Temajuk Sambas

Temajuk Sambas

  • Dikenal dengan Nama: Temajuk (Sering dijuluki sebagai “Surga di Ekor Kalimantan”).

  • Lokasi: Pesisir utara bagian paling ujung barat pulau Kalimantan.

  • Kabupaten: Sambas.

  • Kecamatan: Paloh.

  • Desa: Temajuk.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Ekowisata (Konservasi Penyu), dan Wisata Perbatasan.

  • Deskripsi Menarik: Temajuk adalah desa yang berbatasan langsung dengan Telok Melano, Malaysia. Destinasi ini menawarkan garis pantai yang sangat panjang dengan gradasi air laut biru jernih serta hamparan batu granit raksasa yang eksotis. Selain keindahan pantainya, pengunjung bisa melihat penangkaran penyu, menikmati hutan mangrove, hingga mengunjungi “Rumah Terbalik” yang menjadi ikon selfie di sana. Suasananya yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota menjadikannya tempat pelarian sempurna bagi pecinta alam.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Villa Terbalik Temajuk.

    2. Resort Pantai Camar Bulan.

    3. Temajuk Bay Resort.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Nelayan Temajuk.

    2. Penginapan Pak Odang.

    3. Homestay Perbatasan.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Bubur Pedas Sambas dan Olahan Kepiting Bakau.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kerupuk Ikan Lidah dan Lempok Durian Paloh.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Lunggi (Tenun Sambas) dan produk olahan terasi (belacan) Temajuk yang sangat termasyhur.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual adat Antar Ajung (syukuran laut masyarakat pesisir) dan Festival Pesisir Paloh.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi (disarankan 4WD atau kendaraan tangguh), motor, dan kapal penyeberangan (feri).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya/Pontianak), menempuh perjalanan darat sekitar 8–10 jam melewati Kota Sambas, kemudian menuju pelabuhan penyeberangan Tebas Kuala menuju Perigi Piai, lalu melanjutkan perjalanan ke arah Kecamatan Paloh hingga sampai di ujung Desa Temajuk.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Melalui jalur udara ke Bandara Liku (Sambas) jika tersedia penerbangan perintis, atau melalui jalur darat via Singkawang untuk memecah perjalanan agar tidak terlalu lelah, kemudian melanjutkan ke arah utara menuju Paloh.

Rumah Radakng Pontianak

Rumah Radakng Pontianak

  • Dikenal with Nama: Rumah Radakng (Rumah Panjang Suku Dayak Kanayatn).

  • Lokasi: Jalan Sutan Syahrir (Kawasan Kompleks Perkampungan Budaya).

  • Kabupaten: Kota Pontianak.

  • Kecamatan: Pontianak Kota.

  • Desa: Kelurahan Akcaya.

  • Jenis Wisata: Wisata Budaya, Arsitektur, dan Edukasi.

  • Deskripsi Menarik: Rumah Radakng merupakan replika rumah adat Dayak terbesar di Indonesia yang diresmikan oleh pemerintah setempat sebagai pusat pelestarian budaya. Memiliki panjang sekitar 138 meter dan tinggi 7 meter, bangunan ini hampir seluruhnya terbuat dari kayu belian dengan ukiran khas Dayak yang sangat detail. Rumah ini tidak hanya menjadi objek foto yang megah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat pagelaran seni, musyawarah adat, dan simbol kerukunan antaretnis di Kalimantan Barat.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Mercure Pontianak.

    2. Hotel Ibis Pontianak City Center.

    3. Hotel Kapuas Dharma.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Urbanview Hotel Putri Pontianak.

    2. Homestay Rumah Kita.

    3. Guesthouse Sutan Syahrir.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Bubur Pedas (Bubur khas Kalimantan Barat) dan Kerupuk Basah.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Chai Kwe (Choipan) dan Pisang Goreng Pontianak dengan selai srikaya.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan Manik-manik Dayak, Tas Anyaman (Anjat), dan Mandau hias.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Gawai Dayak (Pesta Panen Padi) yang diadakan setiap bulan Mei.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, bus pariwisata, dan transportasi online (Gojek/Grab).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya), menempuh perjalanan darat sekitar 25–35 menit melalui Jalan Arteri Supadio menuju pusat kota Pontianak (Kawasan Kotabaru).

