Kambira -Toraja

Kambira: Saksi Bisu Tradisi Pemakaman Bayi di Pohon Taraa

Dikenal dengan Nama: Kuburan Bayi Kambira (Baby Grave).

Lokasi: Kawasan hutan bambu Kambira, jalur wisata Sangalla.

Kabupaten: Tana Toraja.

Kecamatan: Sangalla.

Desa: Desa (Lembang) Kambira.

Jenis Wisata: Wisata Budaya, Sejarah, dan Religi.

Deskripsi Menarik: Destinasi ini sangat unik karena merupakan tempat pemakaman khusus bayi yang meninggal sebelum tumbuh gigi. Jenazah bayi diletakkan di dalam lubang yang dipahat pada batang Pohon Taraa, sebuah pohon besar dengan diameter lebih dari 80-100 cm yang memiliki banyak getah putih. Getah ini dianggap sebagai pengganti air susu ibu (ASI), yang secara filosofis bermakna agar bayi tersebut seolah-olah dikembalikan ke rahim ibunya (alam). Penutup makam dibuat dari ijuk pohon enau, dan seiring berjalannya waktu, lubang tersebut akan tertutup kembali secara alami oleh pertumbuhan batang pohon.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

  1. Sahid Toraja (Mengkendek).

  2. Heritage Toraja Hotel (Kesu).

  3. Hotel Misiliana (Kesu).

3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

  1. Homestay di sekitar area Kecamatan Sangalla.

  2. Tongkonan Homestay di Makale.

  3. Penginapan tradisional di sekitar situs Suaya.

Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Pa’piong (Daging ayam/babi yang dimasak dalam bambu dengan bumbu khas) dan Pantollo Pamarrasan (Masakan bumbu hitam kluwak).

Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba: Deppa Tori (Kue berbahan gula merah dan wijen) dan Tuak Toraja (Ballo) bagi yang ingin mencoba minuman tradisional.

Souvenir Khas Daerah: Kopi Toraja (Arabika/Robusta), Ukiran Kayu Toraja (Pa’ssura), dan Kain Tenun ikat Toraja.

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Upacara Rambu Solo (Upacara pemakaman adat) yang sering digelar di wilayah Sangalla oleh keluarga keturunan bangsawan.

Jenis Transportasi yang Digunakan: Motor (Sangat disarankan untuk menjelajahi jalur pedesaan), Mobil Pribadi, atau angkutan umum (Pete-pete) jurusan Makale-Sangalla.

Rute standar perjalanan dari makassar: Melintasi jalur darat Trans Sulawesi: Makassar – Parepare – Sidrap – Enrekang – Tana Toraja (Makale). Dari pusat Kota Makale, perjalanan diarahkan ke wilayah timur menuju Sangalla dengan waktu tempuh total sekitar 8-10 jam.

rute Alternatif dari makassar: Menggunakan penerbangan dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju Bandara Toraja di Mengkendek, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 30 menit menuju lokasi.

Pasar Bolu Toraja

Nama Destinasi: Pasar Bolu (Pasar Hewan Bolu)

Lokasi: Jalan Poros Rantepao – Palopo, Tallunglipu

Kabupaten: Toraja Utara

Kecamatan: Tallunglipu

Desa: Tallunglipu Matallo

Jenis Wisata: Wisata Budaya, Wisata Belanja, dan Wisata Edukasi

Deskripsi Menarik: Pasar Bolu bukan sekadar pasar biasa, melainkan pusat perdagangan kerbau terbesar di dunia. Di sini, pengunjung bisa melihat ratusan kerbau (termasuk jenis kerbau belang atau Tedong Bonga yang harganya bisa mencapai miliaran rupiah) serta babi yang menjadi elemen penting dalam upacara adat Toraja. Selain area hewan, pasar ini juga menjual kopi Toraja kualitas terbaik, kerajinan tangan, dan bumbu dapur khas lokal. Suasana riuh rendah dan interaksi tawar-menawar tradisional memberikan pengalaman antropologis yang unik bagi wisatawan.

3 Rekomendasi Hotel Terdekat:

  1. Misiliana Hotel Toraja

  2. Toraja Heritage Hotel

  3. Luta Resort Toraja

3 Rekomendasi Homestay Terdekat:

  1. Mama Yanti Homestay

  2. Pia’s Poppies

  3. Ne’ Kondorura Homestay

Makanan Traditional yang Wajib Dicoba:

  • Pa’piong: Daging (ayam, ikan, atau babi) yang dimasak di dalam bambu dengan rempah-rempah dan daun mayana.

