Pulau Libukang
Nama Destinasi: Pulau Libukang (sering disebut Pantai Libukang karena akses utamanya melalui pesisir)
Lokasi: Teluk Bone (dapat diakses dari Pelabuhan Tanjung Ringgit)
Kabupaten: Kota Palopo (Palopo adalah Kota Otonom, setingkat kabupaten)
Kecamatan: Wara Timur
Desa: Malatunrung
Jenis Wisata: Wisata Bahari, Wisata Religi (Ziarah), dan Wisata Alam.
Deskripsi Menarik: Pulau Libukang merupakan “surga kecil” seluas sekitar 8 hektar yang berjarak hanya sekitar 2 km dari pusat Kota Palopo. Pulau ini disakralkan oleh masyarakat setempat karena terdapat makam leluhur dan sebuah masjid tua di pinggir pantai. Daya tarik utamanya adalah perpaduan pantai berpasir putih, air laut yang jernih untuk snorkeling, serta ratusan anak tangga terjal menuju puncak pulau yang menawarkan pemandangan panorama Teluk Bone dari ketinggian di bawah rimbunnya pepohonan.
3 Rekomendasi Hotel Terdekat:
Hotel Harapan Palopo
BM Residence Hotel Palopo
Urbanview Hotel Mulia Indah Palopo
3 Rekomendasi Homestay Terdekat:
My Homestay Palopo
RedDoorz @ Wisma Sentosa Palopo
Wisma Pelangi Palopo
Makanan Tradisional yang Wajib Dicoba:
Kapurung: Makanan berbahan dasar sagu yang dicampur sayuran, ikan, udang, atau ayam dengan kuah rempah asam segar.
Pacco: Hidangan ikan mentah segar yang diolah dengan perasan jeruk nipis, cabai, dan bumbu khas (mirip sashimi atau ceviche).
Parede: Olahan ikan (biasanya bandeng) dengan kuah kuning yang memiliki cita rasa asam pedas yang kuat.
Cemilan Daerah yang Bisa Dicoba:
Dange: Camilan dari sagu yang dibakar di atas cetakan tanah liat, biasanya dinikmati dengan gula merah atau ikan.
Sinole: Kudapan berbahan tepung sagu yang dicampur dengan parutan kelapa dan gula.
Bagea: Kue kering khas yang berbahan dasar sagu dengan tekstur renyah dan rasa gurih kenari atau wijen.
Souvenir Khas Daerah:
Dampo Durian (Lempok): Olahan durian asli Palopo yang manis dan legit.
Sagu Kering/Tepung Sagu Mandiri: Bahan baku utama pembuatan Kapurung.
Kue Gambung: Kue tradisional sejenis roti kering yang sangat populer sebagai oleh-oleh.
Acara Adat dan Budaya yang Sering Diadakan:
Maccera Tasi: Ritual adat masyarakat pesisir Palopo sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut, biasanya dilakukan di tepi pantai atau area pelabuhan.
Ziarah Kubur Pulau Libukang: Tradisi mengunjungi makam leluhur di pulau tersebut, terutama pada hari-hari besar keagamaan.
Jenis Transportasi yang Digunakan:
Transportasi Darat: Mobil pribadi atau angkutan kota menuju Pelabuhan Tanjung Ringgit.
Transportasi Laut: Perahu motor (katinting) dari Pelabuhan Tanjung Ringgit dengan waktu tempuh sekitar 10–15 menit.
Rute Standar Perjalanan dari Kota Makassar:
Makassar – Maros – Pangkep – Barru – Parepare – Sidrap – Siwa (Kab. Wajo) – Palopo. Perjalanan ini menempuh jarak sekitar 360 km dengan waktu tempuh 8–9 jam menggunakan bus atau kendaraan pribadi.
Rute Alternatif dari Kota Makassar:
Melalui Jalur Udara: Penerbangan dari Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) menuju Bandara Lagaligo Bua (Kab. Luwu) yang memakan waktu sekitar 45–60 menit, dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 20–30 menit menuju Kota Palopo.
Melalui Jalur Camba: Makassar – Maros (Camba/Mallawa) – Bone – Wajo (Siwa) – Palopo. Jalur ini lebih berkelok namun menawarkan pemandangan pegunungan yang berbeda.