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan taksi bandara atau layanan bus DAMRI menuju Terminal Sungai Raya, kemudian dilanjutkan dengan transportasi online langsung menuju Jalan Sutan Syahrir di depan Rumah Radakng.

Pulau Randayan Bengkayang

Pulau Randayan Bengkayang

  • Dikenal dengan Nama: Pulau Randayan.

  • Lokasi: Perairan Laut Natuna, Kepulauan Lemukutan.

  • Kabupaten: Bengkayang.

  • Kecamatan: Sungai Raya Kepulauan.

  • Desa: Pulau Lemukutan.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari, Snorkeling, dan Resort Eksklusif.

  • Deskripsi Menarik: Pulau Randayan adalah surga tersembunyi yang menawarkan ketenangan luar biasa dengan pasir putih halus dan air laut kristal transparan. Pulau ini sangat populer bagi pecinta dunia bawah laut karena terumbu karangnya yang masih terjaga dan menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur. Karena dikelola secara privat oleh resort, pulau ini memberikan kesan eksklusif dan sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menjauh dari keramaian kota (self-healing).

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Randayan Resort (Satu-satunya penginapan langsung di pulau).

    2. Kahyangan Resort (Terletak di pesisir daratan Bengkayang).

    3. Dayang Resort (Di Singkawang, dekat dengan dermaga penyeberangan).

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay di Pulau Lemukutan (Pulau tetangga).

    2. Penginapan Teluk Suak.

    3. Homestay di area Pantai Samudra Indah.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Olahan Seafood segar (Kepiting Bakar) dan Ikan Asin Jambal Roti.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kerupuk Ikan dan Manisan Buah Kundur.

  • Souvenir Khas Daerah: Kerajinan kerang laut dan miniatur kapal dalam botol.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual adat Nelayan Pesisir (Syukuran Laut).

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Perahu Motor (Speedboat) atau Kapal Nelayan dari Dermaga Teluk Suak.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya/Pontianak), menempuh perjalanan darat selama 3 jam menuju Dermaga Teluk Suak di Kabupaten Bengkayang, kemudian dilanjutkan menyeberang menggunakan speedboat selama 30–45 menit menuju Pulau Randayan.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Melalui Kota Singkawang, Anda bisa menuju Dermaga Pasir Panjang untuk menyewa kapal wisata yang langsung menuju gugusan pulau, termasuk Pulau Randayan.

Pantai Pasir Panjang Singkawang

Pantai Pasir Panjang Singkawang

  • Dikenal dengan Nama: Pantai Pasir Panjang.

  • Lokasi: Jalan Pasir Panjang, Sedau.

  • Kabupaten: Kota Singkawang.

  • Kecamatan: Singkawang Selatan.

  • Desa: Kelurahan Sedau.

  • Jenis Wisata: Wisata Bahari dan Rekreasi Keluarga.

  • Deskripsi Menarik: Sesuai namanya, pantai ini memiliki garis pantai yang sangat panjang dengan hamparan pasir putih yang luas dan bersih. Air lautnya yang jernih dan ombak yang relatif tenang menjadikannya tempat ideal untuk berenang, memancing, atau sekadar menikmati matahari terbenam (sunset) yang legendaris. Kawasan ini telah dikembangkan secara modern dengan fasilitas lengkap, mulai dari wahana permainan air hingga akses langsung ke beberapa resor mewah di tepi pantai.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Dayang Resort Singkawang.

    2. Swiss-Belinn Singkawang.

    3. Randayan Resort.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Pasir Panjang.

    2. Penginapan Simpang.

    3. Villa Bukit Mas Singkawang.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Choipan (Chai Kwe) khas Singkawang dan Bubur Paddas.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Rujak Singkawang dan Kerupuk Ikan khas Pesisir.

  • Souvenir Khas Daerah: Keramik Singkawang (Replika Dinasti Ming/Qing) dan Kaos Khas Singkawang.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Festival Cap Go Meh (terbesar di Asia Tenggara) dan Ritual Cuci Jalan.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, bus pariwisata, dan transportasi online.

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya/Pontianak), menempuh perjalanan darat menyusuri pesisir utara Kalimantan Barat (Jalan Raya Pontianak-Singkawang) selama kurang lebih 3–4 jam.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Menggunakan layanan bus DAMRI dari Bandara Internasional Supadio langsung menuju terminal Singkawang, kemudian dilanjutkan dengan transportasi lokal (angkot atau ojek) menuju kawasan wisata Pasir Panjang yang berjarak sekitar 15 menit dari pusat kota.

Keraton Kadriyah Pontianak

Keraton Kadriyah Pontianak

  • Dikenal dengan Nama: Istana Kadriyah / Keraton Kadriyah.

  • Lokasi: Jalan Keraton, Kelurahan Dalam Bugis.

  • Kabupaten: Kota Pontianak.

  • Kecamatan: Pontianak Timur.

  • Desa: Kelurahan Dalam Bugis.

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Budaya, dan Religi.

  • Deskripsi Menarik: Keraton Kadriyah adalah pusat Kesultanan Pontianak yang didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada tahun 1771. Bangunan megah ini didominasi warna kuning (warna kebesaran Melayu) dan terbuat dari kayu belian yang sangat kuat. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi bersejarah seperti Meriam kuno, singgasana raja, perhiasan keluarga kesultanan, hingga Al-Quran tulisan tangan Sultan Syarif Abdurrahman. Lokasinya sangat unik karena berada di dekat pertemuan tiga sungai (Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar).

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Hotel Harris Pontianak.

    2. Hotel Orchardz Gajahmada.

    3. Hotel Santika Pontianak.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Homestay Rumah Kita.

    2. Urbanview Hotel Putri Pontianak.

    3. Penginapan sekitar Kampung Wisata Beting.

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Pengkang (ketan isi ebi yang dibakar), Sotong Pangkong, dan Nasi Kebuli.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Lempok Durian, Chai Kue, dan Pisang Goreng Srikaya.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Corak Insang, Miniatur Tugu Khatulistiwa, dan kerajinan Lidah Buaya (Aloevera).

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Ritual robo-robo, Festival Meriam Karbit (setiap malam Lebaran), dan Gelar Adat Kesultanan Kadriyah.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, motor, transportasi online, dan Sampan/Sampan Tambang (transportasi sungai).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Kubu Raya), menempuh perjalanan darat sekitar 30–45 menit (kurang lebih 17 km) menuju arah Pontianak Timur melintasi Jembatan Kapuas I.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio, Anda bisa menuju dermaga Senghie dan menggunakan perahu motor (sampan tambang) menyeberangi Sungai Kapuas untuk sensasi perjalanan air langsung menuju area keraton dan Masjid Jami’.

Bukit Kelam Sintang

Bukit Kelam Sintang

  • Dikenal dengan Nama: Bukit Kelam (Sering dijuluki sebagai Batu Monolit Terbesar di Dunia/Indonesia).

  • Lokasi: Jalan Lintas Sintang-Putussibau.

  • Kabupaten: Sintang.

  • Kecamatan: Kelam Permai.

  • Desa: Merpak (Area kaki bukit mencakup Desa Kebong).

  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Wisata Adrenalin (Panjat Tebing), dan Wisata Religi.

  • Deskripsi Menarik: Bukit Kelam merupakan sebongkah batu raksasa (monolit) yang menjulang setinggi kurang lebih 1.002 meter di atas permukaan laut. Keunikan utamanya adalah vegetasi endemik Kantong Semar (Nepenthes Clipeata) yang hanya tumbuh di sini. Pengunjung dapat mendaki hingga ke puncak menggunakan tangga Via Ferrata yang menantang adrenalin untuk menyaksikan pemandangan matahari terbit yang memukau. Di kaki bukit, terdapat pula kawasan hutan wisata dengan air terjun dan gua-gua alam.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

    1. Ladja Hotel Sintang.

    2. My Home Hotel Sintang.

    3. Hotel Grand Royal Sintang.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

    1. Penginapan Dream House.

    2. Wisma Alas Sintang.

    3. Homestay di kawasan TWA Bukit Kelam (sering digunakan pendaki).

  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Kerupuk Basah (penganan kenyal dari olahan ikan sungai) dan Bubur Pedas khas Kalbar.

