Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS).

Taman Nasional Danau Sentarum

 

Taman Nasional Danau Sentarum adalah salah satu permata tersembunyi di Kalimantan Barat yang menawarkan pemandangan magis yang berubah sesuai musim. Berikut adalah panduan lengkap untuk perjalanan Anda:

  • Nama Wisata: Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS).
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Kapuas Hulu; Kecamatan Batang Lupar, Selimbau, dan Suhaid; Desa Lanjak (pintu masuk utama).
  • Jenis Wisata: Wisata Alam, Ekowisata, Konservasi Lahan Basah, dan Wisata Budaya.
  • Deskripsi Menarik: Danau ini dijuluki sebagai “Cawan Raksasa” karena fenomena alamnya yang unik: saat musim hujan, ia menjadi danau raksasa yang menenggelamkan hutan, namun saat musim kemarau, airnya surut hingga menjadi padang rumput yang luas. Tempat ini merupakan habitat asli Ikan Arwana dan Orangutan, serta menjadi rumah bagi masyarakat Melayu dan Dayak Iban yang hidup harmonis dalam rumah-rumah panggung di atas air.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat: (Catatan: Hotel berbintang lebih banyak tersedia di Putussibau, pusat kabupaten)
    1. Hotel Amanah (Putussibau)
    2. Grand Hotel Putussibau
    3. Hotel Merpati (Putussibau)
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat: (Lokasi lebih dekat ke danau)
    1. Homestay Lanjak (Desa Lanjak)
    2. Guest House Balai Taman Nasional (Lanjak)
    3. Homestay Desa Selimbau (Rumah Apung)
  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:
    1. Kerupuk Basah (Temet): Mirip pempek namun berbentuk panjang dengan dominasi rasa ikan sungai yang segar (biasanya ikan Belidak atau Toman).
    2. Asam Pedas Ikan Toman: Olahan ikan sungai dengan kuah kuning pedas asam yang sangat segar.
  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:
    1. Kerupuk Kemplang Kapuas Hulu: Kerupuk ikan yang renyah dan gurih.
    2. Madu Hutan Organik: Bisa langsung dikonsumsi sebagai penambah energi saat trekking.
  • Souvenir Khas Daerah:
    1. Madu Hutan Danau Sentarum: Madu organik bersertifikat internasional.
    2. Tenun Sidan & Tenun Ikat: Kain tradisional motif khas Dayak Iban yang sangat elegan.
    3. Kerajinan Manik-manik: Aksesoris tangan dan kalung buatan mama-mama Dayak.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:
    1. Festival Danau Sentarum: Acara tahunan yang menampilkan balap perahu bidar, parade perahu hias, dan pentas seni.
    2. Gawai Dayak: Perayaan pasca panen masyarakat Dayak (biasanya sekitar bulan Mei-Juni).
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Kendaraan darat 4WD (off-road ringan), Perahu Motor (Klong atau Speedboat) untuk mobilisasi di dalam kawasan danau.
  • Rute Standar Perjalanan dari Pontianak: Pontianak – Sintang – Putussibau – Lanjak. Perjalanan darat ini memakan waktu sekitar 12-16 jam. Anda bisa menggunakan bus umum atau travel dari Pontianak menuju Putussibau, kemudian dilanjutkan dengan kendaraan lokal menuju Lanjak.

Rute Alternatif dari Pontianak: Udara + Darat: Mengambil penerbangan dari Bandara Supadio (Pontianak) menuju Bandara Pangsuma (Putussibau) selama 45-60 menit, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat selama 2-3 jam menuju Lanjak atau perahu dari pelabuhan di Putussibau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »