ini adalah tarian yang dibawakan oleh para penjaga perempuan.
Cerita Tarian
Tari Pajaga Makkunrai memiliki kedudukan yang sangat terhormat dan sakral dalam tradisi Bugis Bone. Berikut adalah poin-poin ceritanya:
Penghormatan Tamu Agung: Dahulu, tarian ini hanya dipentaskan di dalam lingkungan istana untuk menyambut tamu-tamu agung kerajaan atau dalam upacara adat penting.
Simbol Etika Perempuan Bugis: Gerakannya yang lambat, halus, namun tegas mencerminkan karakter ideal perempuan Bugis yang menjunjung tinggi harga diri (Siri’), kesantunan, dan keanggunan.
Filosofi Kehidupan: Setiap gerakannya mengandung makna doa dan rasa syukur kepada Sang Pencipta serta penghormatan kepada leluhur. Tarian ini juga melambangkan harmoni antara manusia dengan alam dan sesamanya.
Busana Tradisional: Penari biasanya menggunakan Baju Bodo (pakaian adat perempuan Bugis) yang berwarna cerah dengan perhiasan khas seperti gelang besar dan hiasan kepala yang megah.
Diadakan Setiap
Karena sifatnya yang sakral dan merupakan bagian dari tradisi kerajaan, tarian ini biasanya diadakan pada:
Hari Jadi Bone (HJB): Dirayakan setiap bulan April sebagai bagian dari prosesi adat Mattompang Arajang (pembersihan benda pusaka kerajaan).
Upacara Adat Penting: Seperti penyambutan tamu kenegaraan atau tokoh-tokoh penting yang berkunjung ke Bone.
Festival Budaya: Saat ini, Pajaga Makkunrai juga sering ditampilkan dalam festival seni budaya baik di tingkat daerah maupun nasional untuk melestarikan warisan leluhur.