  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Talas Asen (stik talas gurih) dan Kue Lapis Salju.

  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Ikat Sintang (motif khas Dayak) dan Anyaman Rotan.

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Kelam Tourism Festival (Festival Bukit Kelam) yang menampilkan berbagai ritual adat Dayak dan Melayu, serta lomba panjat tebing.

  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil pribadi, Motor, Bus AKDP (DAMRI), dan Pesawat Terbang (untuk akses ke Kabupaten).

  • Rute Standar Perjalanan dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Tebelian (Sintang), perjalanan darat menuju lokasi hanya memakan waktu sekitar 45–60 menit dengan jarak kurang lebih 25 km melalui Jalan Lintas Sintang-Putussibau.

  • Rute Alternatif dari Bandara Nasional Terdekat: Dari Bandara Internasional Supadio (Pontianak), menempuh perjalanan darat (Bus/Travel) menyusuri jalur Trans Kalimantan selama kurang lebih 7–8 jam untuk mencapai Kota Sintang, kemudian dilanjutkan ke arah timur menuju Kelam Permai.

Wisata Vihara Tri Dharma Bumi Raya :

Vihara Tri Dharma Bumi Raya

  • Nama Wisata: Vihara Tri Dharma Bumi Raya Putussibau.
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Kapuas Hulu, Kecamatan Putussibau Utara, Kelurahan Putussibau Kota.
  • Jenis Wisata: Wisata Religi, Sejarah, dan Budaya.
  • Deskripsi Menarik: Vihara ini merupakan rumah ibadah umat Tri Dharma tertua dan terbesar di jantung kota Putussibau. Terletak sangat strategis di tepian Sungai Kapuas, vihara ini menonjol dengan arsitektur klasik Tiongkok yang didominasi warna merah dan emas serta ukiran naga yang megah. Keberadaannya menjadi simbol toleransi yang kuat di “Bumi Uncak Kapuas”, karena lokasinya yang berdampingan dengan pemukiman beragam etnis. Pemandangan vihara di sore hari dengan latar belakang aliran Sungai Kapuas memberikan suasana tenang dan estetik, terutama saat lampion-lampion mulai dinyalakan.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    1. Grand Hotel Putussibau.
    2. Hotel Aman Jaya.
    3. Hotel Sanjaya.
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    1. Penginapan Shinta.
    2. Penginapan Merpati.
    3. Penginapan Kedamin (Area sekitar bandara).
  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Kerupuk Basah (Temet). Makanan khas Kapuas Hulu ini berbahan dasar ikan sungai (belida atau toman) yang dikukus dan disajikan dengan sambal kacang pedas.
  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Kerupuk Ikan Toman kering dan Madu Hutan asli Kapuas Hulu.
  • Souvenir Khas Daerah: Kain Tenun Ikat Dayak, Kerajinan Manik-manik (tas atau kalung), dan Anyaman Rotan khas suku Dayak setempat.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Perayaan Imlek dan Cap Go Meh (dengan atraksi Tatung dan Barongsai), serta Festival Budaya Kapuas Hulu yang melibatkan berbagai etnis.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Pesawat terbang (untuk akses cepat), Bus Antar Kota, Travel, atau kendaraan pribadi.
  • Rute Standar Perjalanan dari Pontianak: Jalur darat melalui rute Trans Kalimantan: Pontianak – Sanggau – Sekadau – Sintang – Putussibau. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 12 hingga 15 jam menggunakan bus atau mobil travel.
  • Rute Alternatif dari Pontianak: Jalur udara menggunakan penerbangan komersial dari Bandara Internasional Supadio (Pontianak) menuju Bandara Pangsuma (Putussibau) dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam 15 menit.

Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS).

Taman Nasional Danau Sentarum

 

Taman Nasional Danau Sentarum adalah salah satu permata tersembunyi di Kalimantan Barat yang menawarkan pemandangan magis yang berubah sesuai musim. Berikut adalah panduan lengkap untuk perjalanan Anda:

  • Nama Wisata: Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS).
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Kapuas Hulu; Kecamatan Batang Lupar, Selimbau, dan Suhaid; Desa Lanjak (pintu masuk utama).
  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Ekowisata, Konservasi Lahan Basah, dan Wisata Budaya.
  • Deskripsi Menarik: Danau ini dijuluki sebagai “Cawan Raksasa” karena fenomena alamnya yang unik: saat musim hujan, ia menjadi danau raksasa yang menenggelamkan hutan, namun saat musim kemarau, airnya surut hingga menjadi padang rumput yang luas. Tempat ini merupakan habitat asli Ikan Arwana dan Orangutan, serta menjadi rumah bagi masyarakat Melayu dan Dayak Iban yang hidup harmonis dalam rumah-rumah panggung di atas air.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: (Catatan: Hotel berbintang lebih banyak tersedia di Putussibau, pusat kabupaten)
    1. Hotel Amanah (Putussibau)
    2. Grand Hotel Putussibau
    3. Hotel Merpati (Putussibau)
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: (Lokasi lebih dekat ke danau)
    1. Homestay Lanjak (Desa Lanjak)
    2. Guest House Balai Taman Nasional (Lanjak)
    3. Homestay Desa Selimbau (Rumah Apung)
  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:
    1. Kerupuk Basah (Temet): Mirip pempek namun berbentuk panjang dengan dominasi rasa ikan sungai yang segar (biasanya ikan Belidak atau Toman).
    2. Asam Pedas Ikan Toman: Olahan ikan sungai dengan kuah kuning pedas asam yang sangat segar.
  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:
    1. Kerupuk Kemplang Kapuas Hulu: Kerupuk ikan yang renyah dan gurih.
    2. Madu Hutan Organik: Bisa langsung dikonsumsi sebagai penambah energi saat trekking.
  • Souvenir Khas Daerah:
    1. Madu Hutan Danau Sentarum: Madu organik bersertifikat internasional.
    2. Tenun Sidan & Tenun Ikat: Kain tradisional motif khas Dayak Iban yang sangat elegan.
    3. Kerajinan Manik-manik: Aksesoris tangan dan kalung buatan mama-mama Dayak.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:
    1. Festival Danau Sentarum: Acara tahunan yang menampilkan balap perahu bidar, parade perahu hias, dan pentas seni.
    2. Gawai Dayak: Perayaan pasca panen masyarakat Dayak (biasanya sekitar bulan Mei-Juni).
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan darat 4WD (off-road ringan), Perahu Motor (Klong atau Speedboat) untuk mobilisasi di dalam kawasan danau.
  • Rute Standar Perjalanan dari Pontianak: Pontianak – Sintang – Putussibau – Lanjak. Perjalanan darat ini memakan waktu sekitar 12-16 jam. Anda bisa menggunakan bus umum atau travel dari Pontianak menuju Putussibau, kemudian dilanjutkan dengan kendaraan lokal menuju Lanjak.

Rute Alternatif dari Pontianak: Udara + Darat: Mengambil penerbangan dari Bandara Supadio (Pontianak) menuju Bandara Pangsuma (Putussibau) selama 45-60 menit, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat selama 2-3 jam menuju Lanjak atau perahu dari pelabuhan di Putussibau.

Wisata Budaya Rumah Panjang Betang Lunsa Hilir – Kalimantan Barat

Wisata Budaya Rumah Panjang Betang Lunsa Hilir

 

Nama Wisata: Rumah Panjang Betang Lunsa Hilir (atau dikenal juga Betang Urang Lunsa / Soo Langke).