  • Pantollo’ Pamarrasan: Masakan dengan bumbu utama buah kluwak hitam khas Toraja.

Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:

  • Deppa Tori’: Kue manis yang terbuat dari tepung beras dan gula merah dengan taburan wijen.

  • Barobbo: Bubur jagung khas yang gurih dan mengenyangkan.

Souvenir Khas Daerah:

  • Kopi Toraja (Arabica/Robusta): Terkenal dengan aroma dan rasa yang kuat.

  • Kain Tenun Toraja: Kain dengan motif geometris khas yang ditenun manual.

  • Miniatur Tau-Tau atau Tongkonan: Ukiran kayu berbentuk rumah adat atau patung.

Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Meskipun acara adat seperti Rambu Solo’ (upacara pemakaman) diadakan di desa-desa sekitar, Pasar Bolu menjadi pusat transaksi utama sebelum acara tersebut berlangsung. Pasar besar (Hari Pasar) biasanya diadakan setiap 6 hari sekali berdasarkan kalender tradisional, di mana aktivitas budaya dan perdagangan mencapai puncaknya.

Jenis Transportasi yang Digunakan:

  • Internal: Angkutan umum (Pete-pete), ojek motor, atau menyewa mobil/motor.

  • Eksternal: Bus eksekutif/sleeper bus untuk perjalanan antar kota.

Rute Standar Perjalanan dari Kota Makassar: Menggunakan bus atau mobil pribadi melalui jalur darat melintasi Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Sidrap, dan Enrekang. Perjalanan menempuh waktu sekitar 8–9 jam dengan pemandangan pegunungan yang indah, terutama saat melewati Gunung Nona di Enrekang.

Rute Alternatif dari Bandara Terdekat: Terbang dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Makassar) menuju Bandara Toraja (Buntu Kunyi) di Mengkendek, Tana Toraja. Dari bandara, Anda bisa menggunakan taksi bandara atau jemputan travel menuju Rantepao dengan waktu tempuh sekitar 1 jam darat untuk sampai ke Pasar Bolu.

Wisata Sarambu Marintang, Toraja

  • Nama Wisata: Sarambu Marintang (Sering juga disebut Sarambu Marurun, Air Terjun Sarambu)
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Berada di wilayah Toraja. Umumnya dekat dengan area Awan Rantekarua di Toraja Utara atau di perbatasan Toraja dengan Kabupaten Luwu, yang dikenal memiliki potensi wisata air terjun dan sungai berbatu.
  • Jenis Wisata: Wisata Alam (Air Terjun, Pemandian Alam, Sungai Berbatu).
  • Deskripsi Menarik: Sarambu Marintang menawarkan pesona air terjun yang mengalir deras dengan suasana alam yang sejuk, asri, dan tenang. Lokasinya yang tersembunyi menjadikannya destinasi yang cocok bagi pecinta petualangan dan ketenangan. Area di sekitarnya sering dikelilingi oleh perkebunan, seperti kebun kopi, yang menambah daya tarik perjalanan.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat (di area Rantepao):
    1. Toraja Heritage Hotel
    2. Toraja Prince Hotel
    3. Hiltra Toraja Hotel
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat (di area Rantepao):
    1. Wisma Pondok Bambu
    2. The Sanduk Homestay
    3. Riana Homestay
  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:
    • Pa’piong: Masakan daging (ayam, ikan, atau babi) yang dimasak di dalam bambu bersama bumbu dan daun mayana, lalu dibakar.
    • Pantollo Pamarrasan: Masakan berkuah hitam yang kaya bumbu, menggunakan bumbu kluwek/pamarrasan, sering diolah dengan daging atau ikan air tawar.
    • Dangkot: Bebek yang diolah dengan bumbu pedas khas Toraja.
  • Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:
    • Deppa Tori: Kue tradisional dari tepung beras ketan dan gula merah cair, berbentuk lonjong.
    • Baje Parodo: Cemilan manis berbahan dasar ketan, kelapa, dan gula merah.
    • Banang-banang: Makanan ringan yang rapuh dan manis.
  • Souvenir Khas Daerah:
    • Kain Tenun Khas Toraja (seperti Tenun Sekomandi).
    • Miniatur Rumah Adat Tongkonan dan berbagai Ukiran Kayu Toraja.
    • Kopi Toraja (Arabika/Robusta).
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:
    • Rambu Solo’: Upacara Kematian besar, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang.
    • Rambu Tuka’: Upacara Syukuran atau Suka Cita (seperti syukuran rumah baru/pernikahan).
    • Ma’nene: Ritual membersihkan dan mengganti pakaian jenazah leluhur.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Bus Antar Kota dari Makassar, mobil pribadi, atau menyewa kendaraan lokal (mobil/motor) dari Rantepao/Makale. Untuk mencapai air terjun, mungkin diperlukan ojek atau berjalan kaki dari titik parkir terakhir.
  • Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar:
    • Rute Utama: Naik Bus Malam dari Makassar menuju Rantepao (Toraja Utara) atau Makale (Tana Toraja). Perjalanan darat memakan waktu sekitar 8 hingga 10 jam.
    • Alternatif Cepat: Terbang dari Bandara Sultan Hasanuddin (UPG) Makassar ke Bandara Toraja (TRT) di Mengkendek.

Wisata Bori Kalimbua

Wisata Bori Kalimbua

  • Nama Wisata: Bori Kalimbuang (sering juga disebut Kalimbuang Bori)
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Kabupaten Toraja Utara (Tana Toraja), Kecamatan Sesean, Lembang Bori’ (sekitar 10 km dari Rantepao).
  • Jenis Wisata: Situs Megalitikum, Wisata Budaya, Wisata Sejarah.
  • Deskripsi Menarik:
    • “Stonehenge” Indonesia: Bori Kalimbuang adalah salah satu situs megalitikum terbesar dan paling terkenal di Toraja. Tempat ini dipenuhi dengan lebih dari 100 batu menhir (simbuang) yang berdiri tegak di hamparan lapangan rumput, mirip dengan Stonehenge di Inggris.
    • Simbol Penghormatan: Menhir-menhir tersebut didirikan sebagai monumen peringatan dan simbol penghormatan kepada bangsawan atau pemuka adat yang telah meninggal, khususnya setelah dilaksanakannya upacara pemakaman akbar, Rambu Solo’. Semakin tinggi menhirnya, semakin tinggi kedudukan orang yang dihormati tersebut.
    • Kuburan Kuno: Di area sekitar menhir, pengunjung juga bisa menemukan:
      • Liang Paa’: Makam kuno yang dipahat langsung di bongkahan batu besar (kuburan batu).
      • Passilliran: Kuburan bayi yang diletakkan di lubang pada pohon besar (Tarra), yang merupakan tradisi unik di Toraja.
    • Arsitektur Toraja: Situs ini juga menampilkan bangunan khas Toraja seperti Tongkonan (rumah adat) dan Lakkian (bangunan panggung besar tempat jenazah disemayamkan saat Rambu Solo’).
    • Aura Magis: Mengunjungi Bori Kalimbuang menawarkan pengalaman langka untuk merasakan aura sakral dan mendalami filosofi unik masyarakat Toraja tentang kehidupan dan kematian.

Rekomendasi Penginapan & Kuliner

Karena Bori Kalimbuang terletak dekat dengan ibu kota Toraja Utara, Rantepao, rekomendasi penginapan difokuskan di area Rantepao dan sekitarnya:

  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    1. Toraja Heritage Hotel (Hotel mewah dengan arsitektur Toraja dan fasilitas lengkap).
    2. Luta Resort Toraja (Resor dengan lokasi strategis di Rantepao).
    3. The Santai Toraja (Hotel dengan desain modern dan view alam).
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    1. Hotel Indra Toraja (Akomodasi yang berlokasi relatif dekat dengan Bori Kalimbuang).
    2. OYO 90864 Rufus Homestay Toraja (Homestay yang berlokasi di Makale, bisa menjadi alternatif).
    3. Homes Tatto Bara Homestay (Pilihan homestay di area Makale Utara).
  • Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:
    • Pa’piong: Masakan yang dimasak di dalam bambu (seperti pepes bambu). Bahan utamanya bisa ayam (Manuk), daging babi (Burak), atau ikan, yang dicampur dengan bumbu rempah khas Toraja dan dibakar. (Pilihan daging bisa disesuaikan dengan preferensi Anda).
    • Pantollo Pamarrasan: Masakan berkuah hitam yang mirip Rawon, menggunakan bumbu dasar Kluwek (Pangi atau Pamarrasan). Biasa menggunakan daging babi, daging kerbau, atau ikan.
    • Dangkot (Daging Kotte): Olahan daging bebek yang dimasak dengan bumbu rempah yang sangat pedas.
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba:
    • Deppa Tori’: Kue tradisional khas Toraja yang terbuat dari tepung beras dan gula merah, berbentuk lonjong, dan sering ditaburi wijen. Cocok sebagai teman minum kopi.
    • Karirik atau Belundak: Penganan dari ketan yang dibungkus dengan daun aren muda, rasanya manis.
  • Souvenir Khas Daerah:
    • Kopi Toraja: Biji Kopi Arabika atau Robusta Toraja yang terkenal dengan aroma dan rasa yang khas.
    • Tenun Toraja: Kain tenun khas dengan motif tradisional (berupa sarung atau selendang).
    • Miniatur Tongkonan dan Patung-patung Ukiran Khas Toraja.