Kabupaten, Kecamatan, Desa: Terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kecamatan Batang Lupar, tepatnya di Desa Lunsa Hilir.

Jenis Wisata: Wisata Budaya dan Sejarah. Rumah Betang ini merupakan Cagar Budaya peninggalan masyarakat Suku Dayak Taman.

Deskripsi Menarik: Rumah Panjang Betang Lunsa Hilir adalah salah satu rumah adat tradisional Suku Dayak Taman yang bersejarah, didirikan sekitar tahun 1942. Bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal bagi multi-keluarga (keturunan Suku Dayak Taman) tetapi juga sebagai pusat kehidupan permukiman. Daya tarik utamanya adalah keaslian arsitektur tradisional Dayak yang masih terjaga dan nilai sakral yang melekat pada bagian-bagian rumah, seperti serambi depan (Ta’soo). Bangunan ini telah direhabilitasi oleh pemerintah untuk tujuan pelestarian cagar budaya dan menawarkan pengalaman mendalam mengenai warisan budaya Dayak di Kalimantan Barat.

3 Rekomendasi Akomodasi Terdekat (Hotel): Mengingat lokasi Betang Lunsa Hilir cukup terpencil, akomodasi hotel terdekat yang representatif umumnya berada di ibukota kabupaten, Putussibau. Rekomendasinya meliputi Hotel Grand Banana Putussibau, Hotel Multi Sentosa, dan Hotel Multi 88.

3 Rekomendasi Akomodasi Terdekat (Homestay/Penginapan): Akomodasi jenis homestay atau penginapan juga biasanya tersedia di Putussibau. Beberapa pilihannya adalah Penginapan “ORBIT INN”, Losmen Merpati Indah, dan Penginapan Andini.

Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba: Wisatawan wajib mencoba Kerupuk Basah (Temet), yaitu olahan ikan (seperti patin atau belida) dan tepung yang direbus, seringkali diisi lemak ikan, dan disajikan dengan sambal kacang. Selain itu, Mie Kepiting (Bakmi Kepiting) juga merupakan hidangan yang populer.

Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Dua cemilan lokal yang patut dicoba adalah Lemang, yaitu beras ketan yang dimasak dalam ruas bambu dengan santan, dan Tempoyak, yaitu fermentasi buah durian yang bisa dimakan langsung dengan nasi atau diolah menjadi sambal.

Souvenir Khas Daerah: Souvenir khas yang dapat Anda bawa pulang meliputi kerajinan anyaman dari rotan atau bambu (seperti tas dan tikar), serta kain tenun atau ulap doyo khas Suku Dayak.

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Rumah Betang sering menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai upacara adat Dayak yang terkait dengan panen, kehidupan, atau ritual keagamaan. Kehadiran tanda khusus (seperti di serambi depan) sering menandakan adanya kegiatan adat yang sedang berlangsung.

Jenis Transportasi yang Digunakan: Transportasi yang digunakan adalah kendaraan darat seperti mobil pribadi atau sewa (disarankan mobil 4×4 atau SUV karena kondisi jalan) atau travel reguler dari Pontianak ke Putussibau. Alternatif cepat adalah menggunakan transportasi udara (pesawat) dari Pontianak ke Putussibau. Dari Putussibau, perjalanan dilanjutkan menggunakan transportasi darat lokal menuju Desa Lunsa Hilir.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Pontianak:

  • Rute Darat Utama: Perjalanan darat menempuh jarak sekitar 576 hingga 780 km dengan waktu tempuh yang lama (12–18 jam atau lebih) tergantung kondisi jalan. Rute yang dilewati adalah Pontianak – Ngabang – Sintang – Semitau – Putussibau. Dari Putussibau, perjalanan dilanjutkan ke Desa Lunsa Hilir.