Acara & Transportasi

  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:
    • Rambu Solo’ (Upacara Kematian/Pemakaman): Merupakan upacara terbesar dan paling penting di Toraja. Sering diadakan di area khusus yang disebut Rante, dan Bori Kalimbuang sendiri adalah Rante yang besar. Upacara ini melibatkan penyembelihan kerbau dan babi, pertunjukan musik, tarian, dan prosesi adat yang spektakuler. Waktu pelaksanaan tidak pasti, tergantung kapan keluarga yang berduka siap.
    • Rambu Tuka’ (Upacara Syukuran/Peresmian Rumah Adat): Upacara yang berhubungan dengan kehidupan (syukuran, pernikahan, peresmian Tongkonan baru).
  • Jenis Transportasi yang Digunakan:
    • Darat: Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Makassar, mobil sewaan/pribadi.
    • Udara: Pesawat dari Makassar (Bandara Sultan Hasanuddin – UPG) ke Bandara Pongtiku (TTR) di Tana Toraja.

Lokal: Mobil sewaan, ojek, atau angkutan umum (pete-pete), namun disarankan menggunakan mobil sewaan/ojek untuk fleksibilitas ke lokasi wisata seperti Bori

Patung Yesus Buntu Burake

Patung Yesus Buntu Burake

  • Nama Wisata: Patung Yesus Buntu Burake
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Tana Toraja, Kec. Makale
  • Jenis Wisata: Religi, Pemandangan, Ikonik
  • Deskripsi Menarik: Patung Yesus Kristus yang berdiri di atas bukit batu. Menawarkan view point keindahan Kota Makale dan sekitarnya dari ketinggian. Merupakan destinasi religi dan ikonik Toraja.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Hotel Luta Resort
    • Mambura Guest House
    • Sinar Hotel
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Salu Homestay
    • Penginapan lokal di Makale
    • Tongkonan Layuk
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Nasu Cemba (sup daging khas Duri/Massenrempulu, populer di Toraja).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Pisang Epe (pisang bakar pipih gula merah) versi modern.
  • Souvenir Khas Daerah: Cenderamata Patung Yesus miniatur, Kain Tenun Toraja.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Acara keagamaan Kristen.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Sewa/Pribadi, Ojek (medan cukup menanjak).
  • Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Parepare → Enrekang → Makale. Jarak: ± 310 km. Estimasi Waktu Tempuh: 8 – 10 jam.

Puncak Lolai (Negeri di Atas Awan)

Puncak Lolai (Negeri di Atas Awan)

  • Nama Wisata: Puncak Lolai (Negeri di Atas Awan)
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Toraja Utara, Kec. Kapala Pitu, Desa Benteng Mamullu
  • Jenis Wisata: Pemandangan, Alam, Fotografi
  • Deskripsi Menarik: Destinasi paling populer untuk menyaksikan matahari terbit di atas lautan awan yang menyelimuti lembah Toraja. Pengunjung harus datang sebelum subuh. Terdapat homestay dan camping ground.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Toraja Misiliana Hotel
    • Pison Rantepao Hotel
    • Hotel Indra
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Tongkonan Lempe (Homestay di Lolai)
    • Ne’ Gandeng Homestay
    • Homestay di sekitar Lolai
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Dangke (keju tradisional Enrekang, sering dijual di Toraja).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Kopi Toraja hangat.
  • Souvenir Khas Daerah: Cenderamata Kopi, Syal Tenun kecil.
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Upacara adat kecil oleh warga setempat.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Pribadi/Sewa (medan menanjak dan sempit), Ojek dari Rantepao.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Rantepao. Dari Rantepao menuju Lolai (± 15 km). Jarak: ± 330 km. Estimasi Waktu Tempuh: 8 – 10 jam.

Kete Kesu (Desa Adat)

Terletak di ketinggian pegunungan Toraja Utara, Desa Budaya Kete Kesu seolah menjadi gerbang waktu yang membawa setiap pengunjung kembali ke masa lalu. Begitu memasuki kawasan ini, pandangan akan langsung tertuju pada barisan Tongkonan, rumah adat megah dengan atap menyerupai perahu yang berjajar rapi menghadap lumbung padi atau alang. Ukiran khas berwarna merah, hitam, dan kuning yang menyelimuti dinding kayu bangunan ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol status sosial dan filosofi hidup masyarakat Toraja yang sangat menghormati leluhur.

Melangkah lebih dalam ke arah tebing batu di belakang desa, suasana berubah menjadi lebih magis dan sakral. Di sana terdapat kompleks pemakaman tebing kuno yang telah berusia ratusan tahun, di mana peti mati berbentuk hewan yang disebut erong diletakkan di celah-celah bukit kapur. Dari kejauhan, pengunjung dapat melihat patung kayu menyerupai orang mati yang disebut tau-tau, berdiri tegak di balkon tebing seolah sedang mengawasi keturunan mereka yang masih hidup. Keberadaan tengkorak dan tulang belulang yang tertata di gua-gua alami mempertegas kedalaman tradisi penghormatan terhadap kematian di desa ini.

Kete Kesu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan jantung dari tradisi Rambu Solo yang tetap lestari hingga hari ini. Kehidupan masyarakatnya mencerminkan keharmonisan antara adat istiadat yang kental dengan keramahan yang tulus kepada pendatang. Di sela-sela rutinitas harian, para pengrajin lokal masih tekun memahat ukiran kayu dengan tangan, memastikan bahwa warisan budaya yang diakui dunia ini tidak akan lekang oleh waktu. Mengunjungi desa ini memberikan pengalaman spiritual yang mendalam tentang bagaimana hidup dan mati dirayakan dalam satu kesatuan yang indah.

Londa (Goa Pemakaman)

Londa (Goa Pemakaman)

  • Nama Wisata: Londa
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Tana Toraja, Kec. Sangalla, Desa Sandan Uai
  • Jenis Wisata: Goa Pemakaman, Budaya, Sejarah
  • Deskripsi Menarik: Kompleks pemakaman di dalam gua alami. Tulang belulang, peti mati, dan tengkorak ditumpuk di dalam gua. Di mulut gua, patung Tau-Tau diletakkan di balkon tebing. Perlu pemandu lokal untuk masuk ke dalam gua.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Toraja Heritage Hotel
    • Hotel Luta Resort (Makale)
    • Sinar Hotel (Makale)
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Mama Fany Homestay
    • Pison Rantepao Homestay
    • Mambura Guest House (Tator)
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Pantomakaka (Belut yang dimasak dalam bambu, varian Pa’piong).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Kue Kacang Merah (kue kering khas Toraja).
  • Souvenir Khas Daerah: Miniatur Tongkonan, Kopi Toraja (Arabika).
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Rambu Solo’.
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Sewa/Pribadi, Ojek dari Makale.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Parepare → Enrekang → Makale. Jarak: ± 310 km. Estimasi Waktu Tempuh: 8 – 10 jam.

Lemo (Pemakaman Tebing)

Lemo (Pemakaman Tebing)

  • Nama Wisata: Lemo
  • Kabupaten, Kecamatan, Desa: Tana Toraja, Kec. Makale Utara, Desa Lemo
  • Jenis Wisata: Pemakaman Batu, Budaya, Sejarah
  • Deskripsi Menarik: Dikenal sebagai “Rumah Para Arwah”. Tebing batu besar diukir menjadi liang-liang kubur kuno. Di depannya dipajang Tau-Tau (patung kayu menyerupai jenazah) yang menghadap ke lembah, melambangkan pengawasan arwah leluhur.
  • 3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
    • Hotel Luta Resort (Makale)
    • Hotel Misiliana (Rantepao)
    • Toraja Heritage Hotel (Rantepao)
  • 3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
    • Mambura Guest House
    • Tongkonan Layuk (Homestay)
    • Pison Rantepao Homestay
  • Makanan Traditional yang Wajib Dicoba: Pa’piong (Daging dimasak di dalam bambu dengan bumbu rempah).
  • Cemilan Daerah yang Bias Dicoba: Kopi Toraja, Deppa Tori (kue ketan gula merah).
  • Souvenir Khas Daerah: Tau-Tau Miniatur (ukiran kayu), Kain Tenun Toraja (Ma’a).
  • Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan: Rambu Solo’ (Upacara kematian besar-besaran, umumnya Juli-September).
  • Jenis Transportasi yang Digunakan: Mobil Sewa/Pribadi, Ojek dari Makale.

Rute Perjalanan dan Alternatif dari Makassar: Rute Utama: Makassar → Parepare → Enrekang → Makale. Jarak: ± 310 km. Estimasi Waktu Tempuh: 8 – 10 jam.

Translate »