  • Rute Alternatif (Udara): Mengambil penerbangan dari Bandara Supadio (PNK) Pontianak ke Bandara Pangsuma (PSU) Putussibau, dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Setibanya di Putussibau, perjalanan dilanjutkan via darat menuju lokasi Betang Lunsa Hilir

Tugu Khatulistiwa (Equator) – Pontianak

Informasi Destinasi Tugu Khatulistiwa, Pontianak

🏛️ Nama dan Lokasi
  • Nama Wisata: Tugu Khatulistiwa (Equator Monument)

  • Lokasi: Kota Pontianak, Kecamatan Pontianak Utara, Kelurahan Batu Layang.

  • Jenis Wisata: Wisata Sejarah, Edukasi Geografis, dan Ikon Kota.

✨ Deskripsi Menarik

Tugu Khatulistiwa adalah ikon Kota Pontianak yang sangat terkenal karena lokasinya yang tepat berada di Garis Khatulistiwa (). Keunikan tugu ini memungkinkan pengunjung untuk berfoto dengan posisi satu kaki di Belahan Bumi Utara dan kaki lainnya di Belahan Bumi Selatan secara bersamaan. Di dalam kompleks tugu, terdapat tugu asli yang pertama kali didirikan pada tahun 1928, yang kini dilindungi oleh replika tugu yang berukuran lima kali lebih besar.

Daya tarik utama destinasi ini adalah fenomena Titik Kulminasi Matahari atau Hari Tanpa Bayangan. Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun, yaitu sekitar 21–23 Maret dan 21–23 September. Pada saat itu, bayangan semua benda, termasuk tugu, akan hilang sepenuhnya karena Matahari berada tepat di atas kepala.

🏨 Akomodasi Terdekat

Meskipun Tugu berada di Pontianak Utara, akomodasi utama banyak terdapat di pusat kota.

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: Hotel Gajahmada, Hotel 95 Pontianak, dan Avara Hotel Pontianak.

  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: Pilihan homestay atau guest house biasanya tersedia di area Siantan (Pontianak Utara) atau dapat dicari melalui aplikasi pemesanan akomodasi di area dekat pusat kota.

🍽️ Kuliner dan Oleh-Oleh
  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:

    • Choi Pan (Chai Kue): Makanan sejenis dimsum kukus dengan isian bengkuang atau kucai.

    • Nasi Ayam/Nasi Goreng Pontianak: Dikenal dengan cita rasa khas Melayu Tionghoa.

    • Soto Pontianak: Soto kaya rempah yang khas dari Kalimantan Barat.

  • Cemilan Daerah yang Wajib Dicoba:

    • Pengkang: Beras ketan yang diisi ebi, dibungkus daun pisang, dan dibakar.

    • Pisang Queen: Pisang goreng yang manis.

  • Souvenir Khas Daerah: Miniatur Tugu Khatulistiwa, Kain Tenun Corak Insang (khas Melayu Pontianak), dan Kerajinan Tangan Suku Dayak (manik-manik atau ukiran).

🎭 Acara dan Budaya
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:

    • Perayaan Titik Kulminasi Matahari: Perayaan unik yang diselenggarakan di Tugu Khatulistiwa pada Maret dan September.

    • Festival Meriam Karbit: Diadakan di pinggiran Sungai Kapuas saat malam takbiran Idul Fitri.

    • Pekan Gawai Dayak: Perayaan syukur panen oleh masyarakat Dayak di Rumah Radakng, Pontianak.

🚗 Transportasi dan Rute
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan pribadi, taksi/ojek online, atau angkutan umum dari Terminal Siantan.

  • Rute Perjalanan dan Alternatif dari Pontianak (Pusat Kota):

    1. Tugu berjarak sekitar 3 km dari pusat kota, terletak di seberang Sungai Kapuas.

    2. Rute Umum: Dari pusat kota, Anda dapat menyeberang Sungai Kapuas menggunakan Feri Penyeberangan dari Pontianak Kota menuju Siantan (Pontianak Utara). Setelah menyeberang, perjalanan dilanjutkan menggunakan transportasi darat (ojek/taksi online) selama 15-20 menit menuju lokasi tugu.

    3. Alternatif: Menggunakan mobil atau motor melintasi Jembatan Kapuas I atau II, kemudian mengambil rute menuju Pontianak Utara.

Translate »